
Setelah kepergian Art, Putri kembali menutup pintu kamar dan menguncinya kembali, kemudian ia pun langsung melangkah menuju Rangga yang saat itu sedang duduk diatas sofa kecil yang ada dikamarnya itu sambil memainkan ponselnya, mendengar langkah kaki ia langsung menoleh kearah kekasihnya yang saat itu sedang menuju kearahnya.
'' Ada apa sayang? kenapa wajahmu tiba-tiba tersenyum seperti itu? memangnya siapa tadi? tanya Rangga saat melihat gadisnya sudah berada didepannya saat ini sambil tersenyum.
'' Barusan bibik bilang kalau bang Regan sedang pergi keluar,'' ucapnya tanpa mengatakan pesan yang ditinggalkan oleh Regan pada Art nya tersebut.
Niken teesenyum penuh arti, kemudian tiba-tiba ia langsung duduk dipangkuan Rangga yang membuat pemuda itu hampir saja jatuh karna tidak siap. Tanpa babibu Putri kembali melahap bibir Rangga yang selalu membuatnya candu, membuat Rangga sedikit kewalahan mengimbangi permaian gadis tersebut.
DITEMPAT LAIN
Saat ini Niken dan Rayen sedang dalam perjalan menuju apartemen mereka, disepanjang perjalanan Niken turus menempel seperti lem lalat di tubuh suaminya itu, hingga membuat Rayen sedikit kesulitan untuk mengendalikan kemudinya, namun lelaki itu tak mempermasalahkannya, justru ia sangat senang melihat istrinya itu menempel padanya.
'' Kamu kenapa hem? tumben hari ini lem nya lengket banget, gk seperti biasanya?'' sindir Rayen sambil tangannya mengusap sayang rambut hitam sang istri.
Niken mendongak untuk menatap suaminya.
'' Memangnya kenapa mas Rayen gk suka?'' tanya nya ketus, ia langsung melerai pelukannya dilengan suaminya tersebut.
'' Loh-loh, kok jadi ngambek sih? mas tentu saja senang, sini dong peluk mas lagi, mas janji gk akan tanya-tanya lagi.'' ucap Rayen sambil meraih tangan istrinya, Niken hanya menurut dan kembali menempel disamping kanan tubuh suaminya itu.
Sepuluh menit kemudian mereka pun akhir nya sampai di parkiran apartemen.
'' Ayo sayang!" ajak Rayen sambil membuka pintu mobil.
'' Mas tungguin dong!" ucapnya saat suaminya saat hendak melangkah duluan.
'' Iya, ini kan mas tungguin sayang.'' jawab Rayen. Dan akhirnya keduanya pun langsung melangkah menuju gedung
dimana tempat mereka tinggal.
Keesokan harinya..
Saat ini Windy sedang berjalan kaki penuju supermarket yang berada tak jauh dari rumahnya. Tiba-tiba saja karna kurang hati-hati kakinya terpeleset ditrotoar jalan, mungkin karna saat itu baru turun hujan hingga membuat jalanan sedikit licin.
'' Aawww,,, sakit banget.'' ucanya sambil meringis, terlihat kakinya sedikit lecet dan mengeluarkan darah.
Saat Windy sibuk mengamati kakinya dan meniup-niup lukanya karna terasa perih. Tak jauh darinya ada Regan yang saat ini sedang mengendarai mobil nya, matanya menyipit saat tak sengaja pandangannya melihat sosok gadis yang ia kenal.
'' Windy, kenapa dia?'' gumamnya, Regan pun langsung menepikan mobil miliknya, berniat untuk menghampiri gadis tersebut.
'' Windy.'' panggil Regan, sontak gadis tersebut langsung menoleh keasal sumber suara.
__ADS_1
'' Bang Regan.'' gumamnya pelan, sambil mencoba berdiri, namun tiba-tiba tubuhnya terasa limbung
'' Aakkhhh,'' pekik Windy yang hampir saja jatuh, untung dengan cepat Regan langsung sigap menangkap tubuh gadis remaja tersebut jika tidak, mungkin Windy akan tersungkur diatas trotoar jalan.
Saat ini posisinya Regan sedang memegang pinggang dan bahu Windy, menahan agar gadis tersebut tidak jatuh.
1detik
2detik
3detik
Selama hampir beberapa detik mereka saling tatap, membuat jantung Windy berdetak dengan sangat kencang seperti orang yang habis berlari.
'' Kamu tidak apa-apa kan?'' tanya Regan yang tiba-tiba menyadarkan nya.
'' Oh i-iya bang aku gpp, makasih karna sudah menolongku.'' ucap Windy sedikit salah tingkah.
'' Kaki kamu kenapa? ayo sebaiknya duduk disana biar saya lihat.'' ucap Regan sambil menunjuk kursi yang tak jauh dari mereka berdiri.
Saat ini Windy duduk dibangku tersebut, tiba-tiba saja Regan berjongkok didepannya bermaksud untuk melihat keadaan kaki Windy.
'' Saya ingin melihat keadaan kakimu, coba sini biar saya lihat.'' ucapnya
Dan akhirnya Windy hanya pasrah saat kakinya disentuh oleh Regan.
'' Sebentar saya ambil obat untuk luka dikakimu.'' ucapnya lalu melangkah menuju mobil miliknya.
Tak lama Regan kembali dengan kotak obat ditangannya.
'' Sini biar saya obati, agar tidak infeksi.'' ucapnya sambil kembali berjongkok didepan Windy, membuat gadis itu menatapnya tanpa berkedip, bersamaan itu senyum dibibirnya pun terbit.
Aku gk nyangka ternyata bang Regan baik banget, dibalik sifatnya yang dingin dan terkesan cuek, ternyata dia sangat perduli pada orang lain, sepertinya perasaanku tidak salah sudah menyukainya, walau kenyataannya aku hanya bisa mengaguminya dalam diam.
Batin Windy.
Tanpa ia sadari juga ternyata perasaan yang dulu ia tujukan untuk Leo, sedikit demi sedikit, kini mulai ia berikan kepada Regan
'' Sudah selesai!" ucap Regan
'' Hah??
__ADS_1
'' Kok hah sih?'' tanya Regan sambil mengerutkan dahi.
'' Oh i-itu, kalau gitu makasih atas bantuannya bang.'' ucap Windy yang merasa bingung sendiri, sungguh dirinya saat ini sangat grogi didepan Regan, hingga membuat dirinya seperti orang bodoh.
'' Apa kamu bisa berjalan? atau mau saya antar pulang?'' tawar Regan
'' Gk usah bang, lagi pula saya mau kesupermarket depan itu ada sesuatu yang harus dibeli'' jelas Windy.
'' Tapi kaku kamu lagi sakit kan? apa bisa berjalan? atau mau saya saja yang belikan?'' tawarnya
'' Gk bang makasih, kalau gitu nanti saja belanjanya.'' sambungnya lagi
Mana mungkin aku biarkan bang Regan membantuku untuk membeli keperluanku, aku kan mau beli pembalut.
Batin Windy
'' Yasudah yuk biar saya antar kamu pulang kerumah.'' ajak Regan sambil membantu Windy yang sedikit kesusahan berjalan.
Sepanjang perjalannan menuju rumahnya Windy selalu mencuri pandang terhadap Regan, sedangkan lelaki tersebut juga menyadari jika dirinya terus diperhatikan oleh gadis yang saat ini ada disampingnya, namun Regan hanya berpura tidak tau.
'' Rumah kamu masih jauh?'' tanya Regan tanpa menoleh kearah Windy. Namun sepertinya gadis itu sama sekali tak mendengar ucapan Regan.
'' Windy, apa rumah kamu masih jauh??'' ulang Regan membuat Windy seketika tersentak.
'' Hah? iya? bang Regan bilang apa barusan?'' tanya gadis itu membuat Regan menghela nafas panjang.
Tiba-tiba Regan menepikan mobilnya, membuat Windy semangkin bingung.
'' Kamu ini kenapa melamun? ada masalah? karna saat saya ajak bicara kamu sama sekali tak mendengarkan.'' jelas Regan
'' T-tidak ada masalah kok bang, emangnya tadi bang Regan bilang apa?
'' Tadi saya tanya rumah kamu masih jauh?
'' Oh, udah dekat kok bang, itu bang dipersimpangan jalan lalu belok kanan.'' jelasnya. Regan mengangguk lalu kembali menjalankan mobilnya.
Aduuh kenapa aku jadi kelihatan bodoh gini sih, pasti bang Regan jadi ilfil sekarang sama aku.
Batin Windy dengan wajah cemberut, Regan sempat melihat ekpresi wajah gadis yang berada disampingnya, membuatnya tersenyum tipis sambil menggeleng pelan.
Next
__ADS_1