CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Merasa Dibohongi


__ADS_3

Dari kejauhan Niken terus memperhatikan meja yang didudukin oleh para sahabat dan juga kekasihnya.


''Niken kemana sih kok lama banget?'' bisik Windy ditelinga Putri,


''Ya mungkin aja perutnya mules kali.'' jawab Putri, membuat Rayen menoleh kearahnya.


''Siapa yang mules? kamu?'' tanya Rayen membuat Putri langsung menggelengkan kepalanya.


''Bukan om, eh maksudnya mas, eh aku bingung harus manggil apa ya?'' ucap putri sambil berpikir.


''Terserah apa saja boleh.'' jawab Rayen


''Kalau aku panggil om saja kamu gk keberatankan?'' tanya Putri yang karna memang sudah terbiasa mengikuti panggilan Niken.


''Emangnya saya setua itu ya?'' kelakar Rayen sambil tertawa, karna gemas Rayen spontan mengacak rambut Putri, membuat gadis itu, sedikir terkejut, selanjutnya tersenyum canggung.


Niken yang melihat itu semangkin panas, nanun sebisa mungkin ia menahan gejolak dihatinya, ada rasa sedikit cemburu dengan kedekatan om dan juga sahabatnya, namun bukan hanya itu inti permasalahannya, dari awal Rayen sudah berniat membohonginya.


Karna sudah tak tahan, akhirnya Niken pun melangkah kan kakinya mendekati meja tersebut, kemudian berdehem untuk mengalihkan pandangan semuanya termasuk Rayen yang menatapnya dengan terkejut.


''Guys, sory aku gk bisa lama, soalnya masih ada janji.'' ucap Niken seolah tak terjadi apa pun bahkan ia berpura tak melihat Rayen yang saat itu berada disamping Putri.


''Niken?'' panggil Rayen membuat gadis itu langsung menatap kearahnya, namun dengan pandangan datar.


''Oh, hai om, ternyata urusan yang om bilang penting tadi ini?? tapi sepertinya urusan om masih lama ya? yasudah aku gk akan ganggu hingga urusan pentingnya selesai, santai aja!" ucapnya sambil menekan kan kata urusan penting.


''Udah ya aku balik dulu, bye..'' ucap gadis itu berlalu begitu saja meninggalkan semua orang dengan tanda tanya dihati mereka.


Rayen menatap Leo tajam, seolah menuntut jawaban, namun bukannya menjawab Leo justru menggelengkan kepalanya seolah berkata ''aku juga tidak tau kenapa bisa jadi begini''


Rayen menggeram, tanpa permisi ia langsung berlari sambil meneriaki nama Niken, namun sepertinya gadis itu seolah menulikan telinganya dan dengan cepat ia langsung menaiki taksi yang sebelumnya sudah ia jaga dipinggir jalan.


''Oh, shiit.'' Rayen segera berlari mengejar taksi yang akan membawa Niken pergi.

__ADS_1


''Niken! Niken dengarin om dulu sayang!" ucapnya sambil berteriak mengetuk-ngetuk kaca mobil tersebut.


''Pak jalan aja!" ucap Niken kepada supir taksi tersebut.


''Baik non.'' jawabnya


...****************...


''Kenapa om tega membohongiku, apa kamu sudah merasa bosan sama aku om.'' gumamnya lirih


Sedangkan didalam cafe,terlihat Windy masih merasa gelisah memikirkan apa yang akan terjadi dengan sahabatnya itu bersama om nya, sepertinya Niken benar-benar marah dengan om nya tersebut, walaupun ia belum tau pasti alasannya, namun dari cara bicara Niken yang terkesan dingin, ia tau jika telah terjadi sesuatu diantara keduanya.


''Kamu kanapa? apa kepikirang dengan hubungan Niken dan Rayen iya?'' tebak Leo yang dianghuki oleh gadis tersebut.


''Sudahlah Win, gk usah terlalu dipikirin, Niken udah gede dia pasti bisa menyelesaikan masalahnya dengan omnya.'' kali ini Putri yang menjawab.


''Yang dikatakan Putri benar, aku yakin Rayen bisa menyekesaikan masalah diantara mereka.'' ucap Leo meyakinkan.


''Niken, maafin om, om sama sekali gk ada niat bohongi kamu.'' gumamnya sambil terus melajukan mobilnya mengikuti taksi yang ada didepannya, lebih tepatnya taksi yang saat ini tengah dinaiki oleh gadis kecilnya.


''Apa-apaan ini, siapa pemuda itu,? mengapa mereka terlihat begitu akrab,apa dia bermaksud ingin membalasku.


Batin Rayen menggeram,tanpa pikir panjang Rayen langsung keluar dari mobil nya dan melangkah mendekati cafe tersebut.


Rayen mengedarkan pandangannya kemudian matanya langsung tertuju pada sepasang remaja yang saat itu terlihat sedang asik mengobrol.


Dengan hati yang diselimuti rasa cemburu Rayen langsung melangkah menuju dimana saat ini Niken berada,


''Niken!" panggil suara bariton membuat kedua remaja itu sontak menatap kearah sumber suara.


'' Om Rayen, sedang apa om disini?'' ucap Niken dengan nada yang masih terdengar datar dan dingin.


''Seharusnya om yang bertanya sama kamu, sedang apa kamu disini bersama dengan lelaki ini.'' ucap Rayen sambil melirik tajam kearah pemuda tersebut.

__ADS_1


Niken tersenyum miring, tidak habis pikir dengan om nya tersebut.


''Kenapa jadi dia yang marah, seharusnya kan aku.


Gerutu batin Niken


''Om sebaiknya kita bicara diluar! aku gk mau om buat keributan disini.'' ucap Niken membuat Rayen semangkin geram kepada pemuda tersebut seolah mendapat pembelaan dari Niken.


Niken yang melihat Rayen hanya diam terpaksa menarik tangan lelaki tersebut untuk keluar bersamanya.


''Kamu ini apa-apaan sih niken, kenapa kamu malah bersama dengan laki-laki lain?


''Om yang apa-apaan, kenapa membuat keributan didalam? dengar ya om! aku sama fahmi mau bahas tentang kegiatan sekolah, jadi om gk usah ganggu deh.'' ucap Niken,membuat Rayen menatap tajam pada kekasihnya tersebut.


''Apa maksud kamu? memangnya om ini kamu anggap apa hah? tanpa memperdulikan om di cafe, dan pergi begitu saja menemui lelaki lain, kamu udah gk menganggap om lagi? iya? ucap Rayen dengan nada sedikit meninggi.


Niken tersenyum sinis menanggapi ucapan om nya tersebut, benar-benar egois pikirnya.


''Sudahlah om, mending om selesaikan dulu urusan om yang katanya sangat penting itu, karna aku juga ingin menyelesaikan urusanku.'' ucap Niken penuh dengan penekanan disetiap kalimatnya.


Rayen menghela nafas kasar, sepertinya dia harus dengan kepala dingin saat bicara dengan gadis kecilnya itu kalau tidak maka masalah nya tidak akan pernah selesai.


''Niken ayo ikut sama om!" ucapnya sambil menarik tangan Niken menuju mobil miliknya.


Niken yang juga tak ingin masalahnya berlarut-larut tak menolak saat Rayen mengajaknya masuk kedalam mobil.


Saat ini keduanya sudah berada didalam mobil, Niken hanya diam tanpa ingin memulai pembicaraan,bahkan pandangannya ia alihkan kesembarang arah untuk menghindari tatapan mata Rayen, karna memang gadis itu tak bisa marah terlalu lama dengannya.


''Niken sayang, maafin om ya? karna sudah bohong, sebenarnya om gk ada niat buat bohongi kamu, om hanya tidak ingin kamu salah paham.'' jelas Rayen


Alasan yang diberikan Rayen sama sekali tidak bisa ia terima.


''Asal om tau, justru karna om telah membohongiku, aku merasa tidak berarti buat om sama sekali, kan om sendiri yang bilang waktu itu jika diantara kita itu tidak boleh ada apa pun yang disembunyikan, tapi sekarang apa om? walaupun ini bukan masalah serius tapi tetap saja om sudah gk jujur sama aku, dan aku sangat kecewa sama om Rayen.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2