CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Emosi Viona


__ADS_3

Niken masih terlihat syok dengan apa yang barusan ia dengar.


''Apa aku gk salah dengar, apa om Rayen baru saja mengatakan cinta padaku, akhirnya penantian ku selama ini tidak sia-sia, akhirnya om Rayen membalas cintaku.


Batinnya senang


''Niken kamu dengar kan? dengan apa yang om bilang barusan?'' ucap Reyen karna melihat Niken belum merespon ucapannya.


''Niken,'' panggil Rayen sekali lagi, yang akhirnya membuat gadis itu langsung tersadar dari lamunan ya.


''I-iya om.'' jawabnya gugup


''Kamu tau,, sebenarnya sudah beberapa minggu yang lalu, entah kenapa om selalu merasakan perasaan aneh setiap kali berdekatan dengan mu,jantung om itu selalu berdetak lebih cepat dari biasanya, tadinya om merasa mungkin ada masalah dengan jantung om ini, namun setiap jauh dari kamu jantung ini kembali normal, dan begitu seterusnya, dan yang membuat om tak habis pikir, kenapa om merasa cemburu saat kamu dekat dengan laki-laki lain, dan itu bukan terjadi sekali saja bahkan perasaan ini juga sama seperti waktu om dulu jatuh cinta dengan Viona, dan disitulah om yakin kalau yang om rasakan sama kamu ini memang adalah perasaan cinta.'' jelasnya


Niken tersenyum lebar, tentu saja dia sangat senang mendengar nya, ia sudah sangat lama menantikan hari ini, namun seketika senyumnya memudar, saat ia kembali teringat dengan acara pertunangan Rayen yang akan dilaksanakan besok malam.


Niken melepaskan tangannya dari genggaman Rayen, lalu melangkah sedikit menjauh dari lelaki tersebut.


''Lalu bagai mana dengan tante Viona om? bagai mana dengan perasaan om dengannya saat ini? dan bukankah kalian masih menjalin hubungan, dan besok malam kalian berdua akan melangsungkan pertunangan bukan?'' ucap Niken dengan tubuh yang masih membelakangi Rayen.


''Sebenarnya kemarin om memang sempat berniat untuk meresmikan hubungan kami, namun beberapa minggu belakangan om merasa perasaan om dengan Viona mulai terasa hambar, awalnya om mengira mungkin karna terlalu banyak nya pekerjaan akhir-akhir ini hingga membuat pikiran dan perasaan om ikut terpengaruh, hingga saat Viona mengatakan ingin memajukan pertunangan kami , om juga tidak masalah, tapi ternyata semangkin kesini perasaan om pada nya semangkin hambar dan tak tersisa.'' jelasnya membuat gadis remaja itu mengannguk paham, setelah itu ia langsung tersenyum senang.


''Lalu apa om sudah mengatakan pada nya kalau perasaan om Rayen dengannya sudah tak ada lagi.'' ucap Niken


''Belum, tapi secepatnya om akan segera mengatakannya pada Viona.''


''Om, yang aku tau tante Viona sangat mencintai om Rayen,bagai mana kalau dia tak terima dengan semua ini?'' ucap Niken sedikit cemas

__ADS_1


''Kamu gk usah khawatir, om sudah pikirkan semua itu, yang terpenting sekarang kamu sudah tau kalau om juga mencintai kamu.'' ucap Rayen sambil membelai lembut wajah Niken.Membuat gadis remaja itu tersenyum lembut.


''Makasih om, karna sudah membalas perasaanku.'' ucap Niken sambil memeluk erat tubuh Rayen.Dan dengan senang hati Rayen juga membalas pelukan Niken dengan tak kalah erat.


''Yasudah sebaiknya kamu istirahat, om juga mau pulang karna nanti malam om akan menyelesaikan semuanya dengan Viona.'' jelas Rayen


''Kenapa harus nanti malam? kenapa gk sekarang saja?.'' ucap Niken dengan nada tidak suka


''Sepertinya dia sangat sibuk hari ini,makanya om memilih nanti malam saja.'' namun ucapan Rayen malah membuat Niken cemberut


'' Loh kenapa cemberut begitu sih? memangnya kata-kata om salah ya?


''Ia salah kalau dilakukannya malam hari, gimana kalau tante pirang itu malah bikin om tidak pulang setelah itu, dan malah memaksa om Rayen tidur di apartemennya?.'' ucap Niken membuat Rayen tersenyum, ia tau sekarang kenapa keponakannya itu cemberut ternyata ia takut kalau dirinya melakukan sesuatu dengan Viona.


''Ya kalau hanya menginap saja gpp kan?'' ucap Rayen mencoba menggoda Niken, namun siapa sangka reaksi Niken malah membuat jantung Rayen kembali berdetak kencang.


Saat ini keponakannya tersebut sedang membelai wajah Rayen lalu membisikan sesuatu padanya membuat Rayen langsung terpaku ditempat dengan wajah memerah. Lalu tanpa kata ia pun langsung keluar dari kamar Niken tanpa sepatah katapun,membuat Niken tersenyum puas.


Sedangkan didalam kamarnya Niken terus merutuki kebodohannya sendiri, bisa-bisa nya dia mengatakan hal memalukan seperti itu pada Rayen


''Haaiiss kok tadi aku bisa-bisanya berkata hal memalukan seperti itu ya, gimana kalau nanti om Rayen mengungkitnya lagi, ah biar sajalah bisa dipikirin nanti." gumamnya


*


*


*

__ADS_1


Jam sudah menunjukan pukul tujuh malam, saat ini Rayen sedang dalam perjalanan menuju apartemen milik Viona, karna memang ia bermaksud akan membicarakan tentang masalah pembatalah rencana pertunangan mereka, Rayen yakin pasti Viona sangat marah kalau sampai pertunangan mereka dibatalkan, namun Rayen juga tak ingin semangkin jauh melukai perasaan Viona jika pertunangan ini terus dilanjutkan Rayen yakin kalau dirinya hanya akan melukai hati dan juga perasaan Viona lebih dalam, karna memang saat ini rasa cintanya untuk Viona sudah tidak ada lagi.


Kini mobil yang ditumpanginya sudah sampai dibasment apartemen Viona,setelah memarkirkan mobilnya Rayen langsung keluar dan menuju lantai dimana tempat tinggal Viona berada.


''Hai sayang, kamu sudah datang?" ucap Viona sambil mendekati Rayen yang saat itu hendak menuju apartemennya.


"Viona ada yang ingin aku bicarakan sama kamu ini penting," ucap Rayen


"Sepertinya serius baget mas, emangnya masalah apa sih? apa ada hubungan ya dengan pertunangan kita?


" Iya, gimana kalau sekarang kita bicara dicafe depan sana saja? usul Rayen


"Yasudah yuk!" ajak Viona yang hendak menggandeng tangan Rayen, namun dengan cepat Rayen menjauhkan tangannya dari wanita itu.


" Kamu ingin bicara apa sih mas? kok sepertinya wajahnya tegang baget gitu?" ucap Viona setelah mereka sampai di cafe


Rayen menarik nafas dalam, lalu menghembuskannya perlahan, saat ini ia harus siap dengan kemarahan Viona pada dirinya.


" Vio sebenarnya aku ingin acara pertunangan kita dibatalkan." ucap Rayen, membuat Viona sedikit kaget.


" Mas kamu ini becanda ya? lagi ngeprank aku iya? kalau iya ini sama sekali gk lucu tau gk mas, udah ah, aku gk suka dengan candaan kamu mas." ucap Viona yang berpikir kalau Rayen hanya mengerjainya saja.


"Tapi aku tidak sedang becanda sekarang sama kamu Viona, aku ingin pertunangan kita segera dibatalkan." ulang Rayen serius.


"Apa?? dibatalkan kamu bilang? mas kamu ini sebenarnya kenapa sih? kenapa tiba-tiba bilang ingin membatalkan acara pertunangan kita begitu saja, kamu jangan main-main dong mas, kamu mau buat aku malu didepan teman-teman aku? iya?" ucapnya yang sudah mulai emosi


"Viona bukan begitu maksud ku, lagi pula untuk apa diteruskan jika perasaan kita sudah gk sama lagi." ucap Rayen membuat Viona menatap tajam pada Rayen

__ADS_1


"Maksud mas Rayen, mas sudah gk cinta lagi sama aku, iya??


TBC


__ADS_2