
''Put ini kamar kamu, yang sebelah sana kamar aku.'' jelas Rangga sambil membuka pintu kamar tamu tersebut.
''Ga, kok kamar kita pisah sih, jauhan lagi, gimana kalau kita tidurnya satu kamar aja? aku takut tidur sendirian.'' rengeknya manja.
''Kamu ini kayak gk pernah tidur sendiri aja, lagian kan kamar aku dekat sama kamar kamu masa takut?.'' ucap Rangga.
''Udah sebaiknya kamu mandi sana, oya didalam lemari ada beberapa baju adik sepupu aku kamu gunakan saja, aku rasa cocok.'' ucap Rangga
''Masa aku pakai baju orang lain sih Ga, kan gk enak,
''Tapi bajunya belum pernah dia gunakan kok sayang, kemarin rencananya dia mau nginap karna lupa bawa baju, terus aku belikan buat dia, eh ternyata dia gk jadi nginap, jadi yasudah bajunya disimpen saja dalam lemari itu.'' jelas Rangga
''Sayang? barusan Rangga panggil aku sayang, oh Tuhan bahagianya hatiku mendengar ucapan itu.
Batin Putri sambil senyum-senyum.
''Put, kamu kenapa?
''Oh, gk kok, tapi beneran itu kamu yang beli? bukan dia? soalnya aku gk enak loh Ga,'' ucapnya kembali pada mode awal padahal dalam hatinya berbunga-bunga.
''Iya bener,masa aku bohong sih.'' ucap Rangga
''Baiklah kalau gitu aku mandi dulu ya?''
Rangga mengangguk setelah itu ia juga masuk kekamar miliknya untuk membersihkan badan yang sudah terasa sangat lengket.
Kembali pada Niken dan Rayen..
Saat ini kedua pasangan tersebut sedang membersihkan tubuh mereka masing-masing, dan tentunya diruangan yang berbeda, Rayen memang berniat tidur satu kamar dengan Niken, namun untuk membersihkan diri Rayen memilih kamar yang ada disebelah.
Niken yang masih berbalut handuk untuk menutupi tubuhnya langsung saja menuju lemari dan mengambil satu set pakaian dan juga dala*man yang sudah tersedia.
''Apa ini semua om Rayen yang menyiapkannya? apa dia gk malu ya beli dala*man kayak gini.'' monolognya sambil menggunakan kain berbentuk kaca mata dan juga segitiga tersebut.
__ADS_1
Kini Niken sudah siap dengan penampilannya, tinggal menunggu Rayen yang katanya akan mengajaknya untuk makan malam diluar.
Tak lama terdengar suara ketukan pintu dari arah luar.
''Masuk saja om!"
Setelah mendengar jawaban Rayen langsung membuka pintu kamar nya, tatapan mata Rayen langsung tertuju pada Niken yang saat itu sedang duduk ditepi ranjang, Rayen benar-benar terpana, gadis itu begitu sempurna dimata Rayen membuat matanya tak mampu berpaling.
''Berkedip om!" ucapan Niken sontak membuat Rayen salah tingkah.
Niken melangkah kan kakinya mendekati Rayen yang saat itu masih menatap kearahnya.
''Sayang,'' panggil Niken mesra membuat Rayen tersenyum.
''Kamu sangat cantik, membuat om tidak rela jika membawamu keluar dari sini, dan dinikmati oleh orang-orang diluaran sana.'' ucap Rayen membuat Niken tersipu sambil menggeleng pelan.
''Bagai mana kalau kita makan didalam villa saja?'' tawar Rayen membuat Niken mencebik
''Om, aku kan udah dandan gini, masa ujung-ujungnya makan di villa sih, bukannya mau lihat pemandangan ya dipantai?.'' Niken memprotes Rayen.
Sebenarnya Rayen sungguh tidak rela jika kecantikan Niken dinikmati oleh lelaki lain diluaran sana, namun ia juga tak ingin membuat kekasihnya itu merasa kecewa dan akhirnya dengan berat hati Rayen membawa Niken ketempat yang sudah ia pesan sebelumnya.
Memang dipantai tersebut jika malam hari banyak yang datang hanya untuk sekedar menikmati makan malam dan juga memandang bintang yang bertaburan diatas langit direstoran terbuka yang tak jauh dari villa-villa yang berada disana.
Saat ini keduanya sudah duduk dikursi disalah meja yang memang sudah dipesan oleh Rayen terlebih dahulu.
''Indah sekali pemandangannya om, bintangnya juga sangat banyak, tapi sayang bulannya gk muncul ya om.''
''Dia mungkin malu, karna disini, dihadapan om, bulannya jauh lebih indah dan bersinar hingga membuat om tak bisa berpaling kelain hati.''
''Jadi maksud om, om itu ada niat buat pindah kelain hati sebelumnya gitu??
''Oh, astaga, sepertinya aku salah bicara lagi.
__ADS_1
Rayen merutuki kebodohannya dalam hati.
''Bukan begitu sayang maksud om, mana mungkin om akan mencari wanita lain, sedangkan gadis yang ada dihadapan om ini lebih dari segalanya.'' rayu Rayen mencoba membuat kekasihnya itu tak marah lagi padanya.
Sedangkan Niken hanya menggeleng, mendengar gombalan kekasihnya itu.
''Sayang kita kembali saja ke villa yuk,'' ajak Rayen yang memang malas berlama-lama diluar.
''Loh om, kan baru datang, bahkan makanan nya saja belum habis, kok sudah mau balik aja?.'' Niken kembali melayangkan protesnya.
''Sayang bukannya begitu, memang kamu gk lihat tatapan pemuda yang lewat disekitar sini semuanya menatap kearah kamu seolah ingin memangsa kamu, dan om gk suka itu, kita balik saja ya?'' Rayen terus merengek seperti anak kecil membuat Niken terpaksa menuruti permintaan kekasihnya tersebut.Tapi sebelumnya Niken meminta Rayen untuk mrnghabiskan makanannya terbih dahulu.
Kini keduanya sudah kembali kevilla yang mereka sewa, jam baru menunjukan pukul sembilan malam, om aku belum ngantuk gimana kalau kita duduk di luar dulu sambil menikmati angin pantai.
Rayen menggeleng cepat, sambil berkata" sayang angin malam gk baik untuk kesehatan sebaiknya kita duduk didalam saja ya?'' bujuk Rayen
''Om kenapa sih, gk seru banget.'' rajuk Niken.
''Dengar ya om, pokoknya aku mau duduk didepan, kalau om mau masuk dan tidur diluan aja sana.'' ucapnya sambil mendudukan bokongnya diatas kursi panjang yang terdapat diluar villa tersebut.
Rayen pun akhirnya mau tak mau terpaksa ikut duduk disamping gadis kecilnya tersebut.
"Kenapa duduk?gk jadi masuk kedalam?
"Gk,om mau temani kamu aja disini."jawab Rayen.
Niken tak menjawab namun terlihat senyum samar dari bibirnya, yang sama sekali tak disadari oleh Rayen.
Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul sepuluh malam, udara laut semangkin menusuk kedalam tulang, Niken juga terlihat sudah mulai kedinginan.
Niken melirik Rayen yang saat itu masih fokus dengan benda layar pipih miliknya, sebenarnya sudah sejak 15 menit yang lalu Rayen mengajak Niken untuk masuk karna memang udara semangkin dingin, namun Niken masih keukeh ingin diluar villa dengan alasan belum ngantuk, sebenarnya ia hanya ingin menikmati suasana pantai saja dimalam hari, namun Rayen membuat moodnya hari ini tidak baik karna selalu mengajaknya untuk kembali ke villa, padahal kan ia hanya ingin menikmati suasana romantis dimalam hari bersama Rayen, namun sepertinya lelaki itu tidak peka akan keinginan Niken, alhasil Niken ngambek pada Rayen.
Terlihat Rayen melirik kearah Niken ia melihat gadis itu sudah mengusap-usap lengannya untuk memberi kehangatan ditubuhnya.
__ADS_1
''Kamu sudah kedinginan ya? sekarang mau masuk atau tetap disini hem? kalau masih mau disini, biar om temani sampai kamu meras puas menatap bintang dilangit itu.'' ucap Rayen yang bisa dikatakan seperti sindiran bagi Niken.
NEXT