
Niken masih memandangi benda tersebut dengan senyum yang terus menghiasi bibirnya, dan ya benda yang saat ini ia pegang adalah test pack miliknya yang terlupakan. Didalam test pack tersebut memperlihatkan garis dua berwarna merah, yang menandakan jika saat ini Niken sedang hamil.
'' Jadi beneran loe juga baru tau??'' Putri kembali bertanya, ia pikir Niken memang sengaja tidak ingin memberitahukan tentang berita tersebut pada mereka.
'' Iya, aku lupa tadi pagi setelah aku tes, aku langsung meletakannya begitu saja karna tiba-tiba perutku sakit, eh malah lupa mengambilnya kembali.'' jelasnya
'' Selamat ya Ken, sebentar lagi loe akan menjadi mama, senengnya.'' ucap Windy ikut merasa bahagia
'' Iya, selamat ya, sebentar lagi gue akan dipanggil aunty.'' ucap Putri sambil tersenyum membayangkannya.
'' Iya makasih ya? aku juga gk nyangka akan secepat ini.'' ucapnya yang masih tak percaya.
'' Terus apa rencana loe? kalau menurut gue sih mending loe homescholing seperti gue kemarin, soalnya kalau loe terus maksain sekolah terlalu berisiko, belum lagi perut loe yang nantinya terus membesar, anak-anak kan gk ada yang tau kalau loe itu sudah nikah, jadi kalau menurut gue loe homescholing aja deh.'' ucap Windy menyarankan
'' Iya, bener tuh kata Windy,'' sambung Putri
'' Iya, nanti aku bilang dulu sama mas Rayen, oya ingat ya kalian jangan bilang siapa-siapa tentang kehamilanku ini!" ucap Niken memperingatkan kedua sahabatnya tersebut.
Putri dan Windy tidak menjawab, namun keduanya kompak mengangkat tangan didepan bibir masing-masing, lalu memperagakan seperti orang yang mengancing reksleting, yang artinya tutup mulut, Niken sontak terkekeh geli melihat kekompakan kedua sahabatnya itu.
Waktu berlalu dengan begitu cepat, tak terasa jam sudah menunjukan pukul lima sore, kedua sahabat Niken pun sudah pulang sejak satu jam yang lalu, Niken masih ingat betul bagai mana kedua sahabatnya tersebut begitu cerewet pada dirinya, melebihi mama Lidya, saat hamil gk boleh ini dan itu, membuat kepala Niken pusing tujuh keliling, namun Niken tetap merasa bahagia karna itu artinya kedua sahabatnya itu sangat sayang dan peduli padanya.
__ADS_1
Saat ini gadis itu sedang berada dalam kamar, ia baru saja selesai membersihkan tubuhnya, Niken mengambil gaun tidur diatas lutut dengan model bagian depan yang memang selalu menampilkan kedua daging kenyal miliknya.Niken yang terlalu asik berdiri didepan cermin hingga tak menyadari kedatangan suaminya.
'' Sayang kamu sedang apa hem?'' Rayen melangkah mendekati sang istri yang masih berdiri didepan cermin.
'' Aku hanya memperhatikan tubuhku saja kok mas.'' jawabnya sambil membalikan badannya menghadap Rayen
'' Ada apa dengan tubuhmu? sepertinya gk ada yang aneh, malahan yang mas lihat kamu semangkin berisi dan seksi.'' ucap Rayen membuat Niken tersipu.
'' Pintar banget muji.''
'' Ini benaran sayang, kamu itu satu-satunya wanita yang sangat mas cintai, dan sampai kapan pun akan tetap seperti itu.
'' Aku juga mas, sampai kapanpun hanya kamu seorang yang ada dihatiku, satu-satunya laki-laki yang mampu memiliki hatiku.'' ucapnya, Niken sambil mengalungkan tangannya dileher sang suami, kemudian langsung mencium bibir tebal milik Rayen, dan dengan senang hati Rayen langsung membalasnya, menjelajah kedalam rongga mulut sang istri, mengabsen setiap inci yang ada disana, tangan yang tadinya dipinggang kini turun kebagian inti milik Niken, mengusap lembut disana hingga membuat Niken melenguh nikmat.
Rayen yang mengerti jika istrinya itu sudah terang*sang segera bertindak, ia mengangkat tubuh Niken keatas meja rias kemudian menaikan kedua kakinya disana lalu menekuknya, perlahan ia membuka lebar kedua paha sang istri, hingga terpampanglah gundukan daging tembem milik sang istri, Rayen juga dapat melihat sedikit kerang merah yang mengintip dari celah segitiga yang dikenakan sang istri, Rayen berjongkok, mensejajarkan wajahnya dengan gundukan daging merah itu, Rayen mendekatkan hidungnya, menghirup aroma khas yang keluar dari kerang merah tersebut, aroma yang membuatnya selalu terang*sang hebat, dengan tidak sabar Rayen menyentuh titik sensitif tersebut, lalu menarik dan menyingkirkan kain tipis itu kesamping dengan jarinya, hingga terlihatlah kerang merah dengan daging kecil dibagian tengahnya, terlihat sedikit mencuat, mungkin karna Niken sudah terang*sang.
'' Mas, cepat nikmati aku!" ucap Niken dengan pandangan sayu, ia menatap suaminya dengan penuh permohonan, agar suaminya itu segera menikmati tubuhnya.
Rayen tersenyum saat melihat istrinya sudah mulai gelisah, Rayen juga melihat mata yang berkabut gairah.
'' Mas, cepetan hisap,aku udah gk tahan.'' Niken kembali bersuara.
__ADS_1
'' Iya sayang mas akan membuatmu puas.'' setelah mengatakan itu Rayen langsung melahap kerang merah yang sejak tadi dianggurin olehnya, untung masih segar jadi tidak akan ada lalat yang menempel disana.
Mata Niken terpejam, menikmati permainan mulut dan lidah suaminya yang lihai, suara desa*han pun tak terelakan lagi, Rayen memang pandai membuatnya bahagia.
'' Oya, ya mas Rayen, disitu mas, iya mas masukan lidah mas lebih dalam.'' racaunya sampil menekan kepala Rayen hingga menempel dengan kerang merah istrinya membuat Rayen sedikit kesulitan bernafas karna Niken terus menekan kepalanya. Hampir sepuluh menit Rayen bermain disana, namun ia masih belum puas dan tak ingin berpindah dari sana, ia ingin membuat istrinya mencapai puncak dengan permainan lidahnya yang sedikit kasar.
'' Oh mas Rayen, ini enak banget sayang, mas sungguh pintar membuatku melayang.'' setelah mengatakan itu tubuh Niken langsung bergetar menadakan bahwa ia akan meraih kenikmatannya, Niken menjepit kepala Rayen dengan kedua pahanya hingga ia merasakan ada cairan hangat keluar dari intinya, Rayen yang sadar bahwa istrinya sudah mencapai or*gas*me langsung menghisap cairan tersebut hingga bersih, rasanya benar-benar gurih ini adalah kenikmatan tersendiri untuknya.
Rayen berdiri lalu mengecup lembut bibir istrinya, Niken merasakan sedikit asin saat Rayen mengecup bibirnya, Niken tau jika itu adalah rasa dari ****** ***** miliknya yang tadi dihisap oleh suaminya itu.
'' Sayang istirahatlah, mas mau mandi dulu, nanti kita lanjut lagi ya?'' Rayen berucap sambil mengerlingkan matanya, setelah itu ia langsung melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Niken membuka laci, lalu mengambil test pack, ia memandang benda tersebut sambil terus tersenyum.
'' Pasti mas Rayen akan senang jika tau aku sekarang sedang mengandung anaknya.'' gumamnya.
Niken menunggu suaminya keluar dari kamar mandi sambil memainkan ponsel miliknya, ia membuka chat digrup yang hanya ada tiga nama disana yaitu Windy, Putri dan dirinya sendiri. Niken melihat kedua sahabatnya sedang online, Niken menscrol satu persatu percakapan mereka.
'' Waah, ternyata kalian sejak tadi lagi ngegosipin aku ya?'' Niken mengirim pesan tersebut kegrup membuat kedua sahabatnya langsung membalas ucapannya. Niken tersenyum melihat balasan demi balasan dari kedua sahabatnya itu, hingga tak menyadari ternyata suaminya sudah keluar dari kamar mandi, Rayen yang melihat istrinya terus tersenyum saat menatap layar ponselnya merasa penasaran, dengan langkah pelan ia pun mendekati istrinya yang saat itu berada diatas tempat tidur.
Next
__ADS_1
Jangan lupa jejaknya ya guys agar otornya tetap semangat nulisnya 😘🤗