
Sore menjelang, saat ini kedua sahabat itu tengah bersiap akan pergi ke cafe tempat dimana mereka janjian dengan Windy.
''Nih baju loe yang ketinggalan kemarin.'' ucap Putri sambil memberikan pakian milik sahabatnya itu.
''Oh iya, makasih.'' jawab Niken sambil mengenakan baju tersebut.
Setelah selesai dengan ritual mereka, keduanya langsung keluar dari kamar,dan langsung menuruni anak tangga,namun saat sampai dibawah keduanya melihat Regan sedang duduk bersantai diruang keluarga.
''Mau kemana kalian?'' tanya Regan saat keduanya baru saja tiba dihadapannya.
''Bang, kami mau keluar sebentar, sudah ada janji dengan Windy.'' jelas Putri.
''Memang mau kemana?'' tanya nya lagi.
''Ck, punya abang kok ribet banget sih,'' gerutu Putri
''Tinggal kamu jawab saja apa susahnya coba? memangnya mau kemana?'' ulang Regang lagi, sejenak ia melirik kearah Niken membuat gadis itu yang tadi melihat kearahnya langsung membuang pandangannya kesembarang arah.
''Rencananya mau ke cafe Rangga yang ada dijalan X itu loh bang, udah ya kami pergi dulu sudah terlambat, ayo Ken!" ajak Putri yang diangguki Niken.
Regan memperhatikan punggung kedua hingga menghilang dibalik tembok.
Terdengar helaan nafas berat keluar dari mulut Regan.
''Ada apa denganku, kenapa perasaanku aneh begini.'' gumamnya.
''Put, kamu sudah hubungi Windy kan? apa mereka sudah jalan?'' tanya Niken
''Sudah mereka mungkin sebentar lagi juga sampai,'' jawab Putri masih fokus mengendarai mobilnya.
Tak lama terdengan suara notifikasi dari ponsel Niken, cepat-cepat gadis itu mengambil ponselnya yang berada didalam slingbad miliknya.
''Om Rayen.'' gumamnya tersenyum
Rayen mengirim pesan kalau hari ini dia ada urusan penting dengan Leo jadi mereka tidak bisa bertemu.
Niken juga membalas jika dia juga belum bisa pulang karna saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju sebuah kafe bersama teman-temannya.
Sesampainya dicafe Mereka belum melihat keberadaan sahabatnya itu bersama calonnya.
''Sepertinya mereka belum datang Ken.'' ucap Putri.
''Yasusah kita cari tempat duduk saja dulu.'' jawab Niken sambil melangkah menuju sebuah meja yang cerada dipinggir jendela.
Beberapa saat kemudian terlihat Windy memasuki cafe dimana tempat nya janjian bersama dengan kedua sahabatnya dengan seorang lelaki yang sudah dipastikan jika itu adalah Leo.
''Dimana teman-teman kamu?'' tanya Leo sambil mengedarkan pandangannya, disaat yang bersamaan matanya menangkap sosok yang ia kenali.
''Itukan Niken, dia disini, apa Rayen yang mengajaknya, tapi dimana Rayen, dan kenapa Niken bersama temannya, atau jangan-jangan Rayen memang belum datang.
__ADS_1
Batin Leo.
''Kamu kenapa bengong? itu teman-teman aku sudah pada datang.'' ucap Windy.
Sebenarnya dalam suatu percakapan Windy dan Leo susah memutuskan untuk mencoba membuka hati mereka masing-masing, mereka juga sudah saling mengungkapkan perasaan diantara keduanya jika mereka sama-sama merasa nyaman satu sama lain.
Langkah mereka semangkin mendekat kearah meja dimana Niken dan Putri berada.
''Kenapa Windy semangkin melangkah kearah meja Niken, apa jangan-jangan sahabat yang dia maksud adalah Niken dan temannya ini.
Leo terus membatin.
"Hai guys," sapa Windy membuat kedianya yang tadi sibuk bicara menatap kearah sumber suara.
''Haai Win, oh jadi ini calon suami loe.'' ucap Putri sambil tersenyum.
''Loh, kak Leo? jadi kakak calon suaminya Windy?'' ucap Niken membuat Windy dan Putri menatap keduanya bergantian.
''Kalian saling kenal?'' Windy bertanya pada keduanya.Yang diangguki juga oleh Putri yang merasa penasaran
''Iya aku mengenal kak Leo, karna dia bekerja bersama om Rayen.'' jelas Niken.
''Oya? apa benar begitu kak?'' ucap Windy, yang diangguki oleh Leo.
''Ternyata dunia begitu sempit ya, ucap Windy.
''Kalian gk mau duduk? memang gk capek berdiri aja.'' celetuk Putri yang mendapat cengiran dari keduanya.
''Memangnya Rayen bilang urusannya penting ya Ken?'' ucap Leo
''Dia bilang gitu.''
''Gue harus jawab apa nih, gue takut salah bicara, Rayeenn,, loe buat gue serba salah, gue berharapnya mending loe gk usah datang aja sekarang.
''Kak?? panggil Niken lagi.
''Oh, iya itu benarnya sih tadi rencananya gitu, tapi tiba-tiba orang yang mau kami temui gk jadi datang, iya gitu.'' jawab Leo sedikit gugup.
Windy menangkap gelagat aneh pada diri Leo.
''Oya kak mana teman kakak, bukannya dia ingin berkenalan sama calonnya kakak?'' ucap Windy tiba-tiba.
''Duuh, gimana ini, kenapa jadi rumit gini sih urusannya, sepertinya aku tidak punya pilihan lain, masalah Rayen dan Niken biar nanti mereka selesaikan sendiri, yang penting Niken tidak salah paham denganku.
Batin Leo.
''Sebenarnya teman yang aku maksud itu adalah Rayen, om nya Niken.'' jawab Leo gugup, matanya melirik kearah Niken yang hanya diam.
''Seriusan?? om hot loe ternyata penasaran juga sama Windy Ken, eh maksud gue calon istrinya kak Leo.'' ucap Putri membuat keadaan semangkin tak kondusif
__ADS_1
''Putri!" peringat Windy agar temannya yang satu itu jangan mulai memperkeruh keadaan.
''Oya kak, apa dia juga tau, kalau rencana kalian kesini akan bertemu dengan teman-temannya Windy, yaitu kami?'' tanya Niken tiba-tiba.
''I-iya sih, tapi sepertinya dia sama sekali tidak tau kalau teman Windy ternyata adalah kamu, sama seperti aku yang juga baru tau.'' jawab Leo sedikit ragu, ia berpikir sepertinya Niken mulai salah paham.
''Oh, sepertinya om Rayen mau bermain dibelakangku, ok aku akan mengikutinya.
Batin Niken
''Emm, kalau gitu aku ketoilet sebentar ya, oya, kalau om Rayen datang sebaiknya kalian jangan bicara tentang aku ya.'' ucap Niken.
Niken yang berkata seperti itu membuat orang yang duduk disana seperti merasakan sesuatu yang sebentar lagi akan terjadi.Setelah mengatakan itu Niken langsung beranjak dari duduknya, bersamaan itu Rayen pun langsung masuk kedalam cafe, matanya menyapu seluruh ruangan tersebut, hingga terlibat lambaian tangan dari seseorang yang ia tuju.
''Duduk Ray! kenalin ini Windy yang mau gue kenalin sama loe.'' ucap Leo.
Rayen mengerutkan dahi, sepertinya dia pernah melihat wajah gadis yang duduk dihadapannya tapi dimana? pikirnya.
''Ray, kenapa bengong? kenalin ini Windy dan yang itu Putri.'' jelas Leo membuat Rayen semangkin berpikir keras dimana dia pernah bertemu dengan kedua gadis belia ini.
''Oh, iya hai saya Rayen,'' jawabnya membuat kedua gadis itu tersenyum.
Didalam hati kedua gadis itu seolah berkata, apa om dari sahabatnya ini sama sekali tidak ingat pada mereka, sebenarnya memang Rayen sama sekali tidak terlalu mengenal sahabat Niken, bahkan dirinya terkesan tak acuh pada mereka.
''Ray? apa ada masalah?'' tanya Leo lagi saat melihat Rayen hanya diam.
''Atau jangan-jangan loe sudah pernah kenal dengan mereka?'' tanya Leo memastikan.
''Sepertinya begitu, tapi saya lupa dimana.'' jawab Rayen.
''Jika dilihat dari dekat, om nya Niken benar-benar tampan bahkan terlihat semangkin hot.
Putri membatin sambil terus memperhatikan Rayen.
Rayen yang merasa diperhatikan tersenyum kearah Putri, membuat gadis itu menjadi salah tingkah.
Dari kejauhan Niken melihat interaksi om dan juga teman-temannya.
''Aku ingin tau, apa dia akan berkata jujur atau malah berbohong saat ku tanya keberadaannya.'' gumam Niken sambil mengetikan suatu pesan yang akan ia kirimkan pada Rayen.
Ting
Terdengar suara notifikasi dari ponsel Rayen.
''Pesan dari Niken.'' gumamnya pelan sambil membuka isi pesan tersebut.
''Lagi dimana om? apa urusannya dengan kak Leo sudah selesai??
''Belum sayang, sebentar lagi selesai udah dulu ya, nanti om hubungi setelah ini selesai.''
__ADS_1
Begitulah pesan yang ditulis oleh Rayen membuat Niken mengepalkan tangannya.
NEXT