CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Penjelasan


__ADS_3

Rayen dan yang lainnya terus mencari disekitaran rumah, diluar mau pun didalam rumah, bahkan para Art semuanya terlihat sedang sibuk mencari keberadaan putri dari keluarga Mahendra tersebut.


''Gimana Ray, ketemu?'' tanya Lidya


''Masih belum mba, dan ponselnya ternyata juga ada dikamar.'' jelas Rayen membuat Lidya semangkin khawatir


''Pah, putri kita kemana pa? mama takut terjadi sesuatu sama Niken, dia masih sakit, kondisinya masih sangat lemah.'' jelas Lidya cemas.


''Mba, gk usah panik ya, biar saya coba cari diluar.'' ucap Rayen.


''Iya mah, sebaiknya mama jangan terlalu panik, biar papa dan Rayen coba cari diluar ya?'' ucap Frans menenangkan istrinya


''Iya pah,'' jawab Lidya.


''Ayo bang.'' ajak Rayen.


''Aku juga ikut kamu mas.'' sambung Viona namun dicegah oleh Rayen.


''Sebaiklnya kita berpencar saja Vio,bang Frans, biar kemungkinan kita menemukan nya lebih besar.'' ucap Rayen membuat Viona mengangguk pasrah.


Rayen dan yang lainnya mulai melangkah keluar rumah, menyusuri setiap sudut tempat.


Kamu ada dimana sayang,kenapa kamu suka sekali membuat mas khawatir.


Kini Rayen mulai melangkah menuju taman komplek, rasa takut kembali menyelimuti hati dan pikirannya, ia takut kembali terjadi sesuatu dengan Niken.Namun sepertinya itu hanya ketakutannya saja, karna saat ini matanya menangkap sosok yang sejak tadi membuat hati dan pikirannya semeraut alias kacau.


Rayen mulai melangkah mendekati kursi taman yang dimana saat ini Niken duduki.


''Sayang mas cari kemana-mana ternyata kamu ada disini,'' ucap Rayen membuat Niken seketika menoleh keasal sumber suara.

__ADS_1


''Kamu tau gk semua orang panik karna melihatmu tidak ada dimana pun, kenapa kamu gk bilang. jika kamu mau ketaman? mas kamu bisa antar kamu.'' sambung Rayen, sebenarnya Niken sedikit terkejut dengan kedatangan Rayen tiba-tiba, ia pikir Rayen tidak akan mencarinya sampai kesini karna sudah ada Viona disana, ternyata ia salah.


''Sayang kenapa bengong? lagian kamu ngapain disini? kondisimu itu masih sangat lemah, ayo biar mas antar pulang, jika memang kamu bosan dikamar sebaiknya duduk ditaman dekat rumah saja jangan disini.'' ucap nya lagi, membuat Niken merasa seperti seorang anak kecil, karna menurutnya itu sangat berlebihan.


''Kamu kenapa hem?, kok diam aja? oh, mas tau, kamu pasti marah ya karna sejak tadi mas gk hubungi kamu? mas minta maaf ya tadi batre ponsel mas lobet, dan gk sempat ngecas karna masih banyak kerjaan yang menumpuk karna mas tinggalkan selama dua hari dirumah sakit kemarin makanya mas musti selesaikan dulu baru mas bisa jenguk kamu.'' ucap Rayen


''Oh jadi maksud om gara-gara aku kerjaan om jadi numpuk? jadi om gk ikhlas nemenin aku waktu dirumah sakit iya? ucap Niken ketus


''Loh.loh kok kamu jadi berkesimpulan seperti itu sih sayang, tidak pernah sekalipun mas punya pikiran seperti itu, mas itu sangat ikhlas sama kamu, menjaga kamu dirumah sakit, jadi mas gk mau kamu punya pikiran seperti itu sama mas, karna itu akan buat mas sedih.'' jelas Rayen.


Kenapa kesannya jadi aku yang jahat, padahal kan disini aku yang jadi korban.


Batin Niken


''Tadi kok kayaknya aku lihat tante Viona ya dirumah? atau hanya mataku aja yang salah?'' ucap Niken sengaja memancing Rayen.


Apa benar dia hanya berniat jenguk aku, atau ada alasan lain dibalik itu semua.


Batin Niken curiga.


'' Om masih sering berhubungan ya sama dia?'' tanya Niken yang masih terlihat sinis.


''Kenapa? kamu cemburu?'' goda Rayen, membuat Niken mendengus.


''Sayang, mas dan Viona hanya bertemu dikantor, itu pun hanya sesekali saja, jika pun kami terlihat makan bersama mungkin itu sambil membicarakan urusan kantor.'' jelas Rayen.


''Oh ya? tapi tadi kenapa kalian terlihat sangat akrab? bahkan terlihat tertawa bersama.'' kata-kata yang diucapkan Niken membuat Rayen menatap kearah kekasihnya itu dengan serius.


''Jadi tadi kamu memperhatikan kami? kenapa tadi tidak langsung ikut bergabung bersama?oh, tunggu, jangan bilang kamu punya pikiran jika mas dan Viona kembali bersama, tidak seperti itu kan sayang?'' Rayen bertanya sambil menyipitkan matanya.

__ADS_1


''Menurut om? lagi pula siapa yang tidak berpikiran yang macam-macam, jika sudah putus masih saja menempel satu sama lain, pasti semua orang mengira kalian CLBK lagi.'' ucap Niken sambil menekankan kata CLBK


''Sayang kamu salah paham, dengar kan mas ya! tadi waktu dikantor saat mas berniat mau jenguk kamu, tiba-tiba Viona mengatakan jika dia ingin ikut untuk melihat keadaanmu, mas gk mungin dong melarang dia, lagi pula niatnya kan baik,'' jelas Rayen.


''Sebenarnya tadi Viona juga sempat mengatakan jika dia sudah mulai mengikhlaskan mas menjalin hubungan bersama denganmu, dia juga bilang kalau dia ingin kita bisa menerimanya sebagai teman dan juga sebagai saudara, bukankah itu baik? lagi pula mas tidak punya alasan untuk menolak keinginannya, lagi pula dia sudah tidak punya siapa-siapa lagi jadi mas harap kamu tidak mempermasalahkan itu.'' ucap Rayen mencoba memberi pengertian pada Niken.


Apa benar tante Viona tidak punya maksud lain? kok aku ragu ya, tapi tidak mungkin juga aku bilang sama om Rayen jika aku tidak menuruti keinginannya, apa kata om Rayen nanti, bisa-bisa dia berpikiran jika aku tidak dewasa lagi, ya walaupun usiaku memang masih belum 17 tahun tapi setidaknya aku harus punya pikiran yang dewasa, agar om Rayen semangkin cinta sama aku dan tidak punya pikiran untuk mencari wanita lain, ataupun sampai punya pikiran ingin kembali pada mantan nya itu.


Batin Niken.


''Sayang kamu mikirin apa? kenapa melamun?


''Om sebenarnya tadi aku sempat berpikir jika kalian kembali bersama, habisnya kalian terlihat dekat, mesra, pakai acara ketawa bersama lagi.'' ucap Niken yang akhirnya mengungkapkan ketakutannya karna berpikir Rayen dan Viona kembali bersama.


Rayen terkekeh mendengar ucapan Niken, ia tak menyangka, bisa-bisanya gadis kecilnya itu punya pikiran seperti itu.


''Kok ketawa sih om nyebelin banget.'' ucap Niken mencebik


''Habisnya kamu sih, kenapa coba bisa punya pikiran seperti itu? lagian mana mungkin om balikan sama dia terus bawa dia kerumah ini, buat apa coba?'' ucap Rayen yang masih terdengat kekehan kecil disana.


''Ya mana aku tau, mungkin aja kan.'' ucap Niken dengan wajah tak bersahabat.


''Ya enggak lah mana mungkin mas akan kembali sama dia, kalau mas punya kekasih yang cantik begini dan yang paling penting mas itu sangat mencintai kamu sayang.'' ucap Rayen,tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sejak tadi memperhatikan mereka.


''Astaga mas lupa ngasih tau orangtua kamu jika kamu sudah ditemukan, sebaiknya kita kembali kerumah,mas yakin mereka pasti masih kebingungan mencari keberadaanmu.'' ucap Rayen


''Baiklah kita pulang.'' ucap Niken sambil bangkit dari duduknya, namun saat ingin melangkah tiba-tiba tubuh Niken limbung karna kakinya terasa lemas, untung Rayen dengan sigap menangkap tubuh Niken yang hendak terjatuh, hingga tubuhnya tak mendarat ditanah.


NEXT

__ADS_1


__ADS_2