
Sepulang sekolah Putri langsung pulang kerumahnya, ia berniat nanti malam akan pergi kecafe milik Rangga, untuk menemui kekasihnya tersebut. Putri melempar tas sekolah miliknya diatas tempat tidur, kemudian langsung menghempaskan tubuhnya diatas kasur empuk miliknya,
'' Huuh, rasanya aku lelas sekali.'' gumamnya, sambil memejamkan mata, tak lama ia pun langsung tertidur tanpa mengganti pakaiannya.
Sedangkan dikediaman keluarga Mahendra saat ini sudah ada Niken disana, sepulang sekolah Niken memutuskan kerumah orangtuanya setelah sebelumnya meminta ijin pada Rayen suaminya.
'' Sayang bukannya kamu gk suka itu?'' Lidya memperhatikan putrinya yang sedang memakan irisan buah mentimun yang ada diatas meja, karna saat ini mereka sedang duduk dimeja makan, rencananya Lidya hendak membuat acar mentimun dan juga wortel yang dipotong memanjang seperti korek api.
'' Habisnya seger banget rasanya mah, nanti tolong bungkusin buat aku ya mah?'' pinta Niken
'' Iya nanti mama suruh bibik buat bungkusin untuk kamu.'' jawabnya merasa sedikit aneh dengan putrinya yang biasanya tidak pernah mau memakan acar namun kini memakannya bahkan minta dibungkuskan lagi. Namun Lidya tak mau mempertanyakan nya langsung ia berpikir itu hal yang lumrah, banyak hal yang dapat merubah seseorang setelah menikah, begitupun soal makanan.
'' Oya mah, hari ini mama gk bikin kue? Ngemil red velvet enak kali ya mah?
'' Kamu kepengen makan itu? Kenapa gk pesan aja.
'' Gk mau ah, lebih enakan buatan mamaku tersayang, mau ya mah buatin untuk ku?'' rayunya
'' Iya deh, tapi kami bantuin mama ya kocokin telurnya?
'' Ya mah, mana bisa aku kocok yang itu, aku tuh seringnya kocokin punya mas Rayen.' jawabnya tanpa filter, membuat Lidya langsung menyumpal mulut putrinya dengan acar timun yang dibuatnya.
'' Kamu itu ya, mulutnya kayak gk disekolahin aja.'' ucap Lidya sambil mendelik pada Niken.
'' Hehe, maaf mah.''
DIKANTOR
Saat ini Rayen dan Leo baru saja keluar dari ruang meeting.
'' Leo bukankah sudah saya ingatkan sebelumnya jika pekerjaan itu jangan dicampur adukan dengan masalah pribadi.'' ucap Rayen, entah berapa kali ia menasehati sahabatnya itu.
'' Entahlah Ray, tapi saat melihatnya gue merasa marah, apa lagi saat mengingat waktu dia mencium Windy didepan mata gue, rasanya ingin sekali gue tonjok wajahnya itu.'' ucap Leo, dan orang yang mereka maksud adalah Regan, beberapa saat yang lalu mereka baru selesai meeting dengan laki-laki tersebut, jujur Leo tidak bisa menahan diri, setiap kali melihat Regan ia pasti teringat dengan apa yang dilakulan pria tersebut dengan mantan istrinya walau pun hanya mencium pipi namun sangat membekas diingatan nya.
'' Kau itu sangat aneh Leo, kenapa kau mesti marah dengan nya, bukannya kau dan Windy sudah menjadi mantan? apa kau sadar, bagai mana perasaan Windy saat menjadi istrimu dulu? Kau baru melihatnya dicium oleh lelaki lain membuatmu sudah marah, padahal status kalian sudah bukan suami istri lagi, sedangkan dulu Windy itu adalah istrimu, bisa kau bayangkan bagai mana sakitnya dia saat melihatmu bersama Viona?'' Rayen kembali mengingatkan perbuatan yang Leo lakukan dulu pada istrinya.
Sesaat Leo termenung, mungkin ia kembali teringat kelakukan buruknya dulu pada Windy.
'' Kau benar Ray, mungkin ini adalah balasan yang Tuhan kasih untukku.'' gumamnya lirih.
Rayen menepuk pundak sahabatnya tersebut untuk sedikit menguatkannya.
__ADS_1
'' Sudahlah, yang terpenting sekarang kau menyesali nya dan tidak akan mengulang kesalahan yang sama, saya juga lelaki yang kau taukan?, jika saya sangat sudah mengendalikan hawa nafsu, makanya saya selalu menyuruh Niken menggunakan pakaian seksi jika dirumah, agar hati dan pikiran saya hanya tertuju padanya.'' jelas Rayen.
'' Benarkah? pantesan saat gue kesana waktu itu dia terlihat sangat se--,'' tiba-tiba Leo menutup mulutnya karna kelepasan bicara
Sedangkan Rayen langsung melotot pada sahabatnya itu.
'' Sialan, jadi kau sudah melihat properti istri saya Le?'' ucap Rayen sambil menendang kaki asistennya itu.
'' Maaf bro tidak sengaja,'' jawabnya sambil terkekeh sedangkan Rayen terus menggerutu karna merasa kesal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Didalam kamarnya Putri sedang bersiap didepan cermin, saat ini gadis tersebut berencana ingin menggoda kekasihnya yang lagi marah padanya dengan berpenampilan sedikit terbuka, Putri sengaja memberi sedikit riasan diwajahnya, namun tidak terlalu mencolok, saat ini gadis cantik itu hanya memakai rok mini diatas lutut dengan baju atas yang sedikit terbuka dibagian depan, membuat siapa saja pasti akan tergoda dibuatnya.
'' Perfect.'' gumamnya setelah itu Putri langsung menyambar tas miliknya.
Saat ini gadis tersebut sedang mengemudikan mobilnya menuju cafe milik Rangga, sepanjang perjalanan ia mencoba menghubungi kekasihnya itu namun tak di jawab sama sekali oleh pemuda tersebut.
'' Kok gk diangkat sih, apa hanya karna kesalahan kecil saja dia semarah ini sama aku?'' gumamnya kesal.
Sedangkan didalam cafe saat ini Rangga terlihat sangat sibuk melayani costomer, hingga tak sadar jika sejak tadi handphonenya terus berdering diatas meja yang tak jauh dari tempatnya berada.
'' Dimana aku parkir? penuh semua, padahal masih jam segini.'' ucapnya sambil melirik jam dipergelangan tangannya yang menunjukan pukul tujuh malam.
Setelah beberapa saat akhirnya Putri bisa memarkirkan mobilnya, itupun setelah ada mobil lain yang keluar dari parkiran tersebut.
Putri turun dari mobil dan langsung melangkah masuk kedalam cafe tersebut.
'' Waah, kok penuh banget sih malam ini?'' sambil matanya menyapu seluruh ruangan hingga akhirnya ia melihat diatas panggung seseorang yang sedang bernyanyi diiringi dengan petikan gitar membuat semua orang terhanyut dalam irama musik tersebut.
'' Oo, pantesan saja ramai, ternyata ada musik live nya juga.'' gumamnya sambil melangkah menuju kursi yang kosong disalah satu sudut ruangan.
'' Cuiit-cuiit!! beberapa pemuda bersiul menggoda Putri saat gadis cantik itu lewat didepan mereka, namun gadis tersebut sama sekali tak memperdulikan nya.
'' Rangga mana ya kok gk kelihatan.'' Putri terus mencari sosok Rangga didalam ruangan tersebut yang sampai saat ini masih belum kelihatan.
'' Eeh Lucky sini deh!" Putri memanggil salah satu pegawai cafe yang dikenalnya.
'' Mba Putri, ada apa mba?'' tanya pegawai yang bernama Lucky tersebut, ia memang mengenal Putri, dan tau jika Putri adalah pacar dari bos tempatnya bekerja.
'' Rangga ada gk didalam?
__ADS_1
'' Ada mba, bos Rangga sedang kedatangan tamu.'' jelasnya
'' Teman? cewek atau cowok?'' tanya Putri dengan dahi berkerut
'' Cowok mba, dua orang.'' jawabnya membuat Putri lega mendengarnya.
'' Bisa gk kamu kesana dan bilang kalau saya lagi nunggu diluar?
'' Iya mba bisa.'' jawabnya setelah itu ia langsung meninggalkan Putri dan menuju ruangan Rangga.
Saat Putri sedang asik berbalas pesan dengan kedua sahabatnya tiba-tiba ada seorang pemuda yang menghampirinya.
'' Hai, sendiri aja boleh saya temani?'' ucap orang tersebut, membuat Putri langsung mengangkat kepalanya.
'' Maaf saya sedang menunggu seseorang.'' setelah mengatakan itu Putri kembali asik dengan ponsel miliknya.
'' Teman kamu kan belum datang gimana biar aku aja dulu yang temani kamu selagi teman kamu itu belum datang?'' pemuda itu masih berusaha mendekati Putri.
Dari kejauhan Rangga memperhatikan interaksi keduanya.
'' Maaf sebaiknya kamu cari meja lain saja karna saya mau sendiri sekarang.'' ucap Putri sedikit ketus karna pemuda tersebut tidak mau mendengarkan ucapannya sejak tadi.
'' Kamu jangan sok jual mahal, lagi pula apa susahnya sih tinggal kasih ijin saya duduk disini.'' keukehnya.
'' Kau! Cepat pergi atau saya suruh satpam usir kamu sekarang.'' ancam Putri
'' Kamu itu kalau marah makin cantik tau gk.'' ucap pemuda tersebut membuat Putri semangkin jengah melihatnya.
'' Kamu udah punya pacar gk sih? Kalau belum mau gk jadi pacar ku?'' tanpa malu pemuda itu langsung mengatakan maksud hatinya.
'' Apa? Pacar? Kamu gila ya?? Putri melototkan matanya pada pemuda asing tersebut.
''Iya saya gila karnamu.'' jawabnya santai
Mendengar itu Putri bergidik ngeri, ia yang tak ingin meladeni pemuda tersebut akhirnya memilih mengalah dengan meninggalkan meja tersebut namun baru akan hendak beranjak tiba-tiba tangannya di pegang oleh pemuda itu.
'' Heh, apa yang kau lakukan? Lepasin tanganku!" bentak Putri sambil menarik tangannya dari genggaman orang itu namun genggamannya terlalu kuat hingga membuat Putri meringis karna menahan sakit.
LEPASKAN TANGAN NYA !!!
Bersambung
__ADS_1