
Disebuah rumah sakit terlihat seorang suster sedang membicarakan seorang pasien dengan rekannya.
'' Kasian sekali ya wanita itu, sejak pertama datang ia terus berteriak.
'' Iya, sepertinya dia korban pemerkosaan deh, kasian sekali.'' sambung suster lainnya.
Begitulah ucapan-ucapan yang kedua suster itu katakan.
DITEMPAT LAIN..
Saat ini terlihat Putri sedang bicara dengan sahabat nya Windy, ya sahabatnya itu sudah memutuskan untuk kembali belajar disekolah, ia merasa jenuh jika harus homescholing terus, tentu saja itu sangat disambut gembira oleh kedua sahabatnya.
'' Mana sih Niken jam segini kok belum datang?'' ucap Windy sambil melihat-lihat kearah pintu gerbang.
'' Tau tuh anak, beberapa hari ini dia datangnya telat mulu.'' sambung Putri
'' Nah tu dia yang diomongi udah nongol.'' sambung Putri sambil menunjuk kearah Niken yang baru saja keluar dari mobil sedan milik Rayen
Dari kejauhan Niken melihat kedua sahabatnya yang juga sedang melihat kearahnya, Niken melambaikan tangannya menyapa keduanya dari kejauhan terlihat ia sedikit berlari menuju kedua sahabatnya.
'' Windy kamu udah masuk lagi? kirain senin besok, tapi aku senang banget kamu sekarang udah bisa sekolah lagi.'' ucap Niken yang kini sudah berada dihadapan kedua sahabatnya.
'' Loe kok lama banget sih Ken? habis main dulu ya loe sama om Rayen?'' tanya Putri frontal.
'' Nih anak ya kebiasaan punya mulut gk disaring dulu, kalau dengar anak-anak gimana coba?'' gerutu Niken
'' Hahaha,, tanpa mereka dengar juga mereka akan tau jika melihat dibagian pa*yu da*ra mu itu.'' sambung Putri sambil memonyongkan bibirnya menunjuk kearah dada Niken.
Spontan Niken mengikuti arah pandang sahabatnya itu dan ia langsung melotot karna dua buah kancing seragam miliknya tidak terkancing hingga memperlihatkan bekas tanda cinta suaminya di atas bagian dada miliknya.
'' Astaga, kok aku gk sadar ya?'' gumamnya sambil mengancing baju miliknya.
Sedangkan Windy hanya menggelengkan kepalanya melihat interaksi kedua sahabatnya itu.
__ADS_1
'' Gimana sih rasanya Ken? pasti enak banget ya? sayang banget sampai sekarang Rangga masih belum mau melakukannya, padahal aku siap kapanpun jika dia mau.'' ucap Putri
'' Putri seharusnya kamu bersyukur jika sampai sekarang Rangga masih menjaga kesucian kamu, itu artinya dia benar-benar mencintaimu bukan cinta hanya karna nafsu semata.'' ucap sahabatnya dan kali ini Windy lah yang berbicara.
'' Benar tuh yang dikatakan Windy, pacaran itu jangan sampai kebablasan, jika sudah bablas pasti bakalan nagih dan gk mau berhenti.'' ucap Niken sengaja menggoda sahabatnya itu.
'' Sialan loe Ken, sengaja banget buat orang makin penasaran.'' ucap Putri sambil mendengus kesal.
'' Sudah-sudah sebaiknya sekarang kita kekelas aja yuk sebentar lagi bel masuk kelas.'' ucap Windy menengahi perdebatan kecil kedua sahabatnya itu.
Setelah ketiga remaja itu pergi ada seseorang yang keluar dari persembunyiannya, dan dia adalah Niko, pemuda itu mendengar semua pembicaraan ketiga gadis remaja tersebut.
Niko yang awalnya melangkah menuju kelas tak sengaja mendengar ucapan Putri yang melontarkan pertanyaan pada sahabatnya Niken tentang melakukan sesuatu yang menurutnya intim tersebut, Niko yang terlanjur penasaran langsung bersembunyi dibalik tembok yang tak jauh dari ketiga gadis itu berada dan Niko pun masih bisa mendengar pembicaraan ketiganya.
'' Jadi Niken melakukan itu dengan omnya sendiri, tapi aku masih penasaran, apa benar ditubuhnya ada tanda cinta yang dibuat oleh pacarnya itu.'' gumam Niko penasaran.
*
*
*
Setelah mrngendarai mobil selama dua puluh lima menit akhirnya Rayen sampai di rumah sakit tersebut.
Rayen melangkah menuju ruangan yang sebelumnya sudah dikatakan oleh asisten Viona.
'' Sebenarnya apa yang terjadi? kenapa Viona bisa sampai masuk rumah sakit begini?'' tanya Rayen pada asisten tersebut.
Saya juga kurang tau pak, tadi pagi saya mendapatkan telpon dari rumah sakit ini, mereka menghubungi saya karna melihat kontak saya pada ponsel mba Viona yang mungkin bertuliskan asisten kali ya makanya mereka langsung menghubungi saya, mereka juga mengatakan jika mba Viona diantar oleh dua remaja wanita, mereka menemukan nya dipinggir jalan dengan keadaan yang mengenaskan, akhirnya mereka membawanya kerumah sakit terdekat, dokter menduga jika mba Viona telah diperkosa orang, karna ditubuhnya banyak memar dan juga cairan-cairan yang dikatakan dokter adalah sper*ma laki-laki.'' jelas nya.
'' Apa? diperkosa?'' ulang Rayen setengah tak percaya.
'' Iya pak, kemungkinan mba Viona telah diperkosa.'' ucapnya sekali lagi
__ADS_1
'' Lalu bagai mana keadaan nya sekarang?
'' Dokter bilang jika saat ini dia sedang mengalami depresi, jiwanya tertekan akibat peristiwa yang dialaminya, mungkin sangat mengerikan hingga membuatnya sampai seperti itu, tadi sayaa juga sempat melihatnya, mba Viona terus berteriak, ia juga terkadang terlihat melamun pandangannya kosong, saya sangat prihatin dengan keadaannya pak.'' jelas nya panjang lebar.
'' Bisa kamu antar saya untuk melihatnya?'' ucap Rayen
'' Disebelah sini pak.'' ucapnya sambil menunjukan ruangan yang ditempati oleh Viona.
Saat ini Rayen sudah ada didelan pintu ruangan yang dihuni oleh Viona, dari jarak yang sedikit jauh, ia melihat Viona yang sedang duduk sambil melamun, tatapannya kosong, wajahnya terlihat ada beberapa luka lebam disana.
Sebenarnya apa yang terjadi padamu Vio? siapa yang sudah melakukannya? kenapa bisa membuatmu sampai seperti ini?
Batin Rayen, ia merasa kasihan pada mantan kekasihnya itu, walaupun Viona berulang kali membuat ulah, namun dulu dirinya pernah berarti dihidup Rayen.
Sepulang dari rumah sakit Rayen langsung menuju kediaman orang tua Niken, untuk sekedar menanyakan kabar, lagi pula sudah lama ia tak berkunjung kerumah keluarga Mahendra, kebetulan saat itu Frans dan Lidya juga ada dirumah.
Sedangkan disekolah, Niken dan kedua sahabatnya sedang duduk dikantin sekolah, mereka sedang menikmati makanan sambil diiringi dengan candaan, sesekali terdengar suara tawa dari ketiga gadis tersebut.
'' Haii cantik boleh kita gabung disini?'' tanya dua pemuda tampan, sambil tersenyum kearah ketiga gadis cantik itu.
'' Tentu tampan silahkan duduk dekat kekasihmu ini.'' jawab Putri tersenyum manis sambil menepuk kursi yang ada disebelahnya. Sedangkan Niko memilih duduk diantara Niken dan Windy.
'' Kalian habis ngomongin apa sih? kok sepertinya seru banget?'' tanya Niko
'' Biasalah urusan cewek, dan kalian gk perlu tau itu.'' jawab Putri sambil tersenyum penuh misteri, membuat kedua pemuda tampan tersebut semangkin penasaran.
'' Gitu ya sama aku sekarang main rahasia-rahasiaan sekarang?'' ucap Rangga memberengut berpura ngambek.
'' Eluh-eluh, sayang nanti aku kasih tau deh dibelakang.'' ucapnya pelan, membuat kedua temannya hanya menggelengkan kepala melihat tingkah sahabatnya yang satu itu.
Niko ikut tersenyum mendengarnya, sesekali matanya menatap kearah dada milik Niken, yang memang kancingnya terbuka satu, hingga Niko dapat sedikit mengintip disana, bukan karna bermaksud kurang ajar, sebenarnya Niko hanya ingin memastikan jika yang sempat ia dengar tadi bukan hanya sekedar lelucon semata.
Dan benar saja, setelah ia mencuri pandang beberapa kali, Niko dapat melihat nya, Niko menelan ludahnya susah payah karna matanya sempat melihat gundukan indah milik gadis yang disukainya itu. Namun matanya melebar seketika saat melihat sesuatu yang sejak tadi membuat nya penasaran, ya akhirnya Niko dapat melihat bekas cupa*ngan dibagian dada atas miliknya.
__ADS_1
NEXT