CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Aroma Yang Selalu Memabukan


__ADS_3

Putri berhenti disebuah halte bis, ia duduk disana karna tiba-tiba merasakan sakit dibagian perutnya.


'' Kok perutku tiba-tiba sakit ya, apa karna makan bakso setan tadi?'' gumamnya sambil memegangi perutnya yang sakit, ia memberi nama bakso setan karna memang pedasnya kebangetan


'' Sebaiknya aku tunggu taksi aja deh.'' gumamnya lagi, sambil sesekali meringis menahan sakit diperutnya.


Ditempat lain Rangga baru saja keluar dari parkiran motor, saat menuju gerbang ia melihat mobil yang berhenti disana, tak lama ia juga melihat Sila masuk kedalam mobil tersebut. Setelah mobil itu berlalu Rangga pun langsung menghidupkan mesin motornya dan segera meninggalkan sekolahan tersebut. Hingga tak jauh darinya ia kembali melibat mobil yang dinaiki oleh Sila sedang berhenti dipinggir jalan, tepatnya dihalte yang biasa orang singgahi untuk menunggu jemputan atau pun taksi.


Rangga melihat Sila dan seorang pemuda turun dari mobil tersebut yang ia kenali ternyata adalah Alex.'' Sedang apa mereka? kenapa keduanya turun, apa yang terjadi?'' gumamnya bertanya-tanya, Rangga pun langsung mendekat kearah mobil untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi, setelah turun dari motornya Rangga langsung melangkah kearah mereka, namun alangkah terkejutnya Rangga saat melihat kekasihnya itu terbaring diatas pangkuan Alex.


'' Putri,'' panggil nya membuat Sila dan Alex langsung menatap kearahnya.


Rangga mengambil alih kekasihnya itu dari pangkuan Alex, menepuk pelan pipi gadis itu untuk menyadarkannya.'' Putri bangun sayang, apa yang terjadi padamu.'' ucap Rangga panik.


'' Saya dan Seli menemukannya pingsan dihalte ini,'' ucap Alex, menjawab penasaran pemuda itu. Rangga mengangkat tubuh Putri dan hendak membawanya pergi.


'' Hei loe mau bawa dia kemana? bukannya loe bawa motor? sebaiknya bawa masuk kemobil gue aja.'' ucap Alex


'' Iya kak Rangga bawa masuk kemobil kak Alex aja, biar aku yang jagain dibelakang, kita akan membawanya kerumah sakit.'' jelas Sila, akhirnya mau tak mau Rangga harus merelakan kekasihnya itu dibawa dengan mobil Alex menuju rumah sakit terdekat, sedangkan ia mengikuti dari belakang.


Sepuluh menit kemudian mereka sampai disebuah klinik, Rangga langsung memarkirkan motornya dan menuju mobil Alex.'' Kak Rangga,'' Sila terkejut saat tiba-tiba Rangga membuka pintu mobilnya.


'' Sini biar saya yang menggendongnya.'' ucap Rangga sambil mengangkat tubuh gadis itu, dan langsung membawanya menuju klinik tersebut.


'' Bagai mana keadaannya dok?'' tanya Rangga setelah dokter tersebut selesai memeriksa kondisi kekasihnya itu.


'' Sepertinya teman anda ada masalah dipencernaannya, apakah sebelumnya dia ada makan makanan yang pedas?'' tanya dokter tersebut


'' Saya kurang tau dok.'' jawab Rangga


'' Dari yang saya perkirakan sepertinya tadi teman anda habis memakan banyak sambal, hingga membuat pencernaannya terganggu dan itu tidak baik baginya, saya harap anda bisa menasehati teman anda agar tidak lagi mengonsumsi makanan pedas.'' jelas dokter tersebut.


'' Baik dok, terimakasih sebelumnya.'' ucap Rangga.


'' Baiklah kalau begitu saya permisi dulu.'' setelah dokter berlalu Alex langsung masuk keruangan Putri

__ADS_1


'' Kalau loe gk bisa jagain Putri, biar gue aja yang jaga dia.'' ucap Alex yang tiba-tiba saja masuk kedala ruangan dimana Putri dirawat, tak lama Sila juga ikut masuk kedalam.


'' Apa maksud loe?''


'' Ya loe pasti tau maksunya.'' sambung Alex


'' Kak Alex, kak Rangga udah dong jangan berantem disini, kalian gk lihat ya kak Putri sedang sakit.'' ucap Sila menengahi.


'' Sila sebaiknya kamu bawa abangmu pergi dari sini, biar saya yang menemani Putri.''


'' Siapa kau berani menyuruh gue pergi dari sini?'' Alex tak terima, namun Sila langsung menarik kakaknya itu keluar dari ruangan tersebut.


'' Sila kamu apa-apaan sih?


'' Kak udah dong, ngapain sih berdebat? ini itu rumah sakit dan kak Putri lagi sakit, besok saja kita datang kerumahnya lagi, yuk kita pulang aja, aku yakin dia juga sudah baik-baik saja.'' ucap sang adik


*


*


*


'' Uuh,'' terdengar lenguhan dari mulut mungil gadis itu, bersamaan matanya yang juga langsung terbuka.


'' Rangga.'' ucapnya sambil tersenyum saat melihat kekasih hatinya begitu ia sadar.


'' Sayang gimana keadaanmu? kenapa kamu makan banyak sambal? kamu tau? Karna banyak makan sampai membuat pencernaanmu terganggu.'' jelas Rangga


'' Maaf kan aku, karna membuatmu cemas.'' ucapnya tulus


'' Aku maafin, tadi tolong jangan diulangi lagi ya?!" pinta Rangga yang diangguki olehnya


'' Kamu yang membawaku kesini?


'' Bukan, aku naik motor, Alex dan Sila yang membawamu memakai mobilnya dan aku mengikuti kalian dari belakang.'' jelas Rangga.

__ADS_1


'' Gimana kondisimu sekarang?


'' Sudah lebih baik, Rangga aku mau pulang, bisa kamu antar aku sekarang?


'' Kamu yakin?


'' Iya, aku gk betah disini,'' jawabnya, kebetulan memang dokter mengatakan jika sakitnya tak terlalu serius, jadi Putri boleh pulang saat ini juga, namun harus tetap banyak istirahat.


'' Baiklah aku akan keluar dulu untuk cari taksi.'' ucap Rangga yang hendak keluar untuk mencari taksi.


'' Rangga tunggu, aku gk mau naik taksi, aku mau naik motor sama kamu.'' pintanya


'' Tapi kamu kan lagi sakit.


'' Rangga aku kan hanya sakit perut, lagian udah sembuh kok, udah ayo aku maunya naik motor sama kamu.'' ucapnya keukeh


'' Yasudah, kamu pakai jaket aku.'' Rangga membuka jaket miliknya dan memakaikan nya pada tubuh Putri.


'' Makasih.'' ucap Putri sambil tersenyum, gadis itu menghirup aroma tubuh Rangga yang masih tertinggal dijaket yang saat ini ia gunakan.


Selalu memabukan, aroma tubuh ini, bagai mana bisa aku menjauh darinya, aku selalu nyaman saat menciumnya,


'' Putri kamu kenapa bengong? apa masih sakit?'' tanya Rangga


'' Gk kok, aku gpp, yadudah yuk.''


Saat ini keduanya sudah berada diparkiran, Putri memegang bahu Rangga untuk naik keatas motor milik kekasihnya itu yang memang lebih tinggi dibagian belakang, hingga membuat tubuh Putri terpaksa condong kearah tubuh Rangga.


'' Kamu sudah siap?


'' Iya sudah.'' jawab Putri sambil berpegangan dipinggang pemuda itu, setelahnya Rangga pun mulai menyalakan mesin motornya.


Sepanjang perjalanan Putri hanya diam menikmati kebersamaannya dengan Rangga, hingga sampai dilampu merah membuat motor yang mereka tumpangi terpaksa harus berhenti mengikuti kendaraan yang lain, Putri yang memang memiliki tubuh yang putih, mulus, dan padat berisi, selalu menjadi incaran mata lelaki, seperti saat ini mereka berhenti dilampu merah, Putri yang memang memakai rok sekolah diatas lutut, membuat paha mulusnya semangkin terekspos, membuat beberapa pasang mata lelaki yang berada dikiri kanan motor mereka menggoda gadis itu.


'' Eekkhhmm,, cuiitt..cuiitt...'' terdengar beberapa suara godaan dari mulut beberapa pemuda yang berada didalam mobil disamping mereka, hanya para pemuda itu tak ingin lebih menggodanya dari sekedar itu, karna mereka tau jika gadis tersebut sedang bersama pacarnya. Jujur Putri sedikit risih mendengarnya, Sedangkan Rangga tangannya sudah terkepal, darahnya terasa panas seakan mendidih saat para pemuda itu menggoda gadis yang dicintainya, hampir saja Rangga turun dan menghajar mereka, jika tidak dilarang oleh Putri, Rangga mencoba menahan diri, walaupun rasanya ingin sekali ia mencongkel satu persatu mata mereka.

__ADS_1


'' Sialan lama sekali lampu merah ini berubah warna.'' gerutunya, Putri yang mendengar hanya menggeleng pelan, tiba-tiba saja Putri tersentak kaget saat Rangga menarik tangannya agar memeluk tubuhnya, ia ingin buktikan pada semua laki-laki yang ada disana jika gadis yang bersama nya itu adalah kekasihnya, dan hanya miliknya seorang.


Next


__ADS_2