
Setelah Rayen keluar dari kamar Niken langsung menuju kamar mandi, namun sebelum itu ia lebih dulu mengunci pintu kamar nya.
Beberapa saat terlihat ia keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang lebih segar, Niken menatap jendela kamar yang memang memperlihatkan suasana yang ada diluar penginapan tersebut, hujan masih berlanjut, bahkan tak memperlihatkan kapan tandanya hujan itu akan berhenti. Dari kejauhan matanya menangkap sosok yang ia kenali, matanya menyipit menatap lelaki tersebut, meskipun hari sudah gelap, tapi ia dapat melihat jika itu adalah Rayen, karna memang dia berada didekat lampu jalan yang terang,,saat ini Niken melihat Rayen sedang berbicara dengan seorang wanita di toko pakaian sebrang penginapan yang ia tempatin saat ini.
Tangan nya terkepal kuat hingga membuatnya memerah, matanya menyorot tajam kearah keduanya yang terlihat tengah asik berbincang bahkan Niken melihat Rayen tertawa bersama wanita tersebut.
''Dasar om Rayen, jadi lelaki kegatelan banget sih,awas saja nanti akan ku balas kamu om.'' gumam Niken geram.
15 menit kemudian terengar pintu diketuk dari luar.
Tok-tok-tok
''Niken ini om, buka pintunya!
Tak lama terdengar suara pintu terbuka, dan nampaklah sosok Niken yang hanya memakai jubah mandi berwarna putih.
''Maaf om agak lama, ini pakailah!" ucap Rayen sambil memberikan sebuah paperbag pada gadis tersebut.
''Makasih,'' ucapnya singkat dan berlalu menuju kamar mandi untuk berganti pakaian.
Rayen merasa Niken tingkahnya sedikit berbeda, namun ia mencoba untuk menepisnya, mungkin itu hanya perasaannya saja.
Sedangkan didalam kamar mandi Niken segera mengeluarkan pakaian yang ada didalam kantong tersebut, matanya membelalak kaget saat ia melihat benda berbentuk kaca mata berwarna hitam, sepasang dengan kain yang berbentuk segitiga.
''Apa ini om Rayen juga yang membelikannya? tapi kenapa dia bisa tau ukuranku?'' gumamnya pelan, seketika wajahnya memerah.
Saat Niken sedang asik dengan lamunannya, tiba-tiba pintu diketuk dari luar.
''Niken, sayang? kamu masih lama gk?om mau pakai kamar mandi ini.'' ucap Rayen sambil menahan sesuatu dibawah sana.
Niken yang langsung tersentak dengan suara Rayen langsung cepat-cepat menggunakan pakaiannya.
Tak lama ia keluar dengan pamaian yang sudah lengkap.
''Kamu sudah selesai? tanya Rayen sambil memindai menampilan gadis kecilnya itu.
''Ternyata bajunya pas untuk kamu, om pikir kegedean, oya kalau dala*mannya gimana apa kah juga pas untukmu?'' ucap Rayen dengan nada menggoda, sedikit melupakan kantung kemihnya yang mulai penuh.
__ADS_1
''Iih, apaan sih om, mesum banget.'' ucap Niken dengan wajah yang sudah memerah karna malu.
''Loh kok mesum sih, om kan cuma tanya aja, muat gk?''
''I-iya muat, tapi kenapa om bisa tau ukuran nya?'' tanya Niken sedikit gugup dan malu.
''Om kan sudah pernah memegangnya, makanya om bisa tau,'' jawabnya.
Rayen mendekati tubuh Niken, membuat gadis belia itu langsung mundur beberapa langkah, hingga tubuhnya terbentur oleh tembok yang ada dibelakangnya.
''O-om,'' ucap Niken gugup sambil menahan dada bidang Rayen.
''Ada apa hm?'' Rayen begitu dekat dengan tubuh Niken, hingga nafas Rayen terasa hangat diwajahnya.
''Om sebaiknya mandi dulu, aku lapar.'' ucap Niken membuat Rayen akhirnya berhenti menggoda gadis kecilnya tersebut,
''Kamu lapar? baiklah tunggu om mandi dulu sebentar ya?'' ucap Rayen sambil berlalu menuju kamar mandi.
''Huuff, akhirnya bisa bernafas juga, berdekatan dengan om Rayen tidak baik untuk kesehatan jantungku.'' gumamnya
''Niken ayo kita turun,'' ajak Rayen yang diangguki oleh Niken.
Sesampainya dibawah, mereka langsung mengambil makanan yang tersedia di penginapan tersebut.Setelahnya mereka kembali duduk.
''Hai kita ketemu lagi.'' ucap suara seorang wanita membuat kedua orang berbeda jenis kelamin itu menoleh kearah sumber suara.
Niken mengerenyit bingung melihat wanita tersebut, Niken merasa tak mengenal nya, namun sepertinya Niken pernah melihat wanita itu, tapi ia lupa dimana pernah melihatnya,,namun berbeda halnya dengan Rayen, lelaki itu tersenyum simpul dan membalas sapaan wanita tersebut.
''Boleh aku duduk disini bersama kalian?'' tanya wanita tersebut sambil menatap wajah yang ada didepannya secara bergantian.
''Tentu saja mba Anna, suatu kehormatan bagi saya anda bisa bergabung bersama kami.'' jawab Rayen
''Om Rayen apaan sih, kenapa dia harus mengajak orang asing, lagian wanita ini siapa sih kenapa kelihatan sok akrab gitu sama om Rayen.
Batin Niken merasa tak suka.
Pandangan wanita yang bernama Anna tersebut menatap kearah Niken, kemudian kembali menatap kearah Rayen.
__ADS_1
''Gadis cantik ini siapa Ray?'' tanya wanita tersebut.
Pertanyaan yang dilontarkan oleh wanita tersebut membuat Niken meras penasaran dengan jawaban yang akan diberikan oleh Rayen.
''Dia Niken, orang yang sangat berarti buat saya.'' jawab Rayen
''Orang yang sangat berarti? apa dia kekasihmu?'' tanya wanita itu sangat ingin tau.
''Maaf sepertinya saya tidak perlu memberitahukan kehidupan pribadi saya pada orang lain.'' ucap Rayen membuat wanita itu tersenyum canggung.
''Aah, iya seharusnya aku yang minta maaf sama kamu karna sudah bertanya hal yang sedikit pribadi.'' ucanya merasa tak enak.
Niken yang sejak tadi begitu penasaran akhirnya mencoba memberanikan diri untuk bertanya.Sekaligus ia ingin memberitahu pada nya bahwa dia adalah orang yang sangat spesial untuk Rayen.
''Sayang tante ini siapa ya?'' tanya Niken pada Rayen, sambil melirik kearah wanita yang bernama Anna tersebut.
''Dia adalah rekan bisnis, kebetulan tadi ketemu didepan dan sekarang ternyata bertemu lagi disini, namanya mba Anna.'' jelas Rayen
''Oh iya, aku baru ingat ternyata dia wanita yang aku lihat tadi sewaktu dijendela.
Batinnya
''Oh gitu, kalau gitu kenalin juga tante namaku Niken, kekasih mas Rayen.'' ucapnya menekankan kata kekasih.
Rayen yang mendengar ucapan Niken barusan merasa sedikit terkejut, bukan karna mengakui hubungan mereka, namun lebih pada sebutan mas yang ia sematkan saat menyebut nama nya, sejujurnya Rayen sangat senang mendengarnya.
''Oh kekasih ya? ku kira tadi saudara.'' ucapnya, membuat Niken memutar bola matanya malas.
''Sepertinya kamu masih muda ya? memangnya usia kamu berapa sih? kok manggil aku tante? emangnya wajah ku kelihatan sudah tua ya?'' tanya Anna dengan nada dedikit tak suka.
''Usiaku gk penting tan, yang terpenting kami berdua saling mencintai, kalau mengenai kenapa aku memanggil tante, ya itu karna, maaf ya sebelumnya,, itu karna memang anda terlihat sudah berumur.'' jelas Niken, sebenarnya yang dikatakan Niken memanglah benar, Anna adalah seorang janda, dulu ia hanyakah ibu rumah tangga,namun setelah suaminya meninggal karna kecelakaan jadi dia yang meneruskan bisnis suaminya.
Setelah makan malam, keduanya langsung kembali kekamar mereka, sepertinya malam ini keduanya terpaksa harus menginap disini, karna memang tak memungkin kan untuk keduanya pulang, mengingat jalan yang mereka lalui tadi banyak pepohonan yang tumbang ditengah jalan.
Next
''Sayang ka
__ADS_1