
Leo yang mendengar perkataan Viona langsung membuat darahnya semangkin mendidih.
'' Hentikan omong kosongmu itu! kau yang menggodaku waktu itu.'' kelakar Leo
'' Iya, memang aku, tapi kenapa kamu tergoda? sudahlah tinggal akui saja jika kamu itu memang tidak bisa menolak pesonaku ini iya kan? lagi pula kau dan Windy sudah resmi bercerai, bagai mana kalau kita menikah saja? aku rela kok menjadi pengganti istrimu itu, ooppss maksudku mantan istri.'' ucap Viona tersenyum mengejek.
Melihat itu membuat Leo semangkin menggeram, tangannya kini mengepal dengan kuat hingga buku-buku jarinya terlihat memutih. Dan ternyata itu tak luput dari perhatian Viona.
'' Kenapa kamu? merasa marah karna kata-kataku? sudahlah sebaiknya kamu terima tawaranku, gimana?'' Viona bangkit dari duduknya dan melangkah mendekati Leo, wanita itu sama sekali tak takut dengan sosok laki-laki yang ada didepannya saat ini, karna ia tau jika Leo tidak akan berani melakukan hal yang macam-macam, apa lagi menyakiti orang lain.
Viona terus berceloteh sambil tangannya terus menggerayangi setiap bagian tubuh Leo, namun bukannya membuat Leo terang*sang, namun semangkin membuat lelaki itu meradang.
Leo memegang tangan Viona yang bergerilya ditubuhnya ia meremas kuat tangan wanita itu, membuat Viona mengaduh kesakitan.
'' Leo, kok kamu sekarang kasar sekali sih? oh aku tau, gimana kalau sekarang kita bermain kasarnya diatas ranjang kamu aja hem? kamu mau kan sayang? kebetulan punya ku rasanya sudah gatal banget karna sudah lama gk digaruk oleh batanganmu itu.'' ucap Viona yang berusaha menggoda Leo.
Wanita yang tak tau malu itu terus merayu dengan kata-kata tak senonohnya, bak seorang ja*lang yang haus akan goyangan para lelaki hidung belang.
Saat Viona kembali ingin menyentuh tubuh Leo, laki-laki itu langsung memelintir tangan Viona hingga membuat wanita itu langsung menjerit histris.
''Aaakkkkkhhhhh,, saakiiitttt......!!!! teriaknya kuat sambil memegangi lengannya yang terasa patah akibat putaran yang dilakukan Leo
''Dasar gila!! kau benar-benar sudah tidak waras Leo, hanya karna wanita sia*lan itu kamu berani nyakiti aku.'' bentak Viona sambil memegangi tangannya yang masih terasa sangat sakit, bahkan ia masih meringis menahan nyeri ditangannya itu.
__ADS_1
'' Jaga ucapanmu, dasar wanita murahan! Windy jauh lebih baik seribu kali dari wanita sepertimu, jadi jangan pernah mengatakan hal yang buruk tentangnya!'' ucap Leo memperingatkan.
'' Leo-leo, kasian banget sih kamu, seharusnya nih ya, kamu itu bersyukur ada aku yang masih mau nemani kamu disaat kamu terpuruk ssperti ini, bukannya malah berbuat begini sama aku , kamu pikir tangan ku gk sakit apa?'' ucap Viona yang masih berani melawan Leo.
'' Kau!! dengar Viona sebaiknya kau pergi dari apartemenku sekarang, atau aku akan berbuat kasar padamu! ancam Leo
'' Memangnya apa yang akan kau kakuan pada ku? ingin membunuhku?? lakukan saja jika kau berani!'' ucap Viona balik menantang
'' Dasar perempuan sia*lan, sebaiknya kau pergi dari sini sekarang, atau kau akan mati ditanganku, dan jangan salahkan aku jika melakulannya kekerasan padamu.'' ancaman Leo membuat Viona sedikit bergidik ngeri, pasalnya saat ini ia melihat kilatan kemarahan dimata lelaki tersebut. Tak ingin ambil resiko Viona langsung pergi dari apartemen tersebut tanpa berkata sepatah katapun pada Leo.
'' Si*alan Leo, dikasih enak malah gk mau, ngapain coba dia masih mengharap perempuan itu.'' Viona terus menggerutu saat ini ia sedang dalam perjalanan menuju apartemen miliknya.
'' Loh-loh, kenapa lagi coba nih mobil.'' Viona mendesah marah saat mengetahui mobilnya mogok.
Viona membuka bemper mobil bagian depan miliknya.
'' Duuh, mana gk ngerti lagi yang kayak ginian, gimana ini, udah gk ada mobil yang lewat lagi, sebaiknya aku tunggu didalam aja lah, mungkin sebentar lagi akan ada mobil yang lewat sini.'' monolognya sambil kembali masuk kedalam mobil.
Kebetulan jalan yang dilalui Viona adalah jalan alternatif yang sepi dan jarang digunakan dimalam hari, Viona terpaksa memilih melalui jalan tersebut karna dijalan yang biasa ia lalui terjadi kecelakaan dan banyak kendaraan yang terjebak macet disana, karna tak ingin mrnunggu lama akhirnya ia memilih lewat jalan alternatif yang ia lalui sekarang, namun siapa sangka nasipnya apes, karna mobilnya mogok dijalan sepi tersebut, alhasil ia harus menunggu orang yang mungkin akan melewati jalan tersebut.
Tak terasa jam sudah menunjukan pukul tujuh malam.
'' Astaga sudah malam, ya ampun kok aku bisa ketiduran sih, kalau udah gini gimana coba? udah sepi lagi, jadi serem banget,'' gumamnya sambil menatap sekeliling yang memang terlihat sepi, tak ada satu kendaraan pun yang lewat disana.
__ADS_1
Tak berapa lama kemudian Viona melihat ada cahaya mobil dari kejauhan, dengan cepat wanita itu langsung membuka pintu mobilnya untuk meminta bantuan pada mobil tersebut. Viona turun dan berjalan sedikit ketengah, sambil melambai-lambaikan tangannya.
Ternyata usahanya membuahkan hasil, tak lama terlihat mobil yang coba ia hentikan itu menepikan mobil nya, Viona tersenyum kemudian ia langsung melangkah mendekati mobil tersebut.
'' Permisi tolong apakah anda bisa membantu saya?'' tanya Viona pada pengendara tersebut.
Tak lama terlihat pintu mobil terbuka, dan keluarlah sosok laki-laki disusul ketiga temannya dari dalam mobil.
'' Ada apa nona? apa yang bisa kami bantu?'' tanya lelaki tersebut sambil tersenyum satu sama lain kepada teman-temannya.
Viona sedikit merasa takut, ia menelan ludahnya kasar, bagai mana tidak, ia melihat penampilan keempat lelaki tersebut sangat menyeramkan, yang satu wajah dan lengannya dipenuhi dengan tato, dan yang satu lagi berambut panjang dengan tompel diwajahnya, sedangkan yang dua orang lagi berkepala botak dan temannya yang satu bertubuh tinggi dengan perut yang sedikit buncit.
'' Hei bro, kalau gk salah nona ini model majalah itu kan, kalau gk salah namanya Viona Anjelista, bukan begitu nona?'' tanya pria berkepala botak tersebut.
Benarkah nona? wah beruntung sekali bisa ketemu seorang model disini.'' sambung lelaki yang tinggi yang memiliki perut buncit.
'' I-iya pak saya memang Viona Anjelista, kebetulan mobil saya mogok apa bisa saya--,'' tiba-tiba saja ia menghentikan ucapannya, entah kenapa Viona jadi ragu untuk meminta bantuan pada mereka.
'' Ada apa nona? apa yang bisa kami bantu?'' tanya lelaki bertato
'' Iya nona katakan saja, apa anda butuh tumpangan hem?'' sambung lelki bertompel wajahnya terlihat sangat menyeramkan dimata Viona.
'' Ti-tidak jadi pak kalau gitu kalian pergi saja, saya akan menunggu teman saya saja untuk menjemput saya disini.'' ucap Viona yang sudah mulai ketakutan.
__ADS_1
Next