CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Saya Mau Kamu Jadi Kekasih Saya!


__ADS_3

Windy masih diruang inap Regan, ia sedikit risih saat terus-terusan dipandang oleh Regan, bukan karna ia merasa tidak suka, namun dipandang seperti itu membuatnya menjadi salah tingkah


Bang Regan kenapa sih liatin aku terus?emangnya ada yang aneh apa diwajah aku? Duuh dia gk tau apa dengan dia terus liatin aku kayak gini buat kesehatan jantungku semangkin memburuk.


Gerutunya dalam hati.


'' Bang Regan kok liatin akunya kayak gitu sih?


'' Memangnya kenapa kalau saya liatin kamu? masa iya saya mesti liatin tembok sementara didepan saya ada wanita cantik.'' ucapan blak-blakan, tentu saja membuat wajah Windy langsung merona, ia tersenyum sambil menundukan pandangannya, Regan yang melihat itu merasa gemas.


Regan tiba-tiba teringat pada Leo, mantan suaminya yang meninggal karna kecelakaan mobil bersamanya kemarin.


'' Mm, Windy, sebelumnya saya juga mau minta maaf sama kamu, karna kecelakaan kemarin mengakibatkan Leo meninggal, sata turut berduka'' sesal Regan.


'' Kenapa bang Regan minta maaf? Itu semua bukan kesalahan abang, itu sudah suratan takdir, tidak ada yang menghendaki semua itu terjadi, jadi bang Regan tidak perlu merasa jika itu adalah kesalahan abang, kalian semua korban.'' ucap Windy, mendengar ucapan Windy Regan tersenyum tipis, ia tidak menyangka jika gadis kecil dihadapannya ini bisa sedewasa ini, cara berpikirnya beda sekali dengan adiknya Putri.


''Bang kalau gitu aku pulang dulu ya? sudah sore juga.''


'' Windy bisa saya minta sesuatu?'' Windy yang tadinya sedang duduk dikursi yang tak jauh dari Regan menatap laki-laki tersebut.


'' Apa??' tanya Windy


'' Jika ada waktu senggang bisakah kamu datang kesini? Saya merasa sangat bosan dan juga kesepian, jadi saya ingin kalau ada waktu kamu datanglah kesini untuk menemani saya.'' ucap Regan to the point


Hah apa aku gk salah dengar? setelah kecelakaan kenapa sifat bang Regan jadi berubah gini ya? dia lebih banyak bicara sekarang, padahal kan sebelumnya dia orang yang pendiam, dan sekarang dia malah memintaku untuk datang kesini setiap hari.


Batinnya


'' Melamun lagi, kamu mikirin apa sih? Kok saya perhatikan sejak tadi melamun terus? jika kamu merasa keberatan dengan permintaan saya gpp kok, tidak usah datang.'' sambung Regan.


'' Bu-bukan itu bang, tentu saja aku sangat senang jika bang Regan menyuruhku datang setiap hari.'' ucap Windy sambil tersenyum

__ADS_1


'' Benarkah? tadinya sih saya gk minta buat kamu datang setiap hari, karna pasti itu akan merepotkan kamu, tapi jika kamu yang mau tentu saya akan sangat senang.''


Aduuh sepertinya aku salah bicara lagi, daasar begoo kamu Windy, bagai mana jika bang Regan menganggap kamu cewek murahan, jelas dia bilang gk mesti tiap hari, lalu kenapa dengan PD nya aku bilang begitu tadi.


Rutuknya dalam hati


Windy tersenyum canggung, ia tak tau lagi harus menjawab apa.


'' Sebaiknya aku pulang dulu ya bang, besok kalau ada waktu aku akan datang mengunjungi bang Regan.


'' Janji ya? saya mau kamu berjanji!" ucap Regan.


'' Kok bang Regan jadi pemaksa gini ya? Perasaan sebelum kecelakaan gk kayak gini deh.'' ucap Windy dengan polosnya membuat Regan seketika tergelak.


'' Windy kamu ini lucu sekali jadi perempuan,'' ucapnya yang masih terdengar kekehan kecil


'' Yasudah kamu pulanglah, lagi pula ini sudah sore, makasih ya sudah mau datang dan nemanin saya disini, setidaknya hari ini saya tidak merasakan kebosanan.'' ucap Regan, Windy tersenyum sambil menganggukan kepalanya.


'' Yasudah aku pulang dulu bang.'' setelah berpamitan Windy langsung keluar dari kamar Regan.


'' Sudah sayang, mas sudah kenyang.'' ucap Rayen, Niken meletakan piring bekas suaminya makan, dan langsung mengambil obat yang biasanya Rayen minum setiap harinya.


'' Rasanya mas mau muntah jika setiap hari mas selalu meminum obat terus-terusan seperti ini sayang.'' jelas Rayen setelah menelan obat yang diberikan oleh sang istri


'' Ya habisnya mau bagai mana lagi mas, ini semua juga untuk kesembuhan kamu mas.'' jelas Niken.


'' Sayang tidak bisakah kita pulangnya sekarang saja, mas rasanya sudah tidak betah dirumah sakit.


'' Iya sabar mas, dokter bilangkan besok, jadi mas sabar aja, lagi pula ini kan juga udah malam, gk mungkin kan kita pulangnya malam ini.'' jawab Niken


Kondisi kesehatan Rayen sudah mulai membaik, jadi dokter memperbolehkan Rayen untuk pulang, namun masih harus tetap rutin diperiksakan kedokter, karna memang kaki dan tangannya masih dalam pengawasan dokter. Mengenai kandungannya Niken sudah memberitahukannya pada Rayen, saat itu Rayen sangat bahagia mendengarnya hingga beberapa saat ia lupa jika saat ini kaki dan tangannya masih dalam keadaan diperban, untung saja ia tak melompat jika tidak sudah dipastikan jika tangan dan kakinya itu akan kembali patah seperti awal ia masuk rumah sakit.

__ADS_1


*


*


*


Ditempat lain terlihat seorang gadis sedang berada didalam seorang kamar laki-laki.


'' Bang Regan lepasin! aku mau keluar.'' ucap seorang gadis dan dia adalah Windy, saat ini tangan gadis itu sedang dipegang oleh Regan, awalnya Windy tadi masuk kedalam kamar pemuda itu saat ingin menumpang kamar mandi, karna Putri berkata jika Regan tidak ada dikamarnya, seangkan kanar mandi tamu kran airnya sedang dalam perbaikan, dan dikamar mandi Putri sedang digunakan oleh sang pemilik kamar, karna sudah merasa sangat kebelat akhirnya terpaksa ia menggunakan kamar mandi yang disarankan tersebut, saat Windy masuk memang ia tak melihat pemuda tersebut, namun waktu keluar dari kamar mandi ternyata pemuda itu sudah berada dikamarnya.


'' Saya akan lepaskan jika kamu mau melihat kearah saya sebentar!" ucap Regan yang semangkin kuat menggenggam tangan Windy.


'' Baiklah.'' jawab Windy, membuat Regan langsung melepaskan tangan gadis tersebut.


'' Ayo ikut saya.'' Regan mengajak Windy menuju balkon rumah.


Sudah sepuluh menit mereka berada dibalkon kamar Regan, namun masih belum ada kata yang terucap dari bibir pemuda tampan tersebut.


Sebenarnya bang Regan mau ngomong apa sih? sejak tadi masih belum bicara apapun.


Batinnya sambil melirik kearah Regan dengan ekor matanya.


"Windy sebenarnya ada yang ingin saya katakan sama kamu.'' terdengar Regan menarik nafas dan menghembuskannya perlahan'' Windy sebenarnya saya menyukaimu.'' mendengar pengakuan Regan membuat mata Windy membulat, sungguh ia tak menyangka jika Regan akan mengatakan hal ini, sejujurnya ia sangat senang mendengarnya, namun ia tak boleh terlalu memperlihatkanya dulu, Windy ingin kembali meyakinkan dirinya apa kah telinganya tadi tidak salah dengar seperti kemarin, sebab bisa saja ia kembali salah mendengar ucapa Regan dan alhasil akan membuat dirinya malu sendiri.


Regan melihat jika Windy sama sekali tak merespon ucapannya, ia malah melihat gadis itu kembali melamun.


'' Windy apa kamu mendengar ucapan saya?'' Regan kembali bertanya


Windy menoleh kearah pemuda itu, saat ini pandangan keduanya bertemu, dengan posisi berdiri dan saling berhadapan didepan besi balkon.


'' Bisa bang Regan ulang pertanyaan abang? Aku hanya ingin kembali memastikan jika tadi aku tidak kembali salah mendengar seperti kemarin.'' ucapnya

__ADS_1


'' Saya bilang, saya suka sama kamu dan saya mau kamu jadi kekasih saya!!


Next


__ADS_2