
Setelah mendapat persetujuan, Niken dan Putri langsung menarik kursi mereka masing-masing kemudian duduk dihadapan Rayen dan Mika, sebenarnya sebelum mereka datang kemeja Rayen, makanan yang mereka pesan sudah datang, namun Niken berpesan pada pelayan tersebut agar makanannya dibungkus saja.
Rayen terus melihat pada istrinya, dan itu tak luput dari penglihatan Mika.
Kenapa Rayen terus menatap pada keponakannya ini, aku melihat sorot mata bersalah pada Rayen yang ia tunjukan pada gadis ini.
Batin Mika sambil terus memperhatikan Rayen.
''Ekhem, oya kalian kok makannya bisa sampai sini? seharusnya kan kalian masih ada disekolah? apa kalian berdua bolos?'' tanya Mika nembuat Rayen menatap Niken dengan alis terangkat.
''Kami gk bolos tante, tapi kami permisi tadi, karna mengantarkan teman yang lagi sakit, jadi karna kami laper yaudah akhirnya sepulang mengantar teman kami jerumah sakit, kami langsung deh mampir kesini.'' kali ini Putri yang menjawabnya.
Sialan, kenapa temannya ini selalu ikut campur.
Batin Mika, merasa sangat tidak suka pada Putri
Dasar pelakor, loe kira gue gk tau niat busuk loe, loe ingin om Rayen memarahi Niken kan karna dikira bolos, enak aja, gue gk akan biarin loe merusak kebahagiaan sahabat gue jika masih ada gue disini.
Batin Putri sambil menatap Mika dengan sinis.
''Niken kalian naik apa kesini?'' tanya Rayen sambil menatap jedua gadis yang ada dihadapannya.
''Naik mobil Putri, oh iya om , sepertinya malam ini aku mau tidur dirumah Putri, nanti tolong om ijinin ya sama mama?'' ucap Niken, yang sebenarnya hanya memancing suaminya, namun jika benar dijinin oleh Rayen, maka dengan senang hati Niken akan menginap dirumah temannya itu.
__ADS_1
''Hah? kami mau nginap? maaf Niken, om gk bisa ijinin kamu, dan nanti om mau kamu pulang bersama dengan om!" ucap Rayen sambil menatap wajah Niken.
''Tapi--''
''Maaf Niken, om gk mau dengan kamu ngebantah, oya om mau kita bicara sebentar, ayo ikut dengan om!" ucap Rayen sambil menarik tangan Niken untuk ikut bersama dengannya. Sedangkan Mika hanya melongo saat Rayen membawa Niken menjauh dari meja mereka.
Sebenarnya apa yang terjadi? kenapa sepertinya aku merasa mereka memiliki hubungan yang tak hanya sekedar om dan keponakan deh.
Dalam hati Mika terus menerka-nerka tentang hubungan Rayen dan Niken yang menurutnya seperti kurang wajar.
''Apa sih om? lepasin tanganku ini sakit tau!" ucap Niken sambil menarik tangannya dari genggaman Rayen. Saat ini keduanya sudah berada diluar Restoran.
''Sayang, ini gk seperti yang kamu pikirkan, mas bisa jelasin, tadi itu sebenarnya mas diajak makan sama pak Haikal orangtuanya Rangga teman kamu, kamu tau kan jika pak Haikal adalah salah satu rekan bisnis papa kamu? dan dia juga ada dalam pertemuan tersebut,, tadi sebenarnya pas meeting dikantornya Mika, setelah selesai pak Haikal mengajak mas makan siang diluar, dan mas tidak ada alasan untuk menolaknya, nah pada saat kami hendak keluar dari gedung tersebut, tak sengaja bertemu dengan Mika, dan mas gk nyangka ternyata pak Haikal mengajak serta Mika,'' jelas Rayen.
''Mas gk bohong sayang, tadinya pak Haikal memang ikut, namun tiba-tiba beliau ada urusan mendadak yang mengharuskannya pergi saat itu juga, yang akhirnya mau tak mau memaksa mas untuk makan siang hanya berdua bersama dengan Mika, karna mas gk enak jika tiba-tiba membatalkannya.'' jelas Rayen lagi.
''Oh, gitu?? lalu tadi saat wanita itu memegang lengan mas Rayen kenapa kamu membiarkannya saja? seolah merasa tidak keberatan sama sekali? dan alasan apa lagi yang akan mas katakan padaku?? mas tau? sejak tadi aku menunggu kabar dari kamu mas, tapi apa coba?, bukannya memberi kabar, malah yang kulihat kamu enak-enakan makan diluar bersama wanita lain, dan yang membuat ku lebih marah, kenapa kamu gk mau angkat telpon dariku mas? kamu sengaja ya, gk mau diganggu sama aku saat makan dengan wanita itu??'' sarkas Niken. Ia tidak tau harus percaya atau tidak pada suaminya itu, namun yang ada dibenaknya saat ini dia benar-benar lelah, jika harus menghadapi masalah yang sama terus.
''Bu-bukan begitu sayang, mas gk mungkin bohong sama kamu, sebenarnya kaki Mika itu sedikit sakit hingga membuatnya susah berjalan, jadi terpaksa mas mengalah dengan membiarkannya berpegangan dengan lengan mas, dan kalau mengenai kamu yang menghubungi mas, handphone mas saat ini lagi ada didalam mobil tadi batrenya lobet, jadi mas cas dan tinggalkan dimobil, sayang mas mohon percayalah sama mas! mas sama sekali gk bohong.'' ucap Rayen menatap Niken penuh permohonan, sebenarnya Rayen sedikit berbohong mengenai Mika tentang keadaan kakinya, karna Rayen tau jika Mika tadi menjatuhkan dirinya sendiri saat diruangan pribadinya, dan saat masuk kerestoran Mika meminta untuk berpengan pada tangan Rayen dengan alasan kakinya yang masih terasa sakit, awalnya Rayen sempat menolak namun wanita itu terus merengek padanya, Rayen yang tak ingin menjadi pusat perhatian akhirnya mengiyakan saja permintaan tersebut toh hanya sampai meja makan pikirnya, namun siapa sangka jika semua itu akan menjadi masalah antara dia dan istrinya sekarang.
''Udahlah mas, aku males bahas ini, aku mau pulang aja sekarang.'' ucap Niken, tiba-tiba saja kepalanya terasa berdenyut karna memikirkan masalahnya bersama Rayen.
''Baiklah mas akan mengantar kamu pulang.'' jawab Rayen.
__ADS_1
''Gk perlu, aku bisa pulang bersama Putri, mas lanjutin aja makan nya bersama tante Mika itu.'' ucap Niken sambil menekankan kata tante.
''Gk, mas gk mau, pokonya kamu harus pulang bersama dengan mas. sebentar mas mau bilang dulu sama mereka, kamu tungguin mas ya? jangan kemana-mana!" ucap Rayen, setelah itu Rayen kembali melangkah masuk kedalam restoran.
''Loh om, mana Niken? kenapa gk ikut masuk kedalam?'' tanya Putri sebab hanya nelihat Rayen saja yang masuk kedalam restoran.
''Maaf ya Putri, Mika, saya dan Niken harus pulang duluan, ada urusan mendadak, jadi maaf kami gk bisa makan bersama kalian.'' ucap Rayen.
''Tapi Ray, ak--''
Baru saja Mika hendak protes, tiba-tiba putri langsung memotong ucapannya.
''Iya om gpp, kami bisa kok makan tanpa kalian, jadi om dan Niken pulang saja gpp.'' ucap Putri.
''Baiklah, kalau begitu saya duluan ya?.'' ucapnya setelah itu ia langsung melangkah menuju pintu luar restoran.
''Kamu sepertinya sangat perduli ya sama keponakan nya Rayen?'' tanya Mika sambil menatap Putri.
''Tante benar sekali, saya itu sangat perduli pada sahabat saya itu, apa pun akan saya lakukan demi kebahagiaannya, dan selagi masih ada saya disekitarnya, tak akan saya biarkan satu orang pun yang akan merusak kebahagiannya, ya... apa lagikan sekarang banyak ya pelakor-pelakor yang ber tebaran diluaran sana, mungkin karna kehausan belayan dari laki-laki kali ya? khususnya laki orang, jadi pastinya kita harus waspada dong.'' ucap Putri.
Mika mengerenyitkan dahi mendengar ucapan Putri, karna merasa kurang paham dengan maksud dari kata-katanya tersebut.
''Maksud kamu dengan kata pelakor itu apa?? dan apa hubungannya dengan teman kamu itu? apa mereka berdua memiliki hubungan khusus???
__ADS_1
Next