CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Akting Misya


__ADS_3

Misya mengirim pesan pada pak Gibran yang isinya.'' Pak saya gk mau tau, bapak harus membuat Putri keluar dari sekolah ini, bapak kan kepala sekolah jadi pasti bapak gampanglah mengeluarkan Putri.'' begitulah isi pesan yang ia kirim pada kepala sekolah tersebut.


Terlihat pak Gibran membalas pesan yang dikirim oleh Misya.'' Tidak segampang itu Misya, walau bagai mana pun Putri adalah anak dari donatur tetap disekolah ini bagai mana jika Putri keluar, otomatis orangtuanya pasti tidak akan menjadi donatur disini lagi kamu barus mengerti itu.'' bals pk Gibran dalam chatnya.


Ck, apaan sih pak Gibran ini, selama ini kan aku kasih semuanya untuk dia, kenapa hanya untuk mengeluarkan Putri saja dia gk bisa.


Batin Misya.


'' Pak tolonglah, sebaiknya masalah ini diselesaikan secara baik-baik, anak saya tidak mungkin melalukan semua yang dituduhkan.'' ucap Ambar berharap kepala sekolah tersebut tidak memperpanjang masalahnya.


'' Maaf bu, tapi saya melihat semuanya dengan mata kepala saya sendiri, wajar memamg, ibu sebagai orang tua melindungi anaknya, tapi apakah selama ini ibu tau jika kelakuan Putri diluar seperti apa? Apakah ibu juga tau jika anak ibu itu selalu menghina saya? Saya memang dari keluarga miskin bu, tapi bukan berarti seenaknya anak ibu bisa menghina saya, mentang-mentang anak orang kaya serasa bebas menghina orang lain, dan tadi jelas-jelas saya melihat mereka berbuat mesum disekolah, jadi Putri harus diberikan sangsi, jangan mentang kalian banyak duit, jadi bisa melakukan segala cara ya, coba lihat saya! Saya anak orang tidak mampu, tapi saya bisa bersekolah disini karna prestasi saya, makanya saya bisa mendapatkan beasiswa.'' ucapnya panjang lebar, dan itu semua membuat Putri jengah.


'' Dan mungkin sebentar lagi beasiswa yang loe maksud itu akan segera dicabut.'' sambung Putri.


'' Apa maksud kamu? eh Putri, jangan mentang-mentang disini ada kedua orangtua kamu maka saya akan takut ya, mungkin mereka akan membelamu dan mati-matian menutupi kesalahan kamu, tapi sebagai saksi aku akan tetap menuntut keadilan, bagai mana nasip sekolah kita, jika seorang asusila masih diijinkan bersekolah disini.'' Misya terus berbicara seolah semua yang ia katakan benar.


Dasar wanita berlidah ular, bisa-bisanya dia memutar balikan fakta.


Putri benar-benar merasa geram dengan gadis itu, namun ia masih bersabar


Ambar menatap putrinya dengan sendu, dalam hati ia berpikir apakah selama ini dirinya benar-benar sudah gagal dalam mendidik anak-anaknya, ia sadar selama ini memang tidak pernah ada untuk Putri mau pun Regan, mereka terlalu sibuk dengan bisnis, hingga kurang memperhatikan anak-anaknya, mungkin karna kekurangan kasih sayang membuat Putri berubah menjadi anak yang nakal,pikirnya.

__ADS_1


'' Maah, kenapa mama menatapku seperti itu? aku tidak melalukannya, apa mama tidak percaya padaku, apa mama lebih percaya pada gadis busuk ini ketimbang anak mama sendiri?'' Putri benar-benar merasa kesal sekaligus juga sedih karna mama nya sendiri lebih percaya pada orang lain ketimbang pada dirinya.


'' Bukan begitu sayang, mama hanya berpikir selama ini mama dan papa memang kurang memperhatikan kalian, sehingga mungkin membuat kalian terjerumus dalam pergaulan yang salah.'' Ambar bicara sambil melirik Rangga sekilas. Secara tidak langsung Ambar menyalahkan pemuda itu, padahal selama ini Rangga lah yang mati-matian menjaga agar milik kekasihnya itu tetap suci.


'' Asal mama tau, walaupun mama dan papa sibuk dengan urusan kalian, tapi Putri aku pastikan tidak akan melakukan hal seperti itu, tidak dirumah apa lagi sampai melakukannya disekolah.'' tiba-tiba Regan datang dan menyangkal semuanya karna ia juga yakin semua itu tidak benar.


Duh siapa lagi sih ini, tampan sih tapi kayaknya keluarga cewek bar-bar itu deh.


Batin Misya


'' Ekhm, maaf anda siapa ya? kenapa seyakin itu? yang melihat kejadiannya kan hanya saya, mengapa kalian semua seolah tak percaya?''


'' Justru karna hanya kamu yang melihat kejadian itu, siapa yang menjamin jika kau tidak melebih-lebihkan semua nya, bisa saja kan semua itu hanya rencana mu untuk memfitnah adik saya.'' sambung Regan, semua yang ada disana hanya diam tak bicara, begitu pula pak Gibran selaku kepala sekolah.


Batin pak Gibran.


'' Emm, Misya begini saja sebaiknya ini kita bicara kan secara baik-baik saja gimana?'' tiba-tiba kepala sekolah itu mulai meminta Misya untuk mencoba bicara.


'' Loh pak, kenapa bapak tiba-tiba menjadi seperti ini? jangan bilang pak Gibran takut dengan mereka? saya tau disini orang kaya lah yang berkuasa, tapi yang saya katakan benar adanya, pak guru, bu guru sekalin saya tidak berbohong, kenapa suara orang miskin seperti saya tidak didengarkan sama sekali, saya hanya berkata jujur, dan saya juga tidak mau mereka jadi contoh yang buruk pada generasi berikutnya nanti, dan keadilah harus ditegakan disekolah ini, tidak perduli orang miskin arau orang kaya sekalipun.''


Sialan nih pelakor benar-benar ****** profesional, kelihatannya aja polos, ternyata dia licik kayak kancil, kita lihat setelah ini apa loe masih bisa menyalahkan orang lain.

__ADS_1


Regan mendekati Putri, dan duduk disampingnya.'' Katakan sama abang apa yang sebenarnya terjadi? Tadi Windy menghubungi abang dan ia menceritakan semuanya, makanya abang langsung datang kesini, abang sangat khawatir sama kamu kamu gpp kan?''


''Abang tenang saja aku bisa mengatasi semuanya,'' ucap Putri terlihat santai, berbeda dengan halnya Rangga, ia jadi semangkin merasa bersalah karna membuat Putri berada dalam masalah seperti ini.


Putri maaf kan aku karna sudah membuatmu dalam masalah, tapi aku janji gk akan membiarkanmu sampai keluar dari sekolah ini, biarlah aku saja yang keluar jika memang memgharuskan itu terjadi.


Batin Rangga.


Misya melihat semua orang masih berdiskusi.'' Kenapa kalian lama sekali mengambil keputusan? bukankah ini sangat mudah ya, kenapa harus dibuat lama, Putri dan harus mendapatkan hukumannya.'' ucap Misya dengan lantangnya,


''Wah-wah-wah, benar-benar penipu ulung ya kamu, enak saja menyalahkan orang lain, kau yang makan nangka kenapa gue yang harus kena getahnya? sudah cukup ya semua sandiwara busuk loe itu.'' Putri mulai geram


Semua orang menatap kearah Putri, dengan tatapan penuh tanda tanya,'' Putri apa yang kamu bicarakan? bukankah disini yang jadi tersangka itu kamu, kenapa tiba-tiba kamu menyalahkan Misya.'' ucap salah satu seorang guru perempuan.


'' Itu sudah biasa saya terima bu guru, orang kecil seperti saya yang memang tidak punya kekuasaan hanya bisa menerima jika ada orang yang menjelekan saya.'' sambung Misya, ia seperti mendapat angin segar karna ada salah satu guru yang membelanya.


'' Aku benar-benar sudah tidak tahan mendengar semua sandiwara busukmu itu.'' Putri melangkah menuju Misya kemudiaan langsung menjambak rambut gadis itu karna sudah membuatnya sangat geram.


'' Aaww,, apa-apaan kamu Putri!! teriak Misya marah, sambil meringis menahan sakit karna rambutnya ditarik keras oleh Putri


'' Itu belum seberapa, sekarang kamu rasakan ini.

__ADS_1


Plaaakkkk....


Bersambung


__ADS_2