
Saat ini Niken dan Rayen sudah berada didalam apartemen.
''Sayang mas mau ganti baju dulu, kamu kalau mau minum ambil saja di lemari es.'' ucap Rayen sambil berlalu menuju kamarnya, sedangkan Niken memilih untuk mendudukan bokongnya disofa ruang tamu, rasanya tubuhnya sangat lelah saat ini.
Tak lama Rayen keluar dari kamarnya saat ini Rayen hanya menggunakan celana pendek berwarna hitam dengan atasan kaos berwarna putih.
''Sayang sepertinya kamu sangat lelah? sebaiknya istirahat saja dikamar.'' ucap Rayen.
''Gak mas, ini juga udah cukup, oya mas sebenarnya tadi mas mau bicara apa sama aku?'' tanya Niken yang masih merasa penasaran.
Rayen mendudukan tubuhnya disamping Niken.
''Sebenarnya begini, mas berencana ingin memberitahu kan tentang hubungan kita pada kedua orang tuamu, mas gk mau menjalin hubungan dengan sembunyi-sembunyi seperti ini lagi,mas takut nantinya mereka malah tau dari orang lain, dan pasti itu akan membuat mereka semangkin marah dengan kita.'' jelas Rayen
''Tapi aku takut mas, aku takut kalau mama dan papa gk setuju dengan hubungan kita, aku gk mau dipisahkan dari mas Rayen. aku gk akan bisa hidup tanpa mas.'' ucap Niken merasa cemas dengan apa yang akan terjadi setelah kedua orangtuanya mengetahui hubungan mereka nanti.
''Kita kan belum coba, jika misalkan nanti mereka tidak menyetujui hubungan kita, mas akan tetap mencoba untuk membujuk mereka untuk merestui kita, jadi kamu tenang ya!" ucap Rayen.
''Mana bisa aku tenang mas, sebaiknya nanti saja mas kasih tau pada mereka ya, jujur saja aku belum siap jika mereka sampai tau sekarang, karna aku takut nanti mereka--''
''Suutttt, mas kan sudah bilang kamu jangan mikir yang macam-macam.
Niken diam sejenak, entah apa yang dipikirkan gadis itu sekarang.
''Mas sebenarnya aku punya ide sih, aku yakin jika kita melakukannya mau tak mau pasti mama dan papa akan menyetujui hubungan kita.'' ucap Niken, namun ada keraguan dalam ucapannya.
''Tapi kenapa kamu seperti gk yakin dengan ucapanmu sendiri? memangnya apa rencana kamu?'' tanya Rayen merasa penasaran.
''Eemm,, itu sebenarnya---''
__ADS_1
''Sebenarnya apaan Niken?'' potong Rayen merasa tidak sabar dengan apa yang akan disampaikan kekasihnya itu, sebenarnya Rayen punya firasat tentang apa yang akan dikatakan Niken hanya saja Rayen ingin mendengarkannya secara langsung dari mulut kekasihnya itu.
''Mas aku rela menyerahkan milikku yang paling berharga sama kamu asalkan itu bisa membuat papa dan mama menyetujui hubungan kita, karna aku merasa hanya ini jalan satu-satunya agar mereka mau merestui kita mas, dan mereka gk akan ada cara lain selain merestui hubungan kita jika aku katakan aku sudah berhubungan intim dengan mas.'' ucap Niken dengan pandangan tertunduk karna malu.
Rayen tersenyum dalam hati, bisa-bisanya gadis kecilnya ini punya pikiran seperti itu.
''Apa kamu mau kita melakukan itu? sepertinya itu bukan ide yang buruk.'' ucap Rayen sambil memegang dagu Niken dan mengangkat sedikit wajah nya agar dapat ia lihat, membuat gadis itu seketika merasa gugup.
''Sayang, apa kamu mau kita melakukannya? jika memang ini jalan satu-satunya mas akan lakukan.'' ucap Rayen yang sebenarnya hanya menggoda Niken.
'' Iya mas, tekatku sudah bulat aku ingin kita melakukannya sekarang.'' Niken berucap yakin.
''Apa? sekarang? kenapa tergesa-gesa sekali, bukannya kita belum memberitu kedua orangtua mu tentang hubungan kita, jadi mas rasa ini belum saatnya sayang.'' jelas Rayen sambil membelai lembut wajah Niken.
''Sepertinya kekasih mas ini, udah gk sabaran banget ya pengen dimanjain.'' Rayen tersenyum genit membuat Niken merona dengan ucapannya.
''Mas, aku sangat mencintai mas Rayen, aku akan melakukan apa saja asalkan mas tetap berada disisiku.'' ucap Niken sambil membenamkan wajahnya didada bidang Rayen.
Niken memeluk tubuh Rayen, namun tangannya terus mera*ba kemana-mana membuat Rayen kegelian.
''Sayang tangannya jangan nakal dong, nanti mas balas baru tau.'' ancam Rayen, saat ini lelaki itu sedang membalas pesan dari rekan kerjanya.
''Coba aja, lagian siapa suruh saat sama aku mas malah asik pegang ponsel.'' ucapnya ngambek
''Ini dari Leo sayang, mas hanya membalas pesan yang ia kirim.'' jelas Rayen, setelah itu ia langsung meletakkan ponselnya diatas meja.
''Niken, sebenarnya mas kangen sekali sama kamu, apa kamu juga sama?'' tanya Rayen dengan pandangan yang mulai sayu
'' Iya mas, aku kangen sama kamu, dan juga kangen dengan sentuhanmu.'' jawab Niken malu, wajahnya sudah memerah seperti tomat.
__ADS_1
Rayen terkekeh pelan, ia merasa gemas dengan tingkah malu-malu kekasihnya itu.
DITEMPAT LAIN
Saat ini didalam sebuah kamar ada sepasang kekasih yang sedang bercumbu mesra.
''Sayang, ayolah, kamu boleh menikmatinya.'' ucap suara seorang gadis, ia menyuruh kekasihnya untuk menikmati setiap inci tubuhnya.
''Tapi aku takut,'' ucap sang pemuda tersebut.
''Kamu ini aneh deh, itu cocoknya dialog aku sebagai seorang wanita bukan kamu.'' ucapnya tergelak.
''Sayang, aku ingin sekali merasakan punya kamu memenuhi inti milikku, ayolah!" bujuk gadis tersebut, membuat pemuda itu merasa gelisah.Disatu sisi ia ingin sekali menerkam tubuh polos gadis yang ada didepannya saat ini, namun disisi lain ia tak ingin merusak masa depan gadisnya ini.
''Aku gk akan melakukan penyatuan dengan mu, tapi aku akan membuatmu tak akan pernah melupakan apa yang akan kulakukan pada mu hari ini.'' ucap nya
Tanpa menunggu lebih lama lagi pemuda itu langsung menyerang bibir gadis yang ada didepannya, bahkan gadis tersebut sudah sangat pasrah mau diperlakukan apa pun.
Perlahan ciuman nya turun kebawah melewati leher jenjang tak lupa memberi sedikit gigitan kecil disana hingga membuat sang gadis mengeliat karna geli.
''Aaahh, sayang enak sekali.'' ucap gadis tersebut saat wajah pemuda itu dibenamkan dibagian belahan payu*da*ra miliknya, bahkan gadis itu terus meracau saat bulatan kecil miliknya disedot dengan kuat oleh kekasihnya itu.
''Aahh,, iiyyaa teruus lebih dalam sayang.'' racaunya sambil terus menekan kepala sang kekasih.
Pemuda itu terus melakukan apa yang ingin dia lakukan, hasratnya juga sudah mulai membara, satu persatu kain yang melekat ditubuhnya nulai terlepas hingga tak ada satupun yang tertinggal, kini keduanya susah sama-sama polos.
Pemuda itu kembali melakukan aksinya, memcium, menjilat dan menyentuh yang ia mau, sang gadis mulai gelonjotan dengan apa yang dilakukan oleh pasangan nya tersebut.
Gadis itu berdebar saat merasakan sesuatu yang nengeras diarea pahanya, ia tau jika itu adalah pistol air milik kekasihnya, gadis itu yang tadinya menutup mata langsung membuka lebar matanya, pandangannya langsung ia tujukan pada bagian bawah miliknya.
__ADS_1
''Woow sayang punya kamu ternyata besar juga ya.'' ucapnya senang, ia langsung menyambar pistol air pemuda tersebut dan langsung digenggamnya, perlahan namun pasti gadis itu mulai menggerakan tangannya naik turun membuat pemuda itu menutup matanya untuk menikmati semtuhan lembut dibagian bawahnya.
NEXT