
HAPPY READING..
Niken menatap suaminya, ia masih setia menunggu jawaban dari suaminya.
'' Masih menunggu jawaban dari mas?'' Rayen kembali memastikan
'' Iya dong, dan aku yakin tebakanku benar, iya kan?
'' Memangnya kamu pikir suami mu ini tidak mampu mendapatkan seorang gadis cantik?'' ucap Rayen tersenyum miring
Niken yang tau jika suaminya itu mampu hanya mendengus sebal, saat mendengar suaminya itu berkata seperti itu, sungguh Niken tidak suka mendengarnya.
''Kamu tau sayang? jika mas mau, mas bisa saja mendapatkan wanita yang mas inginkan, tapi selama mas kuliah dulu mas memang tidak memikirkan untuk menjalin hubungan dengan wanita, dan itu janji mas dulu sama papa kamu, sebelum mas berhasil menyelesaikan s2 mas tidak akan berhubungan dengan wanita, tapi bukan berarti mas tidak pernah menyukai wanita ya, hanya saja mas memang tidak ingin waktu itu terikat dengan suatu hubungan sampai akhirnya mas bertemu dengan Viona beberapa tahun yang lalu.'' jelas Rayen.
'' Intinya mas menang atau kalah ??'' tanya Niken yang masih penasaran.
'' Bisa dikatakan mungkin mas mengalah, karna memang mas tidak ingin menjalin hubungan dengan seseorang waktu itu.
'' Termasuk tante Mika?'' ucap Niken kembali menatap lekat pada suaminya.
Rayen kembali tersenyum mendengar pertanyaan istrinya.
'' Begitulah sayang sudahlah, mas gk mau bahas tentang yang lain lagi, disini kita kan ingin bulan madu yang artinya menanam benih.'' ucap Rayen
'' Kok menanam benih mas?'' tanya Niken bingung
'' Iya dong, tujuan semua orang kan berbulan madu untuk fokus bercocok tanam, sama artinya dengan menanam benih, yaitu menanam sper*ma nya mas kedalam rahim kamu sayang, yang nantinya akan menghasilkan buah cinta kita, kamu mau kan mengandung anaknya mas?''
'' Anak? apa mas Rayen ingin sekali menjadi seorang ayah?'' Niken bertanya dengan serius.
Rayen yang mendapat pertanyaan seperti itu langsung bangkit dari tidurnya.
'' Tentu saja, tapi mas tidak akan memaksamu sayang, karna mas tau kamu itu masih sekolah, mas tidak akan menuntutnya sekarang, lagi pula mas masih ingin kita menikmati masa-masa berdua dulu.'' jelas Rayen.
Niken tersenyum mendengar ucapan suaminya. Ternyata suaminya ini sangat pengertian, Rayen tak menuntut dirinya untuk segera memiliki keturunan namun Niken juga tak ingin egois, sebagai istri siap atau tidak dirinya tetap harus menjalankan tugas sebagai seorang istri.
'' Makasih ya mas? mas selalu ngertiin aku.'' ucap Niken sambil menyandarkan tubuhnya dibahu sang suami.
__ADS_1
*
*
Saat ini Windy sedang bersiap untuk pergi bersama Putri kesalah satu pusat perbelanjaan dikotanya. Tak lama terlihat mobil Putri datang dan langsung parkir dihalaman rumah orangtua Windy.
'' Hai Win, berangkat sekarang??'' tanya Putri begitu turun dari mobil
'' Iya yuk! tapi tunggu bentar ya aku mau pamit dulu sama mama.'' ucap Windy kembali masuk kedalam rumah untuk berpamitan.
'' Win, kamu udah bilang sama suami kamu kalau kita mau jalan-jalan?'' tanya Putri
'' Udah,'' jawab nya singkat.
'' Oh, yasudah yuk!" ajak Putri yang diangguki oleh Windy
Windy memang tidak memberitahu Putri tentang masalah rumah tangga nya, karna menurut Windy sahabatnya yang satu ini terlalu bar-bar, makanya ia tak pernah bercerita kepada nya jika mempunyai masalah, karna Windy takut jika Putri nantinya akan bertindak gegabah.
Sepanjang perjalanan Windy hanya diam, pikirannya terus tertuju tentang ucapan Viona tempo hari yang mengatakan jika suaminya itu memiliki wanita lain diluar.
'' Gue gpp kok Put, hanya kangen sama Niken.'' jawabnya beralasan.
'' Buat apa loe mikirin dia? belum tentu dia mikirin kita sekarang, dia kan lagi honeymoon, gue gk yakin dia ingat sama kita jika sedang bersama suaminya.'' ucap Putri.
Windy menatap sahabatnya yang masih fokus pada kemudinya.
'' Kok Loe ngomongnya gitu Put?''
'' Loh, lantas gue mau bilang apa Win? kan emang kenyataannya kayak gitu kan? dan mungkin juga nantinya gue bakal ngelakuin hal yang sama dangan Niken.'' ucap Putri, ia menoleh sekilas pada Windy yang juga masih menatap kearahnya.
'' Maksud loe, ngelakuin hal yang sama??'' tanya Windy bingung.
'' Ya jika nanti gue nikah sama Rangga dan kami melakukan perjalanan bulan madu, untuk sementara gue juga kayaknya bakalan lupa deh sama kalian berdua.'' ungkapnya sambil terbahak diakhir kaliamat.
'' Sialan loe.'' ucap Windy sambil ikut tertawa, memang kalau temannya yang satu ini kalau bicara selalu nyelengit,dan kadang ngelantur, namun terkadang yang dikatakannya ada benarnya
Tak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah sampai ditempat yang mereka tuju, Putri mulai mencari area parkiran untuk memarkirkan mobilnya, cukup lama ia berkeliling ditempat itu nanun sepertinya semua lahan terisi penuh oleh mobil.
__ADS_1
'' Kok gk ada tempat buat mobil gue ya Win? semuanya penuh.'' ucap Putri sambil terus berkeliling mencari tempat parkir.
''Itu kosong Put.'' ucap Windy sambil menunjuk salah satu tempat untuk mereka parkir.
Dan akhirnya Putri langsung menuju tempat yang ditinjuk oleh Windy.
Setelah memarkirkan mobilnya kedua gadis itu langsung keluar dari mobil dan mulai melangkah menuju dalam gedung tersebut. Namun saat mereka melewati satu lorong langkah Putri seketika berhenti. Windy yang tak melihat sahabatnya itu berhenti seketika menabrak tubuh belakang Putri.
'' Aduh Putriii,, loe kenapa sih berhenti tiba-tiba gini?'' protes nya kesal.
'' Ya siapa suruh loe melangkah gk lihat jalan,'' jawab nya tak mau kalah, namun pandangannya masih lurus kedepan.
'' Loe lihatin apa sih Put?'' tanya Windy sambil mengikuti arah pandang sahabatnya itu.
'' Suami loe.'' jawab Putri membuat Windy sedikit terkejut
'' Apa? maksud loe kak Leo? dimana?'' kini mata Windy memperhatikan sekitar mencari sosok yang dimaksud
'' Itu diujung sana Win, coba loe lihat deh bukankah wanita yang bersamanya itu tante Viona ya? mantan tunangan om Rayen.'' ucap Putri sambil terus memperhatikan keduanya.
Dan akhirnya Windy dapat melihat sosoknyang dimaksud oleh Putri, ya dia melihat suaminya yang berada tak jauh dari mereka berdiri, saat ini Windy melihat suaminya Leo bersama dengan Viona, lelaki itu terlihat sedang membawa belanjaan yang cukup banyak ditangannya.
Kak Leo, ternyata dia sedang bersama wanita itu sekarang, kenapa aku harus melihatnya? dan apa maksud semua ini kak? kenapa kamu pergi bersama dengan wanita itu? bukankah kamu bilang kamu gk ada hubungan dengannya? lalu kenapa kamu justru pergi bersama nya sekarang tanpa memberitahukan ini semua padaku.
Batin Windy, banyak pertanyaan dikepalanya saat ini, ia terus menatap suami dan juga wanita yang bersamanya saat ini, tangannya terkepal matanya memerah seperti menahan amarah.
'' Windy, loe gpp kan? apa perlu kita datangi mereka? dan kita tanya sedang apa mereka bersama?'' ucap Putri sambil menoleh kearah Windy
'' Gk usah Put, biar nanti setelah sampai rumah biar gue yang tanya sama kak Leo.'' jawab Windy
'' Ck, kelamaan, sini mana handphone loe biar gue hubungi laki loe sekarang.'' ucap Putri sambil merogoh tas milik sahabatnya itu untuk mengambil ponsel Windy.
Kini ponsel Windy sudah berada ditangan Putri, tanpa menunggu lama langsung aja Putri menghubungi suami dari sahabatnya tersebut, sebenarnya hanya satu tujuan mereka apakah nantinya Leo akan bicara jujur ataukah berbohong saat mereka menghubunginya.
Next
Haii readers, apa kabar? semoga sehat selalu ya😊 otor hanya mengingatkan jangan lupa selalu tinggalkan jejak setelah selesai membaca ya? dan jangan pelit sama jempol nya dong..😁 otor aja walaupun sampai keriting jarinya, terap semangat ngetiknya,merangkai kata demi kata untuk menghibur kalian, dan semoga selalu terhibur dengan isi ceritanya ya🤗 jadi harapan otor cuma satu dari kalian tolong berikan selalu dukungannya ya dikarya receh otor ini dengan cara like, koment and vote dan jangan lupa kembangnya juga ya?!! 🤗😘
__ADS_1