CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Ancaman Viona


__ADS_3

Rayen terus berjalan berdampingan dengan Niken, hingga mereka berhenti disalah satu meja kosong, setelah itu segera menarik kursi dan mendudukinya.


'' Mas besok lusa kan kita pergi bulan madu, gimana kalau nanti kita belanja beberapa barang untuk keperluan disana?'' tanya Niken


''Memangnya kamu mau belanja apa sih? sebaiknya jangan terlalau bawa banyak barang sayang, bukankah kita nanti bisa berbelanja setelah disana?'' ucap Rayen.


''Iya sih mas, tapi aku bukan mau beli barang, aku hanya ingin beli lingerie apa mas gk mau nanti disana liat aku menggunakan pakaian itu?'' tanya Niken menggoda suaminya.


''Ok, nanti setelah pulang kita akan belanja ke mall,'' jawab Rayen langsung.


''Gitu dong.'' ucap Niken sambik tersenyum.


Dimeja lain, Frans merasa heran melihat pemuda yang berada didepannya tiba-tiba diam padahal tadi dia ingin mempertanyakan sesuatu padanya.


''Nak Regan kenapa melamun? kamu melihat siapa?'' tanya Frans sambil mrngikuti arah pandang pemuda yang ada didepannya saat ini.


''Loh, itu kan Niken bersama Rayen.'' ucap Frans membuat Regan sadar dari lamunan nya.


'' Rayen! Niken!'' panggil Frans pada kedua anaknya.


''Loh papa.'' ucap Niken, ia melirik kearah suaminya yang saat itu hanya diam, namun matanya menatap kearah Frans dan juga Regan yang berada tak jauh dari mereka.


''Kalian bergabunglah kesini bersama papa dan juga nak Regan, kita bisa sambil ngobrol bareng.'' ucap Frans.


Niken kembali melirik pada suaminya, wajahnya masih tetap sama tanpa ekpresi.


'' Gk pah, kita disini saja.'' jawab Niken, namun tiba-tiba Rayen malah berdiri dari duduknya membuat Niken spontan juga mengikutinya.


''Ayo sayang kita kemeja papa.'' ucap pelan Rayen, kemudian langsung melangkah menuju dimana papa mertuanya itu duduk.


Rayen menarik kursi diantara Frans dan Regan lalu mendudukinya, sedangkan Niken memilih duduk disamping papanya. Entah kenapa Niken merasa sedikit was-was jika duduk bersama seperti ini.


''Papa merasa suasananya kenapa jadi tegang seperti ini ya?'' sindir Frans, laki-laki paruh baya tersebut mencium aroma-aroma persaingan diantara kedua laki-laki tersebut.


''Apa ada sesuatu disini yang tidak papa ketahui?'' tanya Frans sambil menatap satu persatu wajah yang ada dihadapannya.


Niken juga merasakan hal yang sama dengan Frans. Tak ingin suasana semangkin memanas, akhirnya Niken berinisiatip untuk memesan makanan dan juga minuman untuk mereka.

__ADS_1


'' Aku haus banget pah, gimana kalau aku pesan minumannya sekarang?'' ucap Niken mengalihkan


''Ya pesan saja sayang, sekalian kalau kamu mau makan pesan juga.'' tambah Frans.


'' Mas Rayen mau pesan apa?'' tanya Niken, membuat Regan menatap kearah gadis itu.


Rayen sempat melihat reaksi terkejut dari Regan saat Niken memanggil dirinya dengan sebutan mas, Rayen tersenyum smirk, sepertinya dia akan membuat pria itu menyadari jika Niken hanya miliknya.


'' Mas pesan kopi aja sayang, dan kamu taukan mas sukanya kopi apa?'' ucap Rayen dengan sengaja.


Mendengar kata-kata Rayen sunggu membuat Regan merasa jengah.


Sengaja banget dia ingin membuatku iri, tapi kenapa pak Frans diam saja ya melihat putri dan adiknya seperti itu?


Regan merasa bingung sendiri dengan apa yang ia lihat, Regan sungguh merasa penasaran karna Frans sama sekali tak mempermasalahkan kemesraan keduanya,


Apa mungkin sebenarnya pak Frans udah tau tentang hubungan mereka?


Regan semangkin merasa tak nyaman berada diantara mereka, entah kenapa hatinya memanas saat melihat kemesraan keduanya.


''Maaf sepertinya saja harus pergi karna masih ada pekerjaan yang harus saya lakukan.'' ucap Regan yang kini sudah berdiri dari duduknya.


''Kalau gitu saya permisi dulu.'' ucapnya, sebelum benar-benar beranjak dari tempatnya Regan sempat melirik pada Niken yang saat itu berasa disampingnya, sayangnya gadis itu tak melihat kearahnya saat itu.


Rayen tersenyum puas, bisa membuat rivalnya tersebut merasa seperti pecundang Rayen tak akan pernah membiarkan miliknya didekati apa lagi direbut dari sisinya.


Sedangkan Frans bisa menangkap aura peperangan hati disana, antara Rayen dan juga Regan.


DITEMPAT LAIN..


''Ada apa kamu memanggilku Viona, bukankah kita sudah sepakat ingin menyudahi semua ini? lagi pula bukannya kemarin kamu bilang kalau kamu tidak menginginkan ku lagi?'' ucap seseorang yang tidak lain adalah Leo.


Tadi Leo mendapat pesan video dirinya bersama Viona didalam sebuah kamar, ia yakin jika itu adalah perbuatan Viona maka dari itu Leo langsung menemui wanita tersebut.


''Aku berubah pikiran Leo, sepertinya aku sudah mulai menyukaimu dan aku gk mau jika kita sampai pisah, dan tentang video itu memang aku yang kirim, maaf aku melakukan itu, karna aku tidak mau jika kita sampai pisah Le aku gk mau, tapi kalau kamu nekat mau mengakhirinya, makan jangan salahkan aku jika aku akan mengirimkan video tesebut pada istri kecilmu itu.'' ancam Viona yang memang sudah mengetahui tentang pernikahan Leo dan Windy.


Sial, aku gk nyangka akhirnya akan seperti ini, disaat aku ingin mengakhirinya justru kenapa jadi semangkin sulit.

__ADS_1


Batin Leo.


Saat ini Niken dan Rayen sudah kembali keruangan nya yang berada dilantai dua puluh.


" Mas aku istirahat dulu ya dikamar pribadi kamu, rasanya capek banget, tapi nanti jika hendak pulang jangan lupa bangunin aku.'' ucap Niken.


'' Iya sayang, yasudah sebaiknya kamu istirahat gih dikamar, soalnya mas masih ada kerjaan yang mau diselesaikan.'' jelas Rayen.


*


*


*


'' Kenapa ponsel kak Leo gk bisa dihubungi ya? padahalkan sebentar lagi jadwal aku mau check up kandungan.'' gumamnya sambil terus mencoba menghubungi suaminya.


Sedangkan ditempat lain disudut ruangan saat ini terlihat Leo masih berdebat dengan Viona.


''Sudahlah Viona, kita sebaiknya mengakhiri ini semua, saya tidak ingin istri saya nantinya tau dan dia minta cerai sama saya, saya tidak mau itu terjadi Viona.'' ucap Leo


''Aku gk perduli, kenapa aku terus yang harus mengalah Le, dulu saat dengan mas Rayen aku yang dicampakan, dan sekarang aku gk mau lagi dicampakan kaya dulu dengar ya Leo, jika kamu masih ngotot mau kita pisah maka aku akan kasih tau tentang video ini sama istri kamu.'' Viona terus mengancam Leo membuat laki-laki itu mendesah frustasi.


Sia! sial !sial, kenapa jadi begini sih6 ini gk bisa dibiarain, Viona wanita yang nekat, bagai mana jika dia benar -benar memberitahukan ini semua. Tidak, aku tidak akan biarkan ini semua terjadi.


Batin Leo


Didalam kamar, Niken sedang menerima telpon dari Windy.


'' Ya Windy, kamu apa kabar?''


''Baik Ken, oya loe masih dikantor papa kamu kan? kamu ada lihat kak Leo gk? soalnya gue hubungi gk bisa padahal mau check up kandungan.


'' Tadi sih aku ada lihat dia waktu dibawah, kelihatannya terburu-buru gitu, mau aku panggil dia nya udah keburu jauh.'' jelas Niken


''Kalau gk gini aja, gimana kalau aku yang temani kamu kerumah sakit?


'' Beneran loe gpp? om Rayen gk marah?'' tanya Windy memastikan

__ADS_1


'' Dia gk akan marah, yaudah kalau gitu kamu tunggu aku ya? aku otw sekarang.'' ucap Niken setelah itu sambungan telepon pun terputus


Next


__ADS_2