
Perhatiaannn!!! Dibab ini ada adegan ***-*** nya ya guys, bagi kalian yang merasa belum cukup umur tolong diskip aja ya, agar tak terjadi suatu hal yang tak diinginkan.
HAPPY READING
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Ruangan yang tadinya dingin kini terasa panas, bahkan Putri saat ini sudah tak menggunakan sehelai benangpun ditubuhnya tidak merasa kedinginan sedikitpun, padahal AC diruangan tersebut menyala, namun tak mampu membuat keringatnya mengering.
'' Oh Rangga, aku sangat mencintai kamu sayang.'' ucapnya saat merasakan ke*nik*ma*tan yang diberikan kekasihnya tersebut, saat ini Rangga sedang memberikan ke*nik*ma*tan pada Putri dengan cara memanjakan pusat inti milik kekasihnya itu, sudah sepuluh menit ia bermain disana, namun tak ada niat bagi Rangga untuk menyudahi permainannya. Putri mengangkat pa*n*ta*t nya saat merasakan miliknya di*hi*s*a*p kuat oleh Rangga, membuat pemuda itu langsung menahan pinggul gadisnya itu agar memudahkannya melakukan kegiatannya. Bunyi suara jil*a*t*an dan se*ru*pu*tan menggema diruangan tersebut, semangkin menambah g*ai*ra*h keduanya.
Sluurrrppp-sluurrpp..
Rangga terus me*nye*ru*pu*t, me*ng*hi*sa*p, me*n*ji*la*t milik sang kekasih, membuat Putri ke*lon*jo*ta*n menerimanya.
'' Rangga oh Rangga aku gk kuat sayang, aku mau kelu*arr..'' racau gadis tersebut sambil menekan kepala Rangga agar lebih dalam melakukan aksinya. Rangga sedikit kesulitan bernafas karna tangan Putri terus mendorong kepalanya hingga wajah dan hidung Rangga menempel di inti gadis itu, tak lama ia pun merasakan ada sesuatu yang mengenai wajahnya, bersamaan itu suara er*an*ga*n panjang terdengar dari bibir indah kekasihnya. Rangga tau jika Putri sudah mendapat pelepasannya. Setelah merasa pegangan tangan Putri dikepalanya mengendur, Rangga pun langsung kembali melakukan kegiatannya, ia menyapu seluruh c*ai*ra*n cinta sang kekasih dengan li*d*ah nya lalu menelannya hingga tak tersisa. Dan Putri sangat menikmati itu ada kebahagiaan tersendiri saat melihatnya.
Putri masih terbaring lemas diatas tempat tidur setelah pe*le*pa*san pertamanya, ia melirik senjata Rangga yang menegang sempurnya, seketika membuat matanya membola.
__ADS_1
Astaga, kenapa belalai kekasihku bisa sebesar itu? Perasaan kemarin gk kayak gitu deh besarnya, apa Rangga berniat ingin melakukannya sekarang, oh bagai mana ini, kenapa aku mendadak takut ya?
Batinnya, Putri menelan ludahnya berkali-kali untuk membasahi tenggorokannya yang terasa kering.
'' Sayang bolehkah??'' Rangga bertanya dengan tatapan sayu, wajah dan telinganya sudah sangat memerah, menandakan ha*s*ra*tnya sudah sangat menggebu-gebu. Putri yang merasa tak tega menganggukan kepalanya, walau sebenarnya ia sedikit ragu, bukan ragu karna tak ingin melakukannya, namun ragu karna ia takut punya Rangga tidak akan muat di dalam miliknya, ia kembali melirik belalai tersebut, ukuran yang bisa dikatakan besar dan panjang bagi anak remaja seusianya, urat-urat yang terdapat disana juga dapat terlihat oleh mata indah Putri. Rangga sedikit merenggangkan kaki Putri, kemudian ia membuka belahan kerang merah milik Putri dengan kedua tangannya, hingga Rangga dapat melihat lubang kecil disana dengan bagian atasnya terdapat daging kecil sebesar kacang.
'' Rangga,'' ucap Putri lirih, ia merasa g*a*ir*a*hnya kembali saat Rangga membelai miliknya dengan lembut jari-jari Rangga serasa menggelitik disana, membuat d*e*sa*h*an nya lolos, apa lagi saat Rangga memainkan daging kecil itu dengan lembut memakai jarinya, itu semangkin membuat Putri bergerak galisah. Rangga tersenyum melihat reaksi kekasihnya, ia pun mengarahkan belalai miliknya diatas pusat inti Putri hingga kedua ke*la*mi*n mereka bersentuhan, tubuh keduanya menegang saat merasakan milik mereka saling bersentuhan, aliran darah ditubuh masing-masing terasa menyengat keduanya.
Oh perasaan apa ini? Kenapa rasanya nikmat sekali, padahal hanya menempel seperti ini.
Batin Rangga sambil memejamkan matanya, secara naluri Rangga menggesekan miliknya diatas milik Putri membuat keduanya merasakan sensasi yang sangat luar biasa.
'' Ooh, Rangga ini benar-benar enak Ga...'' racau Putri merasakan nikmat dari gesekan milik keduanya. Rangga tak menjawab pemuda itu hanya men*de*sa*h nikmat.
'' Aahh sshhhhh..''
Sebenarnya Rangga ingin sekali memasukan miliknya didalam sana, namun pikiran warasnya masih bekerja walaupun hanya sedikit, ia tak mungkin merusak masa depan kekasihnya itu, walaupun rasanya ingin sekali ia melakukannya agar Putri menjadi miliknya seutuhnya, namun ia tak ingin egois, Rangga tak akan melakukannya sebelum mereka sah, jika memang berjodoh nanti dan menikah pasti terasa akan lebih nikmat rasanya.
__ADS_1
'' Rangga masukin aku Ga, aku gk tahan lagi,'' Putri menggenggam milik kekasihnya dan langsung mengarahkannya didepan lubang miliknya hingga menyentuh lubang kecil tersebut.'' Oh nikmatnya milikmu Rangga, ayo cepat sayang masuki aku!" Putri benar-benar tidak tahan ingin segera diga*ga*hi oleh Rangga, sedangkan Rangga merasa kelimpungan antar ingin dan juga ragu, tak ingin melakukan kesalahan, ia kembali mengarahkan miliknya diatas inti sang kekasih kemudian menggesekan kedua inti mereka, awalnya Putri sedikit kecewa karna Rangga tak melakukannya, namun itu hanya sesaat sebelum cairan cintanya lagi-lagi meleleh keluar dari inti tubuh miliknya, bersamaan milik Rangga yang juga melesat keluar dari belalainya.
Saat ini keduanya sedang bersandar disandaran tempat tidur dengan keadaan tubuh yang masih sama-sama polos dibawah selimut. Putri memeluk tubuh Rangga erat, menyandarkan tubuhnya didada bidang sang kekasih, Rangga pun membalas pelukan Putri tak kalah erat.
'' Makasih ya sayang, malam ini aku sangat bahagia.'' ucap Rangga lalu mengecup pucuk kepala orang terseyangnya.
'' Rangga kenapa kamu gk melakukannya? Aku sangat ingin menjadi milikmu seutuhnya Ga, aku mencintaimu, sangat, kamu tau itukan?'' tanya Putri sambil melerai pelukan mereka, lalu menatap nya, membuat tatapan mereka bertemu.
'' Aku tau, aku pun juga sangat sayang denganmu, namun kamu juga harus tau, aku gk mungkin melakukannya, aku gk mau merusak orang yang aku cintai, akan lebih baik kita melakukannya setelah kita menikah nanti, untuk saat ini biarlah seperti ini dulu, kamu mau kan? Aku sangat menghargai kamu Putri dan aku mau kamu menjaga itu untuk ku, sampai kita menikah nanti, hanya aku yang boleh nenyentuhnya, katakanlah aku egois, tapi aku gk akan mau jika milikku disentuh oleh orang lain, kamu hanya milikku, dan aku ingin hanya aku yang pertama dan terakhir untukmu.'' ucap Rangga, sambil membingkai wajah Putri, gadis itu dapat melihat ketulusan dimata Rangga, ada cinta disana untuknya dan ia sangat bahagia, hingga tanpa terasa air matanya menetes begitu saja.
'' Heeii, kenapa kamu menangis sayang?'' Rangga mengusap air mata Putri yang jatuh diwajah mulusnya. Putri memegang tangan Rangga yang masih berada diwajahnya, lalu mengarahkannya dibibir tipis miliknya dan mengecupnya dengan kembut.
'' Ini adalah air mata bahagia Rangga, aku sangat bahagia, makasih ya sayang, aku sangat mrncintai kamu Rangga sangat mencintaimu.'' ucapnya sambil memeluk tubuh Rangga dengan erat.
DITEMPAT LAIN..
Saat ini Regan sedang duduk bersantai diruang keluarga sambil menikmati teh hangat miliknya. Matanya melirik jam yang ada dipergelangan tangannya yang sudah menunjukan pukul sebelas malam.
__ADS_1
'' Dasar anak itu, awas saja kalian akan aku kasih hukuman nanti.'' gumamnya sambil kembali menyeruput teh miliknya.
Next