CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Kegalauan Niken


__ADS_3

Saat ini Rayen sedang dalam perjalanan pulang menuju apartemennya, rasanya kepalanya benar-benar terasa berdenyut kala mendengar ucapan dokter yang memintanya agar selalu membuat Viona merasa sangat dicintai.Dicintai dalam hal apa? pikirnya.


''Bagai mana bisa aku melakukan semua itu? walau bagai mana pun aku sudah tidak memiliki hati untuk Viona, dan jika Niken mengetahui semua ini dia pasti marah dan tak kan setuju akan hal ini.'' monolognya


Ditempat lain


Saat ini Niken baru saja sampai dirumahnya


''Sayang kamu habis dari mana?'' tanya Lidya yang saat itu sedang duduk bersantai bersama suaminya.


''Habis ngumpul sama teman-teman mah.'' jawabnya berbohong,tidak mungkin ia bilang jika dirinya habis dari apartemen Rayen.


''Sini sayang duduk sebentar!" sambung Frans,yang diangguki oleh Niken.


''Gimana tadi ujiannya UN nya? susah gk?'' ucap Frans


''Lumayan pah, untuknya kemarin aku terus belajar, jadi aku tidak terlalu kesulitan.''jawabnya


''Mudah-mudahan hasilnya memuaskan ya?'' sambung Lidya


''Aamiin..'' jawab mereka bersamaan.


''Oya pah, terus gimana perkembangan Viona apa dia belum sadar? gimana kalau kita jenguk dia besok pah?'' ucap Lidya tiba-tiba, membuat Viona bertanya-tanya apa yang terjadi pada mantan kekasih omnya tersebut.


''Memangnya apa yang terjadi mah? pah ? sama tante Viona?'' ucap Niken penasaran.


''Asisten om Rayen yang bernama Leo tadi mengabarkan katanya kalau Viona mencoba untuk bunuh diri dengan melukai pergelangan tangannya.'' jelas Frans, membuat Niken yang mendengar membuka mulutnya karna kaget, sedetik kemudian langsung menutupnya dengan tangannya.


''Mencoba bunuh diri pah? kok bisa terus keadaannya gimana?'' tanya Niken sedikit panik.


''Sekarang dia sudah dibawa kerumah sakit, dan sudah ditangani dokter, untung ada Rayen, kalau tidak mungki kita tidak tau apa yang selanjutnya terjadi.'' ucap Frans lirih


''Kasian sekali Viona ya pah, sepertinya dia cinta banget sama Rayen, sampai-sampai dia merasa putus asa dan melakukan hal seperti itu.'' ucap Lidya miris


''Sepertinya tanye Viona memang benar-benar mencintai om Rayen dengan tulus, kalau tidak mana mungkin dia melakukan ini semua.Apa aku harus mundur saja, karna disini akulah penyebab utama hubungan mereka putus.Batin Niken


''Kamu kenapa sayang?kok melamun?'' tanya Lidya

__ADS_1


''Gpp mah, terus gimnna keadaan tante Viona sekarang pah?


''Belum tau sayang, belum ada kabar dari Rayen, papa juga bingung kenapa sejak tadi om mu itu susah sekali dihubungi.'' jelas Frans.


''Mungkin ia mau fokus nemeni Viona mas, makanya dia mematikan ponselnya dan mungkin saja Rayen juga merasa menyesal telah memutuskan hubungannya dengan Viona.'' ucap Lidya, Niken yang mendengar ucapan ibunya merasa tersentil.


''Mungkin mama benar,jika om Rayen menyesal telah putus dari tante Viona, pantas saja dia susah ku hubungi tadi, ternyata dia sedang berasama tante Viona.


DITEMPAT LAIN..


Saat ini Rayen baru saja memasuki apartemen miliknya.


''Rasanya penat sekali.'' gumamnya sambil menjatuhkan bokongnya diatas sofa


''Aw, apaan nih?'' pekiknya saat merasa menduduki sesuatu


Rayen meraba sesuatu yang telah ia duduki lalu mengambilnya.


''Ini kan pita rambut, tapi punya siapa? Rayen terus memperhatikan pita rambut tersebut lalu mengendusnya dan memcium aroma yang ada disana,


''Apa itu artinya Niken tadi datang keapartemen ini.'' Rayen langsung berdiri kemudian merogoh ponsel yang ada disaku celananya untuk di charger.


Sedangkan disebuah kamar,seorang gadis sedang duduk dipinggiran tempat tidur,sambil menatap poto kekasih hatinya yang ia simpan didalam laci nakas.


''Om, haruskah aku merelakanmu kembali pada wanita itu? tapi aku juga gk bisa hidup tanpa om, aku terlalu mencintai om Rayen.'' gumam gadis tersebut, dan dia adalah Niken, entah kenapa perasaannya tiba-tiba merasa ragu untuk melanjutkan hubungannya dengan Rayen, ia tak ingin bahagia diatas penderitaan orang lain, tiba-tiba handphone miliknya berbunyi, Niken melirik pada layar ponsel tersebut, tanpa berniat ingin mengangkatnya, padahal ia tau bahwa itu telpon dari orang yang sejak tadi coba ia hubungi.


Niken memilih untuk membersihkan diri, dan mengabaikan ponselnya yang terus berdering.


Diapartemennya Rayen merasa gelisah karna sejak tadi Niken tak menerima panggilan darinya.


''Kemana Niken ? kenapa tidak menganggkat telpon dariku, apa jangan-jangan dia marah lagi karna aku tidak ada memberi kabar padanya, sebaiknya aku kerumah bang Frans sekarang.'' monolog Rayen sambil menyambar kunci dari atas meja,setelahnya ia langsung meninggalkan kediamannya.


Beberapa saat kemudian..


Rayen yang baru sampai langsung memarkirkan mobilnya dihalaman rumah.


Lidya dan Frans yang saat itu masih duduk diruang tamu merasa menasaran dengan suara mobil yang datang.

__ADS_1


''Siapa ya mas yang datang?'' tanya Lidya penasaran


''Ya mana papa tau mah.'' jawab Frans tak acuh


''Loh ternyata itu kamu Ray?.'' ucap Lidya setelah melihat adik iparnya itu baru saja memasuki rumah.


''Iya mba,'' jawabnya sambil melangkah kearah mereka.


''Oya Ray, bagai mana keadaan Viona? dia selamat kan? dan kenapa dia bisa mencoba bunuh diri?'' ucap Lidya yang memberondong Rayen dengan banyak pertanyaan.


''Mah.mah satu-satu dong tanya nya!" sambung Frans.


''Habisnya mama sangat penasaran pah.''


''Viona keadaannya sudah stabil kok mba, hanya saja kondisi tubuhnya masih lemah,karna kehilangan banyak darah.'' jelas Rayen.


''Terus siapa yang menungguinya dirumah sakit?'' sambung Lidya


''Mba Lidya sepertinya sangat mencemaskan keadaan Viona, apa hubungan mereka sudah sangat sedekat itukah?


Batin Rayen


Tadi dia diberi suntikan oleh dokter,kemudian kembali tertidur, disana ada suster kok mba yang menjaganya, aku sudah berpesan pada mereka jika ada hal yang penting mereka segera untuk menghubungiku.'' jelas Rayen


Rayen memperhatikan seluruh ruangan tersebut, mencari sosok Niken disana namun sama sekali tak ada tanda-tanda gadis itu terlihat disana.


''Kamu sedang mencari siapa Ray? Niken?'' tebak Frans yang melihat adiknya itu celingukan


''Iya bang, kemana anak itu?''


''Oh, kalau dia sedang berada dikamarnya,kalau kamu mau bertemu dengannya langsung saja naik keatas.'' sambung Lidya, karna memang dari dulu hal tersebut sudah biasa, sewaktu Rayen masih tinggal dirumah mereka Rayen sering sekali masuk kekamar Niken begitupun sebaliknya. dan kedua orang tua Niken pun tak pernah punya pikiran yang aneh-aneh pada Rayen mau pun Niken karna mereka sangat percaya pada keduanya, dan tak mungkin melakukan perbuatan yang aneh-aneh pikirnya.


''Baiklah,kalau begitu aku keatas dulu mba, bang.'' ucap nya yang diangguki oleh keduanya.


Kini Rayen sudah berada didepan kamar Niken,tangannya sudah terangkat untuk menyentuh handle pintu, namun tiba-tiba pria itu mengurungkan niatnya, ia sedikit ragu untuk masuk, namun setelah berpikir berapa saat akhirnya ia memilih untuk mengetuk pintu kamar tersebut,seperti saran yang pernah Niken ucapkan tenpo hari padanya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2