CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Membawa Windy Kerumah Sakit


__ADS_3

Niken dan Putri terus membujuk Windy agar mau mengikuti saran mereka untuk pergi kerumah sakit. Windy yang malas berdebat dengan kedua sahabatnya mau tak mau akhirnya Windy mengiakan usulan kedua sahabatnya tersebut, karna percuma saja Windy bersikeras, sebab kedua sahabatnya tersebut akan semangkin memaksanya untuk menuruti keinginan mereka, namun disisi lain, Windy sangat bersyukur memiliki sahabat yang sangat perduli dan juga sayang padanya.


Setelah permisi pada guru, ketiga gadis cantik itu langsung menuju rumah sakit untuk memeriksakan keadaan Windy.


''Win, gue hubungi suami loe ya? walau bagai mana pun dia berhak tau loh,'' ucap Putri.


''Gk usah Put, gue gk mau kak Leo cemas, hari ini kan dia lagi ada meeting yang sangat penting, gue gk mau ganggu dia.'' ucap Windy


Niken yang saat itu sedang mengemudikan mobil, hanya menjadi pendengar saja, tanpa ingin berkomentar.


''Iih Windy, loe itu gimana sih, kan kak Leo itu suami loe, dan kamu itu sudah jadi tanggung jawab dia, jadi otomatis dia harus mementingkan kamu lebih dulu dong dari pada kerjaannya, ya gk Ken?'' ucap Putri mencari pembelaan.


''Iya lah,secara kan kita mereka nikahin untuk dijaga dan dilindungi.'' jawab Niken, yang seperti sedikit terbawa emosi


''Tuh dengerkan Win, apa kata si Niken, jadi loe jangan melarang gue jika gue menghubungi kak Leo suami loe.'' ucap Putri tak mau dibantah.


''Terserah kalian aja lah, gue kan gk pernah menang jika harus melawan kalian berdua.'' ucap Windy sambil mendengus.


''Nah gitu dong, baru anak manis.'' sambung Putri lagi. Tak lama Putri menghubungi Leo untuk memberitahukan tentang kondisi Windy saat ini dengan menggunakan handphone milik Windy.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat ini Rayen, Leo dan beberapa orang lainnya sedang melakukan meeting diperusahaan milik Mika, ditengah-tengah kegiatan Rayen melihat Leo tidak begitu fokus dengan apa yang mereka bahas.


Ada apa dengan anak itu? kenapa dia kslihatan sangat gelisah.


Batin Rayen bertanya-tanya


Beberapa saat kemudian setelah meeting selesai Rayen langsung bertanya pada Leo perihal ketidakfokusannya saat meeting tadi.


''Le, apa ada masalah? saya perhatikan wajah kamu sangat gelisah sekali saat meeting tadi?'' tanya Rayen.


''Wiindy masuk rumah sakit Ray, sekarang aku harus kesana.'' ucap Leo sambil bergegas memasukan beberapa dokumen kedalam tas kerja miliknya.

__ADS_1


''Memangnya dia sakit apa? bukannya kamu bilang tadi dia sekolah?'' tanya Rayen lagi


''Iya, tadi Putri bilang saat baris dia pingsan, dan sekarang kedua sahabatnya itu sedang membawanya kerumah sakit.'' jelasnya lagi


''Maksudmu Niken dan Putri?'' Rayen memastikan


''Siapa lagi kalau bukan mereka?? yasudah aku pergi dulu ya.'' ucap Leo sambil beranjak dari kursinya.


Saat ini didalam ruangan tersebut hanya ada Rayen dan asisten Mika, karna sang bos tadi sudah keluar terlebih dahulu karna ada urusan penting.


''Mari pak Rayen silahkan.'' ucap sang asisten Mika


''Iya mari.'' jawab Rayen sambil melangkah keluar dari ruangan tersebut.


*


*


*


Sebelum menjawab dokter tersebut melirik satu persatu wajah ketiga gadis yang berseragam SMA tersebut.


''Kalian tau jika teman kalian ini lagi hamil??'' tanya dokter tersebut dengan tatapan mengintimidasi, sangat terlihat jika dokter wanita tersebut menatap tak suka pada mereka, mungkin ia berpikir jika Niken dan kedua sahabatnya bukan gadis baik-baik, karna ia berpikir bagai mana bisa seorang yang masih pelajar SMA bisa hamil, yang jelas-jelas sudah pasti belum menikah, tentu saja dokter tersebut akan berpikiran buruk pada mereka.


Mendapat pertanyaan seperti itu ketiganya saling menatap.


''Kenapa kalian diam? maaf nona apa sebelumnya ada tau jika sekarang anda sedang hamil??'' tanya dokter pada Windy


''I-iya dok, saat ini saya memang sedang hamil.'' jawab Windy sambil melirik opada kedua temannya.


''Apa Win, loe hamil? kok kabar bahagia gini loe umpetin dari kita sih? kenapa gk kasih tau kita? apa loe gk anggap kita sahabat lagi?'' Putri mencebik, menatap sahabatnya itu dengan wajah kesal.


''Maaf Put, belum sempat.'' jawab nya namun matanya melirik kearah Niken.

__ADS_1


Sedangkan sang dokter ternganga mendengar ucapan Putri, dokter tersebut merasa heran, bukannya takut karna temannya lagi hamil, kenapa justru mereka terlihat senang atas kehamilan temannya.


''Windy sayang bagai mana keadaan kamu? terus bayi kita gimana??'' tanya Leo yang taba-tiba masuk dan memberondong beberapa pertanyaan pada Windy.


''Maaf pak, anda ini siapanya nona ini?'' tanya dokter heran.


''Oh, maaf dok saya ini suaminya, bagai mana keadaan istri saya sekarang? dia tidak apa-apakan?'' tanya Leo cemas karna sejak tadi tak mendapat jawaban.


Dokter wanita itu sempat terkejut dengan jawaban Leo, namun sedetik kemudian dia langsung tersenyum.


''Bapak tenang saja, istri bapak hanya kelelahan saja, saya sarankan sebaiknya istri anda mengurangi aktivitasnya dan jangan terlalu capek, kalau perlu istirahat dalam beberapa hari dirumah, karna usia kandungannya masih terlalu rentan, saya sarankan nona perbanyak makan buah ya?! nanti saya akan tulis resep untuk ditebus .'' jelas dokter


''Baik dok, terimakasih.''


''Sama-sama pak, kalau gitu saya permisi dulu.'' ucap dokter kemudian langsung keluar dari ruangan tersebut.


''Windy, kenapa kamu bisa sampai pingsan? pokoknya aku udah putusin sekarang, mulai besok aku mau kamu homeschooling aja, dan aku gk mau dengar penolakan! dengar sayang! aku gk mau sampai terjadi sesuatu sama kamu, setiap kali kamu berada diluar tanpa aku, pikiranku selalu tidak tenang, kamu mengertikan maksud aku?.'' ucap Leo panjang kali lebar sambil menatap wajah istrinya lembut.


''Iya, aku ngerti, aku minta maaf karna sudah buat kamu khawatir.'' ucap Windy sambil menunduk.


''Iya, sudahlah, yang penting kamu dan bayi kita baik-baik saja.'' ucap Leo sambil membawa Windy kedalam pelukannya.


''Ekhem, yaahh....Ken, kita dikacangin nih.'' ucap Putri, membuat sepasang suami istri tersebut langsung menoleh kearah mereka.


''Hehe,, maaf ya Putri, Niken, aku lupa jika kalian juga ada disini, habisnya aku panik saat tau Windy pingsan.'' ucap Leo merasa tak enak


''Tapi makasih ya? karna kalian sudah mau menjaga Windy, dan mengantarkannya kerumah sakit.'' sambungnya lagi.


''Iya kak, sama-sama, tanpa diminta pun kami akan selalu ada buat Windy.'' ucap Niken, yang dibalas senyuman oleh Leo.


Karna tidak ada penyakit yang serius pada Windy, akhirnya dia diperbolehkan pulang oleh dokter dengan catatan harus istirahat yang cukup, dan tidak boleh terlalu banyak beraktivitas. Setelah menebus resep vitamin yang diberikan oleh dokter, mereka pun memutuskan langsung pulang dengan mobil masing-masing, Niken bersama Putri dan Windy pulang bersama Leo.


Next

__ADS_1


__ADS_2