CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Menggoda Niken


__ADS_3

Niken masih membeku saat suaminya membisikan sesuatu yang menurutnya itu sangat berpengaruh sekali dengan tubuh bagian bawahnya, karna jujur saja, saat mendengar ucapan suaminya tiba-tiba bagian inti miliknya merespon dengan cara berkedut-kedut membuat wanita yang masih gadis itu semangkin dibuat gelisah, padahal kan niat awalnya tadi ingin membuat suaminya juga merasakan apa yang ia rasakan , tapi kenapa malah dirinya yang mulai tidak sanggup menahannya.


Tahan Niken, tahan. Kamu harus buat suamimu juga merasakan seperti yang tadi kamu rasakan yaitu tersiksa karna merasa dipermainkan.


''Sayang kok melamun? ayo kita naik!" ajak Rayen. Tanpa menjawab Niken menuruti apa kata suaminya, namun dalam hati ia bertekat akan membuat suaminya tersiksa malam ini.


Niken masuk kedalam kamar, dan langsung menuju kamar mandi untuk menuntaskan hajatnya. Beberapa saat kemudian ia keluar dengan perasaan yang lega karna sudah menyalurkan keinginannya. Niken melirik pada suaminya yang saat itu sedang duduk dipinggir tempat tidur, Niken sangat yakin jika suaminya itu pasti sedang menunggu dirinya.


''Sayang kamu sudah selesai?'' ucap Rayen sambil menatap pada istrinya.


''Hemm,'' hanya itu yang keluar dari mulut Niken. gadis itu melangkah mendekati tempat tidur lalu naik keatasnya.


Rayen ikut naik keatas tempat tidur lalu mulai mendekati sang istri.


''Sayang mas ing---''


''Maaf mas, aku ngantuk ingin segera tidur.'' potong Niken, setelah itu ia langsung merebahkan tubuhnya dan menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.


Melihat tingkah istrinya membuat Rayen tersenyum kecut, ia sadar beginilah jika menikahi gadis remaja yang masih labil.

__ADS_1


''Sabar ya joni, aku tau kamu sangat penasaran dengan rasanya goa itu, tapi sepertinya kamu belum saatnya menjelajah digoa indah itu, kasihan sekali kamu, padahal aku yakin jika kamu pasti sangat ingin masuk kedalam sana, pasti goa itu sangat nikmat, dan jika kamu masuk kesana pasti membuatmu terasa melayang.'' ucapan yang dilontarkan Rayen sengaja untuk memancing gairah istrinya, ia sangat yakin jika bagian bawah istrinya pasti sudah berkedut dan basah karna ucapan nya itu.


Dan benar saja, didalam selimut gadis itu merasa sangat gelisah, apa lagi setelah mendengar ucapan menggoda dari suaminya membuat inti miliknya mulai basah.


Mas Rayen pasti sengaja mancing-mancing aku, duuhh,, gimana ini , sebenarnya aku sudah sangat tidak tahan, tapi aku juga gk mau mas Rayen dengan mudahnya mendapatkan nya dariku, setelah apa yang tadi dia lakukan padaku, padahal tadi aku sudah sangat pasrah ingin menyerahkannya, tapi mas Rayen nya malah mengulur-ngulur waktu.


Batin Niken yang masih merasakan kesal dihatinya.


Rayen masih menatap istrinya yang masih berada di dalam selimut. Rayen sangat berharap jika Niken akan terpancing dengan ucapannya, namun setelah menunggu cukup lama tak ada tanda-tanda jika istrinya itu akan membuka selimut tebal yang menutupi seluruh tubuhnya.


Kenapa tidak ada reaksi apapun ya? apa dia sama sekali tidak terpancing dengan kata-kataku, tapi rasanya aku sudah tidak bisa menahannya lebih lama lagi.


Batin Rayen mulai frustasi


''Joni, sepertinya malam ini kamu harus puasa.'' gumam Rayen sambil membelai anacondanya yang setengah menegang. Sebenarnya bisa saja Rayen melakukannya namun ia tak mau memaksa istrinya, Rayen mau mereka melakukannya atas mau sama mau biar lebih terasa nikmat.


Akhirnya dengan rasa sedikit kecewa Rayen terpaksa harus menahannya, Rayen mulai masuk kedalam selimut yang sama.


Niken merasakan tangan Rayen memeluk tubuhnya dari belakang, sebenarnya dirinya belum benar-benar tertidur, namun ia hanya ingin membalas suaminya saja karna tadi sudah membuatnya kecewa dan kini suaminya itu juga sudah merasakan hal yang sama dengan yang ia rasakan beberapa saat yang lalu. Entah kenapa gadis itu bisa berpikir untuk membalas suaminya seperti itu sungguh jahat memang, tapi ia juga ingin Rayen merasakan apa yang tengah ia rasakan. Namun disisi lain ia juga merasa bersalah karna memperlakukan suaminya seperti itu.

__ADS_1


Niken membalikan tubuhnya menghadap sang suami, ia menatap wajah Rayen penuh minat.


''Kamu sangat tampan mas, aku sangat beruntung bisa memilikimu. Tapi kamu selalu saja membuatku kesal, seperti tadi, padahal aku sangat menginginkannya, tapi kamu malah menghentikannya begitu saja.'' gumamnya pelan, entah kenapa tiba'tiba saja ia menjadi kesal kembali saat mengingat kejadian beberapa saat yang lalu.


Jadi memang benar, karna aku menghentikan permainan itu, makanya dia jadi kesal seperti ini.


Batin Rayen, sebenarnya dia tidak tidur, bagai mana mungkin dirinya bisa tidur sementara adik kecilnya sejak tadi terus menegang.


Rayen masih memejamkan matanya, ia ingin tau apa yang akan dilakukan oleh istri kecilnya itu saat dirinya berpura tidur seperti ini. Karna Rayen sangat yakin jika Niken pasti akan melakukan sesuatu pada dirinya. Dan benar saja, saat ini Niken mulai mengangkat tangannya untuk membelai wajah suaminya, dari mulai mata, hidung dan bibir tebal dan seksoy milik sang suami membuat Niken rasanya tidak tahan jika tidak mengecupnya.


Niken mulai bangkit dari tidurnya, dengan tubuh miring menghadap kearah sang suami, Niken mulai mendekatkan wajahnya kemudian..


Cuup


Niken menempelkan bibirnya diatas bibir suaminya,kemudian mengecupnya lembut. Tiba-tiba Rayen membuka matanya, saat merasakan ada benda kenyal dan lembab berada diatas bibirnya namun sang istri masih belum nenyadarinya, ia masih sibuk menikmati bibir tebal milik suaminya tersebut tanpa menyadari jika dirinya saat ini sedang diperhatikan oleh sang pemilik bibir.


''Manis.'' ucap Rayen disela-sela ciuman mereka membuat Niken langsung membelalakan matanya, demi apa?? saat ini Niken sangat malu karna ketahuan mencuri ciuman pada suaminya.


Niken yang merasa malu langsung ingin menjauhkan wajahnya dari suaminya, namun sebelum itu benar-benar terjadi Rayen dengan sigap langsung menahan tengkuk sang istri dan langsung kembali menyatukan bibir mereka.

__ADS_1


Karna sebenarnya Niken juga sangat menginginkan ciuman itu, akhirnya ia sama sekali tak menolak saat Rayen kembali memangut bibirnya. Rayen melepaskan ciuman mereka. membuat Niken lagi-lagi merasa kecewa, namun itu hanya sebentar karna setelah itu bibirnya kembali diserang oleh Rayen, kali ini ciuman mereka sedikit menuntut, Rayen yang sudah seminggu tidak merasakan sentuhan dari bibir Niken membuatnya sangat bersemangat ingin melakukan hal yang lebih lagi dari ini.


Next


__ADS_2