
Malam harinya Niken sedang bersiap untuk mengemasi semua barangnya, karna besok pagi mereka sudah harus pulang kekota asal.
'' Sayang udah dong, masa dari tadi itu melulu yang dikerjakan, mas nya malah dianggurin.'' ucap Rayen protes
Mendengar keluhan suaminya Niken menghentikan kegiatannya yang memang juga sudah selesai.
'' Mas,'' panggilnya manja sambil naik keatas tempat tidur dimana suaminya itu berada.
'' Sayang kamu sudah ngantuk belum?'' tanya Rayen tangannya kini bergerak menyentuh daging kembar nan kenyal milik istrinya.
'' Aahh,, sshhh mass.'' desisnya saat merasakan tangan kekar suaminya bermain dipucuk daging berwarna merah muda miliknya.
'' Enak ?'' tanya Rayen
Niken mengangguk malu.
'' Mau yang lebih enak lagi?'' goda Rayen.
'' Iya mas, aku pengen yang lebih dari sekedar ini aku mau dimasukin sama milik kamu mas.'' pintanya dengan nada memohon, seperti yang kita ketahui bahwa Niken mudah sekali terang*sang, bila disentuh sedikit saja oleh suaminya, maka ia langsung basah.
Rayen tersenyum lebar, saat mendengar ucapan istrinya.
'' Mas akan puasin kamu malam ini sayang, dan mas akan buat kamu gk bisa jalan besok agar kita batal pulang.'' sambungnya dalam hati, karna jujur saja Rayen merasa belum puas merasakan bulan madu tersebut.
'' Maas,, geli sayang,'' rengek Niken manja
'' Tapi kamu suka kan? ini enak banget loh sayang, rasanya lemak.'' ucap Rayen, membuat Niken semangkin bergai*rah mendengar ucapan suaminya.
Rayen terus menyedot s*u*su tanpa asi milik istrinya itu, rasanya tak ingin ia lepaskan, Rayen sangat menikmatinya begitupun dangan Niken, rasanya geli-geli enak.
__ADS_1
'' Mas isep yang lain dong sayang kerang aku juga udah gatel ini.'' pinta Niken dengan mata yang sudah berkabut ga*ira*h membuat Rayen semangkin bersemangat.
'' Kamu tenang sayang, pokoknya malam ini dan malam-malam berikutnya, mas akan membuat kamu merasakan kenikmatan yang selalu membuat kamu nagih.'' ucap Rayen sambil menanggalkan satu persatu pakaian yang ia kenakan, begitu juga dengan pakaian yang digunakan istrinya, kini mulai ia lucuti.
Kini de*sa*han demi de*sa*han keduanya saling bersautan satu sama lain, menikmati setiap sentuhan dan belayan dari pasangan masing-masing, keduanya sangat bersemangat untuk mengejar kepuasan yang mereka inginkan memberikan pelayanan terbaik untuk pasangan mereka.
'' Ooh..,, Niken sayang kamu sangat nik*ma*t sekali, mas tidak akan pernah merasa puas dengan mu sayang, kerang milikmu terus me*ng*hi*sap milik mas,, oohh aahhh...'' Rayen terus meracau memuji setiap inci tubuh istrinya, membuat wanita itu semangkin melambung karna pujian dan juga rasa nik*mat yang diberikan oleh suami tercintanya.
'' Ooh, yeess mas, disitu mas, enak maass..'' racaunya tak mau kalah.
Hingga beberapa saat kemudian terdengar erang*an panjang dari bibir keduanya, Rayen menindih tubuh Niken dengan senjata yang masih tertanam diliang kenikmatan milik istrinya.
'' Mas kamu hebat banget, aku sampai kewalahan.'' ucap Niken memuji.
'' Kamu juga sayang, mas merasa gk akan pernah puas untuk menikmati kerang legit mu ini sayang.'' ucap Rayen sambil menggoyang senjatanya yang masih tertanam di liang milik Niken.
'' Maass,'' pekiknya saat merasakan milik suaminya kembali memenuhi liang miliknya.
'' Mas bilang juga apa, senjata mas ini gk akan pernah merasa puas untuk menikmati kerangmu ini sayang.'' ucap Rayen tersenyum mesum, kini ia kembali meng*gen*jot istrinya untuk mencari kenikmatan yang selalu ia rasakan sebelumnya.
'' Sayang kamu yakin mau pulang kerumah? kondisimu belum pulih banget loh sayang, gimana jika kamu tinggal dulu disini untuk beberapa hari lagi.'' pinta Yuna pada Windy, karna sejak tadi pagi putrinya itu terus meminta pulang dengan alasan tidak betah.
''Tapi mah, aku udah mendingan kok, malahan jika lama-lama disini aku merasa tidak nyaman, mending istirahat dirumah aja, ya mah boleh ya?'' pinta Windy yang terus membujuk mama nya tersebut.
'' Baiklah kalau kami maunya begitu, tapi biar mama pastiin dulu ya sama dokternya, jika dibolehkan baru kita pulang.'' ucap Yuna.
'' Iya mah.'' jawab Windy
'' Yasudah kamu tunggu ssbentar ya biar mama keruangan dokter dulu, untuk bertanya apa kamu boleh pulang atau belum, oya tadi papa nelpon, katanya sebentar lagi dia sampai, soalnya tadi dia bilang udah ada diparkiran, nanti kalau papa tanya bilang aja mama keruangan dokter ya?'' pesan Yuna, yang dijawab hanya dengan anggukan oleh Windy.
__ADS_1
Tak lama Yuna keluar terdengar suara ketukan dari luar, Windy mengira jika itu adalah Cecep papanya, jadi ia langsung mempersilahkan nya masuk.
'' Kak Leo,'' gumam Windy terlihat sedikit terkejut.
'' Hai Windy, gimana keadaan kamu sayang?'' tanya Leo sambil mendekat kearah istrinya tersebut.
'' Baik, oya bukankah sudah kukatakan sebelumnya, jika aku tidak ingin bertemu dengan mu untuk sementara waktu? tapi kenapa kamu tetapa ngotot datang kesini?'' tanya Windy dengan tatapan sinisnya.
'' Mana mungkin aku gk datang, sementara istriku terbaring dirumah sakit, Windy ku mohon jangan keras kepala, kita bisa kan bicara baik-baik? dan asal kamu tau, dengan alasan apapun aku gk akan pernah untuk menceraikan kamu.'' ucap Leo keukeh. Mendengar ucapan Leo Windy hanya memutar bola matanya malas, memang kemarin Windy sempat meminta Leo untuk menceraikan dirinya, karna ia sudah merasa muak dan juga jijik dengan pria tersebut, namun Leo sama sekali tak bisa menerimanya, ia tak ingin menceraikan wanita yang sangat dicintainya tersebut.
Tak berapa lama terdengar suara ketukan pintu bersamaan itu masuklah Putri bersama dengan Rangga dibelakangnya.
'' Putri, Rangga, ucap Windy sambil membenahi posisi duduknya.
'' Hai Windy, kamu apa kabar?'' tanya Rangga.
'' Pasti udah baikan lah sayang, kan udah kita jenguk.'' sambung Putri, sambil melirik sinis pada suami dari sahabatnya tersebut.
'' Oya tadi gue ketemu papa loe diluar sama nyokap loe, mereka sepertinya berada diruangan dokter, memangnya lagi ngapain sih?'' tanya Putri penasaran, sedangkan Leo membuka telinganya lebar-lebar ia juga ingin mendengar apa yang sebenarnya terjadi jangan sampai dirinya ketinggalan berita pikirnya.
Sebelum menjawab, Windy sempat melirik kearah Leo namun setelah itu ia kembali menatap sahabat yang berdiri tak jauh darinya.
'' Sebenarnya gue sudah gk betah berlama-lama tinggal disini jadi gue minta mama bicara sama dokter agar mengijinkan gue untuk pulang kerumah, lagi pula gue udah merasa jauh lebih baik kok.'' ucap Windy.
'' Oh gitu bagus dong,,, oya gue ada kabar baik nih buat loe.'' ucap Putri
'' Apa Put?
'' hari ini katanya si Niken bakalan pulang sama sua--,, maksud gue sama om nya dari liburan.'' ucap Putri yang hampir keceplosan, sebab disana ada Rangga sebenarnya sih tidak masalah jika Rangga mengetahuinya, toh dia gk akan bilang pada siapapun jika Niken sudah menikah seperti Windy dan Leo, justru lebih bagus bagi Putri, setidaknya kekasihnya itu tidak akan berharap apapun lagi pada sahabatnya, ya walaupun sekarang Rangga sudah menjadi pacarnya, tapi tak menutup kemungkinan jika kekasihnya tersebut masih menyimpan rasa untuk Niken.
__ADS_1
To be continued