
Rayen masih melongo menatap Niken dengan mulut yang menganga, membuat Niken terkikik dalam hati.
'' Mas ih, kok malah bengong sih.'' ucap Niken membuat Rayen langsung tersadar dari lamunannya.
'' Sayang mas suka sekali dengan penampilan mu ini, dan mas mau kamu selalu memakai pakaian seperti ini setiap harinya!" ucap Rayen sambil menarik tangan istrinya untuk duduk dipangkuannya.
'' Apapun yang mas mau aku akan menurutinya asal mas senang.'' ucap Niken, sambil menjatuhkan kepalanya dipundak Rayen, setelah mendengar ancaman dari Viona tadi siang Niken memutuskan untuk selalu berpenampilan semenarik mungkin didepan Rayen, agar saat melihat dirinya suaminya itu selalu merasa terpikat dan tak akan berniat untuk mencari wanita lain diluaran sana, walaupun ia yakin Rayen tak akan melakukan hal tersebut, namun Niken tetap saja merasa harus sedikit waspada.
Mengenai pakaian yang ia gunankan sekarang adalah karna kesepakatan dari keduanya saat berbulan madu kemarin, Rayen meminta istrinya jika nanti sudah tinggal berdua, ia ingin melihat istrinya saat dirumah hanya menggunakan pakaian seksi, yang bisa juga dikatakan lingerie karna memang pakaian itu tak mampu menutupi semua tubuh indahnya, karna memang saat ini yang ia gunakan gaun seksi yang hanya menutupi ****** pa*yu*da*ra nya saja, sedangkan gumpalan daging yang lain terlihat tumbah kemana-mana sedangkan bagian bawah gaunnya tak mampu menutupi paha mulusnya bahkan kain yang berbentuk segitiga itu terlihat jelas dimata Rayen, apa lagi model nya hanya mampu menutupi kerang merah miliknya saja, sedangkan di bagian boko*ngnya terekspos karna hanya terlihat kain sebesar tali spagetti yang saling terhubung. Andai saja Rayen tak sedang menunggu kurir pengantar makanan maka sudah dipastikan jika ia akan menerkam istrinya sekarang juga.
Sementara dirumah kedua orangtuanya Windy, terlihat ada Leo yang sedang duduk diteras rumah.
'' Pah mau ngapain keluar? biarin aja dia disana sendiri ngapain pakai acara ditemani segala.'' protes Yuna yang tak ingin suaminya menemui Leo.
'' Mah walau bagai mana pun dia masih menantu kita, ya walaupun papa juga marah dengan kelakuannya, tapi kan--,''
'' Sudahlah pah, pokoknya mama gk mau liat papa nemuin dia, asal papa tau ya tadi siang selingkuhannya itu datang kesini saat kita tidak ada dirumah, dan mengancam putri kita agar dia menjauhi Leo, untung saat itu ada Niken, kalau tidak mama gk tau apa yang terjadi dengan putri kita.'' potong Yuna menyela ucapan suaminya.
Cecep yang memang belum tau langsung melebarkan matanya saat mendengar cerita tersebut dari sang istri.
'' Seriusan mah? kok berani sekali wanita itu datang kerumah kita, papa gk bisa biarin, yasudah sekarang kita keluar dan bilang pada Leo agar dia bicara pada wanita itu agar tidak mengganggu Windy lagi.'' ucap Cecep sambil melangkah menuju teras diikuti oleh Yuna dari belakang.
'' Pah,'' sapa Leo sambil berdiri saat melihat Cecep yang tiba-tiba membuka pintu, disusul oleh Yuna dari belakang.
__ADS_1
'' Mah.'' sapa Leo saat melihat ibu mertuanya juga keluar untuk menemuinya, Leo tau pasti ada sesuatu yang ingin dikatakan ibu mertuanya itu padanya,jika tidak ada hal penting mana mau dia menemui Leo, sebab setelah kejadian yang menimpa putrinya kemarin, Yuna sama sekali tak ingin melihat ataupun bertemu dengan menantunya itu, karna ia sangat marah dengan apa yang telah dilakukan Leo terhandap anaknya Windy, jika tidak karna Wati yang terus memohon padanya agar mengijinkan Leo untuk datang kerumahnya sudah pasti detik itu juga Yuna akan mengusir menantu yang tidak tau diri tersebut.
Yuna menatap sinis pada Leo, sudah hampir satu minggu Leo tidak tinggal bersama dengan putrinya, dan sepertinya itu sangat berpengaruh bagi Leo terbukti saat ini penampilannya sangat kacau, dengan wajah yang ditumbuhi bulu-bulu yang belum sempat dicukur, serta penampilan yang urakan, berbeda sekali saat Leo masih bersama putrinya Windy yang selalu rapi dan wangi.
Baru satu minggu pisah dengan Windy penampilannya udah gk keurus gini,apa lagi kalau sampai Windy menceraikannya munkin bakalan kayak gembel kali ya.
Batin Yuna sambil terus memperhatikan menantunya itu.
'' Leo papa mau tanya sama kamu, apa kamu tau tadi siang teman wanita kamu itu datang kesini dan mengancam Windy?'' tanya Cecep dengan nada yang sedikit tinggi.
'' Apa pah? maksud papa Viona datang kerumah ini dan dia mengancam istriku?'' tanya Leo memastikan.
'' Istri yang sebentar lagi akan menjadi mantan, asal kamu tau ya Leo percuma juga setiap hari kamu datang kesini itu gk akan merubah keputusan Windy untuk tidak bercerai dari kamu, apa lagi setelah si pelakor itu datang kerumah tadi siang dan mengancam Windy, itu membuat Windy semangkin membulatkan tekatnya untuk berpisah dari kamu.'' jelas Yuna sambil terus bersikap sinis pada menantunya itu.
Jadi Viona datang kesini untuk mengancam Windy, sungguh keterlaluan wanita itu, aku akan buat perhitungan padanya.
Batin Leo
'' Untung tadi ada Niken yang datang kerumah, coba kalau tidak saya gk tau apa yang akan dilakukan wanita sinting itu pada anak saya, dengar ya Leo, bilangin sama simpanan kamu itu agar jangan macam-macam, jika dia berani sekali lagi berbuat seperti itu saya akan laporkan dia kekantor polisi.'' ucap Yuna memperingatkan.
'' Mah, tolong ijinkan saya ketemu Windy sebentar saja mah, saya ingin tau keadaannya apa dia baik-baik saja sekarang, tolong ya mah ijinin saya, saya mohon.'' ucap Leo memelas
'' Maaf ya Leo bukannya saya gk ijinin kamu, tapi saya gk yakin Windy mau nemui kamu saat ini, kamu kan tau dia udah gk mau liat kamu, udah lah sebaiknya kamu pulang saja sakarang, karna percuma jika kamu terus berada disini sebab Windy gk akan mau bertemu denganmu, yaudah yuk pah kita masuk udah malam juga.'' ucap Yuna, sambil mengajak suaminya masuk
__ADS_1
'' Iya mah,'' jawab Cecep sambil mengikuti istrinya masuk kedalam rumah tanpa memperdulikan Leo yang masih berada disana.
Brengsek, semua ini gara-gara Viona, untuk apa dia datang dan mengancam Windy, aku harus buat perhitungan dengannya sekarang.
Batin Leo, sambil bergegas meninggalkan rumah mertuanya tersebut dan langsung menuju apartemen Viona untuk memberinya peringatan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ ...
Saat ini Niken dan Rayen baru saja selesai menikmati makan malam mereka.
'' Bentar ya mas, aku taruh ini dulu di westafel.'' ucap Niken sambil membawa piring bekas mereka makan tadi. Setelah itu ia langsung ikut bergabung bersama suaminya yang saat itu terlihat sedang duduk sambil menonton tv.
'' Mas,'' ucap Niken sambil duduk disamping suaminya.
'' Sayang, mas kangen banget sama kamu.'' ucap Rayen sambil memeluk istrinya dari samping.
Sepertinya ini saat yang tepat untuk mencoba bicara dengan Niken.
Batin Rayen
'' Oya sayang, bagai mana keadaan Windy, apa sudah membaik? terus apa dia akan tetap ingin berpisah dengan Leo?'' tanya Rayen hati-hati
'' Keadaannya sudah membaik, dan mengenai hubungannya dengan kak Leo sepertinya Windy akan tetap ingin berpisah dari dia mas.'' jelas Niken
__ADS_1
'' Mmm,, sayang, apa gk bisa kamu membujuk Windy untuk kembali dan memaafkan Leo? maksud mas, mereka kan masih saling mencintai, apa gk bisa Windy memberi kesempatan pada Leo sekali lagi?
Bersambung