
Sepanjang jalan menuju kelas senyum Niken terus mengembang, membuat beberapa teman sekolah yang melihatnya juga ikutan tersenyum.
''Ciee, kayaknya ada yang sedang kasmaran nih.'' ucap salah satu siswi disekolah tersebut.
''Iya nih Niken senyumnya indah banget, bikin hati abang meleleh.'' sambung salah satu siswa cowok, dan masih banyak lagi godaan-godaan yang terlontar dari mulut mereka.
Kini Niken sudah berada diruang kelas, kemudian ia langsung menuju bangku miliknya.
DITEMPAT LAIN
Saat ini Rayen sedang melajukan mobilnya menuju apartemen miliknya, karna ada suatu berkas yang hendak ia ambil sebelum pergi kekantor.Setelah beberapa puluh menit kemudian akhirnya Rayen pun sampai disana.
Setelah masuk kedalam apartemen Rayen segera melangkah menuju kamar miliknya.
Kreeekk
Terdengar suara pintu terbuka, Rayen pun langsung masuk kedalam dan melangkahkan kaki nya menuju lemari untuk mengambil sebuah dokumen, setelah mendapatkan apa yang ia cari Rayen pun langsung memutuskan untuk keluar dari kamarnya, namun tiba-tiba ia menghentikan langkahnya saat telinganya menangkap suara sesuatu dikamar mandi.
''Aku seperti mendengar sesuatu dikamar mandi, apa jangan-jangan ada orang didalam?'' gumamnya.
Rayen melangkah mendekati pintu kamar mandi, ia semangkin menajamkan indra pendengarannya, telinganya ia tempelkan dipintu tersebut untuk mendapatkan suara yang lebih jelas, Rayen mengerutkan keningnya saat mendengar ada suara gemercik air didalam, seperti suara seseorang yang sedang mandi.
Jangan-jangan ada pencuri yang masuk kedalam apartemenku?
Batin Rayen.
__ADS_1
Tak ingin menebak-nebak akhirnya Rayen pun langsung membuka knop pintu yang ternyata memang tidak dikunci dari dalam. Mata Rayen membulat seketika, saat melihat siapa yang ada didepannya matanya sekarang, Rayen menelan salivanya susah payah, saat ini ia melihat seorang wanita sedang berte*lan*jang dibawah guyuran shower.Terlihat wanita itu sedikit terkejut oleh kedatangan Rayen, namun sedetik kemudian ia tersenyum.
''Mas kamu datang?.'' ucap wanita itu sambil meneruskan ritual mandinya tanpa tahu malunya.
Ya Tuhan cobaan apa lagi ini?
Rayen membatin, namun sesegera mungin ia langsung mengalihkan pandangannya.
''Apa yang kamu lakukan diapartemen ku? dan kenapa kamu bisa masuk kesini?'' tanya Rayen yang masih memalingkan wajahnya.
Terlihat wanita itu tersenyum, sebelum akhirnya ia mengahiri ritual mandinya. Wanita itu melangkah mendekati Rayen, membuat lelaki itu langsung memundurkan langkahnya.
''Mas kenapa kamu mundur? bukankah dulu kamu bilang setiap melihat ku polos seperti ini kamu gk tahan? dan kamu langsung menerkamku dengan ganas. Mas Rayen sekarang aku sudah siap kamu mangsa sayang, lakukanlah!" ucap wanita itu terlihat pasrah.
''Jangan gila kami Vio, sekarang cepat gunakan pakaianmu, dan segera keluar dari apartemenku!" ucap Rayen pada wanita itu yang ternyata adalah mantan kekasihnya Viona.
Rayen yang tak ingin terjadi sesuatu disana langsung melangkah menuju pintu kamar mandi berniat untuk keluar, namun ternyata Viona lebih cerdik, ia bisa membaca pikiran Rayen, dengan cepat Viona langsung mengunci kamar mandi dan langsung membuang kuncinya kedalam bathup yang dipenuhi dengan busa sabun bekas ia berendam tadi.
''Viona apa yang kau lakukan?'' pekik Rayen, dan tanpa banyak bicara ia langsung melangkah menuju bathup untuk nencari kunci tersebut.
Gila, kenapa dia mengacuhkan aku? apa mas Rayen sudah tidak tertarik lagi pada tubuhku ini?padahal dulu dia sangat tidak tahan jika melihatku polos seperti ini, tidak aku tidak bisa biarin ini semua, aku harus memanfaatkan kesempatan ini.
Batin Viona yang langsung kembali mendekati mantan kekasihnya itu.
''Mas Rayen aku sangat merindukan kamu sayang, dan aku ingin kita melakukannya sekali saja.'' ucap Viona sambil memeluk tubuh Rayen dari belakang yang saat itu sedang membungkuk untuk mencari kunci didalam bathup.
__ADS_1
Darah Rayen seketika berdesir saat merasakan milik Viona menempel dipunggungnya, namun Rayen mencoba tidak perduli, ia terus mencari kunci tersebut.Viona yang merasa terabaikan langsung mendorong tubuh Rayen hingga tercebur masuk kedalam bathup yang berisi air sabun tersebut.
''Aakkhh,, teriaknya saat tubuhnya terdorong masuk kedalam air yang berisi sabun tersebut. Kini tubuh Rayen sudah basah karna air sabun yang ada didalamnya.
Dengan nekat Viona ikut masuk kedalam bathup dan langsung menyerang Rayen.
''Mas ayolah sayang aku sudah tidak tahan, aku begitu merindukan kamu mas Rayen,'' ucapnya sambil menciumi bagian tubuh Rayen.
''Vi-ona apa yang kau lakukan.'' ucap Rayen terbata saat wanita itu secara buas menarik kemeja Rayen hingga seluruh kancingnya terlepas, kini wanita itu sudah berhasil melepaskan baju atas miliknya.
Viona benar-benar sudah tidak waras, aku harus cepat menemukan kuncinya, jika terus begini aku takut tidak akan bisa bertahan.
Batin Rayen sambil terus meraba didalam air untuk mencari kunci.
Ah, akhirnya ketemu juga.
Batinnya sambil mengambil kunci tersebut.Namun tiba-tiba saja kuncinya kembali terlepas saat Viona menarik tangan Rayen agar melingkar di pinggangnya. Viona seperti ja*la*ng yang kehausan cairan ken* tal berwarna putih milik Rayen, ia secara liar terus menggerayangi tubuh Rayen, membuat laki-laki itu menahan nafas beberapa detik untuk menetralkan degup jantungnya yang berdetak dengan kencang karna ulah liar mantan kekasihnya tersebut.Apa lagi dengan sengaja Viona memancing Rayen dengan menggoyangkan ke dua buah melon miliknya,namun karna takut tak kuat menahan godaan, akhirnya lelaki itu memejamkan matanya sambil mendorong tubuh Viona agar menjauh darinya, setelah itu ia kembali mencari kunci tersebut.
''Akhirnya dapat.'' gumamnya sambil mengangkat tangan dari air sabun tersebut,dengan tubuh yang basah kuyup Rayen langsung berdiri dari bathup tanpa memperdulikan Viona yang masih dalam keadaan berte*lan*jang itu.
''Mas, kamu mau kemana mas, mas Rayen! kenapa kamu tega sekali padaku, aku sangat mencintaimu mas, tapi kenapa kamu malah memilih gadis sia*lan itu?? apa hebatnya dia? mas Rayen kamu tau aku sangat cinta sama kamu mas, ku mohon berikan aku kesempatan sekali lagi mas." racau Viona yang masih terduduk didalam air sabun.
Saat sudah berada didepan pintu, tiba-tiba Rayen menghentikan langkahnya, namun ia sama sekali tak membalikan badannya.
''Aku sangat kecewa sama kamu Viona, ku kira kamu sudah bisa mengikhlaskan hubungan kita, dan bisa menerima jika sekarang aku telah bersama dengan Niken, tapi ternyata aku salah, kamu masih tetap Viona yang penuh ambisi.'' ucap Rayen, setelah itu ia langsung keluar dari ruangan tersebut.
__ADS_1
''Kenapa!! kenapa selalu seperti ini? kenapa kamu lebih memilih dia mas dari pada aku? kamu jahat mas, jahat!! aaarrhhh...'' teriak Viona sambil memukul air sabun yang masih merendam tubuhnya itu.
NEXT