
Nafas Windy terlihat masih naik turun, emosinya pun belum sebenuhnya reda.
'' Windy minumlah ini!" ucap Niken sambil memberikan segelas air putih pada sahabatnya tersebut.
'' Terimakasih.'' ucap nya sambil mengambil air tersebut dari tangan Niken.
'' Tenanglah Win, yang kamu lakukan tadi sudah sangat benar, kalau menurutku itu memang pantas tante Viona dapatkan.'' ucap Niken sambil mencoba menenangkan sahabatnya.
Beberapa menit yang lalu, Windy yang merasa terhina oleh ucapan Viona langsung menyerang wanita tersebut secara membabi buta, ia mencakar wajah Viona, sampai meninggalkan banyak jejak disana, bahkan Windy juga menarik rambut wanita itu hingga rontok beberapa helai tertinggal ditangannya. Itu semua ia lakukan karna merasa sudah tidak tahan dengan hinaan yang Viona ucapkan, makanya ia nekat bertindak seperti itu, hingga membuat wanita itu jera untuk mengulang perbuatannya.
Ditempat lain, tepatnya didalam sebuah taksi, terlihat wajah seorang wanita yang sangat menyedihkan, siapa lagi kalau bukan Viona,mendapat serangan tiba-tiba membuat Viona kalang kabut menghadapi lawannya.
'' Aww,,sshhh,, sakit sekali ini, wajahku juga sangat perih, dasar gadis bar-bar, bisa-bisanya dia menyerangku seperti ini, entah bagai mana bentuk wajahku sekarang, aduuh,,perih banget rasanya ini, awas aja kamu gadis bar-bar, aku akan buat perhitungan nanti.'' monolog nya dengan menahan amarah, sambil terus meringis menahan rasa sakit dibagian wajahnya. Untung saja Niken dengan cepat melerai keduanya, mungkin kalau tidak maka wajah Viona akan rata tak berbentuk lagi dibuat oleh Windy, dan Niken tak mau jika sahabatnya itu nantinya mendapat masalah karna itu, makanya dia langsung melerai sahabatnya.
'' Anda tidak apa-apa nona?'' tanya sang sopir saat mendengar jeritan kesakitan dari penumpangnya itu.
'' Ya saya tidak apa-apa pak, bapak jangan hiraukan saya!" ucap Viona yang tak ingin diganggu.
Kembali kediaman Windy..
'' Sebenarnya apa yang terjadi Win? kenapa bisa tante Viona itu masuk kedalam rumahmu?'' tanya Niken setelah melihat sahabatnya sudah sedikit tenang.
__ADS_1
'' Tadi gk lama setelah mama dan papa pergi ada yang kembali mengetok pintu, gue pikir mereka yang balik lagi, tapi setelah gue lihat ternyata perempuan pelakor itu, yaudah langsung gue maki aja sekalian, habisnya gerem banget gue liat wajahnya yang sok suci itu.'' ungkap Windy, sepertinya kini ia mulai ketularan bar-bar seperti sahabatnya Putri.
'' Oya Win, lalu apa rencana kamu dengan kak Leo?'' sambung Niken
'' Rencana gue tetap sama gue akan tetap minta pisah dari dia Ken, jujur ini berat banget buat gue, walaupun sebenarnya gue masih sangat cinta sama kak Leo, tapi gue gk bisa memaafkan perbuatannya yang sudah bermain serong dibelakang gue.'' jelas Windy, tiba-tiba terlihat kembali raut wajah sedih disana, Niken yang mengerti langsung menggenggam tangan sahabatnya itu.
'' Windy tapi apa kamu sudah siap dengan status mu nanti?'' diusia yang masih sangat muda tapi udah jadi seorang janda?'' tanya Niken yang akhirnya mengungkapkan kekhawatirannya, tentang sahabatnya itu, sebab yang ia tau banyak sekali wanita yang berstatus sebagai seorang janda, selalu dipandang rendah oleh orang lain, walau sekalipun janda terhormat, namun tak menutup kemungkinan tetap akan dijadikan bahan omongan orang dibelakang.
'' Siap atau tidak, gue harus tetap menyiapkan diri kan? lagi pula gue juga gk mau jika terus terusan terjebak dalam pernikahan seperti ini.'' jelas Windy
'' Win, memangnya kak Leo bersedia untuk ceraikan kamu?'' tanya Niken lagi
'' Kemarin dia bilangnya gk mau jika kami berpisah, tapi kalau guenya udah gk mau lagi gimana coba? lagi pula gue gk mau bertahan dengan alasan masih cinta sama kak Leo, bisa aja kan dia memanfaatkan rasa cinta gue kedia, terus dianya kembali mengulang kejadian yang sama, gue gk mau sakit hati lagi Ken, dengan mengambil resiko itu, lagi pula jika gue tetap mempertahankan rumah tangga gue, belum tentu kejadian serupa tidak bakal terulang, siapa yang akan menjaminnya? biarlah gue hidup sendiri dari pada makan hati.'' jelas Windy, sedangkan Niken hanya diam, ia paham bagai mana perasaan sahabatnya itu.
'' Makasih ya Niken, gue sangat beruntung memiliki sahabat seperti loe dan juga Putri yang selalu ada buat gue, oya tapi dimana anak itu? tumben gk nongol?'' tanya Windy
'' Astaga, aku baru ingat, tadi dia pesan ke aku buat bilang sama kamu, kalau hari ini dia gk bisa datang karna ada janji sama Rangga, mungkin besok baru dia datang kesini.'' jelas Niken, Windy hanya mengangguk tanda mengerti
Tak terasa jam sudah menunjukan pukul lima sore, saat kedua gadis itu asik ngobrol didalam kamar tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar Windy, dan tak berapa lama terlihat mama Yuna masuk kedalam kamar.
'' Lagi bicara apa sih? asik banget kayaknya?'' ucap wanita paruh baya tersebut, sambil melangkah mendekati kedua gadis itu.
__ADS_1
'' Gk ada mah, biasalah ngobrolin kegiatan masing-masing, dan oya mah, rencananya nanti setelah sehat, aku mau kembali kesekolah, boleh kan mah?'' tanya Windy pada Yuna.
'' Tentu boleh dong sayang, mama malah senang, disana kamu punya banyak teman, Niken tante makasih banget sama kamu dan juga Putri yang selalu ada buat Windy,'' ucap Yuna sambil tersenyum tulus
'' Iya tante, buat aku Windy dan juga Putri adalah saudara, jadi jika diantara kami punya masalah atau tertimpa musibah sebisa mungkin kami akan selalu menguatkan, dan mencoba mencari jalan keluar atas masalah tersebut.'' jawab Niken
'' Oya mama sampai lupa tujuan datang kesini, Niken itu didepan ada Rayen katanya mau jemput kamu.'' jelas Yuna
'' Oh udah datang ya tan? yaudah Win aku balik dulu, besok jika gk ada halangan aku balik lagi.'' ucap Niken sambil berpamitan dengan sahabatnya itu.
Niken keluar dari kamar dan langsung melanglah menuju ruang tamu, yang dimana saat ini ada Rayen dan juga Cecep sedang ngobrol diruang tamu.
'' Om,'' sapa Niken pada suaminya tersebut, karna memang kedua orangtua Windy juga belum tau jika mereka telah menikah, yang mereka tau jika Niken dan Rayen adalah om dan keponakan.
Saat ini Niken dan Rayen sudah berada didalam mobil, begitu masuk Rayen langsung memeluk erat tubuh istrinya.
'' Mas kangen banget sama kamu sayang.'' ucap Rayen sambil mengecup pipi istrinya.
'' Aku juga mas, yuk jalan masa mau disini terus katanya tadi kangen.'' ucap Niken kembali menggoda suaminya.
'' Baiklah sayang, jangan salah kan mas ya jika setelah sampai dirumah nanti kamu akan langsung mas terkam.'' ucap Rayen yang seketika menjadi semangat.
__ADS_1
Bersambung
Author ingatkan sekali lagi ya sama kalian semua para readers, jika kisah di novel ini hanyalah kisah dari kehaluan author semata, jadi jika kalian tidak menyukai jalan ceritanya silahkan di skip aja, namun jika kalian menyukainya author sangat senang karna bisa menghibur kalian semua. ada beberapa komen yang membuat hati author berdebar saat membacanya,😁 bukan karna kata cinta buat otor yang tertulis disana ya😅,,,tapi karna bahasanya membuat otor sedikit gimana.....gitu, tapi yasudahlah otor gk akan mempermasalahkannya bagi otor yang terpenting kalian menyukai alur ceritanya, dan otor juga berharap selalu komen yang positif ya! otor juga ucapkan terimakasiih buat kalian yang selalu setia mengikuti jalan cerita dinovel ini, jangan lupa selalu tinggalkan jejak setelah membacanya 🤗😘