CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Mereka Ini Teman-Teman Kamu Ya?


__ADS_3

Sore ini dikediaman keluarga Mahendra terlihat Niken dan Rayen sedang membereskan barang-barang milik mereka, rencananya hari ini mereka akan kembali keapartemen, rumah dimana selama ini mereka tempati


'' Mas sudah biar aku saja yang beresin, tangan kamu kan masih belum sembuh total.'' ucap Niken sambil mengambil alih pekerjaan yang sedang dilakukan oleh suaminya.


'' Kamu itu kebalik tau, mas sudah baik-baik saja, tangan mas juga udah sembuh nih lihat kalau gk percaya.'' ucap Rayen sambil mengangkat koper besar dengan menggunakan tangannya yang patah.


'' Eh eh eh mas kamu ini apa-apaan sih, letakan dibawah cepat! jangan yang aneh-aneh dong mas, gimana nanti kalau tangannya patah lagi? Udah kamu diam saja biar aku yang beresin semua ini, lagian kan tinggal masukin yang ringan-ringan saja.'' jelasnya sambil memasukan barang-barang milik mereka.


'' Habisnya mas gk sabar rasanya ingin cepat-cepat pulang keapartemen, mas kangen kamu pakai pakaian seksi seperti dulu.'' goda Rayen sambil menaik turunkan alisnya. Niken hanya menggeleng mendengar ucapan suaminya tersebut.


'' Dasar suami mesum.'' ucapnya


'' Iya tapi kamu suka kan? Lagian kan mesumnya cuma sama kamu seorang istrinya mas.'' jawabnya sambil memeluk tubuh sang istri.


Masih dirumah yang sama namun dengan ruangan yang berbeda, saat ini Lidya dan suaminya Frans sedang duduk diruang keluarga.


'' Pah, papa yakin mau ijinin Niken dan suaminya pulang keapartemen? Gimana kalau terjadi sesuatu dengan anak kita? Rayen kan masih belum sembuh total, sebaiknya papa larang lah dulu mereka pulang keapartemen sampai Rayen benar-benar sembuh total.'' ucap Lidya


Frans menghela nafas mendengar ucapan sang istri yang menurutnya terlalu berlebihan.


'' Mah sudahlah biarin saja mereka pulang keapartemen, mereka juga butuh privasi, lagian Rayen juga sudah sembuh, kakinya juga terlihat sudah mulai berjalan dengan normal tidak pincang lagi.'' jelas Frans yang memang benar kenyataannya.


'' Ah papa gk asik banget sih, bukannya belain mama, lagian ya pah, putri kita itu sedang hamil muda, jika nanti Rayen pergi kekantor siapa yang akan menemaninya disana? gk ada kan pah dia sendiri, mama sebagai orangtua khwatir pah.'' ucap Lidya


'' Mah, mah dengerin papa ya! gk usah milikirin hal yang aneh-aneh, mereka sudah dewasa dan papa yakin jika Rayen akan bisa menjaga putri kita, dan jika mama merasa khawatir dengan Niken saat Rayen kekantor mungkin suaminya itu bisa membawanya saat bekerja.'' ucap Frans santai


'' Apa mengajak Niken kekantor? Yang benar saja pah? Ok mama akan menuruti mereka, tapi mama akan datang keapartemen mereka setiap hari.'' ucapnya


'' Astaga mama yang benar saja, Niken bukan anak kecil yang harus dijaga setiap saat, sudah jangan seperti itu, lagi pula Niken akan marah jika mama selalu menganggapnya sebagai anak kecil mulu.'' sambung Frans


'' Mah, pah, kami sudah selesai.'' ucap Niken sambil melanglah mendekati kedua orangtuanya disusul eh Rayen dibelakangnya.


'' Mau pulang sekarang?'' tanya Frans mastikan.

__ADS_1


'' Iya pah,'' jawab sang anak


'' Sayang apa gk bisa dipikirkan lagi? Kalau menurut mama sebaiknya kamu disini saja, maksud mama kalian berdua.'' Lidya kembali membujuk putrinya membuat Frans yang mendengar menggelengkan kepalanya.


'' Maaf mba, kami harus pulang keapartemen, lagi pula sudah cukup lama kami merepotkan kalian disini, saya dan Niken tidak enak jika harus lebih merepotkan lagi.'' sambung Rayen.


'' Iiss kamu ini Ray kayak sama siapa aja, lagian mba hanya khawatir dengan Niken, kalau misalnya kamu kerja nanti pasti Niken sendirian kan dirumah, gimana kalau terjadi sesuatu padanya?


'' Tidak akan mba, jika mba khawatir akan hal itu maka saya akan membawanya saat kekantor nanti.'' jelas Rayen membuat Lidya langsung diam, jawaban yang Rayen ucapakan sama dengan ucapan suaminya tadi.


***


'' Sepertinya mama kamu gk setuju kalau kita pulang keapartemen.'' ucap Rayen, saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju apatemen mereka.


'' Ya mas, kamu kayak gk tau mama aja, dari dulu kan memang seperti itu karakternya.'' jawab sang istri sambil fokus pada jalan raya, karna saat ini Niken lah yang menyetir, gadis itu berdikeras ingin dia yang mengemudikan kendaraannya, walaupun sang suami sudah melarangnya, tetap saja pada akhirnya Niken lah yang menang, Rayen hanya bisa pasrah menuruti istri kecilnya itu, ia masih ingat terakhir Niken mengendarai mobil mengalami kecelakaan, Rayen hanya bisa berdoa, semoga saja mereka selalu dalam lindungan sang pencipta.


DITEMPAT LAIN..


'' Sebentar kak, aku masih dikamar mandi.'' jawab Windy sedikit berteriak. Sambil menunggu sang adik Sesil duduk disisi ranjang, ia melihat-lihat seisi ruangan kamar tersebut, tiba-tiba pandangannya tertuju pada sebuah bingkai poto diatas nakas tempat tidur, didalam poto tersebut terdapat gambar Windy bersama dua sahabatnya. Sesil mengambil bingkai poto tersebut sambil menatap wajah ketiga gadis yang berada dalam poto tersebut, matanya menyipit menatap salah satu poto gadis yang ada didalamnya.


'' Ini kan--,


'' Kak Sesil,'' panggi Windy yang baru saja keluar dari kamar mandi.


'' Haai dek, kamu sudah selesai mandinya?


'' Iya kak sudah.'' jawab Windy, matanya melirik bingkai poto yang ada ditangan Sesil. Sang kakak yang menyatadi tatapan Windy langsung berbicara.


'' Mereka ini teman-teman kamu ya? cantik-cantik sekali ya mereka?'' ucap nya sambil kembali nemperhatikan wajah-wajah yang ada didalam poto tersebut.


'' Oh mereka itu sahabat-sahabat aku kak, yang putih dengan rambut sebahu itu namanya Niken, dan yang agak sedikit pendek itu namanya Putri.'' jelas Windy


'' Putri,'' gumam Sesil

__ADS_1


'' Iya kenapa kak? apa kak Sesil mengenalnya?'' Windy duduk disamping sang kakak sambil mengeringkan rambut nya dengan handuk kecil.


'' Kakak me--,, belum sempat Sesil menjawab tiba-tiba pintu kamar diketuk seseorang, membuat kedua gadis itu langsung menatap kearah sumber suara.


Tok-tok-tok


'' Sayang waktinya makan malam ayo cepat kita makan bersama.'' panggil Yuna dari luar kamar.


'' Iya mah, sebentar kami datang.'' jawab Windy.


''Ayo kak kita makan dulu, kebetulan aku juga sudah lapar.'' ucap Windy yang diangguki oleh Sesil.


Jadi Putri sahabatnya Windy, itu berarti Windy juga kenal dong dengan Regan? Sebainya nanti aku tanyakan pada nya.


Batin Sesil sambil mengikuti langkah Windy keruang tamu.


Setelah makan malam Sesil mengajak Windy untuk duduk diteras rumah, untuk mencari udara segar.


'' Oya Windy, apa kalian sudah lama bersahabat? Maksud kakak kamu dan kedua temanmu yang ada dipoto tadi?'' tanya Sesil


'' Iya kak, sejak kami SMP kami sudah bersahabat, karna kebetulan juga saat itu kami satu sekolah.'' jelas Windy


'' Waah ternyata sudah lama ya? Oya kalau boleh tau mereka itu memiliki saudara atau anak tunggal?'' Sesil kembali bertanya


'' Kalau Niken anak tunggal kak, tapi kalau Putri dia memiliki seorang kakak laki-laki.'' ucap Windy lagi.


'' Oya? pasti orangnya tampan, benarkan?'' Sesil bertanya sambil menatap pada sang adik.


'' Ya iya sih,'' jawab Windy sedikit grogi


'' Apa kamu dekat dengan nya? Maksud kakak apa Putri pernah mengajak kakak laki-lakinya itu berkunjung kesini?


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2