
Putri membuka matanya perlahan, sambil memegangi kepalanya yang masih terasa sakit.
'' Uuhh,'' Putri meringis merasakan denyutan dibagian kepalanya.
Kini matanya sudah dapat melihat apa saja yang ada didepan matanya saat ini.
'' Aku dimana?'' gumamnya sambil memperhatikan ruangan sekitar tempatnya berada saat ini. Ia menghirup aroma maskulin dari kamar tersebut ia tau jika saat ini ia berada didalam kamar seorang laki-laki.
'' Putri kamu ada dikamarku.'' jawab suara seseorang yang sangat Putri kenali dan ya dia adalah Rangga, saat ini Putri dapat melihat Rangga sedang duduk disampaingnya.
'' Rangga,'' gumam Putri sambil menatap kearah Rangga, dan lalu pandangannya beralih pada seorang gadis yang tadi sempat Rangga kenalkan padanya.
Putri kembali memejamkan mata sejenak, berharap ini semua hanyalah mimpi, karna ia takut saat menerima kenyataan pahit jika memang semua ini bukanlah mimpi, melainkan kenyataan yang harus ia hadapi.
Putri kembali membuka matanya, lalu bangkit dari tidurnya, kemudian duduk bersandar disandaran tempat tidur. Kali ini ia siap, Putri akan mendengar semua penjelasan yang akan dikatakan oleh Rangga.
'' Jelaskan Rangga, siapa sebenarnya perempuan itu?'' ucapnya sambil menatap pada perempuan yang berdiri tak jauh dari mereka.
'' Seperti yang sudah aku katakan tadi, namanya adalah Celsi dan dia adalah temanku, maksudku teman kecilku sebelum akhirnya Celsi dan keluarganya memutuskan untuk pindah dari kota ini, sama seperti yang dilakukan Niko saat ini yang memutuskan pindah kesini karna tuntutan pekerjaan orangtuanya, dan saat ini dia datang hanya untuk mrngunjungiku, jadi kamu jangan salah paham, karna aku dan dia gk punya hubungan apapun.'' jelas Rangga. Putri menatap mata kekasihnya, untuk mencari kebohongan disana, namun sepertinya Rangga memang berkata jujur karna yang Putri tau kekasihnya itu tak akan menyembunyikan apapun dari nya. Namun entah kenapa ia merasa masih ada sesuatu yang janggal.
'' Kamu gk bohong kan Rangga? kamu memang gk memiliki hubungan kan sama dia?'' Putri kembali memastikan.
'' Tidak sayang, aku sama Celsi gk memiliki hubungan apapun, aku dan dia hanya berteman.'' jawabnya yakin
Mendengar jawaban Rangga membuat hati Putri merasa lega, ia pun tersenyum dan langsung memeluk kekasihnya tersebut.
'' Makasih ya Rangga,dan maaf karna aku sudah berprasangka buruk sama kamu, jujur saja aku sangat takut dengan kenyataan jika memang semua itu benar.'' ucap nyaa pelan
'' Memangnya kamu berpikiran apa sebelumnya?'' Rangga melerai pelukan mereka, kini pemuda itu sedang menatap wajah sang kekasih.
'' Aku pikir dia--,'' Putri tak meneruskan ucapannya, namun ia sengaja ingin Rangga lah yang kembali memperjelas hubungan mereka.
'' Cel, kemarilah.'' panggil Rangga pada teman perempuannya itu.
__ADS_1
Terlihat gadis itu mengangguk lalu melangkah menuju keduanya.
'' Celsi kenalkan ini adalah Putri pacar ku, dan Putri dia adalah Celsi teman kecilku.'' jelas Rangga saling mengenalkan satu sama lain.
Saya Celsi teman kecilnya Rangga.'' ucapnya sambil mengulurkan tangan.
'' Gue Putri pacar Rangga.'' jawab Putri yang sengaja menekankan kata pacar, sambil menyambut uluran tangan Celsi.
Terlihat gadis cantik itu hanya tersenyum kala mendengar ucapan Putri.
'' Rangga kalau gitu aku pulang ya? lagi pula sepertinya aku sudah terlalu lama disini.'' ucapnya.
'' Baiklah, hati-hati ya?''
'' Iya, eemm, Putri saya pulang dulu.'' ucapnya pamit.
'' Silahkan.'' jawab Putri datar
'' Apa kamu menyukainya Rangga?'' pertanyaan tiba-tiba Putri membuat pemuda itu langsung menatap kearahnya.
'' Katakan lah, aku akan menerimanya.'' ucap Putri, entah kenapa kata-kata itu meluncur begitu saja, padahal tadinya ia ingin menutup sebelah mata dan tak ingin mengetahui apapun yang akan membuat hatinya sakit namun ternyata itu justru membuatnya semangkin tidak tenang.
Rangga menatap dalam mata Putri, ia dapat melihat dengan jelas kegelisahan disana.
'' Baiklah aku akan jujur.'' jawab Rangga, membuat dada gadis itu semangkin berdebar, menunggu jawaban apa yang akan diberikan oleh kekasihnya itu, siap atau tidak ia akan menerima jika kenyataannya memang Rangga dan Celsi memiliki suatu hubungan. Rangga menarik tangan kekasihnya lalu menggenggamnya erat.
'' Putri sebenarnya aku dan Celsi memang memiliki suatu hubungan.
Duuaarrr...
Bagai petir disiang bolong, seketika hati nya hancur berkeping-keping saat mendengar pernyataan pahit dari Rangga, kekasih yang dangat dicintainya. Tubuhnya tiba-tiba terasa semangkin melemah, Putri menarik tangannya yang digenggam oleh Rangga sambil tersenyum kecut, sebenarnya ia sudah menduga ini sejak awal, namun Putri seolah tidak ingin tau, karna rasa cintanya yang terlalu besar dan takut kehilangan.
Akhirnya kini giliranku, ternyata pengkhianatan juga berlaku dalam kisah cintaku, ternyata aku juga mengalami hal yang sama dengan yang Windy alami.
__ADS_1
Batinnya
Rangga menatap wajah Putri yang terlihat dingin, tidak seperti dugaan, ia pikir Putri akan menangis dan meraung-raung, karna rasa cinta yang begitu besar untuknya, ternyata ia salah.
'' Sudah berapa lama kamu menjalin hubungan dengan nya Ga? apa selama kita berhubungan kamu juga sudah menjalin hubungan bersama perempuan itu?'' pertanyaan yang keluar dari mulut Putri diiringi oleh keluarnya air mata yang mengalir dengan deras dipipi mulusnya.
'' Apa selama ini cintaku masih kurang untukmu? semuanya rela kelakukan untuk mu Rangga, bahkan kemarin kau baru saja berjanji tidak akan meninggalkanku, tapi kenyataannya apa? ternyata rasa cintaku yang besar ini gk cukup bagimu, hingga kau memilih untuk menduakan aku. Aku sadar aku bukan gadis yang baik, aku ceroboh, aku bar-bar dan mungkin juga bukan tipe kamu aku sangat sadar itu Rangga, tapi rasa cintaku ini sangat tulus untukmu, selama ini aku selalu berusaha agar menjadi yang terbaik, agar menjadi gadis yang kamu inginkan, namun aku sadar sekarang, mungkin semua itu gk berarti apapun bagimu, karna mungkin sejak awal kamu memang tidak mungkin pernah bisa untuk mencintaiku Ga, dan aku mengerti itu, dan mulai sekarang aku akan menerima apapun keputusanmu, jika memang kau lebih memilih perempuan itu aku akan coba terima, mungkin dengan bersamanya itu akan membuat mu lebih bahagia ketimbang bersama aku yang selalu menyusahkanmu.'' ucapnya dengan pandangan menunduk, air matanya terus mengalir tiada henti, bahkan untuk menatap wajah Rangga pun ia sudah tidak sanggup, ia merasa kecewa dengan Rangga, namun ia lebih kecewa pada dirinya sendiri karna tidak bisa membuat Rangga mencintainya dengan tulus.
Apa ini saatnya aku harus melepaskan kamu Rangga, jujur aku sangat tidak siap, tapi aku juga tidak ingin membuatmu terpaksa menjalani hubungan ini.
Batinnya
Rangga sungguh tidak tega melihat kekasihnya menagis seperti ini, ingin rasanya ia menyudahi semuanya, namun ia harus tetap melakukannya hingga akhir.
'' Baiklah kalau begitu aku pulang dulu.'' ucap Putri sambil beranjak dari tempat tidur tersebut, namun saat ia hendak melangkah tiba-tiba Rangga menarik pergelangan tangannya.
'' Apa kamu tidak ingin mendengar ucapanku selanjutnya?'' tanya Rangga
Putri menggeleng pelan, kemudian tersenyum tipis
'' Ku rasa aku sudah tau jawabannya, dan aku tidak mau lebih sakit dan kecewa Rangga, aku tidak mau.'' setelah itu ia melepaskan tangan Rangga dari pergelangan tangannya, lalu melangkah menuju pintu kamar. Putri melihat pintu yang sedikit terbuka, tanpa menoleh pada Rangga, ia langsung menarik handle pintu tersebut dan tiba-tiba...
''SURPRISE......!!!! teriak semua sahabatnya
''HAPPY BIRTHDAY...!!!'' sambung semua temannya yang saat ini berada didepan pintu kamar, bahkan ia juga melihat gadis yang bernama Celsi berdiri diantara sahabatnya, membuat Putri benar-benar syok.
''Kalian???'' Putri benar-benar kehabisan kata-kata, ia pun langsung berbalik dan menatap kearah Rangga dengan tatapan mematikan membuat pemuda itu bergidik ngeri.
'' RANGGAAA......!!!
Next
Tadinya otor mau penggalan cerita ini ditulis diepisode selanjutnya, tapi karna otor takut kena buly lagi jadi terpaksa otor panjangi episodenya 😁
__ADS_1