CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Masih Marah


__ADS_3

Rayen melangkah menaiki anak tangga hingga kini kakinya sudah berada didepan pintu kamar Niken.


Tok-tok-tok


Niken kamu didalam kan?tolong buka pintunya, mas mau bicara sama kamu!'' Rayen terus memanggil dan menggedor pintu kamar Niken, namun sepertinya gadis itu masih tak memperdulikannya.


Sedangkan didalam kamarnya Niken sengaja mendengarkan musik melalui earphone, sebenarnya Niken tau jika saat ini Rayen sedang berada diluar kamarnya,namun ia sama sekali tak ingin menggubrisnya, jujur saja rasanya hatinya masih sakit karna perkataan omnya tersebut.


Sedangkan diluar Rayen masih terus menggedor-gedor pintu kamar milik Niken.


Cekreek-cekrek


Terdengar suara handle pintu dibuka dengan paksa,namun karna terkunci dari dalam pintu pun tak dapat terbuka.


''Sepertinya dia benar-benar marah padaku.'' gumam Rayen.


''Niken tolong buka pintunya sayang, mas mau bicara sebentar sama kamu, pliis Niken mas mohon.'' Rayen terus memohon agar gadis itu mau membukakan pintunya, namun sepertinya masih belum ada tanda-tanda pintu akan terbuka.


Karna merasa Niken tak kunjung membukakan pintu untuknya, akhirnya Rayen memutuskan untuk masuk kekamar miliknya yang berada disebelah kamar Niken, pikirnya mungkin Niken masih perlu waktu untuk sendiri, namun ia berniat nanti malam dirinya akan mencoba kembali untuk berbicara pada Niken.


Tiga puluh menit kemudian Rayen keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang lebih segar, namun ia merasa badannya sangat lelah, akhirnya Rayen memutuskan untuk tidur sebentar untuk mengistirahatkan tubuhnya, Rayen berniat setelah makan malam nanti ia akan mencoba berbicara lagi dengan Niken.


Waktu berjalan dengan cepat, tak terasa jam sudah menunjukan pukul delapan malam, didalam kamarnya Rayen terlihat masih tertidur dengan pulas. Sedangkan dibawah tepatnya dimeja makan Niken sedang menikmati makan malamnya sendiri, karna Lidya dan Frans sedang menghadiri pesta pernikahan anak dari teman mereka dan mungkin akan pulang larut malam.


''Bik, apa om Rayen masih dikamarnya? maksudku apa dia belum makan malam?'' tanya Niken,walaupun ia sedang marah dengan Rayen namun ia tak bisa mengabaikan kekasihnya itu begitu saja.


''Sepertinya belum non, apa mau saya panggilkan dan menyuruhnya untuk turun non?


''Iya, tapi nanti setelah saya selesai, oya nanti tolong bibik panaskan lagi lauk dan sayurnya ya bik jika om Rayen ingin makan, dan tolong bibik jangan bilang apa pun padanya kalau dia tanya tentang saya,


''Baik non.'' jawab Art tersebut.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Niken yang memang sudah selesai langsung naik menuju kamarnya, tepat pukul sembilan malam Rayen terbangun dari tidurnya.


''Uuhhgg,'' lenguhnya sambil bangkit dari tidurnya.


Sepertinya aku sudah tidur terlalu lama,'' gumamnya setelah melihat jam yang terdapat didinding kamarnya yang menunjukan pukul sembilan malam.


Akhirnya Rayen turun dari tempat tidurnya dan langsung menuju pintu kamar.


''Kenapa sepi sekali, pada kemana semua orang?'' gumamnya sambil terus melangkah kemeja makan, untuk mengisi perutnya karna merasa lapar.


Rayen duduk dikursi meja makan, sesekali matanya menatap sekitar.


''Bik kok sepi yang lain pada kemana?'' tanya Rayen saat melihat Art sedang menaruh sayur yang baru saja ia panasin.


''Oh, kalau nyonya Lidya dan tuan Frans sedang menghadiri pesta den, tapi kalau non Niken sepertinya ada dikamarnya.'' jelas nya.


''Maksud bibik Niken belum turun sejak tadi untuk makan?'' Rayen memastikan.


Kenapa niken tidak memanggilku, apa mungkin dia masih sangat marah padaku


Batin Rayen


Setelah malan malam Rayen memutuskan segera naik keatas, ia ingin bicara dengan Niken untuk menyelesaikan masalah mereka. Sesampainya didepan kamarnya, Rayen langsung mengetuk pintu kamar milik Niken


Tok-tok-tok


''Niken, apa kamu sudah tidur? mas mau ngomong sebentar sayang, tolong bukain pintunya!" ucap Rayen sambil terus menggedor pintu kamar Niken.


Ternyata mas Rayen masih belum nyerah juga, siapa suruh dia berkata seperti itu, dia pikir aku gk sakit hati apa atas perkataannya, dan kali ini aku gk akan semudah itu memaafkannya biar tau rasa dia,, tapi kalau gk aku buka pasti penghuni yang lain merasa terganggu iatirahatnya karna ulah mas Rayen, yasudah lah sebaiknya aku bukain saja sebentar.


Batin Niken sambil melangkah menuju pintu kamar.

__ADS_1


Rayen yang mulai putus asa memutuskan untuk melangkah menuju kamarnya, namun baru dua langkah kakinya berjalan tiba-tiba ia mendengar suara pintu kamar dibuka.


Kreek..


Dan bersamaan itu munculah Niken dengan wajah datar, menatap kearah Rayen.


''Niken, sayang,'' ucap Rayen sambil mendekat kearah pintu yang dimana saat ini Niken berdiri.


''Cepat katakan yang mau mas katakan,aku ngantuk mau cepat tidur, karna besok ada ulangan.'' jelas Niken masih dalam mode marah.


Rayen menghela nafas, ia merasakan sepertinya Niken memang masih marah padanya


''Sayang, mas mau minta maaf atas ucapan mas tadi siang yang tidak mrngakui hubungan kita didepan pak Regan dan juga Mika, mas hanya mengikuti kemauan orangtua mu, bukankah kita sudah sepakat tidak ingin orang tau tentang hubungan kita, dan mas hanya menjaga itu.'' jelas Rayen


''Menjaga apa mas? ternyata selain mama dan papa sepertinya mas memang tidak ingin hubungan kita diketahui semua orang, ia kan?? baiklah aku juga tidak akan memaksa mas lagi untuk menganggapku seperti apa diluaran sana,aku capek mas, dan mulai sekarang, aku akan ikutin kemauan mas.'' ucap Niken dengan perasaan terpaksa, ia mencoba untuk menahan tangis dan sesak didadanya, rasanya Niken sudah lelah karna selalu tersakiti oleh omnya tersebut.


''Sayang kenapa kamu berkata seperti itu? mas sayang sekali sama kamu, mas hanya gk mau----''


''Yayaya,, aku ngerti maksud mas, intinya mas mau bilang semua demi kebaikan aku, iya kan?? yasudah akan aku turuti itu, sebaiknya mas keluar dari kamarku, aku ngantuk ingin cepat tidur.'' ucap Niken sambil mendorong tubuh Rayen agar keluar dari kamarnya.


''Sayang, tapi mas masih ingin bicara sama kamu Niken, tolong jangan seperti ini.'' ucap Rayen, namun sepertinya gadis muda itu tak berniat mendengar penjelasan apa pun lagi dari lelaki yang setengah frustasi itu.


Meskipun tak ingin, namun Rayen terpaksa barus mengikuti kemauan Niken untuk keluar dari kamarnya.


Brraakk..


Suara pintu ditutup dengan keras oleh Niken, mewakili kemarahan dihatinya.Niken menyandarkan tubuhnya didepan pintu sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya, ada rasa sesal dihatinya karna telah berlaku kasar pada Rayen, namun ia juga ingin Rayen tau jika dirinya bukan seorang gadis kecil ysng sesalu menurut jika terus-terusan di beri permen dengan rasa yang sama, yang pastinya akan membuatnya bosan.


''Kenapa semuanya jadi begini, ku kira Niken akan mengerti maksud ku yang sebenarnya, tapi ternyata....


Next

__ADS_1


__ADS_2