
Windy masih membeku ditempatnya, rasanya tubuhnya terasa kaku, bahkan hanya untuk menjawab ucapan Leo saja ia masih belum mampu.
Namun Regan justru terlihat santai dan tersenyum penuh arti sambil menatap mantan suami dari sahabat adiknya tersebut, berbeda dengan halnya Leo yang terlihat mengeraskan rahangnya, tangannya terkepal kuat, hingga buku-buku jarinya terlihat memutih, ingin sekali rasanya ia marah dan menghajar Regan saat ini juga, namun rasanya itu tak mungkin ia lakukan karna memang ia sadar, jika Windy bukanlah siapa-siapanya lagi, Leo menatap pada Windy yang masih terlihat diam, tidak ada respon yang ditunjukan oleh gadis itu setslah dicium oleh Regan, membuat Leo menyimpulkan jika mungkin memang benar bahwa mantan istrinya tersebut sudah mulai membuka hati untuk laki-laki lain dan sudah melupakan cintanya terhadap Leo. Sakit, itulah yang dirasakan oleh Leo saat ini, namun apa mau dikata, nasi sudah menjadi bubur semua perbuatan pasti ada konsekuensinya dan dia harus menerima balasan dari perbuatannya, balasan yang ternyata sangat menyakitkan hatinya saat ini.
'' Bagai mana apakah anda sudah percaya sekarang sama saya pak Leo? saya tidak mempermasalahkan statusnya sebagai seorang janda, karna saya menyukainya tidak perduli dia gadis atau pun janda, dan saya rasa ini sudah cukup kuat untuk membuktikan jika saya dan Windy memang sepasang kekasih, bagai mana anda sudah percayakan? jika windy dan saya memiliki suatu hubungan?? sebenarnya saya tak ingin melakukannya, namun sepertinya anda memang perlu bukti untuk mempercayai semuanya, dan saya sudah membuktikannya.'' ucap Regan, ia bisa melihat kemarahan dimata Leo, namun Regan sama sekali tak perduli akan hal tersebut.
'' Saya akan percaya jika itu keluar dari mulut Windy sendiri.'' jawab Leo sambil menatap kearah Windy yang kebetulan saat itu juga menatap kearahnya.
'' Windy katakan lah sesuatu agar lelaki ini tau jika sekarang kamu sudah bahagia dan sudah move'on dari mantan suamimu ini, agar dia tidak terus mengganggumu dan mengharap kan cintamu lagi yang kini sudah tidak ada lagi untuknya.'' ucap Regan, sambil matanya terus menatap kearah Leo.
Sedangkan Windy yang sudah kembali kesadarannya kini menatap kearah Regan, mencerna kalimat demi kalimat yang tadi semapt ia dengar dari mulut Regan, dalam hati Windy berkata, sepertinya ia memang harus mengikuti skenario ini, agar mantan suaminya itu tidak terus mengharap untuk kembali padanya, karna memang cinta yang ia miliki untuknya sudah tidak ada lagi.
'' Maaf kak Leo, semua yang dikatakan bang Regan memang benar, aku dan dia memang memiliki hubungan.'' ucap Windy serius, agar Leo percaya kata-katanya Windy pun mendekat kearah Regan kemudian menggenggam tangan lelaki tersebut. Leo menatap sendu pada Windy, kini pandangan lelaki malang itu jatuh pada kedua tangan yang saling bertautan tersebut, kini ia baru yakin jika mantan istri yang masih dicintainya itu telah benar-benar melupakan dirinya dan mungkin sudah mengubur semua kenangan indah bersamanya dulu. Tanpa berkata lagi, dan dengan rasa yang putus asa Leo langsung melangkah kan kakinya pergi dari tempat tersebut meninggalkan Windy yang menatapnya dengan rasa kasihan dan rasa bersalah.
Windy melepaskan genggaman tangannya dari Regan dengan pandangan yang terus menatap pada punggung Leo yang kian nenjauh dari pandangannya.
'' Sudah jangan merasa bersalah dengan ucapanmu tadi, saya yakin dia akan baik-baik saja.
'' Maaf sudah membuatmu terlibat dalam masalahku dan kak Leo.'' ucap Windy, sebenarnya perasaannya saat ini campur aduk antara kesal, marah dan senang.
Kesal karna Regan tiba-tiba mengaku sebagai kekasihnya tanpa memberitahukannya terlebih dahulu, marah karna berani mencium pipinya tanpa persetujuan darinya, namun terlepas dari itu semua, sejujur nya Windy merasa senang dengan ucapan Regan yang mengatakan jika dirinya menyukai Windy, walaupun sebenarnya ia juga tidak tau itu semua benar atau hanya kebohongan belaka untuk membuat Leo menjauh dari Windy.
__ADS_1
Kenapa kamu berkata seperti itu? membuat saya merasa malu saja.'' ucap Regan membuat Windy mengerenyit bingung
'' Malu? kenapa musti malu?
'' Windy sebelumnya saat minta maaf tadi karna sudah ikut campur urusan kamu dan mantan suamimu itu, maaf juga karna tadi sudah mengaku sebagai kekasihmu, dan sekali lagi maaf, karna tadi sempat lancang mencium wajahmu, saya melakukan itu hanya karna ingin membuat lelaki itu percaya dengan ucapan saya, itu saja tidak lebih.'' jelas Regan
Mendengar ucapan yang terlontar dari mulut Regan membuat wajah Windy seketika menjadi murung.
Huuh, harusnya sejak awal aku sudah menduganya, mana mungkin bang Regan menyukaiku, aku terlalu kepedean, hingga berpikir dia juga memiliki perasaan yang sama denganku.
Batin Windy kecewa
'' Kau baik-baik saja?'' Regan memperhatikan wajah gadis itu yang tiba-tiba berubah murung,
'' Oh, enggak kok bang, bang Regan gk salah bicara, iya saya maafkan, yasudah kalau gitu aku pulang dulu bang, sekali lagi terima kasih atas bantuannya.'' setelah mengatakan itu ia langsung pergi dari cafe tersebut.
*
*
*
__ADS_1
Saat ini Leo sedang dalam perjalanan menuju apatemen sahabatnya Rayen, tanpa memberitahukan Rayen lebih dulu ia langsung datang kesana, Leo lupa bahwa sahabat sekaligus bosnya itu sudah tinggal bersama istri nya sekarang, setelah memarkirkan kendaraannya Leo langsung naik kelantai atas, menuju tempat tinggal Rayen.
Ting-tong
Terdengar suara bel pintu apartemen, Niken yang saat itu berada diruang tv langsung beranjak menuju pintu masuk, tanpa mengintip terlebih dahulu Niken langsung membuka sedikit lebar pintu tersebut karna ia pikir jika itu adalah suaminya Rayen, yang baru datang dari membeli makanan dicafe sebrang apartemen, namun seketika matanya melebar saat tau ternyata bukan suaminya yang datang, melainkan Leo sahabat sekaligus asisten suaminya. Leo pun tak kalah terkejut saat melihat penampilan Niken saat ini, ia menelan salivanya susah payah, rasanya tiba-tiba tenggorokan nya sangat kering.
Braak!!!
Tiba-tiba Niken menutup kembali pintu tersebut dengan sedikit keras hingga menimbulkan bunyi yang cukup kuat. Leo sempat terkejut, namun ia hanya bisa mengelus dadanya.
'' Loh, Leo, kau disini?'' tanya Rayen yang baru datang sambil membawa kantong plastik yang berisikan makanan.
'' Ah, iya gue kesini mau bicara sesuatu sama loe, maaf sebelumnya gue tak memberitahukannya sama loe.'' ucap Leo sedikit kikuk, ada rasa bersalah dihatinya karna sempat mengagumi tubuh indah istri sahabatnya itu.
'' Apa sejak tadi kau berdiri disini?
'' Oh itu, tadi--,'' Leo bingung harus menjelaskan bagai mana pada Rayen, Leo takut jika ia berkata jujur maka Rayen akan marah padanya, tapi ia juga bingung harus menjawab apa pada Rayen.
'' Woyy, ditanya kok diam saja? yasudah lah kalau gitu saya telpon Niken dulu untuk membukakan pintu untuk kita.'' jelas Rayen sambil mencoba menghubungi istrinya.
'' Ya hallo sayang, mas udah ada didepan nih, kamu buka ya! oya mas sama Leo sekarang kamu ganti pakaian ya!" ucap Rayen pelan diakhir kalimatnya, namun Leo masih bisa mendengar itu, tiba-tiba saja wajahnya memerah saat kembali teringat apa yang baru saja ia lihat beberapa menit yang lalu
__ADS_1
Next