
Sejujurnya Windy merasa Niken terlalu ingin tau urusan pribadinya, memang sih selama ini dirinya selalu mengatakan semua keluh kesahnya pada sahabatnya ini, namun entah kenapa jika menyangkut soal Regan Windy agak sensitif menanggapinya, padahal ia tau jika Niken tidak punya maksud apa-apa, tapi entah kenapa rasanya ia tak ingin membahas masalah Regan bersama sahabatnya itu
'' Windy kamu marah sama aku karna aku tanya masalah ini sama kamu? ya kalau kamu gk mau jawab juga gpp kok Win, aku hanya penasaran aja, karna kan biasanya kamu selalu bilang sama aku, cerita apa pun yang terjadi dalam kehidupanmu, tapi ya kalau kamu belum mau cerita juga gk apa-apa aku ngerti kok.'' ucap Niken mencoba memaksakan senyumnya
Windy tak menjawab, sejenak ia berpikir apakah ucapannya keterlaluan dengan sahabatnya yang satu ini, namun tiba-tiba Windy teringat akan ucapan Putri tenpo hari yang mengatakan jika Niken adalah tipe wanita idaman Regan abangnya. Padahal Windy sendiri tau jika Niken sudah menikah dan dia sangat mencintai suaminya Rayen, namun entah kenapa Windy merasa terancam dengan adanya Niken, bahkan ia merasa jika Niken akan merebut Regan darinya.
'' Maaf Win, jika kamu gk suka kalau aku bertanya seperti ini aju gk akan tanyain kamu lagi kok, yasudah kita kekantin aja yuk aku haus.'' ajak Niken yang hanya diangguki oleh Windy, akhirnya keduanya pun langsung melangkah menuju kantin sekolah.
'' Kalian dari mana saja sih? gue udah dari tadi loh disini,'' ucap suara seorang gadis siapa lagi kalau bukan si cerewet Putri.
Keduanya tidak menjawab, namun hanya senyuman yang mereka tunjukan kepada sahabatnya tersebut.
'' Kamu udah pesan Put?
'' Udah, kalian juga sudah gue pesankan kok, seperti biasa kan?
'' Duuh, sahabatku yang satu ini baik banget sih.'' ucap Niken sambil mencubit pipi cuby Putri, membuat gadis itu meringis.
'' Aww,, sakit tau Ken, udah ah loe duduk aja deh, bentar lagi tuh makanan datang.'' jelas Putri.
Putri melirik kepada Windy yang saat itu terlihat sedang memainkan ponsel miliknya.
Lagi chatingan sama siapa tuh anak? sampai senyum-senyum kayak gitu.
Batinnya sambil terus memperhatikan Windy.
'' Kamu kenapa liatin Windy kayak gitu Put?'' tanya Niken yang melihat Putri menatap Windy seolah sedang mengawasi.
Sedangkan Windy yang mendengar ucapan Niken langsung menatap kearah mereka berdua, tepatnya kearah Putri.
Putri yang merasa ketahuan segera mencari alasan agar teman-temannya itu tak mengira yang macam-macam.
'' Apaan sih loe Ken, gue itu cuma merasa penasaran aja melihat Windy yang tiba-tiba tersenyum saat melihat layar ponselnya, gue jadi penasaran, memangnya dangan siapa loe tadi chatingan?
'' Gk ada, gue hanya lihat status di grub aja kok, ada yang kirim gambar lucu makanya gue ketawa.'' jelas Windy
__ADS_1
'' Oh, benarkah? gue kirain loe lagi chatingan sama abang gue.'' sarkas Putri
Ucapan ceplas ceplos Putri tentu saja membuat kedua sahabatnya langsung menatap kearahnya.
'' Maksud kamu apa Put?'' tanya Niken, sambil pandangannya beralih kearah Windy
'' Loe apaan sih Put, kan tadi udah gue bilang kalau gue liat status digrub Wa, kalau gk percaya kalian cek aja.'' jelasnya sedikit ketus
'' Ya kalau gk yaudah, ngapain loe sewot gitu.'' sambung Putri tak mau kalah.
'' Duuh kalian ini kenapa malah berantem sih, udah dong masa sahabat pada berantem, udah yuk makan dulu, ntar dingin gk enak lagi loh.'' ucap Niken yang menengahi. Akhirnya kedua gadis cantik itu pun menyudahi cekcok kecil tersebut dan memilih memakan makanan yang sudah mereka pesan sebelumnya.
Niken, Putri dan Windy tak lagi membahas masalah tersebut, terlebih Niken, ia tak ingin hanya karna keingin tahuannya akan hubungan Windy dan Regan membuat hubungan dirinya dan Windy menjadi renggang.
Saat ini ketiga nya sedang nenikmati makanan milik masing-masing, disela-sela makannya Putri kembali melirik kearah Windy, setelah itu ia kembali menikmati makanannya, namun tanpa ia sadari saat itu Niken juga melihatnya.
''Sebenarnya ada apa sih? Kok perasaan suasananya berubah menjadi sedikit tegang ya? Sebaiknya nanti aku tanyakan pada Putri apa yang sebenarnya terjadi.'' gumam Niken pelan, bahkan sangat pelan sekali, hingga tak ada yang bisa mendengarnya.
'' Put, kamu bawa mobil kan? boleh gk aku nanti nebeng kamu pulang?'' tanya Jiken.
'' Mas Rayen mungkin gk bisa jemput aku, karna dikantor banyak kerjaan, terus aku nya lagi males naik taksi.'' jawabnya beralasan, Niken melirik kearah Windy hang saat itu masih terlihat santai dengan makanan miliknya.
'' Win, apa rencanamu setelah pulang sekolah nanti?'' tanya Niken
'' Sepertinya dirumah aja lagi males keluar.'' hanya itu jawaban yang keluar dari mulut gadis itu.
'' Em, gimana kalau kita main dirumah Putri? Boleh kan Put?'' tanya Niken memastikan
'' Tentu kenapa tidak!'' jawabnya kembali mata nya mrlirik kearah Windy, sebenarnya Windy tau sedak tadi kedua sahabatnya tersebut selalu memperhatikannya, namun ia hanya seolah tak mengetahuinya.
'' Tapi apa gpp, gk jadi pulang kerumah? emangnya gk dimarah om Rayen?'' sindir Putri
'' Tenang saja, nanti aku ijin, habisnya aku bosen banget dirumah, gimana Win, kamu mau kan?'' tawar Niken.
'' Boleh,'' jawabnya setelah berpikir beberapa saat.
__ADS_1
...----------------...
Kini ketiganya sudah berada dihalaman rumah Putri.
'' Ayo guys!" ajak Putri sambil melangkah masuk kedalam rumah.
'' Bik, bibik! Panggil Putri sambil menuju ruang keluarga diikuti oleh kedua sahabatnya.
'' Iya non, ada apa?
'' Tolong bikinin jus jeruk sama cemilan nya bik!
''Baik non.'' jawab Art yang bekerja dirumah keluarga Putri
'' Oya bik bang Regan belum pulang ya?'' tanya Putri lagi.
'' Udah non barusan, sekarang mungkin sedang berada dikamar atas.'' jawab Art tersebut. Setelah itu ia langsung melangkah menuju dapur untuk membuat minuman.
Sudah hampir dua jam ketiganya berada diruang keluarga, membahas masalah sekolah, dan menonton drakor kesukaan mereka.
'' Pause dulu dong Putri aku kebelet,'' setelah mengatakan itu Niken langsung menuju kamar mandi yang ada disebelah dapur.
'' Eh eh, Ken jangan disana keran airnya sedang rusak dikamar mandi gue aja.'' ucap Putri. Niken mengangguk kemudian ia langsung melangkah menuju anak tangga.
'' Semoga gk ada bang Regan dikamar Putri seperti kemarin.'' gumamnya setelah itu langsung masuk kedalam kamar tersebut.
Beberapa menit kemudian Niken langsung keluar dari kamar milik Putri bersamaan itu ternyata Regan juga keluar dari kamar miliknya.
'' Bang Regan.'' gumam Niken, yang langsung menghentikan langkahnya.
'' Niken kamu disini?'' tanya Regan sambil melangkah kearah gadis tersebut.
'' Iya bang, sama Windy juga.'' jawabnya sambil menatap wajah Regan karna ia ingin melihat ekpresi wajah laki-laki tersebut saat ia menyebut nama Windy.
Kok bang Regan biasa aja ya saat aku sebut nama Windy,
__ADS_1
Next