CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Kepergok Lagi


__ADS_3

Saat ini Niken dan Putri sedang dalam perjalanan menuju pulang.


''Ken gue laper nih, gimana kalau kita makan dulu? lagian ini udah mendekati jamnya makan siang.'' ucap Putri sambil melihat jam yang ada dipergelangan tangannya.


''Yaudah yuk, kebetulan aku juga laper.'' jawab Niken.


Saat ini jam sudah menunjukan pukul setengah dua belas siang, kini mobil yang ditumpangi Niken dan Putri sudah berada disalah satu restoran.


''Yuk turun!" ajak Putri setelah memarkirkan mobilnya.


Niken dan Putri melangkah memasuki restoran tersebut, sambil matanya mencari tempat yang akan mereka gunakan untuk makan.


''Putri disebelah sana saja yuk!" ajak Niken sambil melangkah menuju tempat yang ia tunjuk.


Tak lama mereka duduk, ada seorang pelayan yang menghampiri meja mereka.


''Selamat siang mba, mau pesan apa??'' tanya pelayan tersebut.


''Saya mau pesan yang ini, ini dan ini.'' ucap Putri sambil menunjuk makanan yang ada digambar menu.


''Kalau nona yang mana??


''Saya samaain aja mba.'' jawab Niken.


''Baiklah mohon ditunggu sebentar ya mba.'' ucap nya setelah itu ia pun langsung pergi kebelakang.


Sambil menunggu keduanya menyibukan diri dengan ponsel masing-masing.


Mas Rayen belum menghubungiku, ataupun mengabariku lewat pesan, apa mungkin dia sesibuk itu ya? kasian sekali dia pasti lelah, karna banyak kerjaan yang menumpuk, oya aku lupa, tadi kenapa aku gk tanya kak Leo ya tentang mas Rayen ?


Batinnya menyesal tidak bertanya tentang keadaan Rayen pada Leo.


Saat asik melamun tiba-tiba Niken dijagetkan dengan suara Putri.

__ADS_1


''Niken .Niken coba lihat itu! itukan suami loe?'' ucap Putri heboh tangannya terus menunjuk pada seseorang yang baru masuk kedalam restoran. Niken mengikuti arah pandang Putri kemudian tiba-tiba jantungnya berdetak lebih cepat dari sebelumnya saat melihat memang benar suaminya lah yang datang kerestoran tersebut, namun yang membuat jantungnya berdetak lebih cepat adalah karna melihat suaminya itu ternyata tidak datang sendiri, melainkan datang bersama seorang wanita cantik, dan Niken tau siapa wanita itu, dia wanita yang sama saat kemarin dirinya melihat dicafe bersama suaminya.


Tangan Niken terkepal kuat, matanya menyorot tajam pada mereka, terlihat dada nya juga mulai naik-turun karna menahan emosi, pasalnya Niken melihat wanita itu terus menempel pada suaminya bahkan terlihat dia sedang memegang lengan Rayen.


''Astaga, om Rayen selingkuh Ken dari loe? gk salah itu? malah wanita nya cantik banget lagi.'' ucap Putri tanpa sadar, membuat Niken menatap horor kearahnya, Putri yang menyadari jika dirinya salah bicara langsung menutup mulutnya sendiri dengan kedua tangannya.


''Hehe, maaf Ken gk sengaja.'' ucap nya sambil nyengir.


''Tapi siapa wanita itu ya? kok bisa nempel banget kayak gitu? om Rayen diam aja lagi dipegang gitu tangannya.'' ucap Putri tanpa sadar, membuat Niken semangkin berang melihat keduanya, namun ia masih mencoba menahan dirinya saat ini.


''Putri melirik pada sahabatnya yang saat itu hanya diam.


''Ken loe gpp kan? kira-kira loe kenal sama wanita yang bersama suami loe itu??'' tanya Putri


''Ya, aku pernah melihatnya sebelumnya, kata mas Rayen dia itu rekan kerja diperusahaan mereka.'' jelas Niken


''Oh gitu, tapi kok mereka sepertinya terlihat dekat banget deh Ken, loe gk curiga gitu? jangan-jangan mereka punya hubungan lagi coba deh loe telpon dia, kira-kira suami loe bilang apa?, jujur gk dia kalau saat ini sedang makan bersama perempuan?!'' ucap Putri, terlihat malah gadis itu yang meletup-letup menahan emosinya.


Tut-tut-tut


Panggilan tersambung, namun masih belum ada tanda-tanda bahwa yang dihubungi akan mengangkat telpon darinya.


Niken menggenggam ponselnya yang terus memberikan nada panggil, sementara matanya mengarah pada sang suami yang masih belum mengangkat teepon darinya.


Kenapa lama sekali mas Rayen mengangkatnya, apa wanita itu lebih penting ketimbang mengangkat telpon dariku.


Batin Niken,pandangannya sama sekali tak luput dari dua orang manusia yang saat ini sedang menikmati makanannya.


''Kenapa Ken? suami loe gk angkat telpon dari loe??'' tanya Putri sambil memperhatikan ponsel yang ada digenggaman Niken.


''Dia gk angkat Put,'' jawab Niken dengan nada bergetar, Putri tau Niken sedang menahan tangisnya.


''Kurang ajar banget suami loe, udah tau istrinya nelpon kenapa dia gk mau angkat, apa dia sengaja? waah ini benar-benar gk bisa dibiarin nih, gue akan labrak mereka berdua.'' ucap Putri geram, kini ia sudah berdiri untuk bersiap melabrak keduanya, namun ditahan oleh Niken, ia tak mau ada keributan disana, namun sepertinya Putri benar-benar meradang, ia tak terima jika sahabatnya diperlakukan seperti ini.

__ADS_1


''Niken loe bangkit dan ikut gue kemeja mereka sekarang!" ucap Putri sambil menatap pada Niken.


''Putri udahlah, sebaiknya kita gk usah buat keributan disini.'' ucap Niken.


''Oo,,, tidak bisa, gue harap loe jangan larang gue buat ngelabrak laki loe itu, enak aja dia berduaan kayak gitu, gue sebagai sahabat loe gk terima semua ini.'' ucap Putri geram.


''Udah ayoo dong Ken! kalau loe gk mau gue yang akan kesana.'' ucapnya sambil melangkah meninggalkan Niken dan menuju meja dimana Rayen dan wanita itu berada.Karna tak ingin terjadi sesuatu akhirnya Niken ikut bersamanya.


''Put, tunggu! kamu dengerin aku dulu deh! kamu jangan buat keributan dimeja mereka, udah biar aku aja ya yang bicara disana kamu diam aja!" ucap Niken, ia tak ingin Putri membuat onar disana, karna Niken sangat tau bagai mana jika sahabatnya itu marah.


''Yaudah, tapi loe harus tegas ya Ken jangan lembek, awas aja kalau loe lembek gue akan sosor tuh pelakor.'' ucap Putri yang masih geram.


Kini kedua kembali melangkah menuju meja dimana Rayen dan wanita itu berada.


''Eekhem, selamat siang om Rayen? kayaknya asik banget ya makannya.'' Rayen yang saat itu sedang menikmati makanannya langsung menoleh keasal sumber suara.


''Ni-niken? kamu disini sayang?'' tanya Rayen, tiba-tiba saja wajahnya berubah pias, ia menoleh wanita yang ada disebelahnya, yang saat itu juga menoleh padanya, wanita itu penasaran dengan sebutan kata sayang yang Rayen ucapkan pada gadis berseragam SMA tersebut. Ia tiba-tiba ingat jika dirinya pernah bertemu dengan Niken sebelumnya.


''Hai, kita ketemu lagi? kamu keponakannya Rayen kan? kamu masih ingan aku gk?'' tanya wanita tersebut.


''Iya, tentu saja saya masih mengingat anda tante.'' jawab Niken datar.


Rayen menelan ludahnya kasar saat mendengan ucapan yang keluar dari bibir istrinya, datar dan terkesan dingin.


''Oya Putri dia ini rekan kerjanya om Rayen, kami pernah bertemu sebelumnya disalah satu cafe.'' jawab Niken, matanya terus menatap pada suaminya yang masih mematung ditempatnya.


''Maaf tante, apa boleh kami bergabung bersama kalian disini? karna sepertinya semua meja yang ada disini sudah penuh.'' ucap Putri, sebagai seorang sahabat ia tau apa yang harus dilakukannya.


''Oh, tentu saja gpp ia kan Ray?'' tanya wanita itu. Namun sebenarnya dalam hati ia merasa sangat terganggu dengan kedatangan Niken dan Putri.


''I-iya yang dikatakan Mika benar, kalian boleh duduk disini.'' jawab Rayen gugup. ya wanita yang sedang bersama Rayen adalah Mika.


Next

__ADS_1


__ADS_2