
Niken dan Rayen saat ini sedang duduk dihadapan seseorang yang saat ini menatap keduanya dengan sangat tajam. Bahkan Niken meremas rok seragam miliknya karna merasa sangat gugup dan takut akan apa yang terjadi setelah ini pada dirinya.
''Sekarang apa yang akan kalian berdua katakan pada saya?? saya benar-benar kecewa pada kalian berdua.'' ucap orang tersebut yang masih menatap keduanya dengan tajam.
''Dan kau Rayen, kau itu yang seharusnya melindungi Niken, bukannya malah merusaknya! saya sangat percaya denganmu tapi APA?? justru orang yang saya percayai menjaga putri saya malah yang ingin merusaknya.'' ucap orang tersebut suaranya menggelegar memenuhi seisi ruangan. Dan dia adalah Frans, tadinya Frans yang berada diruangannya merasa bosan karna menunggu Rayen dan Niken yang lama sekali datang keruangannya, akhirnya ia memutuskan untuk keruangan Rayen karna Frans berpikir mungkin mereka sedang berada disana, dan benar saja Frans menemukan dua sejoli itu sedang memadukasih didalam ruangan tersebut.Frans yang melihat pintu tidak tertutup rapat merasa penasaran akhirnya ia mendekatinya untuk melihat kedalam mungkin Niken dan juga Rayen sudah berada diruangan tersebut, alangkah terkejutnya Frans saat melihat putri dan adik angkatnya sedang bercumbu diatas sofa, dengan amarah yang besar Frans langsung membuka pintu dengan cara membantingnya, lalu meneriaki keduanya membuat sepasang kekasih itu langsung menatap kearah sumber suara.
*
''Pah aku minta maaf pah, aku tau aku salah.'' ucap Niken, namun ia masih menundukan kepalanya tak berani menatap sang ayah karna merasa malu atas perbuatan yang telah ia lakukan tadi bersama Rayen.
''Papa kecewa sama kamu Niken, papa gk nyangka putri papa melakukan hal memalukan itu, sekarang papa sudah putuskan jika untuk beberapa hari ini kalian papa larang bertemu sampai hari pernikahan kalian tiba, dan papa gk terima penolakan.'' ucap Frans tegas
Niken yang sejak tadi menunduk seketika mengangkat kepalanya saat Frans mengatakan hal tersebut.
''Tapi pah--''
Belum sempat Niken melanjutkan ucapannya Rayen langsung menatapnya sambil menggelengkan kepala, yang artinya tidak boleh menentang dan harus menerima keputusan orang tuanya.
''Baiklah bang, saya dan Niken akan menerima keputusan ini, dan mulai hari ini saya akan kembali tinggal diapartemen lagi.'' jelas Rayen, walau berat namun ia harus tetap melakukannya, ia tak ingin karna perbuatan bodohnya ini pernikahan mereka jadi taruhannya, Rayen sangat menyesal karna tidak bisa mengontrol nafsunya saat itu.
__ADS_1
''Baiklah, sekarang papa mau kamu pulang kerumah, dan papa juga berharap kalian tidak akan melakukan sesuatu yang membuat papa marah, jika sempat ini terjadi lagi papa pastikan kalian berdua tidak akan jadi menikah.'' tekan Frans tegas.
Keduanya menelan salivanya dengan susah payah, mereka tau jika perkataan Frans tidak pernah main-main, keduanya hanya bisa pasrah dengan keputusan yang diberikan oleh Frans pada mereka.
Malam harinya dikediaman keluarga Mahendra, Niken dan kedua orangtua nya sedang makan malam bersama, selama makan malam berlangsung Niken hanya diam sambil terus menikmati makanannya. Frans sempat melirik pada putri nya itu, ia tau jika anak semata wayangnya tersebut ssdang merasa kecewa dengan keputusannya, namun Frans tak akan menarik kembali kata-katanya, karna ini semua demi kebaikan Niken, ia tak mau kejadian kemarin terulang lagi.
''Niken, apa Rayen belum pulang? ini sudah jam delapan loh, apa dia masih dikantornya?'' tanya Lidya karna belum melihat Rayen sejak tadi.
Niken melirik pada papanya, Frans yang mengerti langsung menjawab ucapan istrinya.
''Sebenarnya papa menyuruhnya untuk sementara ini tinggal diapartemen mah.'' jawab Frans.
''Iya, mama benar.'' jawab Frans lagi.
Bukannya kita sudah sepakat jika Rayen akan tinggal disini sampai mereka menikah? lagi pula kan hanya tinggal beberapa hari lagi pah? Niken memangnya kamu setuju jika om kamu itu tinggal diapartemen??'' Lidya kembali memastikan pada putrinya itu, karna sejak awal Niken lah yang bersikeras meminta mereka agar Rayen kembali tinggal bersama dengan keluarga Mahendra, tapi kenapa sekarang tiba-tiba jadi seperti ini.
''Iya mah, semua keputusan ada ditangan papa.'' jawabnya datar.
Lidya merasa ada yang tidak beres, ia merasa suami dan putrinya sedang menyembunyikan sesuatu dari nya.
__ADS_1
''Sebenarnya ada apa sih ini? kalian menyembunyikan sesuatu ya dari mama?'' tanya Lidya sambil menatap satu persatu wajah anak dan juga suaminya.
''Tidak ada apa-apa mah, papa hanya mengikuti tradisi saja, mama kan tau dulu kedua orangtua kita mengatakan jika dua orang yang akan menikah harus dipingit dulu, jadi sebelum sah tidak boleh bertemu, begitu juga yang papa terapkan pada Niken dan juga Rayen.'' jelas Frans
Lidya menyipitkan matanya, ia menatap tak percaya pada suaminya tersebut, pasalnya dulu sebelum mereka menikah Frans lah orang yang pertama menentang tradisi tersebut, dan mengatakan jika dikeluarganya nanti dirinya tidak akan menerapkan tradisi yang menurutnya kuno itu, dan sekarang kenapa tiba-tiba suaminya itu ingin kembali menerapkan tradisi itu.
''Mama kenapa menatap papa seperti itu?'' tanya Frans ia harus bersikap biasa agar istrinya itu tidak menaruh curiga padanya, Frans tidak ingin jika Lidya tau kelakuan anak mereka, karna pasti istrinya itu akan sangat kecewa jika tau putri mereka satu-satunya sudah membuat nya kecewa dengan bersikap murahan seperti itu pada lawan jenisnya, dan Frans tak ingin Lidya tau, begitu pun dengan Niken, dia juga tak ingin mama nya merasa kecewa dengan perbuatan nya itu.
''Aku sudah selesai, kalau gitu aku keatas dulu.'' ucap Niken yang langsung berlalu dari meja makan.
Lidya menangkap hal tidak biasa dari gadis kecilnya itu.
''Pah, apa mereka sedang ada masalah? maksud mama apa Niken dan Rayen sedang tidak akur saat ini??'' ucap Lidya yang terdengar ada kekhawatiran disana.
''Mama jangan mikir yang macam-macam, mereka tidak ada masalah kok, mereka baik-baik saja, mungkin Niken masih belum terbiasa saja jika Rayen memang tidak ada disekitarnya saat ini.'' jelas Frans
''Tapi bagai mana hari minggu nanti? bukannya Leo akan menikah dengan temannya Niken, pasti mereka akan bertemu disana? tidak mungkin kan kita melarang salah satu diantara mereka supaya tidak hadir disana? itu mustahil pah, kita kan tau bagai mana dekatnya Rayen dan juga Leo, begitu pula Niken dan juga Windy.'' ucap Lidya, sejenak Frans nampak berpikir, apa yang dikatakan istrinya ada benarnya, tidak mungkin dia melarang salah satu dari mereka agar tidak datang, sepertinya mau tak mau Frans harus membiarkan mereka bertemu dipernikahan Leo dan Windy nanti.
Tiga hari telah berlalu, hari ini saat yang ditunggu-tunggu oleh Leo dan juga Windy, karna dihari ini keduanya akan melangsungkan pernikahan mereka.
__ADS_1
Next