CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Masih Dirumah Sakit


__ADS_3

Rangga menceritakan semua kejadian yang menimpa pada kedua anak mereka, begitu pula pada dua orang lainnya. Johan yang memang mengenal korban lainnya langsung menuju ruangan tersebut setelah sebelumnya melihat keadaan putra mereka Regan, yang juga mengalami patah tulang.


Saat ini polisi sudah berada dirumah sakit, untuk memberitahukan tentang mengapa bisa terjadinya kecelakaan tersebut, dan polisi juga mengatakan jika kecelakaan tersebut terjadi karna rem mobil milik Rayen mengalami blong hingga nembuat kecelakaan tak terhindarkan lagi.


Wati mempertanyakan kenapa bisa mobil yang ditumpangi putranya mengalami rem blong, namun saat itu jawaban polisi karna terjadinya kebocoran pada minyak rem, dan masih banyak paktor lainnya, polisi menyimpulkan jika ini terjadi semua karna kelalayan sang pengemudi karna tak memeriksakan kendaraannya sebelum mengemudi.


'' Maksud pak polisi semua itu karna kelalayan yang punya mobil kan? berarti semua ini salah Rayen.'' ucap Wati menahan geram, sedangkan Frans yang saat itu ada disana mencoba berusaha agar tidak terjadi kesalah pahaman.


'' Begini pak polisi, saya sebangai ayah mertua sekaligus atasan dikantor kedua korban bekerja, dapat memastikan jika mobil dalam keadaan baik-baik saja saat itu, karna kemarin saya lihat sendiri jika Rayen telah memeriksakan mobilnya dibengkel mengapa saya bilang begitu, karna saat itu saya juga ada disana sedang mengontrol mobil milik saya, jika pak polisi tidak percaya saya bisa memberikan alamat bengkel tersebut sebagai bukti atau saksi, saya curiga ini ada sabotase seseorang, pasti ada yang ingin mencelakakan menantu saya dan asistennya yaitu Leo.


'' Jika memang benar keterangannya seperti itu, kami akan segera mengusut kasus ini, apa menurut pak Frans ada yang anda curigai? maksud kami apakah bapak Rayen dan asistennya memiliki musuh?


'' Jika masalah pribadi saya kurang tau, tapi jika dalam perusahaan itu mungkin saja terjadi, sebab banyak pesaing bisnis yang mungkin tidak menyukai kemajuan perusahaan kami, sementara Rayen dan Leo ini adalah orang andalan diperusahan kami, jadi bisa saja ada orang yang mau berniat buruk pada mereka dan mencelakakan mereka, otomatis itu juga pasti akan berpengaruh pada perusahaan kami bukan? dan saya mau pak polisi segera usut sampai tuntas jika ada kejanggalan lain segera beritahukan pada kami pak!" ucap Frans


'' Baiklah pak, kami akan menyelidiki ini lebih lanjut, kalau begitu kami permisi dulu.'' setelah mengatalan itu polisi laangsung beranjal dari rumah sakit tersebut.


Dirumah kediaman orang tua Windy terlihat sedang bersiap untuk pergi kerumah sakit, setengah jam yang lalu mereka baru saja mendapat kabar dari keluarga Leo jika mantan menantu mereka itu mengalami sebuah kecelakaan dan meninggal dunia, Windy sangat syok mendengarnya ia benar-benar tidak menyangka jika orang yang pernah mengisi relung hatinya itu akan pergi secepat ini.


Walaupun tak ada air mata yang keluar dari mata indahnya itu, namun tak bisa dipungkiri dan sangat jelas terlihat jika mata itu memancarkan kesedihan yang mendalam.


'' Sayang kamu sudah siapa nak?'' tanya Yuna yang melihat putrinya itu keluar dari kamarnya

__ADS_1


'' Iya mah, aku sudah siap.'' jawabnya pelan


'' Yasudah ayo, papa sudah menunggu diluar.


Sepanjang perjalanan Windy hanya diam, tak ada sepatah katapun yang terucap dari bibir tipisnya, pandangannya terlihat kosong, walaupun ia sudah tak mencintainya lagi, namun bagai mana pun dulu mereka pernah menjalanin rumah tangga yang bahagia sebelum akhirnya Leo berselingkuh dengan Viona. Sebenarnya Windy belum tau jika kedua sahabatnya juga ada disana bahkan pria yang beberapa hari terakhir ini sering ia pikirkan juga ikut dalam musibah tragis itu, yang ia tau hanya Leo dan juga rekan sekantornya, tanpa ia tau jika rekan sekantor yang dimaksud itu adalah Rayen suami dari sahabat nya Niken.


...****************...


Windy dan kedua orangtuanya baru saja sampai dirumah sakit, dari kejauhan Windy melihat kedua orang tua dari sahabatnya Niken.


Kenapa ada tante Lidya dan om Frans ya? Jangan-jangan rekan kerja yang dimaksud kecelakaan bersama kak Leo adalah om Rayen, itu artinya Niken juga ada disini? Tapi dimana dia?


Windy membatin


'' Windy.'' ucap Lidya, bangkit dan langsung memeluk


''Tanye Lidya apa yang ssbenarnya terjadi? mengapa tante juga ada disini?'' Windy melerai pelukan mereka dan menuntun Lidya untuk duduk di kurdi ruang tunggu.


Dan akhirnya Lidya pun langsung menceritakan semua kejadiannya pada Windy dan kedua orangtuanya.


'' Begitulah yang dikatakan polisi pada kami

__ADS_1


Kedua orangtua Windy memang juga sudah tau kalau Niken dan Rayen adalah pasangan suami istri karna Niken sendirilah yang mengatakannya waktu itu.


'' Lalu bagai mana keadaan Niken dan bayi nya tante?'' pertanyaan Windy membuat bola mata kedua orangtua Niken langsung membulat


'' Apa? bayi? maksud kamu apa Windy?'' Lidya ingin memperjelas nya lagi apakah ia salah dengar atau tidak.


'' Memangnya Niken belum memberitahukannya pada tante dan om?'' Windy kembali bertanya


'' Niken tidak ada bilang apa pun sama kami.'' jawab Lidya


'' Benarkah? mungkin belum sempat tante, soalnya kami juga taunya baru tadi sore.'' jelas Windy, dan Lidya mengangguk paham, sejujurnya ia sangat senang mendengar jika saat ini putrinya sedang mengandung, tapi disisi lain Lidya juga sedih karna musibah yang terjadi saat ini dalam kehidupan rumah tangga putrinya.


'' Mah bagai mana jika kita melihat mayat Leo?'' ucap pak Burhan, belum sempat Yuna menjawab Lidya lebih dulu menyela ucapan Burhan


'' Mayat Leo sudah dibawa pulang oleh kedua orangtuanya jeng, beberapa waktu yang lalu, katanya ingin langsung dikuburkan karna memang tubuhnya yang --, maaf saya tidak bisa mengatakannya yang pasti kedua orangtuanya tidak ingin jenazah anaknya lebih lama dirumah sakit.'' jelas Lidya merasa tak sanggup untuk berkata tentang pisik Leo yang memang sangat menyedihkan.


Setelah mengetahui itu kedua orangtua Windy nemutuskan untuk langsung menuju kediaman orangtua Leo bersama Windy, Frans ikut dengan mereka kerumah duka, sementara Lidya memilih tetap dirumah sakit, karna selain ingin melihat perkembangan Rayen paskah oprasi, Niken juga masih belum sadarkan diri sampai sekarang, dokter bilang putrinya itu mengalami syok, karna kabar yang diterimanya hingga membuat tekanan darahnya menurun.


'' Eeuuhh, sshhhh...'' terdengar suara rintihan seseorang yang baru sadarkan diri, dan dia adalah Niken, dua jam lamanya Niken pingsan, hingga Rayen baru selesai dioprasi ia masih belum sadarkan diri. Terlihat Niken membuka matanya, beberapa kali ia nengerjap untuk menyesuaikan cahaya yang ada diruangan tersebut, karna ia merasa sedikit silau, tiba-tiba gadis itu bangkit saat mengingat kembali apa yang terjadi pada suaminya Rayen.


'' Mas Rayen, aku harus melihat keadaan mas Rayen !!!'' Niken langsung bangkit dari tempatnya berbaring, ia langsung turun, walaupun masih terasa pusing dan lemah namun ia tetap memaksakan untuk tetap bangkit dan melangkah menuju tempat dimana suaminya sekarang berada, karna ia yakin yang meninggal itu bukan Rayen suaminya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2