CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Akal Bulus


__ADS_3

Mendengar ucapan Mika yang menyebalkan mau tak mau akhirnya Rayen memutuskan untuk mendekatinya.


''Mana pakaiannya??'' tanya Rayen sambil tangannya menengadah pada Mika


Wanita berparas cantik itu langsung terpaku saat melihat tubuh atletis Rayen, dengan dada bidang dan otot yang tercetak jelas ditubuhnya membuat Mika ternganga.


''Mika heeii,'' panggil Rayen sambil menjentikan jarinya didepan wanita tersebut.


''Oh, iya maaf Ray, ini dia bajunya, coba biar aku pas kan dulu ya ketubuh kamu.'' ucapnya sedikit tidak fokus, kemudian ia langsung menempelkan sebuah kemeja ditubuh lelaki itu.


Yaampun aku bisa mati berdiri nih, aku gk nyangka jika Rayen memiliki tubuh yang sangat sek*si pengen banget rasanya ku ?peluk dari belakang.


Batin Mika sambil menyusuri tubuh Rayen dengan jarinya.


''Mika apa yang kamu lakukan?! ucap Rayen menggeram, saat merasakan jari tangan Mika ditubuhnya.


''Maaf Ray, aku hanya ingin melihat apakah kemeja ini cocok untukmu atau tidak, itu saja kok, tapi sepertinya yang ini kurang pas deh, coba kalau yang lain.'' ucapnya sambil mengambil satu stel pakaian lainnya, Mika memang sengaja mengulur waktu, agar ia bisa lebih lama bersama dengan Rayen diruangan itu.


''Ray sepertinya yang ini cocok untukmu.'' ucap Mika sambil menunjukan satu stel pakaian dengan atasan kemeja berwarna navi.


''Baiklah saya akan mengetesnya dikamar mandi.'' ucap Rayen sambil ingin melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, namun sebelum itu benar-benar terjadi, handuk yang dikenakan Rayen tanpa ia sadari tiba-tiba terlepas dari tubuhnya dan langsung terjatuh di bawah lantai.


Mika terpaku seketika, wajahnya memerah saat melihat sesuatu yang menonjol didepan wajahnya, sedangkan Rayen yang juga merasa kaget dengan cepat langsung mengambil handuknya yang terjatuh dibawah lantai.


''Maaf-maaf Mika saya tidak tau jika handuknya lepas dari tubuh saya.'' ucap Rayen tak enak hati.


''Ti-tidak apa-apa kok Ray,'' jawab Mika yang tiba-tiba merasa gugup.


Oh astaga, kenapa rasanya tiba-tiba aku jadi sangat penasaran dengan benda dibalik kain segitiga itu ya.


Batin Mika.


Sebenarnya Mika ingin sekali menyentuh pusaka milik Rayen, karna ia sangat penasaran dengan pusaka tersebut.


*


Saat ini Rayen sedang berada didalam kamar mandi, kemudian langsung melepaskan handuknya kemudian langsung memakai pakaian yang tadi dipilihkan oleh Mika.

__ADS_1


Sepuluh menit kemudian Rayen keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah lengkap.


''Mika bisa kita keluar sekarang??'' tanya Rayen yang seketika mengagetkan nya yang saat itu masih melamunkan pusaka Rayen.


''Kamu sudah selesai?'' Mika memindai penampilan Rayen.


''Kamu tampan sekali Ray,'' Mika masih menatap wajah Rayen, kemudia ia mengangkat tangannya bermaksud ingin menyentuh wajah pria idamannya itu, namun belum sempat keinginnnya terealisasi Rayen lebih dulu mundur satu langkah menjauh dari Mika.


''Maaf Mika, sepertinya kita harus keluar sekarang, bisakah kamu membuka pintu tersebut?'' Rayen menatap Mika dengan waspada, ia takut Mika kembali berulah.


''Iya Ray, aku akan membukanya.'' ucap Mika, sebenarnya ada rasa tak rela dihati Mika, jika saat ini mereka harus keluar dari ruangan tersebut, namun mau bagai mana lagi, tak mungkin juga dirinya secara terang-terangan mengatakan jika saat ini ia ingin bersama Rayen, cukup sekali saja ia melakukan kesalahan, Mika tidak ingin Rayen menjauh darinya karna ulahnya itu.


Mika melangkah menuju pintu ruangan tersebut, namun baru beberapa langkah ia berjalan tiba-tiba ia terjatuh.


''Aaww,'' pekiknya sambil terduduk dilantai ruangan tersebut.


Rayen yang melihat Mika terjatuh bukannya langsung menolong, justru ia malah mengerutkan dahinya. Mika melirik pada Rayen yang saat itu hanya menatap diam pada nya.


Rayen kenapa diam aja sih liat aku jatuh kayak gini, bukannya nolongin, nyebelin amat sih.


Mika kembali meringis sambil memegangi kakinya.


''Ray, tolongin aku dong, kaki ku sakit banget ini.'' ucapnya sambil terus meringis.


Rayen melangkah mendekati Mika, namun masih dalam jarak yang lumayan jauh.


''Memangnya kaki kamu kenapa? lagi pula kenapa? tiba-tiba bisa jatuh begitu? bukannya gk ada yang menghalangi langkah kamu ya?'' tanya Rayen memicingkan matanya.


Mika menelan ludahnya kasar, mendapat pertanyaan beruntun dari Rayen apa lagi saat ditatap seperti itu oleh Rayen membuat jantungnya berdebar, bukan karna terpana, tapi karna merasa tatapan yang diberikan Rayen adalah tatapan penuh curiga.


''I-itu tadi gk sengaja kena kaki ku sendiri saat mau melangkah.'' jawabnya asal


Rayen yang mendengar itu memutar bola matanya malas, ia tau jika saat ini Mika sedang berbohong padanya.


''Maaf Mika sepertinya sekarang saya harus keluar, karna sudah terlalu lama saya berada diruangan ini.'' ucapnya datar, Rayen tak ingin sesuatu yang tak diinginkan seperti kemarin kembali terulang.


Mika mendengus, ternyata rencananya untuk menahan Rayen lebih lama gagal, namun Mika tak ingin menyerah ia harus mencari alasan agar dirinya dan Rayen bisa lebih lama lagi berada didalam ruangan tersebut sebelum waktu meeting tiba.

__ADS_1


''Tapi Ray, kaki ku sakit banget, apa bisa kamu membantuku dulu ketempat tidur? plis Ray, kaki ku nyeri banget loh, masa kamu tega ngebiarin seorang perempuan dalam keadaan seperti ini.'' ucapnya memelas


Hhuufff


Terdengar helaan nafas dari mulut Rayen, sepertinya ia memang harus sedikit lebih bersabar lagi dalam hal ini.


''Baiklah saya akan membantumu.'' ucapnya sambil membantu Mika berdiri setelah itu membawanya menutu tempat tidur.


''Sudah kan? sekarang apa boleh kamu kasih tau saya dimana tombol untuk keluar??'' tanya Rayen setelah membantu Mika duduk diatas tempat tidur.


''Bentar dong Ray, kaki ku masih nyeri banget, masa kamu tega ninggalin aku sendiri diseni dalam keadaan seperti ini?.'' ucap Mika sambil memasang wajah sedih.


''Maaf Mika saya tidak bisa, biar asisten kamu saja nanti yang menemanimu, saya harus keluar sekarang.'' tolak nya sambil melangkan menuju pintu dimana mereka tadi masuk, kemudian ia mencari tombol disekitaran tembok tersebut.


Ah ketemu.


Batinnya kemudian Rayen langsung menekan tombol tersebut hingga terbukalah pintu rahasia diruangan itu.


Rayen segera melangkah keluar, namun sebelum itu ia sempat menatap kearah Mika yang saat itu juga menatap kearahnya.


''Saya akan memanggilkan sekertarismu.'' setelah mengatakan itu Rayen langsung keluar dari ruangan Mika.


''Kenapa sih susah banget buat cari perhatian kamu Ray? aku cantik, kaya, apa lagi coba? banyak pria yang menginginkan ku, tapi ku tolak, semua itu demi kamu, aku hanya mau sama kamu Rayendra Pramuja.'' monolognya sambil mendesah frustasi.


Ditempat lain..


Saat ini Niken dan kedua sahabatnya sedang berada di ruang uks, tadi saat baris dilapangan tiba-tiba Windy pingsan bahkan saat ini terlihat wajahnya begitu pucat.


''Kamu gpp kan Win? kita kedokter aja yuk, kamu pucat banget loh.'' ucap Niken cemas


''Iya Win, sebaiknya kita kerumah sakit sekarang, kita periksakan kondisi loe, belakangan ini kan loe sering banget pingsan loh, kami takut loe itu kenapa-napa.'' ucap Putri yang tak kalah cemas.


''Udah gk usah kedokter segala, gue gpp kok, mungkin hanya kelelahan aja, sebentar istirahat juga baik.'' jelas Windy


Tapi Win, tetap saja kami gk bisa tenang liat kamu seperti ini, pokonya kamu mau ya kita antar kerumah sakit??'' ucap Niken yang terus memaksa agar sahabatnya itu mau dibawa kedokter.


Next

__ADS_1


__ADS_2