CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Menyelinap


__ADS_3

Niken keluar dari kamarnya dengan cara mengendap-endap, ia melirik pada kamar kedua orangtuanya yang terdapat ditempat yang paling ujung karna terpisah cukup jauh dari kamarnya dan Rayen. Setelah keluar dari kamar miliknya, Niken langsung melankah menuju kamar Rayen yang hanya beberapa langkah saja dari kamarnya.Niken memutar knop pintu kamar Rayen yang kebetulan memang tidak dikunci, perlahan ia mulai mendorong masuk pintu tersebut, Niken mendapati Rayen yang sudah tertidur diatas tempat dengan hanya menggunakan boxer dengan atasan baju berbentuk singlet.


''Ternyata dia sudah tidur, enak sekali dia, sementara aku sangat gelisah dikamar, awas ya kamu mas, aku gk akan biarin kamu tidur dengan nyenyak.'' gumamnya pelan sambil menutup kembali pintu kamar tersebut dan menguncinya.


Setelah memastikan pintu terkunci, Niken segera melangkah mendekati tempat tidur dimana kekasihnya itu berada.


''Mas kamu benar-benar sangat tampan,walaupun dalam keadaan tertidur seperti ini.'' gumamnya sambil terus memperhatikan tubuh Rayen dengan otot-otot yang lebih terlihat.


Mas Rayen seksoy banget sih, kenapa setiap lihat dia kayak gini pikiranku jadi mesum ya? kayaknya nih otak memang harus dicuci biar gk piktor terus, tapi salah sendiri kenapa coba om Rayen tidurnya pakai baju dan celana ginian, buat punyaku kedutan aja.


Batin Niken sambil melangkah maju mendekati Rayen yang terlihat sangat pulas tidurnya.


Niken yang tadinya berniat ingin mengusik tidur Rayen jadi tidak tega saat melihat calon suaminya itu tidur dengan lelap.


'' Kalau aku malam ini tidur disini gpp kali ya? pengen banget rasanya tidur dalam pelukan mas Rayen.'' gumamnya.


Perlahan Niken naik keatas tempat tidur, menarik selimut yang masih bertengger dibawah kaki Rayen, lalu menutupi tubuh mereka berdua.Niken mendekap tubuh Rayen dari samping entah kenapa rasanya ia ingin sekali mencium aroma ketiak Rayen, yang memang saat itu ia tidur dalam posisi tangan yang menjadi bantalan kepalanya.


''Duuhh,, aroma ketiak nya mas Rayen benar-benar memabukan pikiranku, wangi banget, bulu-bulunya juga tidak terlalu lebat, tipis dan berwarna hitam, aku suka.'' gumamnya, kemudian ia langsung mendekap erat tubuh Rayen sambil memejamkan matanya.Tak lama akhirnya Niken pun tertidur dalam pelukan Rayen


Jam sudah menunjukan pukul 1 dini hari, tiba-tiba saja Rayen terbangun dari tidurnya, matanya mengerjab beberapa kali saat pandangannya melihat sesuatu didepan matanya.Tiba-tiba saja bibirnya tertarik keatas membentuk senyuman.


Dasar gadis kecil yang nakal.


Rayen membelai lembut wajah cantik kekasihnya, membuat gadis itu merasa sedikit terusik.


''Mm,,om jangan nakal deh.'' gumamnya pelan. Rayen sempat terkejut mendengar ucapan Niken, namun sedetik kemudian Rayen sadar jika Niken hanya ngelindur.


''Dasar gadis ini.'' gumamnya, Rayen yang merasa sejak tadi ingin buang air akhirnya bangkit dari tidurnya untuk menuntaskan hajatnya.


Keesokan harinya..


Jam sudah menunjukan pukul 6 pagi, Rayen yang sudah terbangun, namun masih enggan membuka matanya, namun tangannya langsung meraba sisi tempat tidur seperti mencari sesuatu. Matanya tiba-tiba terbuka saat tangannya tak mendapati yang ia cari.

__ADS_1


''Kemana gadis itu? apa sudah kembali kekamarnya?'' gumam laki-laki tersebut, lalu matanya menatap pada jam dinding yang terdapat didalam kamar,yang menunjukan pukul 06:15 wib.


''Pantas saja dia sudah tidak berada disini.'' monolognya, sambil bangkit dari tidurnya untuk membersihkan diri.


Rayen baru saja keluar dari kamar miliknya, kemudian langsung beranjak menuju lantai bawah, sebelumnya lelaki itu sempat melirik pada pintu kamar milik Niken.


''Apa dia masih dikamar, atau sudah turun ya? sebaiknya ku tunggu dibawah saja.'' monolognya sambil melangkah menuruni anak tangga.


Sesampainya ditengah tangga Rayen mendengar suara Niken yang sedang mengobrol bersama kedua orang tuanya.


Ternyata gadis itu sudah berada disini.


Rayen terus melangkah kan kakinya menuju meja makan yang dimana saat ini Niken dan kedua orangtuanya duduk.


''Pagi semua,'' sapa Rayen sambil menarik tempat duduk yang ada disebelah Niken.


''Pagi Ray,'' ucap Frans dan Lidya.


''Pagi juga calon imamku.'' sambung Niken sambil tersenyum manis membuat Rayen kembali membalas senyumnya sambil membelai lembut rambut sang calon istri.


''Gimana tidurnya tadi malam mas nyenyak??'' bisik Niken sambil kembali menyuap nasi goteng miliknya.


''Nyenyak banget malah, apa lagi disamping mas saat itu ada bidadari.'' jawab Rayen sambil melirik Niken sekilas


''Hah?? bidadari?? siapa??'' tanya Niken kayak orang be*go


Apa maksud mas Rayen itu aku? tapi kan dia gk tau kalau aku tadi malam ada dikamarnya, atau jangan-jangan....


Niken mengamati wajah Rayen, namun Rayen terlihat biasa saja, walau pun ia tau jika saat ini kekasihnya itu sedang mengamati dirinya.


Jika dia tau, kenapa dia bersikap seolah tidak tau apa-apa ya?


''Niken kenapa kamu menatap om mu sampai seperti itu? terpesona??'' goda Lidya tiba-tiba membuat Niken seketika salah tingkah.

__ADS_1


''Apaan sih mah, udah ah, aku udah selesai aku mau pergi sekolah dulu.'' ucapnya yang langsung beranjak tadi tempat duduknya.


''Loh sayang, kok calon suami kamu ditinggalin sih? emang kamu gk mau bareng dia ya??'' Lidya masih saja menggoda putri kecilnya tersebut.


''Oh iya,'' ucapnya pelan, namun saat hendak berbalik ternyata Rayen sudah berada didepannya.


''Om,'' pekiknya karna kaget


''Ayo!" ajak Rayen sambil menggandeng tangan Niken.


''Mah, pah, kami berangkat dulu.'' ucapnya sambil melambaikan tangannya.


Sepanjang perjalanan Niken terus mencuri pandang pada Rayen, rasanya ia masih penasaran apa kah Rayen mengetahuinya saat ia tidur dikamarnya tadi malam,begitulah kira-kira yang ada dipikirannya saat ini.


''Kamu kenapa sayang? kok liatin mas terus?'' tanya Rayen


''Mas tadi malam ada bangun gk?'' tanya Niken tanpa mengalihkan tatapannya.


''Memangnya kenapa kamu tanyakan hal itu??'' tanya balik Rayen tanpa ingin menjawab pertanyaan Niken


''Gk kok gk apa-apa, lupain aja!" ucap Niken yang tak ingin membahas nya.


''Hay Ken baru nyampe loe? mana Windy apa dia gk bareng sama loe?'' tanya Putri yang memang sudah datang lebih dulu.


''Yaampun Put kamu belum tau ya? Windy kan masih dirumah sakit.'' ucap Niken


''Apa?? dirumah sakit? emang dia sakit apa kenapa bisa ada dirumah sakit??'' cerca Putri panik.


'Kemarin setelah pulang sekolah dia bilang perutnya sakit, karna panik aku bawa aja langsung kerumah sakit, mungkin karna terlalu banyak makan sambel kemarin makanya sakit perut, dan aku rasa sekarang dia masih dirawat disana.'' jelas Niken.


''Kok kamu gk kasih tau gue sih Ken??'' protesnya.


''Udah, tapi kamu nya aku telponin handphone kamu gk aktif, kemana aja sih??

__ADS_1


Next


__ADS_2