CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Bagai Mana Kalau Kita Menikah Muda?


__ADS_3

Saat ini Rangga dan Putri sudah sampai didepan rumah, namun keduanya masih berada didalam mobil.


'' Sepertinya bang Regan belum pulang'' ucap Putri karna tak melihat mobil milik Regan digarasi rumah.


'' Mungkin lagi dijalan.'' jawab Rangga


'' Rangga kamu masuk yuk, temani aku sampai bang Regan pulang.'' pinta Putri


'' Tapi sudah malam sayang gk enak sama mama papa kamu.''


'' Justru karna papa dan mama gk ada makanya aku minta kamu buat temani aku.


'' Memangnya kemana mereka?


'' Biasalah, urusan bisnis, udah yuk ah.'' ajaknya, yang langsung diangguki oleh Rangga.


Kini keduanya sudah berada diruang tamu,'' Kamu mau minum apa Ga? biar aku buatin?'' tanya Putri sambil mengambil posisi duduk disamping Rangga.


'' Susu aja boleh??


'' Susu?'' beo Putri


'' Iya,'' jawabnya


'' Baiklah biar aku lihat dulu ada apa enggak susunya.'' Putri langsung berdiri untuk menuju dapur, namun belum lagi ia melangkah tangannya sudah ditarik oleh Rangga membuat gadis itu kembali terduduk disampingnya.


'' Ada apa Ga? aku mau lihat dulu susunya didapur.'' jelas nya lagi.


'' Ngapin kamu nyarinya didapur, susunya kan ada didepanku.'' ucap Rangga sambil menatap mesum kearah daging kenyal pavoritnya yang masih terbungkus drees warna merah.


'' Rangga iih, kamu kok jadi mesum gini sih?


'' Kamu yang ajarin aku, kamu lupa? aku jadi mesum karna kamu sayang, kamu buat aku nagih dengan semua rasa yang kamu miliki itu.'' jawabnya, Putri yang mendengar hanya cengengesan merasa malu sendiri.

__ADS_1


Saat ini Regan sedang berada dikediaman Windy, mereka sedang duduk dikursi teras depan rumah.'' Yaudah Windy aku pulang dulu ya? salam sama mama dan papa kamu.'' ucap Regan berpamitan


'' Iya bang, kamu hati-hati dijalan.''


'' Iya.'' jawabnya, sambil mendekatkan wajahnya lalu mengecup lembut kening kekasihnya itu.


Cup


Regan menci*um penuh dengan perasaan, dan Windy sangat menikmatinya, gadis itu memejamkan matanya menikmati ciuman kasih sayang yang diberikan Regan untuknya.


'' Masuklah, aku akan pulang.'' ucap Regan setelah ciumannya terlepas, Windy hanya tersenyum mengiyakan


'' Hati-hati bang!'' Regan hanya mengangguk, setelah itu ia langsung melangkah menuju mobilnya.


Sedangkan ditempat lain terlihat seorang wanita sedang mengelus-elus perutnya yang terlihat membuncit.'' Sayang kamu sedang apa didalam sana? Rasanya mama bosan sekali, untung ada kamu bersama mama, jadi mama gk terlalu kesepian jika papa kamu belum pulang.'' ucap gadis tersebut sambil mengelus perutnya kembali, dan dia adalah Niken, gadis belia itu mencoba mengajak bayi yang ada dalam kandungannya untuk bicara. Saat masih asik nya ia mengajak bicara bayi yang berada dalam perutnya itu, terdengar suara bunyi bel apartemen berbunyi.


'' Itu sepertinya papa kamu sudah pulang sayang.'' ucap nya sambil tersenyum, lalu berdiri dari duduknya dan langsung melangkah menuju pintu dan membukanya tanpa mengintip terlebih dahulu.


Ceklek, terdengar suara pintu terbuka bersamaan itu terlihat dua orang lelaki tampan yang tiba-tiba menatap kearahnya, lebih tepatnya satu lelaki, karna yang satu lagi terlihat memandang kesembarang arah.


'' Oh ini, dia mabuk.'' jawab Jo sambil terus memegangi tubuh Rayen agar tidak jatuh


'' Kenapa bisa mabuk? yasudah ayo bawa masuk kak!'' ajak Niken sambil memberi jalan agar Jodi bisa masuk sambil membawa Rayen kedalam.


'' Baringkan saja disofa itu kak, nanti biar aku yang membawanya kekamar'' ucap Niken yang diangguki oleh Jodi.


'' Sekarang bisakah kak Jo kasih tau aku kenapa mas Rayen bisa mabuk begini?'' tanya Niken sambil memperhatikan suaminya yang masih setengah sadar.


'' Sebenarnya tadi pak Rayen ada pertemuan dengan rekan bisnis dari luar negri dan orang itu mengajak pak Rayen makan malam direstoran jepang, mungkin mereka memesan minuman yang berakohol makanya pak Rayen bisa sampai mabuk, sedangkan saya tadi tidak ikut karna masih ada urusan dikantor.'' jelas Jo, sesekali matanya menatap buah dada Niken yang putih mulus yang hampir melompat dari tempatnya, Niken sempat melihat tatapan tak biasa Jo padanya, ia pun langsung mengikuti arah pandang laki-laki tersebut yang seketika membuatnya terpekik kaget.


'' Oh astaga,'' ucapnya sambil menjerit membuat Jo juga kaget mendengarnya.


'' Ada apa mba Niken??'' tanya nya.

__ADS_1


'' Maaf kak Jo sebaiknya langsung pulang saja biar saya yang mengurus suami saya, dan sekali lagi terimakasih karna sudah mengantarkan suami saya pulang..'' ucapnya tegas, membuat Jodi langsung menganggukan kepalanya,


'' Baiklah kalau begitu saya permisi dulu'' ucapnya dan langsung meninggalkan kediaman tempat tinggal bos nya.


Setelah kepergian asisten suaminya itu Niken langsung memapah suaminya menuju kamar.'' Uuhh, rasanya malu sekali, kok aku bisa lupa ya kalau tadi hanya pakai gaun terbuka begini, lagian kamu kok tumben mabuk sih mas,, uuh mana berat lagi.'' gerutu Niken, setelah meletakan suaminya diats kasur Niken langsung melepas semua pakaian yang digunakan oleh suaminya.


'' Ternyata lelah juga.'' gumamnya saat ini wanita yang tengah hamil itu baru saja selesai mengelap tubuh Rayen, ia juga sudah mengganti pakaian suaminya tersebut dengan piyama tidur. Karna merasa lelah ia pun ikut tertidur sambil memeluk tubuh suaminya dari samping.


***


'' Sayang aku masih gk nyangka, kalau bang Regan akan secepat ini melamar Windy,'' ucap Putri pada Rangga, saat ini keduanya masih berada diruang tamu rumah gadis itu.


'' Ya bagus dong, itu artinya bang Regan benar-benar serius sama Windy, lagi pula mungkin dia juga sudah bosan hidup sendiri makanya ingin cepat-cepat menikah.'' jelas Rangga


'' Yakin hanya itu alasannya? aku rasa bukan hanya itu.'' ucap Putri


'' Ya mungkin abang mu itu sudah ingin memiliki keturunan kali sayang, atau ia ingin ada yang mengurusnya dirumah, dan semu itu mungkin saja kan?'' sambungnya


'' Rangga gimana kalau kita menikah muda? kamu mau gk?'' Putri menatap serius pada Rangga.


'' Apa kamu serius?


'' Tentu kenapa tidak, lagi pula cintaku udah mentok banget sama kamu.'' jawabnya


'' Tapi menikah itu bukan perkara mudah sayang, dan itu juga bukan hanya soal cinta saja, banyak yang harus dipertimbangkan, memangnya kamu siap menjadi ibu rumah tangga? ngurusin aku, ngurusin anak kita nanti? emang kamu udah siap hem? semua itu tidak semudah yang dibayangkan loh,'' jelas nya lagi.


'' Tentu saja aku siap, aku juga pengen loh kayak Niken, kayaknya dia bahagia banget setelah menikah, apa lagi om Rayen yang sepertinya sangat mencintai nya aku iri sama mereka.'' Putri sambil membayangkan kebahagiaan temannya itu.


'' Aku juga cinta sama kamu, tapi kalau untuk nikah muda aku sepertinya belum siap deh.'' mendengar ucapan Rangga membuat Putri langsung mengangkat kepalanya dari bahu Rangga, sambil menatap wajah pria itu penuh tanya.


'' Maksud kamu, kamu masih ingin berpetualang? atau kamu ragu jika aku ini sebenarnya bukanlah jodoh kamu gitu???'' Putri sudah mulai melotot pada kekasihnya itu membuat Rangga gelabakan.


'' Bu-bukan begitu maksudnya, mana mungkin aku bisa berpikiran hal seperti itu, sementara kamu memiliki semua yang aku inginkan, sayang dengarkan aku! Kita ini masih sangat muda, bahkan baru tujuh belas tahun, menurutku rencana seperti ini tidak bisa diputuskan dengan terburu-buru, aku hanya takut tidak bisa membuatmu bahagia,'' jelas Rangga, sedangkan Putri hanya diam, entah apa yang dipikirkan gadis itu saat ini, yang pasti Rangga melihat raut wajah gadisnya itu berubah setelah Rangga mengatakan semua itu.

__ADS_1


Next


__ADS_2