CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Kantor Mika


__ADS_3

Dari kemarin naskah otor selalu ditolak sama si mimin, bahkan udah 3x direvisi masih aja ditolak, karna mengandung adegan dewasa katanya 😢 alhasil harus revisi berkali-kali 😔 hiks otor sedih banget, bahkan masih ada bab yang belum lolos review dari kemarin sampai sekarang.


Tapi demi kalian pembaca setia, otor akan tetap semangat menulis dan juga berkarya😊🤗


â™§â™§â™§â™§â™§â™§â™§â™§â™§â™§â™§â™§â™§â™§â™§â™§â™§â™§â™§â™§â™§â™§


Tiga hari sudah berlalu setelah pernikahan Niken dan Rayen, hari ini keduanya sudah mulai aktivitas seperti biasanya. Terlihat saat ini keluarga mereka sedang berada dimeja makan untuk menikmati sarapan pagi sebelum beraktivitas.


''Ray, tolong hari ini kamu gantikan abang untuk meeting bersama dengan PT. Sumber Jaya , bisa kan? soalnya abang lupa kalau hari ini ada seminar diluar kota, dan abang harus hadir, jadi abang mau kamu yang menggantikan abang untuk meeting hari ini!" ucap Frans tegas.


''Baik bang,'' jawab Rayen singkat.


Sedangkan Niken dan Lidya hanya jadi pendengar yang baik, karna mereka tidak begitu paham dengan urusan kantor.


Saat ini Niken dan Rayen sedang dalam perjalanan menuju sekolah, sepanjang jalan Niken terus menempelkan tubuhnya pada tubuh suaminya.


''Sayang nanti mas gk bisa jemput kamu gpp ya? soalnya pekerjaan mas sudah numpuk, akibat mas yang tiga hari gk masuk, apa lagi tadi papa kamu nyuruh mas untuk handle pekerjaannya untuk hari, mungkin mas akan pulang telat.'' jelas Rayen sambil sesekali melirik kearah Niken.


''Iya mas gpp kok, nanti aku pulang naik taksi aja.'' jawab Niken.


''Tapi ingat ya? langsung pulang! jangan keluyuran setelah pulang sekolah!" ucap Rayen pada sang istri.


''Iya mas iya, takut banget sih kalau istrinya ini keluyuran, lagian kalau keluyuran palingan juga di mall.'' jawab Niken, ia mendongakan wajahnya menatap sang suami untuk melihat reaksinya setelah mendengar ucapan yang keluar dari mulutnya.


''Gadis nakal, coba aja jika berani, karna mas akan langsung menghukum mu nanti malam.'' ucap Rayen.


'' Mas aku ini bukan seorang gadis lagi, aku kan udah gk perawan, jagi mana bisa disebut seorang gadis.'' ucapnya membuat Rayen terkekeh pelan mendengar penuturan istri kecilnya itu.


Tak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah sampai digerbang sekolah Nusa Bangsa


''Baiklah mas aku masuk dulu ya.'' ucapnya sambil membuka pintu mobil, namun tiba-tiba Rayen kembali menutupnya membuat Niken mengerutkan dahi.


''Kok ditutup mas??'' tanya Niken yang merasa bingung.

__ADS_1


''Sayang, tolong mulai sekarang kamu biasakan ya sebelum turun dari mobil mas, kamu harus cium mas dulu!" ucap Rayen penuh perintah.


''Iya yaudah,'' ucap Niken sambil memajukan wajahnya untuk mencium wajah Rayen.


Cuup


Niken mengecup singkat pipi suaminya membuat Rayen langsung memprotesnya.


''Sayang mas mau nya bukan di pipi, tapi disini.'' ucapnya sambil menunjuk bibir merah sedikit kehitaman miliknya.


Niken terkekeh pelan mendengar permintaan suaminya, tanpa banyak bicara Niken langsung menyambar bibir seksi milik suaminya tersebut, namun saat ia hendak menyudahi ciuman tersebut Rayen malah menahan tengkuknya dan langsung memperdalam ciuman mereka.


''Hah-hah-hah,'' Niken terengah-engah setelah suaminya melepaskan ciuman mereka, ia menghirup udara sebanyak-banyaknya untuk menggantin udara yang tadi sempat habis.


''Maas iihh,, pasti wajahku jadi berantakan ini.'' ptrotesnya


''Wajah kamu masih tetap sama sayang,canti kok, hanya rambutnya aja sedikit kusut, sini biar mas bantu rapihin.'' ucapnya sambil menyisir rambut sebahu Niken dengan jarinya.


''Sudah, sekarang masuklah kedalam kelas!" ucap Rayen membelai wajah sang istri penuh sayang.


''Kenapa harus disana sih meetingnya, biasanya juga di perusahaan kami.'' gumamnya, entah kenapa Rayen merasa tidak suka jika pertemuan hari ini diadakan di tempat lain, khususnya digedung pencakar langit milik keluarga Mika.


Setelah mengendarai mobil selama tiga puluh menit akhirnya Rayen sampai digedung tersebut.


''Leo mana lagi, kenapa dia belum datang?.'' gumamnya pelan, setelah memarkirkan mobil Rayen langsung masuk kedalam gedung tersebut, Rayen memutuskan menunggu Leo di lobby kantor tersebut.


Sudah lima belas menit Rayen menunggu, namun tak ada tanda-tanda Leo akan datang, dan juga para pemegang saham lain nya.


''Kenapa belum ada yang datang? bukannya meetingnya diadakan jam sembilan, atau jangan-jangan waktunya diundur.'' monolognya.


''Sebaiknya aku telpon Leo dulu.''


Saat Rayen ini menghubungi asistennya, tiba-tiba ada suara yang mengagetkannya.

__ADS_1


''Rayendra,'' sapa seorang wanita dan Rayen sangat tau siapa pemilik suara tersebut.


Rayen memejamkan mata sejenak, sebelum akhirnya ia menyapa balik rekan bisnisnya tersebut.Dan ya, dia adalah Mika CEO PT.Sumber Jaya.


''Kamu sudah datang Ray? sepertinya kamu begitu bersemangat pagi ini hingga membuatmu datang kesini lebih awal.'' ucap Mika


Perkataan Mika membuat Rayen mengerutkan dahinya. Ia masih belum paham maksud dari perkataan dari wanita yang saat ini ada dihadapannya.


''Maksud kamu apa? bukannya meeting hari ini dijam sembilan ya?'' tanya Rayen memastikan.


''Tadinya seperti itu, tapi diundur atas permintaan beberapa pemegang saham lainnya, aku juga tidak tau alasannya.'' jelas Mika semeyakinkan mungkin agar Rayen tidak curiga kalau itu hanya akal-akalannya saja.


Apa ?diundur? kenapa Leo sama sekali tidak memberi tahukan hal ini padaku?


Batin Rayen


''Oh, baiklah kalau gitu biar nanti saya datang saja kesini lagi jika waktu meetingnya sudah dipastikan.'' setelah mengucapkan itu Rayen langsung ingin melangkah pergi,namun sebelum itu terjadi Mika langsung menghentikannya dengan cara mencekal tangannya.


Rayen memperhatikan tangannya yang disentuh oleh Mika, Mika yang tersadar langsung melepaskan tangannya dari lengan Rayen.


''Eh maaf Ray, aku hanya ingin bilang, sebaiknya kamu tidak usah pulang saja karna sebentar lagi kan kita ada meeting gimana kalau sebaiknya kita ngopi aja dulu diruanganku?'' ucap Mika memberikan usul.


Rayen bergeming, ia sedang memikirkan ajakan Mika, mungkin ada benarnya juga yang dikatakan wanita itu, rasanya saat ini ia memang terlalu malas jika hanya untuk bolak-balik hanya untuk datang kekantor ini.


''Ray, bagai mana? apa kamu bersedia?'' tanya Mika lagi yang seketika membuyarkan lamunan Rayen.


''Baiklah, saya bersedia.'' jawabnya


''Makasih ya Ray? yasudah yuk kita naik keruanganku!" ajak Mika sambil melangkah menuju lift, diikuti Rayen dari belakang.


Sementara didalam gedung sekolah, tepatnya diruangan perpustakaan terlihat ada sepasang kekasih sedang bercumbu mesra. Terdengar suara sang gadis yang merintih keenakan, saat sang pria sedang memanjakan gunung kembar miliknya.


''Oh, ini benar-benar nikmat sayang, kamu sangat pandai membuatku melayang.'' racau sang gadis yang terus menikmati tangan kekasihnya yang memainkan aset miliknya

__ADS_1


Next


__ADS_2