
Leo melangkah masuk kedalam apartemen Viona, sambil terus menatap wanita yang ada didepannya saat ini, bukan karna terpesona, namun karna ia memikirkan apa yang harus ia lakukan untuk membuat wanita yang ada didepannya saat ini mengurungkan niatnya untuk melapor pada polisi.
'' Duduklah jangan canggung seperti itu, bukankah kita pernah melakukan yang--,''
''Sudah hentikan ucapanmu itu, aku tak ingin mendengarnya!" ucap Leo memotong kata-kata Viona dengan cepat, sebelum ia selesai mengucapkan ucapannya.
'' Kenapa? bukankah kamu menikmatinya sayang? kamu tau Leo, kamu itu sangat hebat diatas ranjang, dan aku sangat menyukainya.'' ucap Viona sensual, tangannya membelai dada bidang Leo yang masih tertutupi oleh pakaiannya.
Cukup Leo, jangan kau tergoda oleh wanita ini, sudah cukup kau menyakiti istrimu.
Batin Leo, berusaha menahan suatu gejolak didadanya, akibat sentuhan yang Viona berikan.
Leo menyingkirkan tangan Viona dari tubuhnya, kemudian menjauh beberapa langkah dari wanita yang menurutnya sangat berbahaya itu bagi dirinya, ia tak ingin kembali termakan godaan yang dilakukan oleh Viona.
'' Baiklah Viona langsung saja, apa yang kamu ingin aku lakukan, hingga kau akan mengurungkan niatmu agar tidak melaporkan Windy kekantor polisi?'' tanya Leo.
'' Mudah saja kok, aku mau kamu tinggal di apartemenku mulai malam ini, karna kamu harus bertanggung jawab atas apa yang dilakukan istrimu yang bar-bar itu terhadap wajahku, hingga aku sembuh, kamu taukan jika wajahku ini adalah aset berharga buatku, jika wajahku seperti ini bagai mana aku akan melakukan pekerjaanku? dan jika kamu menolak maka jangan salahkan aku jika aku melaporkan masalah ini pada pihak yang berwajib.'' ancam Viona.
'' Bagai mana? apa kamu setuju dengan penawaranku? kamu tenang saja, aku gk akan macam-macam kok, asal kamu mau menuruti semua yang aku inginkan, maka aku gk akan mengusik istrimu.'' sambung nya lagi.
Leo sangat bingung harus berbuat apa, sepertinya kedatangannya keapartemen Viona adalah suatu kesalahan baginya yang baru ia sadari.
__ADS_1
" Mana mungkin aku tinggal disini, bagai mana jika Windy tau pasti dia semangkin marah denganku, tapi jika aku tidak menuruti kemauan Viona, aku takut wanita ini pasti akan membuat hidup Windy tidak akan tenang, apa lagi saat ini Viona mengancam akan melaporkannya pada polisi. Ya Tuhan apa yang harus ku lalukan? '' ucapnya dalam hati.
Viona memperhatikan wajah kebingungan Leo.
'' Sudahlah Leo, jangan kebanyakan mikir, turuti saja yang aku mau, jika kamu takut istrimu tau, kamu tenang saja, aku gk akan bicara pada siapapun asal kamu bersedia tinggal bersamaku, setidaknya sampai wajahku sembuh.'' jelas Viona
*
*
*
Saat ini keduanya masih berada diruang tamu, tepatnya diatas sofa, Niken menyandarkan tubuhnya disandaran sofa dengan kaki yang terbuka lebar, hingga memperlihatkan pemandangan yang sangat indah dimata suaminya, Rayen yang saat itu berlutut dihadapan masih menikmati santapan lezat berupa kerang kupas merah milik sang istri.
Suara kecipak bibir Rayen terus terdengar disana, lenguhan dan erangan Niken juga semangkin membuat Rayen menggila, rasanya ia ingin melahap habis inti milik istrinya itu yang selalu membuatnya ketagihan.
'' Maasss, aahhh.'' pekiknya Niken sambil menjepit kepala suaminya agar mendapatkan yang lebih nikmat lagi, tak lama ia merasa tubuhnya bergetar otot-ototnya terasa menegang semuanya, bersamaan itu suatu cairan hangat dan kental berwarna putih mengalir keluar dari kerang kupas miliknya, Rayen menatap kagum pada gundukan milik istrinya itu, ia melihat daging kerang itu berkedut-kedut sambil mengalirkan suatu cairan disana.
'' Oh, indahnya,'' ucap Rayen sambil kembali membenamkan wajahnya, dan langsung melahap habis cairan tersebut hingga tak tersisa.
'' Mas kamu hebat banget, baru lidah kamu yang bermain aku udah keluar dan merasa terpuaskan, apa lagi jika senjata kamu yang beraksi, pasti aku merasa sangat lebih terpuaskan lagi karnanya.'' puji Niken, membuat Rayen tersenyum senang.
__ADS_1
Rayen duduk disamping tubuh istrinya, kemudian mengecup sayang kening sang istri.
'' Sayang sekarang giliran kamu yang memanjakan junior nya mas.'' bisik Rayen ditelinga Niken, kemudian memberikan jilatan disana, membuat sang empu mengeliat karna geli.
'' Baiklah suamiku tercinta, aku akan membuat juniormu merasakan kenikmatan yang tiadatara.'' ucap Niken sambil tersenyum mesum, setelah itu gadis tersebut langsung me*ra*ba junior Rayen dari luar, membuat Rayen berdesis merasakannya, Rayen yang merasa sudah sesak dibawah sana langsung membuka celana denim dan segitiga miliknya dan lalu segera menurunkannya, membuat sesuatu yang sejak tadi meronta mencuat keatas.
Mata Niken langsung berbinar melihat sendata kesayangannya itu ternyata sudah on sejak tadi. Dengan penuh semangat dan juga nafsu yang sudah bergejolak Niken langsung melakukan apa yang tadi ia dapatkan dari suaminya itu, sedangkan Rayen hanya bisa menikmati apa yang yang dilakukan istrinya pada juniornya, matanya meram melek merasakan nikmat saat miliknya terus dimanjakan oleh Niken.
'' Iya sayang terus,, mulutmu sangat hangat sayang, mas menyukainya oohh Niken istriku.'' racaunya sambil terus merasakan kenikmatan tersebut.
Sementara itu didalam sebuah kamar, terlihat seorang gadis yang sedang duduk sambil melamun diatas tempat tidur, dan dia adalah Windy, gadis itu meratapi nasip rumah tangganya yang sekarang berada diujung tanduk.
Mengapa nasip rumah tanggaku jadi seperti ini? kak Leo, kenapa kamu tega sekali mengkhianati pernikahan kita? apa salahku sama kamu kak, hingga kamu begitu tega padaku? aku sangat mencintaimu, bahkan sampai saat ini pun cintaku masih begitu besar sama kamu kak, tapi rasa sakit dihati ku ini juga tidak bisa membuatku untuk memberi maaf begitu saja padamu, aku tak tau apa kah dengan hidup berpisah denganmu nanti bisa membuatku jauh lebih baik atau kah malah membuatku semangkin terpuruk, satuhal yang pasti, aku merasa saat ini keputusan ku untuk segera berpisah darimu adalah jalan satu-satunya, karna jika ku paksakan terus bersama juga percuma karna sampai detik ini aku masih belum bisa memaafkanmu karna sudah mengkhianati pernikahan kita apa lagi karna semua perbuatan mu itu aku juga harus kehilangan bayiku.
Batin Windy, tanpa terasa air matanya menetes begitu saja membasahi pipinya, air mata kesedihan yang selama ini ia rasakan.
Windy mengambil ponselnya yang berada diatas nakas tempat tidur, sebenarnya selama seminggu ini Windy telah memblokir nomor milik Leo, hingga lelaki itu tak bisa menghubunginya, dan sekarang Windy ingin membukanya kembali, karna ia ingin mengirim pesan pada Leo dan mengatur pertemuan mereka untuk membicarakan tentang perceraian yang akan Windy ajukan pada suaminya tersebut.
Begitu Windy membukanya, bunyi suara notifikasi langsung terdengar diponsel Windy, bahkan bukan hanya terdapat puluhan bahkan ratusan pesan dan panggilan yang tertera diponselnya.
Next
__ADS_1