CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Ibu Mertua Yang Nyinyir


__ADS_3

Saat ini Niken sudah berada dalam kamarnya untuk istirahat, karna tubuhnya terasa lelah.'' Rasanya badanku pegal semua.'' gumamnya lalu segera merebahkan tubuhnya diatas kasur. Niken dan suaminya memutuskan untuk menginap malam ini dikediaman orangtua mereka, karna atas permintaan Lidya dan juga Frans.


Ceklek


Terdengar suara pintu dibuka bersamaan muncul Rayen dengan membawa jus jeruk untuk sang istri.'' Minumlah biar lebih segar.'' ucap Rayen sambil menyerahkan segelas jus tersebut pada Niken.


'' Makasih mas,'' ucapnya sambil meraih gelas dari tangan suaminya.


'' Tadi bicara apa dengan Imam kok sepertinya seru banget, sampai mas yang berdiri disana pun kamu gk perdulikan.'' sindir Rayen yang hampir membuat Niken tersedak minumannya.


'' Mas lihat, tadi aku sedamg ngobrol sama kak Imam?'' tanya Niken sambil meletakan gelas miliknya diatas nakas.


Rayen berdecak kesal saat istrinya menyebut bawahannya dengan panggilan yang terdengar mesra.'' Kok mas cemburu ya kamu panggil dia dengan sebutan kakak.'' ucap Rayen cemberut.


'' Iih mas Rayen gitu aja cemburu sih, jadi kalau gk kakak masa aku harus panggil dia akang sih kan gk lucu.'' sambung Niken sambil tergelak karna merasa lucu dengan ucapannya sendiri.


'' Habisnya kamu nyaman banget kayaknya tadi saat ngobrol sama laki-laki itu.'' ucap Rayen yang tak ingin menyebutkan namanya.


'' Kak Imam namanya mas,'' Niken menegaskan.


'' Hm.'' hanya itu yang keluar dari mulut Rayen.


Masih dirumah yang sama namun diruangan yang berbeda.'' Huh akhirnya selesai juga acaranya ya pah, mama senang banget.'' ucap Lidya sambil menyandarkan tubuhnya disandaran sofa ruang keluarga, disana hanya tinggal sepasang suami istri itu saja, sedangkan kerabat yang lainnya sudah pada pulang beberapa saat yang lalu, rumah juga terlihat sudah bersih, karna memang acaranya tidak terlalu banyak ruangan yang dihias.


'' Oya pah, kemarin itu dalang dari kecelakaan mobil yang ditumpangi Leo dan Rayen udah ditangkap kan? memangnya siapa pah dalangnya?'' tanya Lidya


'' Mika fatner kerja yang kemarin papa ceritakan itu mah,'' jelas Frans


'' Oh yang cantik itu ya orangnya? Kok bisa dia sih pah? motifnya apa?

__ADS_1


'' Dia itu suka sama menantu mama, dia sakit hati karna Rayen menikah dengan Niken, selain itu dia juga ada kecurangan diperusahaan, papa sudah berikan buktinya pada polisi.'' jelas Frans


'' Apa Niken tau tentang ini?'' tanya Lidya lagi


'' Sepertinya dia tidak tau.''


'' Memangnya Rayen tidak memberitahunya? Niken kan istrinya, dia berhak tau, Rayen ini kebanyakan rahasia sih sama istri, seharusnya apa-ap itu istri juga harus tau, bukan malah merasiakan sesuatu seperti ini. Ucap Lidya dangan nada kesal


'' Udahlah mah, jangan diperpanjang, ini juga masalahnya udah selesai, tinggal sidang keputusan saja.'' jelas sang suami


'' Tetap saja pah, memamgnya nanti sewaktu sidang Rayen gk jadi saksi dipengadilan? pasti dipanggilkan? ini nih jika Niken sampai tau pasti dia kecewa sama suaminya itu, masalah sebesar ini kok dirahasiakan dari istri, gimana sih.'' Lidya mengomel panjang lebar.


'' Mama ini bawel sekali sih, memangnya gk capek apa bicara melulu sejak tadi.'' ucap Frans sambil menggelengkan kepalanya.


'' Ih, papa ini kok ikut-ikutan jadi nyebelin gini sih, udah ah mama mau kekamar aja, males sama papa.'' setelah itu wanita paruh baya itu langsung beranjak dari duduknya dan melangkah menuju kamarnya yang berada dilantai atas.


PAGI MENJELANG


Niken dan suaminya belum turun mah?'' tanya Frans sambil mengolesi roti miliknya dengan selai kacang


'' Belum pah,'' jawab sang istri sambil meletakan secangkir kopi didepan suaminya


'' Pagi pah, pagi mah,'' sapa Niken sambil menuruni anak tangga.


'' Pagi juga sayang, mana Rayen? gk sekalian turun?'' tanya sang papa


'' Masih dikamar mandi pah,'' jawabnya sambil menarik kursi dan langsung mendudukinya.


'' Oya Niken kamu kenal yang namanya Mika gk?'' tanya Lidya tiba-tiba membuat Niken yang tadinya hendak menyendok nasi goreng menghentikan kegiatannya.

__ADS_1


'' Maksud mama Mika yang rekan bisnisnya mas Rayen? kalau itu sih kenal, memangnya kenapa mah?'' tanya Niken sambil kembali melanjutkan kegiatannya menyendok nasi kedalam piring


'' Kamu tau gk kalau wanita itu adalah penyebab kecelakaan yang menimpa suami kamu dan juga yang menyebabkan Leo meninggal dunia?'' kata-kata Lidya tentu saja membuat Niken langsung tersedak nasi yang ia makan.


Uhuk-uhuk-uhuk


'' Tuh kan mah, mama sih pakai acara bilang segala sama Niken, ini sayang minum dulu.'' ucap Frans sambil memberikan segelas air putih pada sang anak.


Glek-glek-glek


Niken minum hingga habis setengah.'' Jadi maksud mama tante Mika yang sudah melakukan semuanya? semua kecelakaan ini karna ulah dia? apa mas Rayen tau semua ini?'' Niken menuntut jawaban demi jawaban pada orangtuanya.


'' Tentu saja dia tau, kan dia korbannya, memangnya dia gk ngasih tau kamu? Oh mana mungkin sedangkan sepertinya kamu baru tau sekarang.'' sambung Lidya lagi yang menjawab pertanyaannya sendiri


'' Mah sudahlah jangan bicara itu terus, saat ini kita sedang sarapan, papa gk mau kita membahas orang lain disini.'' ucap Frans, sebenarnya sejak tadi dia ingin menghentikan ucapan istrinya itu, karna ia tak ingin karna kejadian ini, anak dan menantunya berselisih paham. Lidya hanya mendengus saat suaminya menyuruhnya diam.


'' Pah ada apa sebenarnya? dan kenapa kalian tidak memberitahukan semua ini padaku?'' Niken kembali bertanya, kali ini nada nya terdengar sangat serius, membuat kedua orangtuanya saling pandang.


'' Memberitahukan apa sayang?'' Rayen tiba-tiba saja datang dan menyela ucapan istrinya, sebenarnya sejak awal menuruni anak tangga ia sempat mendengar jika istrinya terlibat pembicaraan yang serius dengan orangtuanya, hanya saja Rayen tak tau pasti apa yang mereka bicarakan.


Niken dan yang lainnya menoleh kearah sumber suara, terlebih Niken, ia menatap suaminya penuh dengan tatapan menuntut.


'' Ada apa sayang? Kenapa kamu melihat mas seperti itu?'' tanya Rayen begitu berada dimeja makan.


'' Mas aku ingin me--,'' belum selesai Niken bertanya Frans sudah lebih dulu memotong ucapan putrinya itu.


'' Niken apa kamu tidak dengar ucapan papa tadi? bisakah kita sarapan dulu sekarang?'' ucap Frans dengan tatapan intimidasi kearah putri dan istrinya,berharap kedua wanita yang ia sayangi menutup mulut untuk saat ini.


'' Ray sebaiknya kau sarapan saja dulu,nanti kita bisa bicarakan diruang keluarga.'' jelas Frans yang mengerti kebingungan menantunya itu. Rayen mengangguk kemudian langsung menarik kursi yang ada disebelah Niken dan mendudukinya.

__ADS_1


Saat ini keluarga itu sudah berada diruang keluarga, terlihat Frans dan Lidya yang duduk berdampingan, sedangkan Niken duduk dengan gelisah seperti tak sabar ingin melayangkan pertanyaan-pertanyaan yang sejak tadi ada dikepalanya.


Next


__ADS_2