CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Kembali Sakit Hati


__ADS_3

Saat ini Rayen sedang duduk didepan laptop miliknya untuk melanjutkan kegiatan nya yang sempat tertunda tadi, karna terlalu asik memadu kasih bersama Niken


''Bos kayaknya semangat amat siang ini?tumben ada apa?'' ucap Leo kepo


''Saya baru dapat vitamin Le makanya semangat.'' jawaban yang diberikan Rayen membuat Leo mengerutkan dahi


Rayen yang mengerti kebingungan asistennya itu, dan ia pun kembali berkata


''Nyonya mu sekarang sedang istirahat dikamar pribadi.'' sambung Rayen membuat Leo melebarkan matanya seketika.


''Ooh shiit. Seriusan loe Ray? jadi kalian sudah melakukannya??'' Leo semngkin kepo


Namun Rayen hanya memberikan senyum misterinya tanpa ingin menjawab perkataan asisten sekaligus sahabatnya itu.


Sedangkan didalam sebuah kamar terlihat saat ini seorang gadis sedang tertidur dengan pulas, dengan tubuh yang terbungkus selimut tebal, namun didalamnya tak mengenakan sehelai kainpun.Setelah aktivitas intim yang mereka lakukan satu jam yang lalu membuarnya terasa lelah dan juga lemas, karna Rayen berkali-kali berhasil membuatnya mengeluarkan cairan cintanya akhirnya ia tertidur tanpa membersihkan tubuh terlebih dahulu, ya.. walaupun mereka tidak melakukan penyatuan namun mereka mencoba untuk saling memuaskan satu sama lain dengan cara yang berbeda seperti dengan cara yang mereka lakukan tadi pada pasangan masing-masing, dan ternyata itu berhasil, apalagi Niken yang sama sekali belum pernah merasakan itu, tentu saja membuat gadis itu sangat ketagihan, dan mungkin setelah ini Niken akan sering memintanya dari Rayen, untuk kembali mengulang perbuatan dosa yang selalu membuat manusia ketagihan untuk melakukan dan mengulangnya lagi dan lagi.


''Uuhh,, terdengar lenguhan kecil yang keluar dari mulut gadis itu.Perlahan ia membuka matanya untuk menyesuaikan cahaya lampu yang ada diruangan tersebut, gadis itu tersenyum kala mengingat kembali aktivitas panas yang baru saja ia lakukan bersama kekasihnya.Niken menyibak selimut tebal yang menutupi tubuh polosnya,lalu meraba area inti miliknya mengusapnya lembut, ia kembali mengingat kejadian satu jam yang lalu dimana kekasihnya itu telah mengobok-obok inti miliknya dengan lidahnya.


''Sayang, sepertinya aku akan lebih sering meminta ini dari kamu, habisnya yang kamu lakukan itu enak banget, oohh rasanya kok aku pengen lagi ya?'' gumamnya sambil terus mera*ba area inti miliknya.


30 menit kemudian, Niken sudah memakai kembali seragam sekolahnya setelah sebelumnya ia membersihkan diri dikamar mandi yang terdapat diruangan tersebut.


Sreeekk


Terdengar suara pintu terbuka, bersamaan itu munculah Niken dari balik pintu tersebut.


''Kok sepi, mas Rayen kemana ya?'' gumam Niken sambil memperhatikan ruangan kerja Rayen yang kosong.


''Apa dia sedang ada meeting kali ya? sebaiknya aku coba tunggu sebentar lagi lah.'' Niken melangkah menuju sofa lalu mendudukan bokongnya disana.

__ADS_1


''Mas Rayen kemana sih sebenarnya? hampir setengah jam aku nunggu dia masih gk balik juga.'' gerutu nya


DITEMPAT LAIN..


''Memangnya kenapa bisa sampai lampunya jatuh dan mengenai Viona??'' ucap Rayen panik sambil memeriksa kepala mantan kekasihnya itu.


15 menit yang lalu Rayen mendapat sambungan telpon, ada yang mengabarkan jika telah terjadi kecelakaan diruangan pemotretan, dan yang menjadi korbannya adalah Viona, sebenarnya mereka tak harus menghubungi Rayen karna yang menangani adalah Leo, namun karna sebelum pingsan Viona memanggil nama Rayen makanya mereka menghubungi Rayen, selain itu mereka juga tau kalau Viona itu adalah kekasih atasan mereka, ya walaupun sebenarnya sudah putus.


''Maaf pak, kami juga tidak tau jika lampunya akan jatuh pak,'' ucap salah satu kru disana.


''Kalian ini bagai mana sih? jenapa ceroboh sekali,,apa kalian tidak memeriksanya sebelumnya? ingat ya sekali lagi saya mendengar ada kejadian seperti ini lagi saya akan langsung memecat kalian.'' ucap Rayen geram


''Maaf pak, kami janji tidak akan teledor lagi.'' jawab salah satu kru yang menangani pemotretan tersebut.


''Viona bangun lah! kalian cepat siapakan mobil saya akan membawanya kerumah sakit sekarang.'' ucap Rayen sambil mengangkat tubuh Viona dan langsung membawanya keluar dari ruangan tersebut.


Sedangkan Niken yang merasa jenuh berada disana sendiri memilih untuk keluar darinruangan Rayen hanya sekedar untuk mencari udara segar.


Lift terbuka bersamaan itu Niken keluar dari dalam, baru saja beberapa langkah ia berjalan tiba-tiba kakinya kembali terhenti saat matanya melihat sesuatu didepannya yang seketika membuat matanya memanas seperti ada sesuatu yang ingin keluar.


Langkah nya terhenti begitu saja saat Niken melihat kekasihnya sedang menggendong seseorang yang sangat ia kenal, dan dia adalah Viona mantan kekasih dari Rayen, dadanya terasa sesak, apa lagi Rayen terlihat begitu khawatir, sampai Niken yang saat itu berdiri tak jauh dari mereka tak dilihatnya, Rayen melewati Niken begitu saja matanya hanya tertuju pada wanita yang saat ini sedang berada dalam gendongannya.


Kenapa rasanya sangat sakit melihatnya bersama wanita itu? apa mungkin selama ini om Rayen masih memiliki perasaan pada tante Viona.


Batin Niken sambil memegangi dadanya yang terasa sesak.


Sedangkan Rayen tiba-tiba menghentikan langkahnya, dan berbalik untuk memastikan sesuatu, namun saat ia menoleh kebelakang Rayen sama sekali tak melihat siapapun disana.


Kenapa sepertinya aku melihat keberadaan Niken ya disana,tapi sepertinya tidak mungkin, dia kan masih tidur dikamar pribadiku,

__ADS_1


Batin Rayen yang sepertinya juga merasakan kehadiran Niken, namun ia segera menepisnya.


Tak lama asisten Viona lewat dengan sedikit berlari kecil, untuk mengejar Rayen dan juga Viona.


''Duuh,semoga saja mba Viona tidak kenapa-napa.'' gumamnya sambil yerus melangkahkan kakinya dengan cepat.


Sedangkan Niken yang sempat mendengar ucapan wanita itu hanya diam sambil memikirkan sesuatu.


''Memang nya apa sebenarnya yang terjadi pada tante Viona.'' monolognya


Tak ingin ambil pusing, Niken memilih keluar dari kantor tersebut.


Niken duduk disalah satu taman yang berada disekitaran kantor, ia masih mencoba menenangkan hatinya.


Tak terasa jam sudah menunjukan pukul tiga sore,itu artinya sudah satu jam Niken berada ditaman tersebut.


''Ternyata sudah lama juga aku duduk disini, apa kira-kira om Rayen sudah kembali? apa kira-kira dia akan menjelaskan semuanya sama aku nanti? rasanya males banget ketemu sama dia, tapi aku tetap harus kembali keatas, untuk mengambil tas dan ponselku yang masih berada dikamar itu, sepertinya aku terpaksa deh naik lagi kesana.''monolognya sambil bangkit dari duduknya dan langsung melangkah menuju kantor.


''Sepi, sepertinya dia memang belum kembali, kayaknya tante Viona memang masih berarti untuk om Rayen, buktinya dia lebih mementingkan wanita itu dari pada aku disini, atau mungkin om Rayen lupa kali ya kalau aku masih berada diruangannya,?'' gumam Niken sambil tersenyum miris.


''Sudahlah sebaiknya aku langsung pulang saja.'' Niken langsung mengambil tas dan handphone miliknya didalam kamar yang terdapat diruangan Rayen kemudian ia langsung keluar dari ruangan tersebut.


Niken melangkah dengan gontai melewati koridor kantor, tanpa ia sadari ada seorang laki-laki yang mengikutinya dari belakang.


Kok sepertinya aku merasa ada yang sedang mengikutiku ya?


Niken yang merasa sedikit takut akhirnya melajukan langkahnya agar cepat sampai menuju lift


''Niken kenapa kamu berlari??'' pertanyaan itu sontak membuat nya menghentikan langkahnya.Untuk memastikan akhirnya Niken menoleh kebelakang untuk mengetahui siapa yang saat ini sedang berada dibelakangnya.

__ADS_1


''Kamu???


NEXT


__ADS_2