CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Menuju Akad


__ADS_3

Malam hari nya dikediaman keluarga Mahendra terlihat sudah disibukan dengan berbagai macam acara, meskipun hanya ijab kabul tapi bagai manapun ini adalah pernikahan putri dari keluarga terpandang dikotanya, jadi semuanya harus benar-benar sempurna dan tidak ada yang kurang sedikitpun.


Niken juga memutuskan untuk memberitahu pada kedua sahabatnya jika besok pagi ia akan menikah.Jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam, saat ini ketiga wanita itu sudah berada didalam kamar Niken.


''Gila loe ya Ken, gue kira loe cuma ngeprank kita, ternyata loe seriusan mau nikah sama om Rayen, eehh,,,jangan bilang kalau loe itu tekdung duluan ya, makanya nikah tiba-tiba kek gini.'' ucap Putri yang sejak tadi terus nyerocos.


''Apaan sih Put, ya gk lah.'' sangkal Niken ia melirik pada Windy yang tiba-tiba wajahnya berubah murung.


''Win kamu kenapa? masa dihari bahagia aku kamu murung gitu?'' sebenarnya Niken tau apa penyebab Windy menjadi murung, hanya saja Niken tak ingin membuat temannya itu semangkin bersedih dengan membahas masalah itu lagi.


''Sebenarnya ini bukan mendadak, sebelum Windy nikah kemarin, aku dan om Rayen juga memang sudah berencana akan menikah, sebenarnya tadinya aku hanya ingin diam-diam saja dan tak ingin memberitahu pada kalian, tapi setelah ku pikir-pikir pasti kalian akan marah nantinya jika aku melakukan itu.'' ucap Niken, entah kenapa tiba-tiba ia merasakan aura yang tak enak disekelilingnya, terlebih saat melihat kedua sahabatnya menatapnya dengan sangat tajam. Melihat itu Niken hanya nyengir dan memperlihatkan wajah tak bersalahnya.


''Awas aja kalau loe sempat ngelakuin itu, pasti kami gk akan memaafkan loe, dan juga kami tidak akan mau lagi berteman sama loe, enak aja punya kabar bahagia diam-diam bae, kita kan juga mau ngerayainnya bareng sama loe.'' ucap Putri sambil benatap sebal pada Niken, bisa-bisa nya sahabatnya yang satu itu punya niat seperti itu pada kedua sahabatnya pikirnya.


''Tau loe Ken, emangnya loe udah gk anggap kita lagi ya?.'' sambung Windy mencebik.


''Iyaiya maaf, aku tau aku salah, makanya sekarang aku langsung suruh kalian datang kan? oya Win, Put, aku mau tolong kalian rahasiakan ya pernikahan ku dari Rangga dan juga teman-teman yang lain, aku gk mau mereka sampai tau, dan satu lagi, Putri tolong rahasiakan juga ya dari bang Regan.'' pinta Niken pada kedua sahabatnya.


''Iya, loe tenang aja, rahasia loe aman bersama kita.'' jawab Putri yang diangguki Windy.


Sedangkan dikamar sebelah saat ini Rayen terlihat sangat gelisah, semenjak mereka pulang dari berbelanja tadi siang, Niken langsung msminta pada kedua orangtuanya agar Rayen malam ini tidur dikediaman mereka, tanpa disangka keduanya setuju namun dengan syarat kalau sebelum besok pagi mereka tidak boleh bertemu dulu, dan keduanya pun langsung menyetujui permintaan kedua orangtua Niken.


''Aku deg-degan banget , rasanya gk sabar ingin cepat pagi, sekarang Niken gimana ya, apa dia juga sama seperti yang aku rasakan, huuff udah berumur gini tapi kok kayak anak ABG ya.'' monolognya sambil menghempaskan tubuhnya diatas tempat tidur.


Disaat semuanya tengah tertidur Niken tiba-tiba terbangun,karna merasa tenggorokannya kering, ia melihat kearah jarum jam yang saat itu sedang menunjukan pukul 2 dini hari, lalu pandangannya beralih pada kedua sahabatnya yang saat itu masih terlelap.Perlahan Niken turun dari tempat tidurnya sambil mengambil gelas miliknya yang kosong lalu langsung melangkah menuju pintu kamar untuk mengisi gelas miliknya.Namun siapa sangka saat ia keluar dari kamar ternyata saat itu Rayen juga keluar dari kamarnya.


''Mas Rayen, kenapa bangun jam segini mas??'' tanya Niken

__ADS_1


''Mas merasa haus, jadi mau kebawah ambil minum, kamu sendiri??'' tanya balik Rayen.


''Aku juga sama, ini mau ambil munum juga kebawah.'' jelas Niken sambil memperlihatkan gelasnya yang kosong.


''Gimana ini mas, oadahal papa dan mama udah mewanti-wanti agar kita jangan ketemu dulu,'' ucap Niken sedikit khawatir.


''Kamu tenang sayang, maksud mereka itukan ketemu dengan sengaja, tapi ini kan kebetulan, jadi jangan merasa bersalah gitu dong.'' ucap Rayen mencoba menjelaskan, Niken mengangguk paham.


Akhirnya mereka pun turun bersama kelantai bawah.


Kini keduanya sedang duduk dikursi meja makan.


''Ini sayang minumlah!" ucap Rayen sambil menyerahkan segelas air putih pada Niken.


''Makasih mas,'' jawab Niken sambil meneguk minuman tersebut, begitu juga dengan Rayen.


''Mas sama sekali belum bisa tidur sayang, mas terlalu tidak sabar menunggu hari esok, rasanya mas juga sudah gk sabar untuk menjadikanmu milik mas seutuhnya.'' jelas Rayen sambil menatap Niken dengan lekat.


''Sabar mas, tinggal beberapa jam lagi, sebaiknya mas tidur, biar besok pagi lebih segar saat bangun, aku juga mau tidur sekarang, ayo mas!" ajak Niken sambil bangkit dari duduknya.


Keesokan paginya..


Jam sudah menunjukan pukul delapan pagi, saat ini Niken dan kedua sahabatnya sedang bersiap-siap. kedua sahabatnya sudah selesai, kini terlihat hanya tinggal Niken yang saat ini sedang didandani oleh mua.


''Udah selesai neng, sieneng cakep banget dah.'' ucap mua tersebut.


''Mana coba lihat, wiidiihh,, sahabat gue cantik banget sih.'' goda Putri.

__ADS_1


''Iya loe cantik banget Ken, gue yakin om loe itu bakalan pangling liat loe nanti.'' sambung Windy.


''Masa sih?,, kalian bisa aja, aku juga gk nyangka aku bisa secantik ini.'' ucap Niken sambil terkekeh karna merasa geli dengan ucapannya sendiri.


''Perfect, gue aja kalau jadi cowok gk kedip liat loe, sumpah loe cantik banget Ken, aura loe lebih kepancar tau gk.'' Putri tak henti-hentinya memuji kecantikan Niken.


''Benarkah?? makasih banget loh atas pijiannya, aku serasa melayang, dengarnya.'' ucap Niken sambil tersenyum, saat ini Niken masih duduk didepan cermin ia memperhatikan wajahnya sendiri yang memang sangat berbeda, padahal make'up nya tidak terlalu tebal, karna memang sejak dulu Niken tidak suka memakai make'up, setiap kali berpergian, ia hanya berpenampilan natural, lagi pula memang pada dasarnya wajahnya sudah cantik jadi mau diapain pun akan tetap cantik.


''Apa pernikahan kamu nanti sama seperti aku, turun sesudah ijab kabul, atau kalian duduk bersama setelah itu baru ijab?'' tanya Windy.


''Tadi sih mama bilang aku duduk disamping mas Rayen, setelah itu baru ijab.'' jawab Niken.


''Seehh, panggilannya sekarang sudah berubah ya? dari om ke mas,'' ucap Putri kembali menggoda.


''Yaialah Put, masa nanti udah jadi suami istri panggilannya om sih?'' kali ini Windy yang menjawab, mereka gk tau aja, kalau selama ini Niken dan Rayen sudah merubah panggilan mereka, namun jika berdua saja.


Terdengar suara pintu diketuk dari luar, bersamaan itu munculah Lidya dan segera melangkah masuk kedalam.


''Sayang kamu sudah siapa? waah, anak mama cantik sekali sayang, mama sampai pangling lihatnya.'' ucap Lidya sambil membelai wajah putrinya.


''Niken aja yang cantik tan, kami enggak??'' ucap Putri yang seketika mendapat cubitan dari Windy.


''Aaw, apaan sih Win? sakit tau gk.'' protesnya.


Lidya tersenyum melihat sahabat dari putrinya itu.


''Tentu dong, kalian juga terlihat sangat cantik, semuanya sudah siapkan? yuk kita turun karna sebenyar lagi acaranya akan dimulai, pak penghulu juga sudah datang.

__ADS_1


NEXT


__ADS_2