
Windy yang merasa mengenal suara tersebut langsung berbalik untuk melihat orang tersebut.
'' Kamu??'' ucap Windy sambil menatap sosok laki-laki yang baru saja keluar dari mobil yang sama dengan dua orang lelaki yang ia lihat sebelumnya.
'' Ada apa dengan mobilmu?'' tanya lelaki tersebut yang ternyata adalah Regan, sebenarnya Regan baru saja ingin kembali ke kantor miliknya namun ditenagh jalan ia melihat seorang gadis yang seperti ia kenal sedang melambai pada mobilnya, setelah mobilnya lebih dekat ternyata ia tau jika gadis itu adalah Windy.
'' Bang Regan, ini mobil aku tiba-tiba mogok bang, gk tau juga kenapa.'' ucapnya sambil memperhatikan mobil miliknya.
'' Tio bisa kalian periksa mobil nya?'' ucap Regan pada salah satu laki-laki tersebut.
'' Baik pak.'' jawab keduanya setelah itu mengecek mobil milik Windy.
'' Siapa mereka bang? Kok nyeremin amat mukanya?'' tanya Windy sambil melirik dua orang yang menurutnya serem tersebut, saat ini mereka terlihat sedang memeriksa kerusakan apa yang terjadi pada mobil milik Windy.
'' Mereka adalah bodyguard yang bekerja dikantor saya, memangnya kenapa kamu takut?'' tebak Regan karna ia melihat raut wajah Windy yang terlihat pias.
'' Iya, tadinya aku pikir mereka berdua orang jahat, bahkan aku udah bersiap lari tadi, tapi saat mendengar suara bang Regan aku mengurungkan niatku.'' ucapnya jujur
Regan terkekeh pelan mendengar jawaban gadis yang ada didepannya saat ini, menurutnya Windy sangat lah polos
'' Kamu baru pulang sekolah?'' Regan memperhatikan pakaian seragam yang masih dikenakan oleh gadis itu.
'' Iya bang, tadi sepulang sekolah aku mampir dulu kesupermarket makanya lama baru pulang.'' jawabnya, Regan mengangguk paham.
'' Pak mobilnya sudah selesai, ternyata air radiatornya kering, tapi saya sudah menggantinya kebetulan dimobil saya selalu menyiapkannya.'' jelas bodyguard tersebut
'' Baiklah terimakasih.'' jawab Regan
'' Iya pak sama-sama.
'' Loh kok jadi bang Regan yang berterimakasih? seharusnya kan aku yang berterimakasih.'' ucapnya merasa tak enak hati
__ADS_1
'' Tidak masalah, sekarang kan mobil kamu sudah diperbaiki, kalau gitu saya pergi dulu ya? Kamu hati-hati dijalan.'' ucap Regan pamit
'' Iya bang, sekali lagi aku ucapkan terimakasih atas bantuannya.'' ucapnya tulus. Regan tersenyum kemudian mengangguk paham.
***
Keesokan harinya tepatnya disekolah Nusa Bangsa Niken dan kedua sahabatnya sedang berada dikantin sekolah, seperti biasa, karna memang tongkrongan ketiga gadis tersebut memang di kantin sekolah, bagi ketiganya selain adem, dikantin juga banyak cemilan, maklum ketiganya memang suka ngemil, walaupun begitu tubuh gadis-gadis tersebut tetap proposional mungkin hanya Putri saja yang sedikit gemuk, dalam arti sedikit lebih gemuk dari dua sahabatnya, Niken dan Windy mempunyai tubuh ideal, sedangkan Putri tuhuhnya padat berisi.
'' Hai sayang,'' sapa Rangga tiba-tiba membuat Putri sedikit terkejut, namun sedetik kemudian wajahnya langsung sumringah karna kedatangan kekasihnya.
'' Rangga,'' ucapnya gadis itu langsung bangkit dan memeluk kekasihnya itu, Rangga membalas pelukannya sambil membelai rambut sebahu nya dengan sayang. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka sejak tadi, siapa lagi kalau bukan Misya, gadis itu sebenarnya memang berada dikantin sekolah, namun karna ia duduk dipojok dan terlindung dari anak-anak lain makanya Putri dan kedua sahabatnya tidak melihatnya, namun sejak awal mereka masuk Misya dapat melihat mereka.
Gadis itu menaikan sudut bibirnya, ia tersenyum sinis melihat interaksi kedua pasangan remaja tersebut.
'' Heii, kalian ini gk liat apa disini ada kita, pelukannya nanti aja, buat iri gue aja.'' celetuk Windy.
'' Makanya cepat cari gebetan baru, gue tau loe udah move'on kan sama mantan loe? Jadi tunggu apa lagi.'' Putri semangkin menggoda sahabatnya itu membuat Windy mendengus kesal.
'' Gimana kalau cowok itu bang Regan? apa loe masih merasa gk cocok juga sama dia?'' Putri berucap sambil menatap wajah sahabatnya itu, sedangkan Windy yang tadinya banyak omong seketika terdiam saat mendengar ucapan Putri.
'' Kenapa loe diam? Loe gk suka ya sama abang gue? sayang sekali, padahalkan abang gue itu perfect banget loh.
Apaan sih maksud Putri berkata seperti itu? dia mau godain gue, atau mau memberikan harapan palsu sama gue? Kemarin kan dia sendiri yang bilang jika bang Regan sudah memiliki pacar yang saat ini sedang menempuh pendidikan diluar negri.
Windy membatin, jujur saja ia sedikit kesal karna Putri terus menggodanya,
'' Udah dong sayang, kamu jangan terus-terusan godain Windy kasian dia emang kamu gk liat wajah nya udah berubah masam gitu.'' ucap Rangga membuat Putri terkekeh pelan, sedangkan wajahnya Windy terlihatbsemangkin masam.
Sedangkan Niken hanya menggeleng mendengarkan pembicaraan sahabatnya itu,tak sengaja matanya melihat Misya yang saat itu kebetulan menatap kearahnya, tepatnya kearah mereka.
Cewek itu bukan nya Misya, kenapa dia melihat sampai seperti itu?
__ADS_1
Batin Niken merasakan ada sesuatu yang tidak beres.
Jam masuk pelajaran sudah sudah dimulai, disaat guru sedang menerangkan tiba-tiba Putri mendadak ingin ingin ketoilet karna merasa perutnya sakit.
'' Bu guru,'' panggil nya sambil mengangkat tangannya keatas.
'' Iya Putri ada apa?'' tanya guru tersebut
'' Saya ijin ingin ketoilet.'' jawabnya
'' Silahkan!" setelah mengatakan itu guru tersebut kembali meberangkan pelajarannya, sedangkan Putri langsung keluar dari ruang kelas
'' Kenapa tuh anak?'' bisik Windy pada Niken, sahabatnya itu hanya menjawab dengan mengangkat bahunya tanda ia juga tak tau.
'' Kebelet kali,'' sambung Niken lagi
Karna merasa perutnya sangat sakit Putri berjalan sedikit cepat menuju toilet.
Sepuluh menit kemudian Putri pun selesai dengan urusannya.
'' Huuh, akhirnya lega juga.'' gumamnya saat ini gadis itu sedang mencuci tangannya, namun samar-samar telinganya menangkap ada suara seperti orang sedang ngobrol.
'' Itu seperti suara--, '' merasa penasaran Putri pun langsung keluar dari toilet untuk mencari asal suara tersebut.
Putri melangkah keluar mencari sumber suaranya, ia menoleh kesamping kiri dimana toilet cowok berada, matanya membulat sempurna saat melihat ternyata kekasihnya sedang bersama wanita yang beberapa hari ini membuatnya meledak-ledak, gadis itu pun langsung mendekat perlahan, jantungnya sudah berdetak kencang, dadanya naik turun melihat keduanya, apa lagi saat mendengar ucapan yang dilontarkan gadis tersebut, dan ya, gadis itu adalah Misya, gadis yang sebenarnya dari awal masuk sudah menaruh hati pada Rangga, namun sama sekali tak pernah dilihat oleh pemuda itu. Kali ini ia tak akan gegabah, Putri menajamkan telinganya untuk mendengar apa yang saat ini mereka sedang bicarakan disamping toilet tersebut.
'' Rangga kamu tau? sejak pertama kali aku melihat kamu, aku sudah jatuh hati sama kamu, aku sayang Ga sama kamu, hanya saja aku gk berani mengakuinya, sampai akhirnya kamu jadian sama Putri, perasaan ini masih tetap sama, bahkan semangkin besar, ku mohon Rangga jadilah pacarku, aku sayang sama kamu, aku tau kamu sudah bersama Putri, tapi aku juga gpp jika harus menjadi yang kedua, aku gk perduli kamu mau bilang aku bodoh, atau pun aku gk punya harga diri, terserah itu hak kamu, tapi yang pasti perasaan ini, cinta ini hanya akan ku berikan sama kamu seorang Rangga.'' ucap Misya mengungkapkan semua isi hatinya dimatanya Rangga adalah sosok laki-laki yang baik, tampan dan Rangga adalah kriterianya, dan ia akan melakukan apapun untuk mendapatkan Rangga.
Mendengar pengakuan Misya, Putri sangat syok, wajahnya memerah menahan amarah, Putri mengeraskan rahangnya, tangannya terkepal kuat melihat interaksi keduanya yang cukup dekat itu, apa lagi melihat Misya yang semangkin merapatkan tubuhnya pada Rangga, ingin sekali gadis itu keluar dari persembunyiannya, namun Putri mencoba bersabar, ia ingin tau jawaban apa yang akan Rangga berikan pada gadis itu.
Ternyata dugaanku tidak salah, gadis itu memang mengincar Rangga, tidak akan kubiarkan ia merebut Rangga dariku, ingin sekali rasanya ku tarik rambut keritingnya itu, lalu mencakar wajah sok polosnya yang terlihat tak berdosa itu, tapi aku juga ingin tau jawaban apa yang Rangga akan berikan pada gadis murahan itu,
__ADS_1
Next