
Hari ini adalah hari minggu, rencana nya Putri dan Windy akan jalan bersama, saat ini Putri sudah bersiap.
'' Kamu mau kemana sepagi ini?'' tanya Regan saat melihat adiknya sudah rapi.
'' Aku mau hangout bareng Windy.'' jelasnya membuat Regan menatapnya.
'' Tidak boleh! hari ini rencananya abang mau kerumahnya, ada sesuatu yang abang ingin bicarakan dengannya.'' jelas Regan
'' Memangnya abang udah buat janji sama dia? belum kan?'' tanya Putri sambil mengunyah makanannya.
'' Dia pacar abang Put, masa iya mau ketemuan sama pacar sendiri harus buat janji dulu, memangnya mau ketemuan sama klien.'' dengus Regan, membuat Putri tertawa dalam hati.
'' Udah deh bang, kalau hari ini biar aku aja yang jalan sama Windy, abang kan bisa lain kali.'' keukeh Putri
'' Memangnya kalian mau kemana sih?
'' Ke mall nonton film.'' jawab sang adik
'' Berdua saja?
'' Gk, aku ngajakin Rangga juga kok, itupun kalau dia gk sibuk.'' sambung Putri
'' Lah jadi Windy cuma kamu jadiin kambing congek gitu? jahat banget jadi sahabat,'' cibir Regan
'' Yaudah ayo ikut, biar kita bisa double date bareng.'' sambung Putri, ia tau abangnya itu tak akan mau jika ia ajak double date, karna Regan memang tak suka itu.
'' Yasudah ya bang aku pergi dulu.'' setelah mengatakan itu Putri langsung berangkat. Regan hanya bisa menatap punggung adiknya yang kian menjauh,
'' Aku tidak bisa menunggu lebih lama, sepertinya aku harus bicara dengan Windy sekarang, oh astaga, kenapa aku lupa minta nomor ponselnya pada Putri, siaal semoga saja gadis itu belum pergi.'' ucap Regan sambil sedikit berlari menuju luar rumah untuk mengejar Putri, sesampai nya diluar Regan sama sekali sudah tak menemukan mobil adiknya.
'' Shiitt, kenapa cepat sekali dia pergi, kalau begini bagai mana aku bisa menghubungi Windy.'' gumamnya
Saat ini Putri sedang dalam perjalanan menuju kediaman Windy, karna selain ingin menjemput sahabatnya itu, ia juga ingin bertemu dengan mantan dari abangnya Regan, karna kebetulan Windy bilang jika kakaknya itu ada dirumah mereka pagi ini, sejujurnya Putri sangat penasaran apa kah Sesil itu orang yang sama atau kah hanya mirip nama saja, tapi kalau mendengar cerita Windy pasti mereka adalah orang yang sama, tapi pertanyaannya kenapa bisa? Kenapa Putri tidak pernah tau jika Sesil memiliki seorang adik perempuan? Mantan pacar abangnya itu tidak pernah sama sekali cerita, padahal dulu mereka juga sempat dekat, ya walaupun tidak sedekat dirinya bersama Windy. Tak terasa mobil yang ia tumpangi sudah sampai dihalaman kediaman sahabatnya Windy, setelah memarkirkan mobilnya, Putri segera turun sambil membawa bungkusan yang sempat ia beli sebelumnya.
Tok-tok-tok
'' Assalamu'alaikum,'' Putri mengetuk pintu sambil mengucapkan salam.
__ADS_1
'' Wa'alaikum salam.'' terdengar jawaban dari dalam.
'' Eh nak Putri, masuk nak,
'' Iya tante terimakasih, ini ada sedikit kue buat tante.'' ucap Putri sambil menyerahkan sebuah bungkusan yang ada ditangannya.
'' Nak Putri selalu repot-repot, tante jadi gk enak, masa setiap main kerumahnya Windy selalu bawa makanan.'' ucap Yuna tak enak hati.
'' Ya gpp lah tan, sekai-kali juga,'' jawab Putri.
'' Siapa yang datang mah?'' terlihat seorang wanita yang baru keluar dari arah dapur, dengar pakaian tidur berbahan satin sambil membawa jus jeruk ditangannya. Putri terus memperhatikan sosok tersebut, sosok wanita yang tiga tahun lalu pernah ia temui saat berada dirumahnya.
'' Kak Sesil,'' gumamnya sambil terus memperhatikan Sesil yang melangkah semangkin dekat kearahnya. Akhirnya kini ia benar-benar melihatnya lagi setelah tiga tahun tak bertemu.
'' Putri, kamu putrikan? adiknya Regan?'' tanya Sesil setelah berdiri didepan gadis remaja tersebut.
'' Hai apa kabar? Kamu semangkin cantik.'' ucap Sesil sambil memeluk Putri sekilas, lalu melepaskannya.
'' Kalau gitu tante tinggal sebentar ya Putri, soalnya tante lagi masak ini.'' potong Yuna
'' Aku baik kak, kak Sesil sendiri apa kabar? aku gk nyangka ternyata kak Sesil ini adalah kakak dari sahabat ku Windy.''
'' Iya, kakak juga gk nyangka, ternyata dunia ini begitu sempit ya?'' gurau Sesil, Putri hanya tersenyum tipis menanggapi nya.
'' Kamu mau bertemu Windy? Sepertinya dia ada dikamar deh, masuk aja langsung!" ucap Sesil yang diangguki oleh Putri.
'' Aku kekamar Windy dulu kak.'' setelah mengatakan itu Putri langsung melangkah menuju kamar Windy, sementara Sesil, wanita itu terus menatap punggung Putri hingga gadis itu menghilang dibalik pintu kamar.
'' Ternyata benar dia kak Sesil mantannya bang Regan,.'' gumam Putri pelan, sambil menyandarkan tubuhnya dibalik pintu kamar, ia belum menyadari jika saat ini sahabatnya Windy sedang memperhatikannya dari meja belajarnya.
'' Loe ngapain berdiri disana Put? Pakai acara ngomong sendiri lagi, kesambet loe ya? gurau Windy, membuat gadis itu berdecak kesal.
'' Gue itu lagi mikir, ternyata yang loe bilang itu benar, ternyata kakak loe memang benar kakak Sesil mantannya bang Regan, tadinya gue pikir itu hanya kebetulan aja namanya yang sama.'' ucap Putri
'' Jadi loe pikir selama ini gue bohong gitu? lagian ya, dari mana gue bisa tau nama dari pacar bang Regan sebelumnya coba?
'' Iya juga sih, oya gimana, loe udah siap kan?
__ADS_1
'' Memangnya mau kemana sih?
'' Ya nonton dong, gue tadi sempat telpon Rangga katanya dia gk bisa buat nemani kita, makanya kita pergi berdua aja, setelah itu nanti kita langsung ke cafe nya saja.'' jelas Putri.
'' Terus rencana kita gimana?'' tanya Windy memastikan
'' Nanti deh dipikirin lagi, atau nanti sore gue suruh aja bang Regan datang ke cafe Rangga, dan kita bisa mulai disana.'' jelas Putri
'' Loe kenapa tiba-tiba sedih begitu?'' sambung Putri saat melihat Windy menjadi murung.
'' Entahlah, gue merasa bang Regan memang tidak benar-benar cinta sama gue, buktinya setelah gue ganti nomor dia sama sekali gk ada niat buat cari tau, mungkin sekarang dia sedang fokus bersama kakak Sesil.'' ucapnya
'' Udahlah jangan mikirin itu dulu, sebaiknya kita pergi sekarang aja yuk, loe udah siap kan?
'' Hem, yaudah tunggu bentar gue ganti baju dulu.'' ucap Windy sambil melangkah menuju kamar mandi untuk berganti pakaian.
................... ...
Tak terasa jam sudah menunjukan pukul tiga sore, puas berkeliling di mall Windy dan Putri segera menuju ke cafe Rangga, karna sejak tadi pemuda itu terus menghubunginya
'' Ya ampun Rangga, baru beberapa menit yang lalu nelpon ini udah nelpon lagi, gk sabaran banget sih pacar aku ini,'' gerutunya sambil mengangkat telpon dari kekasihnya itu.
'' Iya sayang, ini aku udah otw kok, kamu sabar dong,'' ucap Putri yang langsung bicara.
'' Sayang aku nelpon kamu untuk memberitahu jika saat ini aku lihat bang Regan datang bersama dengan seorang perempuan cantik.''
'' Apa?? yasudah aku dan Windy akan langsung kesana sekarang.''
'' Ada apa Put? Kok kelihatannya loe gelisah gitu? Memangnya Rangga bilang apa?'' terlihat Windy begitu penasaran.
'' Nanti loe juga bakal tau.'' hanya itu yang keluar dari mulut Putri, Windy pun tak lagi bertanya.
Apa-apaan bang Regan, kenapa dia malah pergi bersama wanita lain? Aku yakin yang dimaksud Rangga tadi adalah kak Sesil, awas aja kamu ya bang, kalau sempat aku tau abang nyakiti sahabat aku, maka aku akan buat perhitungan, gk perduli kalau bang Regan adalah abang kandungku sendiri.
Batin Putri sambil menantap gas, niat hati ingin membuat abangnya cemburu, malahan jadi seperti ini, yang tambah membuat nya tak habis pikir kenapa Regan malah mengajak wanita itu bertemu dicafe Rangga, kenapa gk ditempat lain saja, pikir nya kalau begini sudah dipastikan rencana mereka akan gagal, malahan mungkin Windy yang akan cemburu. Begitulah kira-kira yang ada dipikiran Putri saat ini.
Next
__ADS_1