
Rangga yang merasa tak enak jika membiarkan Putri pulang sendirian akhirnya juga ikut pamit dari kediaman Niken.
Sesampainya diluar Rangga tidak menemukan sosok Putri.
''Kemana dia? kenapa cepat sekali menghilangnya.'' gumam Rangga sambil keluar dari gerbang rumah Niken.
Mata Rangga menyapu seluruh jalan raya mencari sosok Putri hingga akhirnya ia melihat sang kekasih sedang menghentikan sebuah taksi.
''Putri! teriak Rangga saat melihat kekasihnya itu ingin masuk kedalam taksi.
''Rangga,'' gumam Putri, ingin sekali Putri berlari kearah Rangga namun saat kembali teringat ucapan kekasihnya itu ia mengurungkan niatnya.Akhirnya Putri pun masuk kedalam taksi tersebut, Rangga yang melihat itu langsung berlari menghampirinya, agar taksi tersebut tak membawanya pergi.
''Pak.pak. tunggu sebentar pak!" Rangga mencoba menghentikan taksi tersebut dengan menggedor kaca mobilnya.
''Putri keluarlah kita harus bicara!" Rangga membuka pintu taksi tersebut kemudian langsung menarik tangan Putri agar keluar dari dalam taksi.
Putri yang sebenarnya juga ingin mereka bicara akhirnya menurut dengan yang dikatakan Rangga.
''Pak maaf ya taksinya gk jadi, ini sebagai gantinya pak terimalah!" ucap Rangga sambil memberikan uang satu lembar berwarna biru.
Saat ini keduanya sedang duduk ditaman komplek yang tak jauh dari kediaman rumah Niken.
''Putri, apa kamu masih marah?'' tanya Rangga.
''Marah? buat apa? aku bukan marah Ga, aku hanya merasa iri pada gadis itu, kenapa dia bisa seberuntung itu padahal dia bukan siapa-siapa nya kamu, tapi kenapa dengan mudahnya dia bisa masuk kedalam hatimu, sedangkan aku? aku yang jelas-jelas kekasihmu saja masih belum bisa memiliki hati kamu seutuhnya.Kasihan banget ya aku?.'' Putri tersenyum getir.
Mendengar ucapan Putri membuat Rangga merasa tidak enak hati, namun mau bagai mana lagi, tapi itulah kenyataan yang sebenarnya.
''Putri bukannya dari awsl aku sudah bilang sebaiknya kamu gk perlu tau kan? tapi kamu tetap keukeh ingin mengetahuinya walau pun kamu tau itu akan menyakitkan buat kamu, dan maaf aku juga tidak ingin berkata bohong padamu jika dengan mengatakan perasaanku padanya sudah hilang, hanya untuk menyenangkan hatimu buat apa? jika ujung-ujungnya nanti akan membuatmu terluka dan juga merasa dibohongi, Putri, walau pun perasaanku padanya masih ada, tetapi aku sekarang sudah punya kamu, dan aku mau kamu membantuku untuk menyingkirkan perasaan yang tidak pantas itu, aku mau kamu berusaha untuk menggantikan posisinya dihatiku.'' ucap Rangga serius
Mendengar ucapan Rangga membuat hati Putri seketika merasa terharu.
''Kamu tau Ga? tadinya aku pikir jika aku mendengar semuanya aku bisa kuat, tapi ternyata tidak, hatiku terasa sakit sekali mendengar laki-laki yang aku cintai malah mencintai wanita lain, walau pun aku tau itu sejak lama, tapi tetap saja terasa sakit Ga.'' ucap Putri yang akhirnya mengungkapkan isi hatinya.
''Iya aku tau kamu terluka atas semuanya, dan aku minta maaf akan hal itu, sekarang yang kuinginkah hanya kamu mau membantuku berusaha untuk menyingkirkan perasaan tidak pantas itu dari hatiku, Putri, kamu mau kan membantuku?'' ucap Rangga sambil menggenggam tangan Putri.
''Iya Ga, aku mau, karna aku sangat ingin menjadi satu-satunya wanita dihati kamu tanpa ada nama orang lain disana, walaupun masih butuh waktu bagimu, namun perlahan aku yakin namaku bisa menggeser tempatnya dihatimu.'' ucap Putri sungguh-sungguh.
__ADS_1
''Makasih ya Putri.'' ucap Rangga tulus.
''Oiya, tapi tadi kamu lagi chatingan sama siapa sih kok senyam-senyum gitu?'' selidik Putri.
''Oh itu, biasa teman digrup, kirim video lucu makany aku ketawa.'' jelas Rangga
''Oh, kirain lagi chatingan sama cewek baru,''
''Ya gk mungkin lah, secara aku punya cewek yang secantik ini mana mungkin aku cari yang lain.'' ucap Rangga sambil menoel hidung mancung kekasihnya.
''Iih, dasar gombal.'' ucap Putri setelahnya keduanya tertawa bersama.
Flasback
Saat ini Rangga dan Putri sedang duduk ditaman sekolah, sebenarnya Putri ingin bicara sesuatu pada Rangga makanya ia mengajak Rangga ketaman sekolah tersebut.
''Sebenarnya ada apa sih Putri? kenapa kamu mengajak aku kesini memangnya kamu mau bicara apa? sepertinya serius sekali sampai kamu tegang seperti itu?'' ucap Rangga.
''Rangga, sebenarnya ada yang mau aku tanyakan sama kamu, rasanya hatiku masih mengganjal jika aku tidak mengatakannya dan aku mau kamu berkata jujur sama aku!" ucap Putri, membuat Rangga menatapnya dengan serius.
''Apa yang ingin kamu tau dariku Putri?
Terdengar helaan nafas dari mulut Rangga.
''Baiklah jika kamu memang ingin tau yang sebenarnya, karna kurasa kamu memang berhak tau.Putri, jujur saja perasaanku sampai sekarang tetap sama, aku memang masih menyukai Niken, tapi---''
''Baiklah Ga, aku rasa sudah cukup, kalau gitu aku masuk dulu sepertinya sudah bel masuk kelas.'' ucap Putri berlalu begitu saja tanpa ingin mendegarkan lebih jauh, rasanya hatinya akan semangkin sakit jika ia masih tetap mendengar ucapan Rangga, sebab dalam hati Putri, ia berpikir jika perasaan Rangga terhadap Niken tak akan pernah berubah.
Rangga menatap nanar kepergian Putri.
''Putri maafkan aku, maaf karna sudah menyakiti hatimu, tapi asal kamu tau semenjak ada kamu aku selalu bahagia, dan hidupku penuh dengan warna,,aku merasa sangat nyaman denganmu, tanpa aku sadari, aku juga tidak terlalu kepikiran dengan Niken lagi, walau pun aku belum yakin, apa aku sudah memiliki perasaan denganmu atau tidak, tapi aku sangat berharap suatu saat nanti kamu bisa menggantikan posisi Niken dihatiku.'' monolognya.
*
*
*
__ADS_1
Setelah kepergian teman-temannya, Niken kembali terlihat uring-uringan dikamarnya, Niken juga beberapa kali menghubungi Rayen namun telponnya masih belum aktif sampai sekarang.
''Om Rayen kemana sih, ini kan udah hampir sore, masa iya kerjaannya belum selesai juga, gk mungkin kan jika meetingnya sampai sore.'' gerutu Niken, ia sangat kesal dengan Rayen karna hampir seharian tak ada kabar.
''Lihat saja nanti jika dia datang, aku gk akan mau bicara dengannya.'' sambung nya lagi
Satu jam kemudian terdengar suara ricuh dibawah, lebih tepatnya suara orang yang sedang bicara satu sama lain.
''Kok kayaknya rame banget ya dibawah, sebaiknya aku turun saja lah, lagian aku merasa sangat bosan dikamar terus.'' gumamnya sambil melangkah menuju pintu kamar.
Saat keluar dari kamar, samar-samar Niken mendengar suara seseorang yang familiyar ditelinganya.
''Itukan suara om Rayen, ternyata dia sudah datang, tapi kenapa gk langsung saja naik kekamarku?memangnya dia gk kangen apa sama aku?.'' monolognya dengan tanda tanya.
Tak ingin berasumsi sendiri akhirnya Niken memutuskan turun kebawah untuk mempertanyakannya langsung, dengan hati-hati ia mulai menuruni anak tangga, Niken masih merasakan sedikit pusing dan lemas dibagian tubuhnya, tapi setelah mendengar suara Rayen ia menjadi semangat bahkan merasa sudah tidak sabar ingin bertemu dengn pujaan hatinya itu.
Senyum Niken mengembang kala melihat Rayen yang saat itu sedang mengobrol dengan kedua orangtuanya, namun senyum itu seketika memudar saat matanya menangkap sosok seorang wanita yang saat itu sedang duduk disebelah kekasihnya.
''Tante Viona?? mau apa dia datang kesini bersama om Rayen, apa jangan-jangan mereka ingin mengatakan pada ku jika sekarang mereka sudah berbaikan? atau mereka ingin bilang jika mereka akan kembali melangsungkan pertunangan itu.'' gumam Niken, dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca, pikirannya tiba-tiba saja merasa kacau sekarang.Tanpa pikir panjang Niken memutuskan untuk keluar dari rumah melalui pintu samping, rasanya dada nya terasa sangat sesak melihat kekasihnya tertawa bersama mantan kekasihnya.
''Aku benar-benar bodoh, terlalu mengharapkan dia untuk hidup bersama denganku, sejak pagi aku selalu menantikan kedatangannya, bahkan aku cemas saat tak mendapatkan kabar darinya, dan ternyata apa sekarang? kenyataan adalah dia sedang tertawa bersama mantannya itu, bahkan dirumahku sendiri, tanpa memikirkan perasaanku sama sekali, dasar laki-laki gk punya perasaan.'' Niken terus memaki Rayen sepanjang jalan menuju taman, rasanya ia butuh udara segar untuk menghilangkan sedikit sesak dihati dan pikirannya.
''Ray, sebaiknya kamu temui Niken diatas, sejak tadi pagi ia terus uring-uringan karna kamu tidak datang.'' ucap Lidya, membuat Rayen tersenyum.Sedangkan Viona terlihat memaksakan senyumnya saat mendengar ucapan Lidya.
''Baiklah kalau gitu saya keatas dulu.'' setelah mengatakan itu Rayen langsung melangkah menuju lantai dimana kamar Niken berada.
Beberapa saat kemudia Rayen turun dengan tergesa dengan wajah yang terlihat panik.
''Loh Ray, kamu kenapa lari-lari gitu? ada apa?kenapa wajahmu panik seperti itu?'' Lidya bertanya dengan raut wajah yang juga ikut cemas
''Niken tidak ada dikamarnya mba, bang, Niken hilang.'' ucap Rayen membuat Lidya dan Frans langsung berdiri dari duduknya karna terkejut.
''Apa?? Niken hilang? kamu yang benar Ray? bagai mana mungkin Niken bisa hilang? sejak tadi dia dikamar terus, tidak pernah turun dari kamarnya.'' jelas Lidya yang ikut panik.
''Tapi saya sudah lihat dikamar atau pun kamar mandi, tapi tetap Niken gk ada disana mba.'' jelas Rayen.
''Kemana anak itu? dia masih sakit dan kondisinya sangat lemah mana mungkin dia pergi, biar ku lihat lagi dikamarnya.'' ucap Lidya yang diikuti semuanya.
__ADS_1
Next
Jangan lupa selalu tinggalkan jejak kalian ya disetiap episodenya, dan berikan juga ya bungan dan vote nya buat buat author, biar lebih semangat 🤗😘