CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Terjebak Hujan


__ADS_3

Saat ini keduanya sudah berada didalam mobil, sepanjang perjalanan Rayen terus menggenggam tangan kekasihnya seolah tak ingin terlepas, bahkan sesekali jemari itu dikecupnya lembut, membuat Niken tersenyum malu.


''Kenapa sayang hem? kok kamu liatin om terus?'' tanya Rayen sambil melirik melalui ekor matanya namun pandangannya kembali ia fokuskan kedepan.


''Gpp om, aku hanya senang saja hari ini.'' jawab gadis tersebut seadanya.


''Aku gk nyangka kalau om Rayen bakal membalas perasaanku, aku benar-benar bahagia om.'' ucapnya.


Rayen tersenyum mendengar ucapan Niken.


''Oya om memangnya sekarang kita mau kemana?'' tanya Niken penasaran.


''Nanti kamu juga akan tau.'' jawab Rayen


Selama hampir dua jam mereka berada didalam mobil kini akhirnya mereka sampai ditempat yang dituju.


''Sayang kita sudah sampai.'' ucap Rayen, namun saat melirik kearah Niken ternyata kekasihnya itu sedang tertidur disebelahnya.


Rayen membuka seatbelt miliknya, lalu menatap wajah Niken yang tertidur dengan sangat pulas.Rayen membelai wajah gadis kecilnya,sungguh ia tak pernah menyangka akan jatuh cinta pada keponakannya sendiri, walupun Niken bukanlah keponakan kandung, namun sedari kecil dirinya lah yang selalu bersamanya terkadang ikut menjaga nya saat Lidya menitipkan Niken pada dirinya, sebenarnya ada ketakutan dalam benaknya bagai mana kalau sampai Frans dan Lidya tau kalau dirinya mencintai putri mereka, akan kah kedua kakak nya itu akan berlapang dada untuk merestui hubungan mereka, atau malah sebaliknya akan menentang hubungan mereka, entah lah untuk membayangkannya saja rasanya ia tak sanggup.


''Eeugh,'' terdengar lenguhan dari bibir Niken, bertanda sepertinya gadis itu akan terbangun dari tidurnya.Tak lama mata Niken mulai terbuka.


''Om,'' panggilnya dengan suara khas seorang yang baru bangun tidur.


''Sayang kamu sudah bangun.''


''Kita dimana om? apa sudah sampai?


''Iya kita sudah sampai, yuk keluar.'' ajak Rayen sambil membantu Niken membuka seatbelt milik gadisnya itu, membuat Niken menahan nafas beberapa detik saat wajah mereka hanya berjarak beberapa senti, bahkan hembusan nafas Rayen bisa Niken rasakan menampar wajahnya.


''Sudah, yuk keluar!" ajak Rayen, yang diangguki oleh Niken dengan cepat.


''Waah,, ini sangat indah om.'' ucap Niken takjub, ia melepas alas kaki miliknya kemudian berlari menuju hamparan ombak yang terlihat sangat menenangkan. Ya, saat ini mereka sedang berada disebuah pantai yang sangat indah dengan banyak pepohonan kelapa yang menjulang tinggi, serta air laut yang biru membuat semua orang pasti merasa sangat nyaman dan betah berlama-lama berada disana.

__ADS_1


''Kamu suka sayang,'' ucap Rayen sambil memeluk Niken dari belakang.


'' Suka sekali om, rasanya begitu damai disini, oya apa om dulu pernah kesini bersama tante Viona?'' tanya Niken yang kini sudah menghadap pada Rayen,


''Haruskah om menjawabnya?'' tanya balik Rayen.


''Harus, tapi sepertinya aku sudah bisa menebaknya.'' ucap Niken sambil mengerucutkan bibirnya membuat Rayen semangkin gemas melihatnya.


''Dulu om memang pernah datang ke tempat ini bersama Viona, itu juga sudah lama sekali, kenapa kamu tanya kan hal itu hm?''


''Gpp, mau tau saja.'' jawab Niken


''Sayang dengerin om baik-baik! om itu sangat mencintai kamu, dan gk ada wanita lain dihati om selain kamu saat ini,, yang yang terpenting om itu gk akan bisa sampai kehilangan kamu, apa pun akan om lakukan demi kamu, jadi om harap kamu jangan pernah tinggalkan om ya?'' ucap Rayen sambil membingkai wajah Niken, menatap dalam netra hitam milik Niken.


''Tidak akan pernah om, karna aku juga sangat mencintai om Rayen, aku gk bisa hidup tanpa om.'' balas Niken sambil memegang tangan Rayen yabg ada diwajahnya.


Rayen menyatukan kening mereka, lalu mengecup sayang kening gadis kecilnya.Selanjutnya entah siapa yang memulai kini bibir keduanya sudah saling menempel satu sama lain, menyesap dan saling bertukar saliva, lidah Rayen menerobos masuk kedalam rongga mulut Niken, mengabsen setiap inci yang ada didalam sana.


''Om,'' panggil Niken lirih, ia begitu mudah terpancing oleh hasrat, jiwa mudanya seakan berkobar, merasa penasaran, dengan dunia orang dewasa.


''Sayang,'' panggil Rayen dengan nafas yang masih memburu.


Niken melihat wajah Rayen yang memerah, bahkan matanya terlihat sayu.


Memang dipantai yang mereka kunjungi tidak terlalu ramai, karna memang pantai yang mereka kunjungi belum banyak orang yang tau, jadi maklum saja jika dijam sekarang tak terlihat ada orang yang bekeliaran disana, hanya telihat para nelayan dari kejauhan yang mungkin sedang mencari ikan dilautan.


Tiba-tiba hujan turun begitu saja, membuat kedua sejoli itu langsung berlari menuju mobil mereka.


''Ayo cepat masuk!" ucap Rayen sambil membukakan pintu mobil untuk Niken, setelah itu ia segera memutar menuju pintu samping dengan sedikit berlari.


''Kok tiba-tiba hujan ya om? padahal cuacanya tadi sangat cerah.'' ucap Niken sambil mengelap wajahnya yang basah dengan tisu.


''Begini lah cuaca, kadang gk bisa ditebak.'' ucap Rayen, sambil menurunkan sedikit suhu ac yang terdapat dialam mobil.Untung Rayen masih bisa mengontrol sedikit nafsunya hingga masih bisa menahannya, walaupun membuat kepalanya sedikit berdenyut.

__ADS_1


''Sebaiknya kita cari penginapan didaerah ini, nanti jika cuacanya memungkinkan baru kita pulang.'' jelas Rayen sambil menyalakan mesin mobilnya.


Beberapa saat kemudian Rayen berhenti disebuah penginapan berlantai dua, setelah memarkirkan mobilnya Rayen dan Niken langsung keluar dari mobil.


''Selama sore mas, mba, ada yang bisa saya bantu?'' ucap seorang lelaki paruh baya.


''Kami mau pesan kamar pak, untuk satu malam apa masih ada?


''Oh ada mas, kebetulan kamarnya tinggal satu.'' jawab bapak tersebut.


''Baiklah pak kami ambil kamarnya.''


''Baik mas, mari sebelah sini.'' ucap bapak tersebut sambil meminta keduanya mengikuti bapak tersebut.


''Ini kamarnya mas, mba, dan ini kuncinya, kalau perlu sesuatu hubungi lewat sambungan telpon saja mas, mba.'' ucap bapak tersebut.


''Iya terimakasih pak.


''Sama-sama, kalau begitu saya permisi dulu, selamat beristirahat.'' ucapnya sambil berlalu.


Rayen membuka pintu kamar tersebut, setelahnya keduanya pun langsung masuk kedalam kamar itu.


''Kamarnya lumayan juga, walaupun kecil tapi sangat bersih dan nyaman.'' ucap Niken sambil mendudukan bokongnya diatas kursi kecil yang terdapat diruangan tersebut.


''Sayang sebaiknya kamu mandi dulu, karna om juga akan mandi setelah kamu.'' ucap Rayen.


''Tapi aku gk bawa baju ganti om,'' jelas Niken.


''Pakai aja dulu jubah mandi yang ada didalam, biar om keluar sebentar untuk membeli pakaian, sepertinya tadi om lihat ada toko pakaian didepan penginapan ini, kalau gitu om keluar sebentar ya?


''Jangan lama-lama ya om?'' pinta Niken


''Iya, sebaiknya kamu kunci saja pintunya setelah om keluar.''

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2