CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Akhirnya Ketahuan


__ADS_3

Kedua gadis tersebut masih menunggu dan ingin melihat apakah Leo akan mengangkat telpon dari mereka atau tidak.


'' Sepertinya suami loe itu ada niatan buat selingkuh deh Win?'' ucap Putri pelan, ia terus memperhatikan gerak gerik suami dari sahabatnya tersebut, tanpa melihat raut wajah Windy yang mulai terlihat sedih. Itulah Putri jika bicara selalu blak-blakan tanpa memikirkan perasaan orang-orang yang ada disekitarnya, ia selalu menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya tanpa ingin tau perasaan orang yang mendengarnya seperti saat ini, ucapan yang keluar dari mulutnya itu sangat berpengaruh pada sahabatnya Windy, namun wanita yang sebenyar lagi akan menjadi seorang ibu itu hanya diam, tanpa ingin berkomentar. Namun dalam hatinya terasa sangat sesak, apa lagi sekarang dirinya melihat sang suami yang lebih mementingkan wanita lain dari pada hanya sekedar untuk mengangkat telpon darinya. Niat hati ingin melupakan sejenak perasaan galau dihati, ternyata malah semangkin membuat hatinya semangkin kacau.


'' Sebenarnya ngapain sih mereka itu? coba deh kamu lihat suami kamu itu Win, masa ponselnya dilihatin aja, bukan nya diangkat telpon dari kamu.'' ucap Putri terus menggerutu, mereka masih memperhatikan Leo dan juga Viona yang masih berdiri diparkiran mobil, entah apa yang saat ini mereka bicarakan.


'' Gue yakin banget mereka tuh pasti ada apa-apa deh, kalau tidak masa dia gk angkat telponnya sih masa dilihatin aja.'' Putri kembali memprovokasi. Sebenarnya temannya itu tak berniat jahat, hanya saja ya Putri memang seperti itu orangnya, bicara tanpa memikirkan perasaan orang yang mendengarnya.


Tiba-tiba mata kedua gadis itu terbelalak saat melihat dua orang yang sejak tadi mereka perhatikan berciuman didepan mata keduanya. Tubuh Windy lemas seketika, kakinya tak dapat lagi menopang bobot tubuhnya, hampir saja ia nyaris jatuh jika tidak dengan sigap Putri memegani nya.


'' Windy loe gpp kan?'' ucap Putri khawatir, gadis itu mencoba untuk membantu sahabatnya berdiri.


'' Gue gpp Putri, gue hanya gk nyangka kenapa kak Leo setega ini sama gue, apa salah gue sama dia? kenapa dia tega membuat hati gue sesakit ini.''


Putri menatap iba pada sahabatnya, ia melihat air mata sahabatnya tersebut sudah mengalir deras diwajahnya.


'' Windy loe ngapain nagis? suami kayak dia gk pantas loe tangisi, sini biar gue kasih tu kadal buntung pelajaran karna sudah berani-beraninya buat sahabat gue nangis kayak gini, asal loe tau ya Win, bukan loe aja yang sakit hati melihat kelakuan laki loe itu, gue juga, sebagai sahabat loe gue gk terima loe diginiin sama laki-laki brengsek itu.'' ucap Putri geram, dengan tangan terkepal Putri langsung melangkah mendekati keduanya.


'' Putri kamu mau kemana?'' Windy yang masih berlinang air mata langsung mengikuti sahabatnya yang berjalan menuju suami dan wanita tersebut.


'' Dasar laki-laki brengsek.''


Plak.plaak.

__ADS_1


Leo dan Viona yang daat itu masih berpelukan, merasa kaget mendapatkan serangan secara tiba-tiba hanya bisa membuat keduanya melongo, apa lagi saat ia tau siapa yang telah menampar wajahnya.


'' Putri,'' gumamnya swdikit terkejut, pandangannya jatuh pada wanita yang saat itu berdiri tak jauh dari mereka.Seketika wajah Leo menjadi pucat pasi, ia berpikir apkah istrinya itu telah melihat yang mereka lakukan tadi.


Windy, sejak kapan dia disana? apa dia melihat semuanya, apa yang akan aku katakan padanya, hatinya pasti hancur sekarang.


Batin Leo tiba-tiba rasa bersalah menyelimuti hatinya.


'' Windy, sayang.'' ucap Leo


'' Sayang loe bilang?? cuiihh,, loe bilang sayang sama Windy? sementara dibelakangnya loe asik ******* sama si pelakor ini? wah-wah hebat banget ya loe jadi laki. gk punya perasaan banget, udah tau bini lagi bunting loe malah asik-asikan ciuman sama wanita mura*han ini.'' ucap Putri geram sambil menunjuk-nunjuk wajah Viona dengan telunjuknya.


'' Apa kau bilang aku wanita murahan??''


'' Jadi apa namanya coba kalau bukan murahan? loe itu ya suka banget gangguin laki orang, udah kayak gk ada laki-laki aja yang lain. Emangnya udak gatal banget ya sela*ngka*ngan loe itu? minta digaruk? sini biar gue garuk pakai garpu sekalian.'' ucap Putri ia sangat geram dengan pasangan yang ada didepannya saat ini, sifat bar-barnya pun langsung keluar, makian dan bahasa-bahasa anak kampung mulai ia lontarkan Windy pun sempat bingung dari mana sahabatnya itu dapat bahasa seperti itu, yang jelas sekarang itu kata-kata yang terlontar untuk suami dan selingkuhannya itu mewakili perkataan yang ingin ia ucapakan pada mereka, namun ia sendiri entah kenapa lidahnya terasa kelu untuk molontarkan makian pada suaminya tersebut, Windy hanya bisa memendam rasa kecewa dan amarah nya didalam hati.


'' Windy tunggu aku sayang, aku bisa jelasin.'' Leo berlari untuk mengejar istrinya


'' Windy.windy. tunggu aku sebentar! Windy.'' Leo terus mengejar istrinya sampai akhirnya.


Greep


Leo berhasil memeluk Windy dari belakang, bahkan semangkin erat kala ia merasakan istrinya mulai memberontak dalam pelukannya.

__ADS_1


'' Sayang dengerin aku dulu, ku mohon!


Mendengar ucapan Leo Windy tak lagi berontak, kini tubuhnya ia hadapkan pada suaminya dengan mata yang masih berkaca-kaca.


''Windy,'' gumam Leo sambil menatap mata istrinya dengan kedua tangan yang berada dibahu Windy.


Dengan cepat Windy menepis tanga Leo dari bahunya, ia menatap mata Leo dengan tajam dan penuh rasa kecewa.


'' Kenapa kamu tega melakukan semua ini sama aku kak? jika memang kamu sudah gk memiliki persaan sama aku sebaiknya kamu ceraikan aku, gk perlu bermain serong seperti ini dibelakangku,'' ucap Windy dengan tatapan tajamnya.


'' Windy jangan berkata seperti itu aku masih sangat mencintai kamu, apa lagi sebenyar lagi kita akan memiliki bayi, aku hanya khilaf Win, tolong maafkan aku.'' ucapnya memelas


'' Gampang sekali kamu minta maaf,sekarang aku tanya sama kamu kak, sudah berapa kali kamu tidur sama wanita itu? berapa kali hah?? jawab! kenapa diam? ooh apa karna sangkin banyaknya kamu tidur sama dia sampai kamu lupa berapa kali kalian melakukannya, dasar menjijikan, asal kamu tau? sekarang aku benar-benar berasa sangat jijik sama kamu kak.'' ucap Windy dengan amarah tertahan.


'' Sayang ku mohon ja--''


''Berhenti memanggilku dengan sebutan sayang dengan mulutmu yang kotor itu! kamu pikir aku bisa dibodoh-bodohi seperti ini? kamu bilang kalau hanya aku satu-satu nya perempuan yang ada dihati kamu, tapi nyatanya apa? nyatanya kamu malah berhubungan dengan wanita itu, bukannya kamu tau jika dia wanita yang-- aah.. sudahlah, sekarang terserah kamu mau melakukan apa aku gk akan perduli, satu hal yang harus kamu tau kak, mulai sekarang aku minta cerai sama kamu, aku udah gk sudi lagi jadi istri kamu.'' ucap Windy dengan suara tinggi, yang akhirnya bisa ia keluarkan, dadanya naik turun menandakan jika ia sangat emosi


'' Windy jaga ucapanmu! mana mungkin aku menceraikanmu, apa kamu kamu lupa kalau kamu sedang hamil? dan wanita yang sedang hamil tidak boleh bercerai? lagi pula sampai kapanpun aku gk akan pernah menceraikanmu, karna aku sangat mencintaimu Windy, ku mohon beri satu kesempatan sekali lagi.'' ucap nya lirih dan terdengar putus asa, karna sejak tadi Windy tak mau mendengarkannya.


'' Cinta kamu bilang?? itu bukan cinta? kalau kamu cinta, kamu gk akan berselingkuh seperti ini kak, sebaiknya kamu urus saja simpananmu itu karna aku akan pulang dan memberitahukan semua kebusukanmu pada kedua orang tuamu itu yang selalu memuji-muji anaknya yang katanya selalu baik dan gk pernah macam-macam, tapi apa?? nyatanya kamu itu gk lebih dari seorang bajingan.'' ucap Windy setelah itu ia langsung melangkah menjauh dari Leo, namun Leo masih tidak menyerah, ia masih terus mengikuti istrinya dan memanggilnya, berharap mendapatkan kesempatan kedua, namun Windy sama sekali tak menghiraukan teriakan Leo, sampai akhirnya Windy yang masih dengan keadaan kacau semangkin mempercepat langkahnya hingga ia tak sadar jika didalam parkir itu ada mobil yang melaju kearahnya dan...


Bruukkk!!!

__ADS_1


'' Windyyy.....''


Next


__ADS_2