
Rayen mulai mendekatkan wajahnya,perlahan namun pasti, bibir keduanya sudah saling menempel, memberi kehangatan satu sama lain.Rayen pun mulai menggerayangi tubuh indah kekasihnya.
''Sayang mas haus banget rasanya.'' ucap Rayen setelah ciu*man keduanya terlepas.
''Mas haus? yasudah kalau gitu biar aku ambil kan dulu ya airnya.'' ucap Niken yang hendak beranjak turun, namun dengan cepat dicegah oleh Rayen.
''Mas maunya minum susu yang,'' ucap Rayen dengan mata yang mulai sayu
''Susu? emang disini ada ya? yasudah biar aku cek dulu didapur.'' Niken hendak beranjak, namun lagi-lagi Rayen mencegahnya membuat Niken semangkin bingung.
''Gk perlu ambil dibelakang, kan udah ada yang didepan mata.'' ucap Rayen membuat Niken semangkin kebingungan.
Rayen yang mengerti kebingungan Niken langsung menunjuk kearah da*da kekasihnya itu.
''Ini! mas maunya susu cap nona ini sayang.'' ucapan Rayen seketika membuat majah Niken bersemu merah.
''Tapi ini kan gk ada airnya mas.'' jawabnya pelan wajahnya menunduk menahan malu.
''Masa sih? mas gk percaya,boleh gk kalau mas mencobanya dulu?,'' Rayen mencoba merayu Niken, ia sudah sangat-sangat terang*sang saat ini.
Serasa dihipnotis Niken mengangguk saja atas permintaan Rayen yang tidak masuk akal tersebut,Rayen mulai meremas gundukan daging kenyal itu, dengan sangat lembut, dengan bibir yang kembali beradu, ciu*man Rayen mulai turun keleher jenjang Niken, menge*cup dengan lembut namun dalam hingga menimbulkan bekas kemerahan disana.Rayen mulai membuka gaun tidur tersebut dari atas karna baju tersebut memang memiliki leher baju yang lebar hingga memudahkan Rayen untuk melancarkan aksinya.
Sejujurnya Rayen memang sangat penasaran dengan tubuh indah keponakannya tersebut, bahkan waktu terakhir mereka melakukannya ia sangat ingin mengulang kembali, karna semua itu seperti candu baginya. Kini gaun tidur tipis yang Niken gunakan sudah turun sampai keperut, hingga terlihatlah tubuh indah milik Niken yang mulus itu, Rayen menelan salivanya susah payah, apa lagi saat pandangannya tertuju pada dua gunung kembar yang masih terbungkus br*a berwarna hitam, sangkin besarnya ukuran nya membuat kain berbentuk kaca mata itu tak mampu menampung daging kenyal tersebut hingga tumpah kemana-mana.
__ADS_1
''Sayang apa mas kekecilan ya belikan kamu kaca mata da*da itu, hingga tumpah kemana-mana seperti itu? ucap Rayen sok polos, padahal ia memang sengaja membelikannya yang benar-benar pas-pasan seperti itu, agar ia dapat memandangi tubuh kekasihnya, sungguh perbuatan yang sangat tidak terpuji.😏
Rayen sendiri heran dengan dirinya,kenapa jika berhadapan dengan Niken ia menjadi sosok laki-laki yang mesum, padahal saat masih berhubungan dengan Viona dulu dirinya tak semesum ini, ya walau pun mereka sering menghabiskan malam panjang bersama, namun Rayen masih bisa mengontrol dirinya, berbeda sekali dengan sekarang, selain mesum,Rayen juga sangat posesif terhadap Niken jika melihat Niken dilirik lakii-laki lain ingin sekali rasanya ia mencongkel kedua bola mata mereka.
Mata Rayen menatap kearah dua gunung kembar yang sangat menggoda tersebut.
''Sayang mas buka ya kaca mata gunungnya.'' ucap Rayen membuat Niken tersenyum malu.
Tangan Rayen mulai menelusuri punggung Niken untuk membuka pengait br*a milik Niken dengan gerakan sedikit mera*ba.
Tubuh Niken terasa meremang, kala tangan Rayen mengusap lembut punggungnya. Kini kaca mata gunung tersebut sudah terlepas dari tempatnya, membuat dua gunung kembar itu langsung mencuat dan terjun bebas karna tak ada lagi penghalang disana.
''Ini sangat indah sayang, mas sangat kagum dengan aset kamu, sudah boleh mas icip kan? karna rasanya tenggorokan mas sangat kering sekali saat ini.
''Emangnya ada airnya ya mas? kan aku belum pernah menyusui bayi, bagai mana mungkin ada asi didalamnya.'' jelas Niken merasa bingung.
''Mas mau tanya, dan mas mau kamu jawab dengan jujur! kemarin apa yang kamu rasakan saat mas menyu*su sama kau?'' Rayen bertanya sambil memilin bulatan kecil berwana merah muda yang terdapat diujung payu*daranya.
''E-enak mas,'' jawabnya terbata Niken seperti tersengat aliran listri bertegangan tinggi.Rayen tersenyum puas dengan jawaban yang diberikan Niken, dan tanpa aba-aba ia langsung melahap gumpalan daging tersebut dengan sedikit rakus karna has*rat yang sudah bergelora.
Niken terpekik, saat tiba-tiba Rayen menempelkan bibirnya diatas aset miliknya, memainkan lidah nya dengan sangat lihai.
Pluup...
__ADS_1
terdengar suara, saat Rayen melepas bibirnya dari aset kembar Niken
''Gimana sayang, enak gk hisa*pan mas?
''I-iya mas, enak banget sayang.'' jawab Niken dengan wajah bersemu.
Rasanya Niken mulai ketagihan dengan apa yang dilakukan Rayen padanya,
''Mas apa kah orang dewasa sering melakukan ini pada pasangannya? maksuku selain pada istrinya, apakah gaya pacaran orang dewasa memang seperti yang kita lakukan ini?'' Niken bertanya sambil menatap wajah Rayen.
''Tergantung sayang, kalau mas sih memang ini suatu kebutuhan buat mas, walau pun tidak saling menyatukan tubuh setidaknya mas masih bisa menikmatinya dengan cara yang lain, contohnya seperti yang kita lakukan dan tentunya mas akan melakukannya sama pasangan mas.'' jawab nya jujur.
''Apa mas dulu sering melakukannya dengan tante Viona?'' tanya Niken hati-hati.
Rayen menghela nafas panjang, sambil mengambil posisi duduk, Rayen memijat pelipisnya yang tiba-tiba terasa berdenyut. Rayen tak habis pikir, kenapa kekasihnya ini selalu saja bertanya tentang kehidupan masa lalunya bersama Viona.
''Niken, mas sudah bilang kalau mas tidak ingin membahas tentang masalalu mas bersama Viona,dan mas harap kamu mengerti.'' ucap Rayen dengan nada sedikit tegas.
''Kenapa nada bicara om seperti itu? om marah sama aku? om tersinggung? atau mungkin rasa itu masih tersisa untuknya, iya? aku cuma tanya doang kenapa sepertinya om sangat tersinggung.'' ucap Niken sewot.Jika Niken sedang kesal maka dia akan memanggil Rayen dengan panggilan om.
''Sayang,maksud mas bukan begitu, Lagi pula mas sudah tidak ada perasaan lagi sama dia, mas hanya tidak ingin saat-saat kita bersama, kita malah membahas yang tidak penting seperti itu, atau gini aja setelah pulang nanti mas akan bicara dengan kedua orang tuamu tentang hubungan kita, mas akan bilang kalau mas sangat mencintai kamu.'' jelas Rayen tiba-tiba.
''Maafin mas ya? mas sudah membuatmu marah, mas janji gk akan bersikap seperti itu lagi sama kamu, asal kamu janji jangan bahas tentang dia lagi saat kita sedang bersama?!
__ADS_1
''Baiklah, aku juga minta maaf sama mas Rayen, aku gk akan bahas tentang tante Viona lagi saat kita bersama.
Tbc