CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Perdebatan Kecil


__ADS_3

HAPPY READING


Niken dan Putri mengikuti arah pandang Windy, dan disana ketiganya dapat melihat Rayen dan dua rekannya sedang menikmati makanan sambil berbincang.


'' Oh ternyata suami loe Ken, apa dia mau buat masalah lagi?'' ucap Putri, membuat Windy nenyenggol lengan gadis itu karna berbicara tak tau keadaan.


Putri melirik Niken yang saat itu masih diam, namun pandangannya masih tertuju pada sang suami.


Apa klienmu lebih penting dari pada istrimu sendiri mas? aku hanya butuh kabar darimu, apa sebegitu sibuknya kamu sampai tidak ada waktu hanya untuk menelponku walau sebentar saja. Dan wanita itu, kenapa selalu ada dia.


Batin Niken sambil terus memperhatikan suaminya yang terlihat sesekali tersenyum dengan rekannya, dan wanita yang dimaksud Niken adalah Mika.


'' Kalau yang gue perhatiin nih ya, sepertinya mereka masih bersikap normal sih, wanita itu juga gk menunjukan sisi pelakornya, jadi loe gk perlu cemas Ken.'' ucap Putri saat melihat wajah sahabatnya itu mulai gelisah.


'' Benarkah? tapi kenapa dia tidak ada menghubungiku seharian ini, ku pikir dia sangat sibuk makanya tidak sempat memberi kabar padaku, tapi kenyataannya dia hanya makan, dan kulihat dia juga tidak begitu sibuk.'' ucap Niken mengeluarkan kekesalannya.


'' Gimana kalau kita kerjain aja suami loe itu?'' tawar Putri


'' Maksud loe apa Put? loe jangan yang aneh-aneh deh!" terdengar peringatan dari Windy


'' Sabar Windy, ini gk aneh-aneh kok, kita cuma buat aja suaminya itu merasakan apa yang saat ini Niken rasakan.'' ucap Putri


Kebetulan tak jauh dari mereka ada seorang pemuda tampan yang sedang makan, Putri bermaksud ingin memberi sedikit pelajaran pada Rayen agar melihat kedekatan istrinya dengan seorang pria, yang kebetulan sejak tadi selalu mencuri pandang terhadap Niken.


'' Mas sendirian kan? gabung aja sama kami disini, biar tambah rame.'' ucap Putri dari meja mereka, karna jarak nya hanya tiga meter.


'' Memangnya gpp?'' tanya pemuda tampan tersebut


'' Gpp kok mas gk ada yang marah juga.'' jelas Putri meyakinkan.


Dan akhirnya pemuda tersebut duduk diantara Niken dan Putri. Sebenarnya Niken sedikit risih, bukan karna Niken merasa keberatan dengan pemuda itu yang duduk disampingnya, namun jika suaminya itu tau dan melihatnya pasti Rayen akan marah besar padanya.

__ADS_1


Putri yang memang mudah bergaul sudah terlihat sangat akrab dengan pemuda tersebut, bahkan tawanya membuat perhatian sebagian pengunjung direstoran tersebut teralihkan pada mereka termasuk Rayen dan kedua rekannya. Dan itu memang kesengajaan yang dibuat oleh Putri.


'' Loh Ray, itukan keponakanmu ya?'' ucap Mika.


Rayen sempat kaget, namun ia hanya diam, dengan matanya terus menatap pada sang istri dengan tatapan tajam. Apa lagi saat melihat pemuda tersebut tersenyum manis pada istrinya, membuat darahnya semangkin mendidih.Rayen mengepalkan tangannya sampai buku-buku jarinya memutih, merasa tidak tahan ia pun langsung berdiri dan melangkah mendekati meja dimana saat ini Niken duduk bersama teman-temannya. Sedangkan Mika dan rekannya hanya saling tatap, saat melihat Rayen tiba-tiba meninggalkan meja mereka.


'' Sayang sedang apa kamu ditempat ini?'' tanya Rayen sambil matanya menatap tajam pada sosok pemuda yang saat itu duduk disamping istrinya.


'' Mas,'' ucap Niken sedikit kaget, karna posisi duduk Niken saat itu memang membelakanginya.


'' Om Rayen pertanyaannya aneh deh, masa nanya sedang apa, ya tentu aja kami sedang makan om, sama seperti om sama tante Mika itu,, lagian memangnya om gk liat itu makanan sebegitu banyaknya diatas meja.'' ucap Putri dengan nada sinis.


Namun Rayen tak mengidahkan ucapan Putri, ia lebih memilih bicara pada istrinya.


'' Niken sebaiknya kita pulang sekarang mas akan mengantarkanmu, kita pulang bersama.'' ucap Rayen.


'' Maaf mas, seperti yang sudah kukatakan tadi pagi sama mas Rayen, jika aku pulangnya nanti diantar sama teman-teman aku, lagi pula mas masih ada rekan bisnis mas juga kan? sudahlah sebaiknya mas lanjutin aja dulu kerjaan kantornya, aku tau kok seharian ini kamu sibuk.'' ucap Niken dengan sedikit sindiran.


'' Niken kamu kenapa sih? kenapa belakangam ini kamu selalu menentang mas? kenapa gk nurut sama kata-kata mas?.'' ucap Rayen dengan nada kesal


'' Oh, atau karna pria ini? kamu jadi gk mau mas antar pulang? iya?'' ucap Rayen membua Niken menatap suaminya dengan tatapan marah.


'' Maksud nya mas Rayen apa hah? mas menuduh aku bermain dibelakang kamu begitu? kamu jahat banget mas, bisa-bisa nya kamu punya pikiran seperti itu aku bahkan baru kenal dia hari ini.'' jelas Niken, matanya mulai berkaca-kaca karna tuduhan yang dilayangkan suaminya, ia sungguh tak habis pikir, kenapa suaminya itu bisa punya pikiran seperti itu.


'' Bu-bukan seperti itu sayang, mas hanya--,,''


''Om Rayen kok jahat banget sih, masa nuduh istrinya sendiri seperti itu?'' ucap Windy yang merasa tak terima dengan perkataan Rayen pada sahabatnya itu.


Apa? istri? jadi gadis ini sudah menikah? sayang sekali, padahal aku sangat menyukainya.


Batin pemuda tampan tersebut.

__ADS_1


'' Tau nih, main tuduh aja, apa om mencoba menutupi kesalahan nya om dengan mengambing hitamkan Niken?


'' Maksud kamu apa bicara seperti itu Putri? siapa yang mengambing hitamkan Niken?'' tanya Rayen tak mengerti


'' Pura-pura gk ngerti lagi dasar.'' gumam Putri pelan


'' Ayo sayang kamu harus pulang sama mas! mas gk suka kamu seperti ini.


'' Seperti apa yamg mas maksud huh? aku hanya makan bersama teman-teman aku, apa itu tidak boleh? atau hanya karna diantara kaami ada salah satu cowok membuat mas gk suka? iya? lalu bagai mana dengan mas yang makan bersama tante Mika? bisa dijelas kan itu?!'' ucap Niken dada nya naik turun menahan emosi.


Rayen menatap sekeliling pengunjung, karna suara Niken yang lumayan besar membuat sebagian dari mereka memperhatikannya.


'' Om Ray, sebaiknya kembali saja kemejanya om, dan om jangan khawatir kami akan mengantarkan istri om Niken pulang dengan selamat tanpa tergores sedikit pun, ya kecuali hatinya yang luka karna perbuatan suaminya,, sudah om kembali saja, itu rekan om sejak tadi juga udah liatin kesini terus, lagi pula memangnya om gk malu dilihati banyak orang? entar dikira mau nyulik Niken lagi, lagian nih ya, mana ada orang yang percaya jika om itu suaminya Niken, om kan udah tua.'' ucap Putri pelan, seperti biasa, ucapan pedas gadis remaja itu selalu membuat orang yang mendengarnya mengeluarkan asap yang siap meledak, jika tidak memiliki hati yang dingin.


Dan akhirnya Rayen pun mengalah, tanpa bicara lagi ia langsung meninggalkan meja tersebut untuk kembali kemeja miliknya.


'' Loe gpp kan Niken?'' tanya Windy yang melihat wajah sahabatnya sedikit pucat.


'' Aku gpp kok Win, jangan khawatir.'' jawabnya.


'' Maaf ya mas, kamu harus mendengarkan pertengkaran tadi.'' ucap Niken merasa malu.


Pemuda itu tersenyum, sambil menggelengkan kepala.


'' Tidak apa-apa kok, aku ngerti.'' ucapnya yang tak mau ikut campur ataupun kepo.


'' Kamu baik-baik saja kan Ray? memangnya gadis remaja tadi siapa?'' tanya rekan bisnisnya.


'' Dia keponakan nya Rayen pak Jodi.'' kali ini Mika yang menjawabnya membuat Rayen menatap kearahnya.


NEXT

__ADS_1


__ADS_2