CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Leo Yang Penasaran


__ADS_3

Jangan bosan-bosan ya buat kalian para readers, untuk terus kasih dukungan sama karya receh otor ini, biar otornya lebih semangat lagi nulisnya,, silahkan komen juga nanti pasti otor balas.


♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧


Dreet-dreett


Terdengar suara telpon berbunyi membuat seorang gadis remaja langsung mengambil benda pipih miliknya diatas dashboart mobilnya.


''Nomor siapa nih? udahlah gk penting juga, palingan orang iseng,'' gumam gadis tersebut sambil keluar dari mobil nya karna memang ia baru saja pulang sekolah.


Saat gadis itu melangkah menuju rumahnya ponselnya kembali berdering, karna merasa terganggu akhirnya gadis tersebut mengangkatnya


''Hallo siapa ini?


''Galak amat, kamu tidak lupakan dengan hutangmu?'' ucap seseorang dari seberang telpon


''Siapa sih,hutang?hutang apa maksudnya.


Batin gadis tersebut.


''Hallo kamu masih disana kan?


''Iya, maksud anda apa ya? hutang apa? dan anda ini siapa? gadis tersebut terus bertanya pada si penelpon.


''Wah-wah-wah, baru tiga hari sudah lupa aja, apa jangan-jangan kamu memang gk ada niat ya bayar hutang kamu sama saya gadis kecil.'' sambung orang tersebut, membuat gadis remaja itu mengerutkan dahi


''Oh kamu mas-mas yang nyebelin itu ya? yang mobilnya gue tabrak kemarin?'' ucapnya yang tak lain adalah Windy


''Akhirnya kamu ingat juga, sekarang saya minta kamu datang kesini untuk membayar biaya perbaikan mobil saya!" ucap nya yang ternyata adalah Leo


''kemana?


''Kebengkel yang ada dijalan xx sekarang saya tunggu!


kliik, tiba-tiba Leo mematikan ponselnya secara sepihak, membuat Windy mendengus kesal


''Dasar nih orang, gk ada sopan-sopannya main matiin gitu aja.'' gerutu Windy


Dan akhirnya mau tak mau Windy kembali melangkah menuju mobil miliknya dan langsung menuju bengkel yang dimana saat ini Leo berada setelah sebelumnya Windy sudah dikirimkan alamatnya.


Beberapa saat kemudian Windy sampai disebuah bengkel mobil yang lumayan besar, setelah turun matanya langsung mengedarkan pandangannya kearah bengkel tersebut.


''Mana tuh orang,'' gumamnya sambil terus mencari sosok Leo

__ADS_1


Sedangkan didalam sebuah ruangan, ada seorang pemuda yang sedang memperhatikan seorang gadis remaja yang memakai baju seragam sekolah yang baru saja keluar dari mobil, ya dia adalah Leo, karna ruangan yang ia gunakan terbuat dari kaca,, yang memang dapat melihat dari luar, namun dari luar tak dapat dilihat karna gelap.


''Ternyata dia memang bocah, tak ku sangka dibalik tubuhnya yang berisi dia adalah seorang pelajar SMP gumam Leo sambil tersenyum simpul.


Leo mengambil telpon genggamnya dan mengetik sebuah pesan disana.


Ting... terdengar ada notif pesan di ponsel milik Windy


''Hei bocah, kamu ngapain terus berdiri diluar? masuklah saya ada didalam.'' isi pesan dari Leo


''Sialan, dia bilang gue bocah awas aja loe.


Gerutu batin Windy, ia langsung melangkah masuk kedalam ruangan yang beberapa meter dari bengkel tersebut.


Setelah masuk mata Windy langsung mencari sosok Leo.


''Itu dia orangnya.'' sambil melangkah mendekati dimana Leo duduk


''Berapa saya harus bayar ganti ruginya?.'' ucap Windy to the point.


Leo yang saat itu sedang melihat layar ponselnya langsung menatap kearah sumber suara.


''Duduklah dulu, jangan terburu-buru.'' ucap Leo santai sambil memindai penampilan Windy


''Ada apa?kenapa anda menatap saya seperti itu? ketus Windy tak suka


''Saya hanya tidak menyangka ternyata kamu memang benar-benar bocah ya? saya kira kamu su--,''


''Gk usah ngejek anda! memangnya kenapa kalau saya masih pelajar SMP masalah buat anda? sudahlah cepat berapa biaya yang harus saya bayar,saya gk punya banyak waktu untuk meladeni orang seperti anda.'' memotong ucapan Leo


''Baiklah ini kwitansi yang harus dibayar,kamu hanya perlu nambah setengahnya.'' ucap Leo sambil meletakkan kertas tersebut diatas meja.


Sebenarnya Leo bukannya tak mampu untuk membayar biaya kerusakan mobilnya sendiri, karna selain dia seorang asisten dari wakil CEO, Leo juga terlahir dari keluarga yang cukup kaya.Namun ia hanya merasa penasaran pada sosok gadis yang ada didepannya saat ini, agar dirinya bisa bertemu dengannya lagi hanya cara ini yang dapat ia lakukan.


*


*


*


Saat ini Niken sedang makan siang dimeja makan sesekali tangannya bermain dengan layar ponsel miliknya.


''Kalau makan itu jangan sambil bermain ponsel dong sayang.'' ucap suara seseorang yang ternyata adalah mama Lidya

__ADS_1


''Hehe, lagi bales pesan dari Windy mah.'' jawabnya sambil nyengir, setelah itu meletakan kembali ponsel miliknya diatas meja.


''Oya sayang kamu sudah punya gaun yang akan dipakai waktu pesta pertunangan om Rayen nanti gk?'' ucap mama Lidya yang kini sudah duduk dihadapan Niken


Mendengar ucapan ibunya seketika nafsu makan gadis itu hilang, dan ia langsung menyingkirkan piring miliknya.


Lidya memperhatikan apa yang dilakukan anak gadisnya itu.


''Kamu kenapa? mama perhatikan setiap mama bicara tentang pertunangan om Rayen, kamu selalu tidak semangat kenapa sih?'' mama Lidya begitu penasaran akan sikap putrinya itu


''Gk apa-apa ma, mungkin kemarin itu aku hanya lelah saja.'' ucapnya berkilah


''Kamu yakin?? atau jangan-jangan karna kamu tidak suka melihat om kesayangan kamu itu bertunangan dengan wanita lain heem??'' goda sang mama


''Apaan sih mah, lagi pula kalau pun aku bilang gk setuju dengan pertunangan ini apa om Rayen akan membatalkan begitu saja pertunangannya dengan si tante pirang? enggak kan?''


''Kenapa tidak?'' ucap seseorang membuat kedua wanita beda usia itu menoleh secara bersamaan pada sumber suara.


''Om Rayen.'' gumam Niken sambil menatap sosok lelaki yang selalu mengisi ruang hatinya.


''Duuh, kenapa jantungku bedetak cepat sekali,dan kenapa sih dia harus datang rasanya aku masih malu kalau harus bertemu dengannya, mengingat terakhir kami bertemu saat insiden memalukan itu, tapi kayaknya om Rayen biasa saja, sepertinya aku juga harus bersikap biasa, anggap saja tidak pernah terjadi.


Ucap batin Niken.


''Kenapa tidak??'' ulang Rayen yang kini sudah ikut bergabung dimeja makan.Matanya terus menatap pada Niken,membuat gadis remaja itu salah tingkah.


''Rayen kamu ini ada-ada saja, becandanya,,tumben pulang cepat kamu sendiri aja? apa mas Frans masih dikantor?'' ucap Lidya


''Sebenarnya tadi ada jadwal meeting hanya saja tiba-tiba rekan bisnis dari PT. CAHAYA GRUP tiba-tiba mengalami kecelakaan dan sekarang bang Frans dan Leo sedang menjenguknya dirumah sakit.'' jelas Rayen


''PT.cahaya grup sepertinya tidak asing.'' gumam Niken pelan


''Terus kenapa kamu gk ikutan jenguk?'' sambung Lidya


''Tadinya sih niatnya mau ikut, tapi suami nya mba bilang tidak usah, karna dia sendiri yang akan melihat nya dirumah sakit, jadi ya akhirnya aku pulang.'' jawabnya


Lidya memperhatikan putrinya hanya diam sejak kedatangan Rayen, ia berpikir sepertinya harus meninggalkan mereka sebentar untuk bicara.


''Kalian ngobrol lah dulu mama mau keatas dulu.'' ucap Lidya yang kemudian bangkit dari duduknya.


''Oya Ray kalau mau makan ambil saja didapur.'' sambung Lidya yang langsung naik keatas.


''Iya mba.'' jawab Rayen tersenyum,setelah itu pandangannya kembali beralih pada Niken yang saat itu terlihat sedang sibuk memainkan ponsel.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2